Menceritakan Nadia hilma Faliha gadis cantik yang harus rela menjadi pembantu demi mencapai cita citanya menjadi seorang dokter, namun demi memuluskan kuliahnya Nadia harus menikah dengan majikannya,
karena sang majikan yang di putuskan oleh pacarnya.
Sampai pada akhirnya Nadia di karuniai seorang bayi laki laki yang sangat tampan.
Tapi kenyataan pahit datang ketika dia di tinggalkan suaminya di saat melahirkan sang buah hati.
Saat itu juga Nadia mulai berfikir akan ketidak setiaan suaminya, namun semua itu tidak benar.
Pasalnya, suami Nadia yang bernama Rizal fikri pratama sedang terkena penyakit leukimia bawaan dari kecil yang harus melakukan kemo terapi, karena ketakutan suami yang akan menjadi gundul dan jelek maka Rizal menghindar dari Nadia, sampai pada waktunya takdir mempersatukan mereka, namun itu belum berakhir karena sang mantan Rizal datang lagi untuk menghancurkan kehidupan mereka.
Inilah kisah selengkapnya.
kita baca saja yukkk, dari pada penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Seperti hari hari sebelumnya setiap pagi aku selalu memasak untuk keluarga pak Doni,
Aku turun dan menuju ke dapur, Pagi ini bik Narti sudah bangun,
"Bibi, sudah bangun ?
"Iya neng, kok neng sudah bangun
"La biasanya kan gitu bik ,ya aku mau masak lah.
"Kan sekarang menjadi nona muda, biar bibi saja yang masak .
"Bi, meskipun nanti Nadia menjadi menantu di rumah ini, Nadia akan tetap memasak untuk keluarga ini, kan bibi tau kalau kak Rizal sulit untuk makan, jadi sebisa mungkin Aku akan membuat makanan untuknya.
Setelah masakanku selesai seperti biasa aku langsung pergi ke kamar untuk mandi dan bersiap siap,
Aku melewati kamar kak Rizal yang masih sepi, dan aku pikir dia masih tidur.
Jadi aku berinisiatif untuk bangunin dia, aku ketuk pintu kamarnya, lama nggak ada suara. aku pikir mungkin orangnya masih tidur.
Dengan rasa penasaran aku memegang handle pintunya, aku membukanya, lampunya mati, sedikit terlihat remang remang, aku berjalan pelan, menghampiri ranjangnya,
Tak ada orang kemana kak Rizal, ah mungkin di kamar mandi,.pikirku.
Aku berniat untuk kembali keluar, tapi sebelum aku membalikkan badan tiba tiba ada yang memelukku dari belakang.
Aku sangat kaget, hampir aja aku menjerit, tapi ada tangan yang membungkam mulutku.
"Jangan menjerit nanti kalau mama dan papa denger gi mana? Suara kak Rizal.
Aku menarik tangan yang membungkamku.
aku melihat orang itu ternyata kak Rizal.
''Kak, apa kakak sudah gila? apa kakak nggak tau kalau aku hampir jantungan.
''Mana, sini aku lihat?
''Kakak, jangan mulai deh, aku semakin emosi.
''Kak, lepasin, aku nggak bisa gerak.
Akhirnya tangan kekar kak Rizal melepas pelukannya .
''Salah siapa pagi pagi masuk kamar cowok,
''Kak, maksud aku, mau bangunin kakak, tadi aku ketuk nggak ada suara, aku pikir kakak masih tidur, ya udah aku buka pintunya, niat aku tu mau bangunin kakak, supaya nanti nggak telat ke kampusnya, katanya hari ini semester.kataku jengkel
''O,,, gitu kirain mau kasih morning kiss, Kak Rizal sambil senyum tipis,
''Terus aja ya ledekin aku, kataku sambil jalan menuju pintu.
Dasar kamu anak polos, kamu nggak tau apa bangunin singa tidur ,datang ke kamar cowok pagi pagi, hadeeh, Rizal Rizal dasar kamu kenapa jadi mesum semenjak kenal Nadia, batin rizal yang mengatai dirinya sendiri ,
"Sudah siap tinggal berangkat,kataku sambil melihat wajahku di depan cermin, dengan penampilanku yang pas pasan, rambut aku kuncir, itulah yang setiap hari ku tampilkan, tapi kenapa kak Rizal mau menikahiku,
Aku keluar kamar untuk berangkat ke kampus,
Lagi lagi aku di suguhi pemandangan di depan pintu kamar, ternyata kak Rizal.
''Kakak kenapa nggak turun duluan?
''Aku nungguin kamu, biar kaya pasangan romantis .
''Kak, kan aku malu kalau di lihat mama dan papa?
