Sabar bukan berarti lemah,bertahan bukan berarti bodoh.Itulah ungkapan Arumi menjalankan rumah tangganya.
Sejak menikah, Arumi harus banting tulang cari nafkah untuk suami, anak dan juga mertuanya.Tapi apa yang di dapatkan Arumi, hanya perlakuan kasar dari suaminya
Setelah mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya.
Apakah Arumi masih akan mempertahankan rumah tangganya?
Jika ingin tahu kelanjutan ceritanya ikutin terus ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Sudah sadar
Setiap ada masalah atau lagi kesal, tempat pelampiasan yang didatangi Gerry adalah Klub malam.Dia yang lagi duduk sendiri tak hentinya menuangkan minuman miras ke dalam gelas lalu meneguknya sampai habis.
'Arghhh! Segala cara akan aku lakukan untuk mempertahankan pernikahanku dengan Arumi! Sekarang dia aset berharga aku saat ini! Aku tidak boleh kehilangan dirinya,' batin Gerry yang begitu ambisius.
Kehadiran Gerry di Klub malam itu justru wanita seksi datang menghampiri pria itu. Sebelumnya, wanita itu pernah di inboxing oleh Gerry untuk memuaskan nafsunya hingga wanita itu bergegas duduk di samping Gerry.
"Ger,aku hamil.Kamu harus bertanggung jawab atas janin yang aku kandung ini!"ungkap Elsa membuat Gerry tersentak minuman miras.
Selain menjadi karyawan di perusahaan Angga.Elsa juga memiliki pekerjaan sampingan yaitu menjadi wanita malam, tanpa di ketahui banyak orang.
" Ha...hamil? Yang benar saja? Wanita murahan seperti kamu, meminta pertanggung jawaban sementara kamu sendiri banyak yang inboxing.Dasar wanita aneh luh!! umpat Gerry dengan intonasi naik, turun.
"Tapi aku melakukan itu terakhir sama kamu.Itu artinya kamu ayah dari janin yang aku kandung ini. Aku tidak mau tahu, kamu harus menikahi ku," kata Elsa memaksa yang begitu yakin kalau Gerry yang telah menghamili dirinya bukan orang lain.
Dengan suasana hati Gerry lagi kesal, di tambah lagi Elsa yang terus mendesak dirinya hingga pria itu semakin emosi sampai mencengkram rahang wanita itu begitu kuat.
"AW... kamu menyakitiku! jerit Elsa yang kesakitan.
" Arghhh! Aku tidak peduli.Dari tadi kamu selalu minta pertanggung jawaban!Aku muak mendengarnya! Jika kamu tidak pergi sekarang! Aku yang akan mengirim kamu ke neraka, sekalian janin yang ada di dalam kandung kamu itu," ancam Gerry dengan sorot mata yang menyala.
"Iya,aku pergi! Tapi tolong lepaskan aku!"pinta Elsa yang tidak tahan lagi menahan rasa sakit.
Lalu Gerry melepaskan cengkraman dia dari rahang Elsa dengan kasar hingga wanita itu bangkit dari tempat duduknya.
"Gila kamu,Ger! Aku sumpah hidup kamu tidak akan bahagia!" umpat Elsa lalu pergi.
"Kamu yang gila! Dasar wanita murahan, tidak tahu diri!"timpal Gerry dengan menatap kepergian Elsa.
++++
Di rumah sakit,Arumi dan Aqilah sudah di pindahkan di ruang rawat inap.Sementara Aleta bersama suaminya selalu menemani putrinya dan juga cucunya.Namun, wanita paruh baya itu wajahnya tampak lesu dan kurang bersemangat karena Arumi dan Aqilah tak kunjung sadar.
"Setelah apa yang menimpa mereka.Aku harap Papi menerima Arumi kembali bersama Aqilah untuk tinggal di rumah.Jangan sampai karena ke egois Papi, kita akan kehilangan mereka," ucap Aleta sedih.
"Maaf,Mi.Mungkin aku belum bisa melupakan apa yang di lakukan Arumi.Tapi papi akan berusaha menerima mareka.Jadi Mami jangan bersedih lagi!" sahut Irawan.
" Terima kasih ya,Pi."
Selepas perkataan Aleta, tampak jemari tangan Arumi bergerak hingga wanita itu membuka kedua matanya.
"Mi..."
Mendengar kalimat itu keluar dari mulut putrinya, senyuman bahagia terpancar di wajah Aleta hingga menepuk pundak suaminya
"Pih...Arumi sudah sadar! Panggil dokter!"titah Aleta.
" Iya,Mi."
