NovelToon NovelToon
Lara Berselimut Cinta

Lara Berselimut Cinta

Status: tamat
Genre:Poligami / Keluarga & Kasih Sayang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: moon

Selama 10 tahun lamanya, pernikahan yang Adhis dan Raka jalani terasa sempurna, walau belum ada anak diantara mereka.

Tapi, tepat di ulang tahun ke 10 pernikahan mereka, Adhis mengetahui bahwa Raka telah memiliki seorang anak bersama istri sirinya.

Masihkah Adhis bertahan dalam peliknya kisah rumah tangganya? menelan pahitnya empedu diantara manisnya kata-kata cinta dari Raka?

Atau, memilih meladeni Dean, mantan kekasih serta calon tunangannya dimasa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16•

#16

Adhis menutup pintu kamarnya perlahan, tak lupa ia menguncinya dari dalam, kemudian Adhis kembali menyeret Raka menjauhi pintu, agar tak ada yang mendengar pembicaraan mereka. 

“Kenapa Mas datang?” tanpa basa basi, Adhis segera menanyakan hal yang membuat ia tak nyaman, yakni kehadiran Raka. 

“Menemuimu, apalagi?” jawab RakaRaka, tanpa merasa berdosa, dan seperti tak terjadi apa-apa.

“Bukankah aku sudah bilang, aku gak akan datang? Kenapa Mas malah kemari? Bukankah bagus kalau aku tak ikut hadir?” 

“Baiklah, Mas gak akan maksa kamu hadir, Mas pun tak akan kesana.” Jawaban Raka sungguh di luar dugaan, Adhis mengira Raka akan tetap membujuk dirinya agar ikut hadir. 

“Kalau begitu, Mas silahkan pergi dari sini. Aku akan menenangkan diri, mulai sekarang Mas tak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk menemui anak dan istrimu. Abaikan saja aku.” 

Adhis mengusap air matanya, hatinya remuk ketika meminta Raka mengabaikan dirinya. Yah, tapi kini ia harus mulai membiasakan diri, mungkin beberapa waktu kedepan ia akan sering diabaikan oleh suaminya sendiri. 

“Kamu masih cemburu?” tanya Raka. Ia bahkan lupa, Adgis pernah mengungkapkan kecemburuannya.

“Oh, maaf, aku lupa, aku tak berhak cemburu, kan? Karena dia juga adalah istrimu. Bahkan bisa memberimu anak, lantas siapalah aku yang tak sempurna ini.” 

Sendu kedua mata Raka menatap Adhis, dengan jari telunjuknya ia menyelipkan anak rambut Adhis ke balik telinga. “Kamu tetap istriku, aku sudah bilang kan, jika kamu akan tetap jadi yang utama.” Entah harus bahagia atau justru muak, tapi janji itu semakin mengurangi respek Adhis terhadap suaminya. 

“Jangan pernah mengucap janji, pada hal yang tak bisa kamu tepati,” jawab Adhis dingin. 

“Kalau begitu, Ayo kita ke rumah orang tuaku, akan ku buktikan kamu tetap yang utama dalam hidup dan hatiku,” pinta Raka dengan wajah memelas. 

“Tidak sekarang, Mas. Aku belum siap bertemu lagi dengan keluargamu.” 

Raka menyelipkan jemari tangannya pada jemari tangan Adhis, kemudian dikecupnya tangan mulus tersebut. “Kalau begitu izinkan Mas disini, menamanimu.”

“Aku ingin sendiri.” Lagi-lagi jawaban Adhis mengisyaratkan pada Raka untuk pergi. 

“Tapi, aku ingin di dekatmu.” Kembali Raka memohon. 

"Dan, Maaf, keinginan kita tak sama."

Adhis memalingkan wajah, membuat Raka mulai berprasangka, “apa karena ada pria itu?”

Kedua mata Adhis terbelalak, ingin rasanya ia menertawakan kalimat Raka. “Laki-laki apa?”

“Jangan kamu pikir aku tak tahu,” ucap Raka dengan nada kesal, hatinya panas karena melihat istrinya terlihat akrab dengan keluarga dari mantan kekasihnya. sementara bersama keluarga besar Adhitama, Adhis selalu menghindar dan menarik diri. 

Adhis melipat kedua lengannya di dada. “Memang apa yang Mas ketahui?” tantang Adhis. 

“Laki-laki itu, mantan kekasihmu, kan? Kamu sengaja datang kesini tanpaku, agar bisa bernostalgia dengan dia, kan?”

“Astaghfirullah, Mas, aku tidak serendah itu. Aku murni datang kesini karena ingin menenangkan diri, aku sama sekali tak tahu jika Daddy Andre dan keluarganya akan berkunjung.”

“Kamu tidak sedang memanipulasi kebenaran, kan?” tanya Raka, masih dengan kecurigaan ekstra. 

“Kebenaran apa yang aku manipulasi? kenapa tiba-tiba aku yang dipojokkan? Padahal  jelas-jelas Mas yang sudah menyembunyikan pernikahan kedua!!” 

“Tapi aku sudah mengaku.”

“Iya, karena aku sudah memergokinya, jika belum, mungkin aku hanya akan jadi wanita yang bisa Mas bodohi selamanya.” 

