maaf yah semuanya itu yg di atas bab satunya gx nyambung karna itu bukan , termasuk dalam bagian cerita yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elin yudia ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
"Harus nya aku yang bertanya, kenapa kau masih kemari tanpa mengabari ku brengsek." Ucap Aldo dingin, memang sudah biasa Aldo dan Reyhan selalu berkata kasar, Reyhan pun sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Aldo.
"Aku, hanya ingin meminta bantuan mu, aku sedang mencari istri ku."
"Aku, tidak mau! aku gak mau bantu orang yang brengsek seperti mu!"
"Kenapa tiba-tiba kamu jadi seperti ini Al? kenapa kamu gak mau bantu aku?"
"Bukan urusan mu, jika aku tidak mau yah jangan salah kan aku dong, salah kan diri kamu sendiri yang gak bisa jaga sikap dengan istri mu, harus nya kamu jangan ngelakuin hal yang tidak di sukai oleh perempuan bodoh!" ucap nya marah.
"Baik lah jika kamu tidak mau membantu ku, aku akan cari sendiri, tapi ingat Al, jika kamu juga ada masalah yang sama seperti aku, maka jangan pernah kau meminta tolong dengan ku. Ingat itu!" ucap nya lugas.
Setelah mengatakan itu Reyhan langsung keluar dari ruangan Aldo, ia langsung memasuki mobil nya, ia juga sangat berharap Sarah akan kembali lagi kepadanya dan juga mau memaafkan nya kembali. Ia juga sangat berharap Sarah kembali dan Reyhan juga berjanji pada dirinya sendiri akan menyekolah kan Sarah kembali sampai Sarah lulus dan kuliah, namun apa boleh buat sekarang ini Sarah belum ketemu , terpaksa ia harus menelan salivanya sendiri dengan terpaksa.
"Ahhhhh....."
Reyhan mjerit frustasi sambil menarik-narik rambut nya sendiri, dia tidak menyangka, kalau Sarah akan senekad ini pergi dari nya. Tapi setelah itu Reyhan langsung tertawa kejam.
"AHAHAHHAHA....... LIHAT SAJA SARAH JIKA KAU BERTEMU DENGAN KU , AKAN KU HABISI KAU, HAHAHHAHAHHA!... ..." Teriak nya di dalam mobil.
Sarah pov
"Harus nya kau tidak melamun tadi, jadi kan kamu kena marah Sarah, sama pak Dana." Ucap kawan nya Sarah yang baru .
"Hmmm." Sarah hanya berdehem, tidak menangapi omongan kawan nya. Ia hanya terus melamun sampai jam pelajaran pun di mulai lagi. Dan samapi jam pelajaran berakhirpun Sarah masih tetap saja melamun. Entah apa yang di pikir kan nya, sampai-sampau ia sama sekali tidak memperhatikan pelajaran yang di terangkan oleh guru, di jalan pun ia tidak memperhatikan jalan, sampai-sampai ia akan tertabrak oleh kendaraan. "Aku, gak mau menyusahkan Aldo tuhan, mengapa kau selalu mengirimkan aku orang-orang yang sangat baik pada ku." Mungkin ini lah jalan satu-satu nya, agar bisa terbebas dari cengkraman Reyhan dan selamat untuk sementara waktu. Dan kedepan nya ia akan jalanin sesuai takdir yang menuntun nya.
Setelah tiba di rumah Aldo, Sarah berniat ingin pergi ketaman, mungkin dengan pergi ketaman bisa menenangkan pikiran nya. Selama ini ia belum pernah yang nama nya, bisa hidup tenang, kecuali ketika ada kedua orang tua nya ia begitu bahagia.
Sarah duduk, di bangku taman yang sudah di sediakan di situ. Sarah hanya bisa melamun dan tersenyum ketika ia memikirkan betapa bahagia nya ia dulu, dari pada sekarang, walaupun ada Aldo yang selalu membuat nya, tertawa.
"Kenapa kamu di sinih sendiri?" tanya Aldo yang tiba-tiba sudah ada di samping nya dan merangkul pundak nya dengan lembut, ini yang Aldo lakukan pada Sarah, selalu membuat kehangatan yang selalu di mimpikan oleh nya.
