NovelToon NovelToon
MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Action / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:623.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ekouchi Aya

Apa?!! Menikahi Musuhku? Apa itu mungkin?... Namaku adalah Demian Wulfric, yaitu raja dari kerajaan Endom, kerajaan terkuat di belahan bumi Eropa. Aku disebut sebagai raja dari kayangan, karena parasku yang sangat rupawan dan sifatku yang sangat dingin.

Selama hidupku, aku menanggung amarah yang amat dalam kepada musuh yang telah membunuh orang tuaku dan memporak-porandakan rakyat serta kerajaanku.

Namun, takdir berkata lain, aku terpaksa harus menikahi putri dari musuhku, yaitu putri dari kerajaan Alamore yang bernama Putri Aurora Delacour. Ia adalah putri yang sangat cantik jelita yang memiliki 'Mutiara Abadi' di dalam tubuhnya. Mutiara yang membuatku sangat bergantung kepadanya dan aku harus menahan rasa cinta yang mendalam kepadanya, hanya karena masa lalu yang sangat menyakitkan di antara kami.

Bagaimana kisah perjalanan cinta kami selanjutnya? Jangan lewatkan kisah kami ya...

Jangan lupa like, komen & dukung cerita ini dengan 5 Vote yaah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekouchi Aya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegundahan Hati

Setelah apa yang terjadi tadi malam, aku berusaha untuk tetap bersikap normal, tapi tidak dengan Aurora. Aurora mungkin merasa malu bercampur dengan penyesalan.

Setiap berpapasan denganku, Aurora akan berusaha untuk menghindar.

Pagi itu aku harus mempersiapkan segala hal untuk menyambut kedatangan tamu dari kerajaan Tamir. Aku pun mulai mengecek segala sudut kerajaan.

"Kalian berdua, persiapkan kamar yang terbaik untuk tamu kita, karena mereka adalah tamu sahabat mendiang ayahku," titahku kepada Kai dan Ken.

"Baik, Yang Mulia," timpal mereka berdua

"Bagaimana kondisi Anda, Yang Mulia?" tanya Ken melihat kondisiku yang jauh membaik.

"Sebagaimana yang kau lihat, aku baik-baik saja," jawabku.

"Saya sangat bersyukur Anda terlihat baik-baik saja, tapi bagaimana caranya Anda bisa sembuh dalam semalam?" tanya Kai ingin tahu.

"Kau tak perlu tahu," jawabku singkat tak ingin rahasia semalam diketahui oleh siapa pun.

"Apakah kedatangan Tuan Putri Aurora malam itu membuat Anda kembali sehat, Yang Mulia?" tanya Kai memastikan apa yang ia lihat tadi malam.

"Apa maksudmu?" tanyaku lagi seraya mengerutkan dahi.

"Tadi malam saya melihat Putri Aurora memasuki kamar Anda, Yang Mulia," terang Kai membuatku salah tingkah.

"Sudahlah, aku ingin menemui paman, kalian kerjakan apa yang aku suruh," perintahku sambil mengalihkan pandanganku kepada seorang gadis yang melewati koridor istana.

"Aurora? kemana dia akan pergi?" tanyaku dalam hati ketika melihat Aurora berjalan melewati lorong itu.

Aku pun berjalan perlahan mengikuti Aurora yang kebetulan ingin menemui paman di perpustakaan. Aurora pun mulai menyadari bahwa aku telah mengikutinya dari belakang.

"Kenapa Yang Mulia Raja mengikutiku?" Aurora pun mulai berlari menjauhiku.

Melihat tingkah Aurora yang semakin cepat, aku pun mempercepat langkahku.

"Kau mau ke mana?" selaku sambil menghadang Aurora dengan mengarahkan lenganku lurus ke dinding istana.

"Saya tidak ada urusan dengan Anda, Yang Mulia," kata Aurora menghindari pandanganku.

"Kenapa kau tiba- tiba menghindariku?" tanyaku membuat Aurora terdiam.

"Saya terburu-buru Yang Mulia, jika Anda ada perlu dengan saya, lain kali saja," tutur Aurora dengan cepat.