Irawan segera keluar dari ruangan tersebut.Sementara Aleta menyentuh wajah putrinya.
"Aqilah, di mana,Mi?" tanya Arumi yang kini memikirkan keadaan Aqilah hingga mencoba memaksakan diri untuk bangun.
Tetapi, Aleta tidak membiarkan putrinya untuk bangun." Jangan banyak gerak! Keadaan kamu itu masih sangat lemah.Sekarang kamu ada di rumah sakit! Soal putrimu, jangan terlalu di pikirkan karena dia ada di sini!Hanya saja,dia belum sadar."
Arumi segera menatap ke arah samping kanan dan melihat Aqilah terbaring di ranjang pasien tak berdaya hingga butiran bening mengalir sudut matanya.
"Kenapa ini harus terjadi sama Aqilah,Mi,"keluh Arumi yang begitu hancur perasaan dia sebagai seorang ibu melihat keadaan putrinya.
" Tenang,kan dirimu, Arumi! Putrimu sudah melewati masa kritisnya.Kita hanya menunggu dia sadar," Aleta mencoba menenangkan Arumi.
"Bunda.... napa nangis?" ucap Aqilah saat dia sadar.
Mendengar hal itu,Arumi langsung berhenti menangis lalu tersenyum ke arah putrinya.
"Bunda tidak nangis kok ,sayang!" dalih Arumi untuk menyembunyikan kesedihannya.
Tak lama, Dokter memasuki ruangan tersebut lalu mendekati pasien hingga melakukan pemeriksaan."Keadaan pasien sudah membaik, tidak perlu khawatir lagi.Hanya saja, pasien masih membutuhkan perawatan sampai dia benar pulih."
" Oh.. gitu ya,Dok? Terima kasih," ucap Aleta.
++++
Sementara Angga yang berada di kamarnya tampak gelisah dan tidak bisa tidur karena terus kepikiran dengan Arumi dan Aqilah.Tapi yang paling menggangu pikiran dia saat ini adalah perkataan Gilang di hadapan maminya kalau Gilang sangat mengenal Arumi.
'Apa itu artinya ,Gilang pernah memiliki hubungan dengan Arumi?' batin Angga.
Karena tidak ingin berandai hingga pria itu bangkit dari tempat duduknya lalu pergi ke kamar Gilang untuk memastikan kecurigaan dia saat ini.
"Lang ,apa kamu sudah tidur di dalam sana?"tanya Angga.
" Belum.Ada apa?"
" Buka pintunya! Kakak mau masuk! Ada hal yang ingin aku bicarakan padamu," sahut Angga.
Dengan rasa penasaran apa yang akan di katakan oleh saudaranya, hingga pria itu membuka pintu kamarnya lalu Angga masuk, kemudian duduk di pinggir tempat tidur begitu juga dengan Gilang.
" Oh...iya, apa sebelumnya kamu pernah mengenal Arumi?" tanya Angga selidik.
Wajah Gilang langsung tegang hingga mencari alasan."Astaga!Ini sudah larut malam.Mending kak Angga pergi tidur!"
"Kenapa tidak di jawab? Apa kamu mencoba menyembunyikan sesuatu dari kakak?Atau sebelumnya kamu memiliki hubungan dengan Arumi di masa lalu? Ayo, bicara!" desak Angga yang tidak sabar lagi mendengarkan jawaban dari Gilang yang sebenarnya.
" Dari tadi aku ini bicara, kak Angga.Lalu apalagi yang ingin di bicarakan?"
"Kamu ini ya, di ajak serius,malah bercanda!"kesal Angga.
"Aku ini sudah serius ,kak Angga.Apa wajah aku kurang serius ya? Atau, aku perlu operasi plastik aja? Supaya wajah aku ini tampak serius."
"Kakak capek bicara sama kamu! Aku nanti ikut gila, berada di kamar kamu ini!"ucap Angga lalu cabut dari harapan Gilang.
"Mimpi yang indah! Siapa tahu Kak Angga menemukan jawabannya di dalam mimpi,"pekik Gilang sambil cengengesan menatap kepergian Angga.
Akhirnya Gilang bernafas lega, dia belum siap jika hubungan dia dengan Arumi di masa lalu diketahui oleh Angga sekarang.
+++++
Namun,Jessi yang tertidur pulas di kamar tampak senyum-senyum sendiri dalam tidurnya.Ternyata wanita itu lagi bermimpi menikah dengan Angga yang di adakan begitu meriah hingga tamu undangan memberikan ucapan selamat.
terimakasih Thor🙏
terimakasih Thor