''Kenapa malu? kan kita mau menikah .
"Tapi kan belum kak?
"Udah, ayo turun, kak Rizal menarik tanganku.
Kami berdua berjalan menuju meja makan, kak Rizal menarik kursi untukku,
Papa dan mama melihatku. aku sedikit malu dan risih dengan kelakuan kak Rizal.
"Wah, kalian romantis banget, kata mama Widya,
"Papa jadi inget waktu kita muda ya ma? timpal papa Doni.
Semoga kalian akan selalu seperti ini nak. batin mama Widya.
Aku hanya membalas senyum tipis.
Setelah sarapan aku pamit pada semuanya termasuk bik Narti, aku keluar duluan sebelum kak Rizal,
Aku berjalan melewati mobil sport kak Rizal yang sudah berada di depan gerbang,
''Mau kemana? kak Rizal yang tiba tiba di belakangku .
''Nunggu angkot di depan.
''Kamu nggak tau kalau calon suami mu ini punya mobil .
''Kak, aku nggak mau kalau nanti putri lihat aku naik mobil kakak, pasti dia marah lagi .
''Udah nggak usah takut, kak Rizal yang membukakan pintu mobil untukku.
Akhirnya aku hanya bisa nurut dengan kak Rizal.
Kali ini aku langsung memasang seat belt sendiri sebelum kak Rizal memasangkannya
"Wah, sudah pinter sekarang ,kal Rizal sambil mengelus rambutku .
Seperti biasa kak Rizal memang nggak pernah pelan melajukan mobilnya membuatku takut.
Tapi kali ini aku pura pura biasa aja, padahal jantungku terasa mau copot.
Akhirnya mobil kak Rizal mendekati kampus.
''Kak aku turun aja di sini, nggak enak nanti di lihat anak yang lain.
''Kenapa, kan kamu calon istriku, jadi nggak apa apa kalau mereka tau.
''Kak, aku mohon, aku sambil menangkupkan tanganku,
''Baik lah, aku turunin disini kamu hati hati ya?
"Heem, kan tinggal dekat.
Aku langsung turun dari mobil kak Rizal.
Dan kak Rizal langsung melajukan mobilnya menuju kampus, aku berjalan gontai beberapa menit kemudian aku sampai di depan gerbang kampus,
''Nadia, Lilis memanggilku,
''Hai, Lis, tumben pagi pagi kamu sudah nyariin aku ada apa?
''Kamu punya hutang cerita sama aku,kemarin kamu ke mana?
''O,,, belum waktunya, seminggu lagi aku pasti akan cerita sama kamu, aku janji.
''Ya udah deh, kalau gitu ayo kita masuk.
Pagi kak, Lilis menyapa kak Rizal yang sengaja berdiri di jalanan.
"Pagi.
Tuh kan pelit banget ngomongnya kalau di kampus, tapi kalau udah di rumah kaya penjual ikan, cerewetnya minta ampun batinku.
Lilis menyenggol tanganku, agar aku ikut menyapanya.
Mataku menatap kak Rizal dengan tatapan tajam. tapi kak Rizal tetap santai
Akhirnya aku mengalah ikut menyapanya agar Lilis tak curiga dengan hubungan kami.
''Pagi kak? sapaku sambil pura pura senyum.
"Wah temanmu ini menyapaku, tapi matanya melototiku, kak Rizal sambil melihat Lilis dan menunjuk ke arahku.
Lilis mendekatiku dan membisikkan sesuatu padaku.
''Nad, minta maaf sama kak Rizal sebelum kamu ada masalah, bisikan Lilis.
Aku pura pura lagi minta maaf pada kak Rizal.
''Puas kakak sekarang? kataku di telinganya .
''Sangat puas sayang Balasan kak Rizal pelan .
Mau maunya kamu aku kerjain, tapi kalau nggak di sini di mana lagi aku bisa ngerjain kamu, dirumah pun nggak bisa Hati Rizal.
Aku dan Lilis pergi meninggalkan kak Rizal yang masih mematung.
Hain bro lihatin siapa? Deny sambil mengarah mata Rizal.
''Tu lagi lihatin calon istri.
''Wah, udah berhasil nih kayaknya.
''Udah dong, setelah sarjana nanti aku akan langsung melaksanakan akad nikah.
''Wah, beneran apa nggak terlalu cepat.
Ya nggak lah, keburu di ambil orang.
''
''Selamat ya, tapi memang Nadianya sudah mau kamu nikahin secepat ini.
''Mau lah, kalau nggak mau mana berani aku nikahin dia, dan kemarin aku datang ke rumah ibunya untuk minta restu.
Bersambung!!!
ga jelas bngt