"A-Aldo, kenapa kamu bisa ada di sini, dan kapan kamu datang?" Aldo terkekeh dengan ucapan Sarah, yang gugup itu membuat Aldo semakin jatuh hati pada nya.
'Cup' satu kecupan mendarat di bibir Sarah, siapa lagi kalau bukan Aldo yang mencuri ciuman pertaman nya. Sarah mematung dengan apa yang di lakukan Aldo.
"A-Aldo."
"Apa yang kamu lakukan?"
"Aku, hanya memberi mu ciuman yang manis Sar, memang nya kenapa?" Memang Aldo sangat pandai mencari alasan agar bisa mencuri kecupan pada siapapun. Hanya sebuah kecupan, saja sudah bikin Sarah merona.
"Sudah lah jangan tegang begitu, kita makan yuk, mau tidak?" Ajak nya yang justru membuat dada Sarah semakin berdebar dengan apa yang di lakukan Aldo.
Sarah end pov
"Bimo!" teriak Reyhan memangil Bimo.
"Iya, tuan."
"Sekarang juga kamu sama yang lain cari Sarah!"
"Baik tuan." Seraya menundukan kepala Bimo langsung pergi mencari Sarah bersama yang lain nya. Entah lah bagaimana pun Bimo haris bisa mencari Sarah sampai ketemu jika tidak maka, Bimo bersama yang lain nya akan di pecat oleh Ke egoisan Reyhan Sendiri.
Bagaima pula jika sampai Sarah di temukan yang ada Sarah juga bakal kena imbas dari Reyhan yang sudah berani kabur dari kandang Harimau.
🐰
🕊
🐰
🕊
🐰
🕊
Sudah dua hari Bimo dan yang lain nya belum kembali, ke rumah Reyhan, sebab mereka belum kembali adalah Sarah belum di temukan, sedikit lagi Sarah bakal di temukan oleh Reyhan tapi bagaimana jika sampai Sarah tida di temukan ini akan jadi mara bahaya untuk mereka semua yang menjadi bawahan Reyhan.
"Bim, bagaima jika nona Sarah tidak dapat di temukan?" tanya salah satu kawan Bimo yang sama-sama mencari Sarah.
"Tenang aja kenapa dan
lu berpikiran seperti itu, kita akan cari di mana nona Sarah tinggal itu saja, jadi apa yang perlu di hawatirkan, setelah kita mendapat kan info, kita akan mengabari tuan Reyahan , dan setelah itu kita bakalan aman dari siksaan tuan." Ucap Bimo panjang kali lebar
"Yasudah ayo kita harus mencari lagi keberadaan nona Sarah. "
Mereka semua kembali mencari Sarah yang belum sama sekali kecium keberadaan nya. Hinga larut malam pun mereka semua tidak ada yang berhenti mencari Sarah. Sampai akhir nya mereka semua tersenyum bahagi karna nona nya yang selama ini di cari oleh mereka semua telah di temukan keberada an nya. Cuman mereka agak sedikit binggung kenapa nona nya bisa berada di rumah tuan Aldo , semntara itu tuan Aldo kan, sahabat karib nya tuan Reyhan. Tapi mereka semua tidak ambil pusing dengan itu, tepat jam 12 malam mereka akan kembali kerumah Reyhan , dan memberi tahu Reyhan bahwa, Sarah sudah di temukan, oleh mereka semua.
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
"Jadi bagaimana kalian sudah menemukan nya?" tanyanya sinis.
"Sudah tuan."
"Dimana dia sekarang?"
"Nona ada di rumah nya tuan Aldo, tuan."
"Apa! bagaimana bisa dia ada di sanah?" tanyanya marah, Reyhan langsung mengepalkan tangan nya rahang nya mengeras, mata nya memerah dia tidak menyangka bahwa Aldo sahabat nya sendiri telah menyembunyikan istri nya.
"Menurut data yang kami tau, nona bertemu dengan tuan Aldo ketika tuan akan..."