"Kau ..., kau sungguh pura-pura seolah tidak ada yang terjadi di antara kita?" tanyaku mulai kesal. Aurora pun terus terdiam sehingga aku terus memojokkannya.

"Kenapa Anda sepertinya sangat kesal dengan apa yang terjadi tadi malam? Seharusnya Anda berterima kasih kepada saya," jelas Aurora dengan sedikit kaku.

"Berterima kasih? aku tak pernah memintamu untuk menemuiku" terangku mulai membela diri.

"Oh ... jika saja saya tidak mendatangi Anda terlebih dahulu, Anda tidak akan bisa berdebat dengan saya sekarang," cetus Aurora mengerutkan dahinya.

"Apa kau memang mencari kesempatan ini untuk bisa tidur denganku?" tanyaku membuat Aurora sangat kesal.

"Apa??!! Hentikan omong kosong Anda, saya ingin menemui seseorang," jelas Aurora meninggalkanku dengan perasaan kesal.

Aku tetap mengikutinya, karena tujuan kami sama-sama ingin menemui paman. Di perpustakaan kerajaan, kami pun melanjutkan percekcokan itu.

"Saya sangat senang melihat kalian berdua sehat kembali," kata paman membuat kami saling melirik satu sama lain.

"Paman, secepat mungkin Paman harus cari cara untuk menghentikan kutukan ini." Kesabaranku berada di ujung tombak.

"Kutukan? kenapa Anda bilang ini sebuah kutukan?" sela Aurora mulai ingin berdebat denganku lagi.

"Aku telah menyelamatkanmu dari kematian, tapi aku harus menghadapi banyak masalah bahkan, semua ini sangat merugikanku," terangku tanpa ragu mengutarakannya.

"Sudah sudah,, kalian sudah tidur bersama kenapa belum akur juga?" kata paman dengan santai.

Kami berdua hanya bisa merendam amarah pada diri kami masing-masing.

"Akur dengan musuh kerajaanku? aku tak habis pikir, kenapa bisa aku tidur dengan anak dari orang yang membunuh ayahku sendiri? padahal banyak wanita cantik di istana ini," sesalku tanpa memikirkan perasaan Aurora

"Saya akan berusaha mencari cara untuk menghentikan semua ini. Maafkan saya karena telah merugikan Anda Yang Mulia, bahkan membuat Anda harus mengalami banyak hal buruk. Saya berjanji sebelum bulan purnama datang lagi, saya akan berusaha mencari cara untuk memutus hubungan ini," tutur Aurora dengan menahan air matanya.

"Kalau begitu saya pamit dulu," sahut Aurora dengan cepat meninggalkan kami.

Kata-kataku telah menyakitinya, aku pun sedikit merasa bersalah dan menyesali apa yang baru saja aku ucapkan.

*****

Karena mendengar perkataanku yang begitu kasar, Aurora pun kembali ke kamarnya dengan bercucuran air mata.

Aurora berdiri di depan cendela kamarnya yang terbuka, ia menangis seakan menghiraukan indahnya taman paviliun yang ada di hadapannya.

"Tuan Putri, ada apa? apa yang terjadi?" tanya Mia khawatir melihat Aurora menangis.

"Aku tidak apa-apa," jawab Aurora singkat dengan mengusap air mata yang jatuh di pipinya.

"Kenapa Anda menangis Tuan Putri?" tanya Mia lagi.

"Mia, apakah aku sangat jelek atau mengerikan?" tanya Aurora secara tiba-tiba.

"Apa yang Anda bicarakan, Tuan Putri adalah wanita tercantik di bumi ini. Kenapa Anda berkata seperti itu?" kata Mia sambil memeluk Aurora.

*****

Hujan deras mengguyur kerajaanku. Sedangkan, sejak tadi aku mulai terdiam dan menyesali perkataanku saat itu. Aku pun tiba- tiba tak punya semangat untuk melakukan apapun. Aku hanya berdiri di depan kaca cendela sambil melihat derasnya air hujan serta melamun seraya mendengar suara air gemuruh yang membuatku merasa tenang.