Raka terdiam, melihat air mata Adhis ia terluka, hati yang sekian lama coba ia jaga, akhirnya pecah berkeping-keping. Terluka karena rasa kecewa yang terlalu besar terhadap dirinya. 

Tok

Tok

Tok

“Adhis … Raka … “ 

Suara ketukan pintu, membuat pertikaian tersebut berhenti. 

“Iya, Bund.” 

“Bu Dewi, telepon Bunda nih? Beliau tanya, kalian hadir atau tidak?” ucap Bunda Sherin dari depan pintu. 

“iya, Bund, kami akan datang.” Reflek Adhis menjawab. Karena di rumah orang tuanya pun, Adhis akan tetap Raka curigai. 

“Ya sudah, cepatlah, malah berduaan di kamar,” cetus Bunda Sherin. 

...

maaf ya gaeess, NT emang semakin menggemaskan akhir2 ini, sampek siang hari othor up eps ini, episode yang othor up pagi tadi belum tayang, padahal udah lolos review... 🥴🥴

yo wis lah, semoga kalian masih bersabar ya 🤧

1
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ ¢ᖱ'D⃤
🤣🤣🤣🤣🤣
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ ¢ᖱ'D⃤
bener2 yaa
suommmbonggg nya ga ketulungan
🏡s⃝ᴿ 𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉKᵝ⃟ᴸ ¢ᖱ'D⃤
wkwkwk sabar yaa
ngumpet di belakang lemari deh 🤣
Sandisalbiah
Raka jd pahlawan penyelamat semoga aja Dean gak tantrum pas ngelihatnya..
Sandisalbiah
sepertinya Karin udah berhasil dgn targetnya.. bukan pak dokter tp bapaknya dokter yg di gaet Karin.. kapoknya kapan Dewi...
Sandisalbiah
lha.. Dean yg dokter kan..? kalau Darren pengalaman pribadi dia..
Sandisalbiah
wes pa.. kudu segera di realisasikan itu pertanyaan si Dewi.. kasih dia adik madu biar tau dia gimana enaknya punya saingan...
Sandisalbiah
tuh kan.. fix.. Dewi itu gangguan jiwa alias gak waras.... langsung aja masukan RSJ
Sandisalbiah
y harusnya si Dewi itu juga di bawa ke psikiater.. jelas ada gangguan otaknya
Sandisalbiah
harusnya demi menyelamatkan kewarasanmu, kamu itu gak usah nguping pembicaraan org, apalagi Dean.. Raka... doyan banget menyakiti diri sendiri.. kek Adhisty dong.. realistis, kalau menggenggamnya itu menyakitkan maka baik di lepaskan maka kamu akan mendapatkan kebahagiaan yg lain
Sandisalbiah
yg jd sumber petaka dlm hidup kamu itu ya ibumu sendiri, Raka... sosok ibu yg seharusnya jd penyemangat, motivator utk kebahagiaan, kemajuan anaknya tp Dewi justru jd perusak dan penghancur kehidupan anaknya.. miris sekali hidup Raka... salah sendiri sih terlalu naif
Sandisalbiah
good job Dean.. harusnya sedari dulu kamu kasih pelajaran pd pasangan dajjal itu...
Sandisalbiah
Celine terlalu egois.. memikirkan sekesanangan dan kebahagiaannya sendiri dan mengabaikan perasaan Aron.. kalau dia emang merasa gak mampu memberi kebahagiaan buat Aron kenapa gak menyerahkan hak asu pd daddynya.. toh dia sadar kalau selama ini Dean yg paling peduli pd anaknya itu kan..
Sandisalbiah
otak bu Dewi langsung on itu.. buat jadiin Karina mangsa baru utk di jerumuskan dlm keluarga toxicnya... makin hancur aja si Anggi...
Sandisalbiah
hah... lengkap sudah... wes langsung pegat
Sandisalbiah
antagonis utama disini itu bu Dewi... bahkan Anggi adalah korban dr keegoisan si Dewi ini.. nama Dewi kelakuan seiton...
Sandisalbiah
kadang kala org ketiga dlm rumah tangga yg jd penghancur paling dasyat justru ibu mertua.... dan fakta ini sangat benar di dunia nyata
Sandisalbiah
aku justru berharap kehormatan Adhisty tetap terjaga sampai end hubungan dia dgn Raka agar dia tetap bisa mengangkat kepala sebagai wanita terhormat terlepas dr hancurnya dunia rumah tangganya krn sebuah penghianatan...
Sandisalbiah
sekali dayung dia pulau terlewati ya Dhis... meluapkan rasa kecewamu pd Raka plus rasa sakitmu pd Dean dulu...berhubung yg ada di dekatmu si Dean..kenapa gak.. gasss Dhis... anggap aja Dean lagi apes.. 🤭
Sandisalbiah
sudah lumrahnya kalau maling kepergok malah balik teriak maling.. seperti Raka ini... gak nyari pembenaran atas perbuatanya tp tetap gak mau disalahkan seutuhnya.. pake segala mencoba menyeret nama Dean dlm masalah mereka.. kok lama² jiwa pecundangnya makin kelihatan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!