"Apa aku salah berkata seperti itu?" tanyaku dalam hati.

"Kenapa aku merasa sangat menyesal saat ini? kenapa aku ingin menemuinya?" Kegelisahanku terus bertambah bersamaan dengan derasnya hujan.

Sesaat aku terbayang ketika aku tidur dengannya malam itu, membuatku sangat tidak nyaman.

"Haaah ! kenapa aku terus membayangkan malam itu bersama Aurora?" gumamku beranjak dari tempat tidurku.

"Kenapa bayangannya selalu muncul ketika kumulai pejamkan mata?" gumamku terus menerus mencoba untuk tidur.

*****

"Tuan Putri, ayo bangun! saya dengar tamu dari kerajaan Tamir akan tiba siang ini," kata Mia menepuk halus tangan Aurora seraya membangunkannya

"Aku tidak peduli, aku mau tidur lagi," timpal Aurora yang kala itu matanya masih lebam karena menangis semalaman.

"Menurut informasi yang saya dapat, kerajaan Tamir mempunyai putri yang sangat cantik yang akan menjadi pasangan Raja Demian," jelas Mia membuatku membuka mata.

"Pasangan raja?" tanya Aurora penasaran.

"Iya Tuan Putri," jawab Mia.

Aurora pun bersiap siap pergi ke Aula utama kerajaan untuk ikut menyambut tamu kerajaan. Di saat itu Pangeran Brian beserta paman juga ikut mendampingiku.

*****

Para mentri telah berkumpul di aula utama kerajaan, sebentar lagi rombongan dari kerajaan Tamir akan segera tiba. Semua rakyat Endom ikut serta menyambut kedatangan kerajaan Tamir, karena mereka telah mendengar rumor bahwasannya yang akan datang adalah calon ratu kerajaan Endom.

"Ku dengar, Putri Tamir selain parasnya yang cantik ia juga pintar dan pandai ilmu beladiri," tutur salah satu pelayan istana waktu itu.

"Waahh ! cocok sekali dengan Raja Demian," sahut pelayan lainnya.

"Mia, kita kembali saja, aku tak ingin menunggu di sini," kata Aurora setelah mendengar desas desus mengenai Putri Tamir.

"Kenapa Tuan Putri? saya penasaran, secantik apa Putri Tamir itu dibandingkan dengan Tuan Putri," kata Mia yang membuat Aurora sangat ingin kembali ke kamarnya.

"Sudahlah Mia, jika kamu ingin tetap di sini, aku akan pergi sendiri," ucap Aurora tanpa memperdulikan Mia.

Tapi tiba-tiba, tangan Aurora dipegang oleh Pangeran Brian yang saat itu melihat Aurora hendak kembali ke kamarnya.

"Kau mau ke mana? duduklah bersamaku," kata Pangeran Brian memaksa Aurora mengikutinya.

Aurora pun terpaksa harus mengikuti ajakan Pangeran Brian untuk duduk di sampingnya.

Di saat itu aku melihat mereka duduk bersama, tapi entah mengapa aku sangat merasa ingin marah dan tidak suka dengan hubungan mereka yang duduk berdampingan.

BERSAMBUNG....

1
snaaflh_desu
mangat thor
Fetry Nokas
aa terharu banget 🥲
Fetry Nokas
aurora cantik banget raja damian juga 👑🤩
Fetry Nokas
Raja Nuel ko gatel banget yah
seorang raja ko sifatnya seperti itu menyebalkan
Fetry Nokas
ftonya ratu aurora dong
Ika Fitri
the best
Ika Fitri
semangat up Thor
Ika Fitri
like so much
Ika Fitri
aku padamu Thor
Ika Fitri
lanjut
Ika Fitri
seru abiss
Ika Fitri
vote ku untukmu thor
Ika Fitri
up
Ika Fitri
bagus karyamu Thor
Ika Fitri
seru banget
Ika Fitri
aku mendukungmu Thor
Ika Fitri
wow bintang Korea semua Thor
Ika Fitri
lucu thor
Ika Fitri
musuh dalam selimut
Ika Fitri
like like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!