NovelToon NovelToon
Hurt Be A Love

Hurt Be A Love

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:491.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

Mati-matian Balqis Lalita Wiguna membela lelaki yang dia sayangi, ternyata hanya menimbulkan luka yang begitu dalam. Di mana bukan dia yang bersanding di pelaminan, melainkan wanita lain yang tidak dia kenal.

Dia kira cinta pertamanya akan mengajarkan banyak hal. Nyatanya, hanya meninggalkan luka dan sulit untuk disembuhkan.

Akankah ada seseorang yang berhasil menjadi obat penawar dari luka tak kasat mata yang Balqis derita? Dan bisa membuatnya kembali merasakan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Tak Ada Perlawanan

Pelukan hangat yang Rio berikan mampu membuat Aqis merasa nyaman dan merasa dilindungi. Seperti pelukan ketiga kakaknya yang selalu menjaganya.

"Udah oke?"

Anggukan kecil membuat Rio tersenyum. Dia kembali menggenggam tangan Aqis dan membawanya pergi. Mobil melaju ke kosan di mana Aqis tinggal.

"Istirahatlah! Besok jangan dulu kerja." Aqis manggut setuju.

Rio mengantar sampai depan pintu. Ketika Rio membalikkan tubuh, Aqis meraih tangan kekar itu. Rio pun menoleh dan menatap Aqis dengan bingung.

"Jangan bilang ke keluarga Aqis."

"Iya." Tanpa Aqis minta pun Rio akan melakukan itu.

.

Suasana kafe pun mencekam ketika Rio sudah kembali. Semua karyawan sudah dikumpulkan dan suara penuh kemarahan keluar.

"Hargai dan hormati Balqis Lalita. Dia adalah keponakan Raditya Addhitama pemilik kafe ini."

Mereka menunduk salah. Tak ada yang membuka suara sama sekali. Yonas pun menjelaskan siapa Aqis sebenarnya dan itu mampu membuat jantung mereka berdegup hebat.

"Dia adalah manager Moeda Kafe. Di mana kalian sendiri tahu Moeda dan Barad kafe adalah kafe adik kakak. Jadi, jaga sikap kalian. Orang diam biasanya punya rasa dendam. Hati-hatilah!"

Perkataan Yonas membuat hati mereka ketar-ketir. Mereka semakin ketakutan karena sudah tiga hari ini sikap Aqis begitu berubah dari sebelumnya.

.

Derap langkah kaki terdengar. Seorang pria masuk ke ruangan rapat di mana semua orang sudah menunggunya. Seketika mata Karina dan Agam melebar ketika melihat kehadiran Rio.

"Sayang, itu kan--"

"Kita bekerja sama dengan direktur utama rumah sakit ini, Rindra Addhitama. Bukan dia," balas Karina.

"Selamat pagi, Pak direktur."

Tubuh Karina dan Agam mematung mendengar sapaan dari salah seorang pria kepada Rio. Ya, Karina dan Agam berhasil Rio tipu. Di mana dia memberikan undangan tahun lalu ketika sang ayah masih menjabat sebagai direktur utama. Sedangkan tanggal dan isi undangan Rio ubah.

Duda tiga tahun itu sama seperti Restu dan Rindra. Kejam, licik dan picik terhadap lawan. Sepasang pasutri itupun mulai ketar-ketir. Di mana mereka tengah mencoba untuk menjalin kerja sama dengan rumah sakit besar itu. Hari ini adalah keputusan finalnya.

"Saya menolak."

Karina pun memejamkan mata. Dia tak berani menyanggah karena sudah banyak kesalahan yang Karina lakukan kepada Rio dikarenakan dia tidak tahu, bahwasannya Rio merupakan direktur utama rumah sakit yang masuk ke dalam AdT. Grup menggantikannya Rindra Addhitama.

"Bu, ayo yakinkan lagi!" bisik asisten Karina. Namun, Karina menggeleng pelan dengan posisi kepala masih menunduk.

Banyak perdebatan akan keputusan Rio. Namun, keputusan itu sudah sangat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

.

Kegagalan stasiun televisi bekerja sama dengan rumah sakit ternama di bawah naungan AdT. Corp sudah sampai di telinga pemiliknya, Bobby Kusuma. Dia tak menyangka jika keinginan perusahaannya ditolak. Padahal, perusahaan stasiun televisi miliknya adalah yang terbaik dari yang lainnya.

Satu nama yang ada di kepala Bobby sekarang, pemilik saham tertinggi di perusahaan, yakni Restu Ranendra.

Setelah menjabat tangan Bobby, Restu duduk tepat di depan Bobby. Pemilik stasiun televisi itu langsung menyerahkan iPad kepada Restu. Kakak angkat Rio itu membaca sebentar. Lalu, menaruh iPad itu di atas meja.

"Itu keputusan pihak rumah sakit," ujar Restu dengan begitu santai.

"Saya tahu, tapi bisakah Anda membantu saya? Bukankah Anda sahabat dari direktur rumah sakit itu?"

Restu menurunkan kakinya yang tadi dia silangkan. Dia menatap serius ke arah Bobby Kusuma.

"Justru karena saya mengenal baik sahabat saya itu. Saya tidak akan mau membantu Anda."

Dahi Bobby pun mengkerut. Dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Restu. Harusnya Restu membantunya mengusahakan kerja sama itu agar terjalin karena akan menambah nilai saham miliknya.

"Sahabat saya adalah orang yang mengambil sebuah keputusan dari pertimbangan matang," tekannya.

"Harusnya Anda berpikir dengan akal sehat. Apa yang menyebabkan direktur itu menolak? Ditambah, penolakan itu tidak mendapat perlawanan apapun dari putri Anda. Coba telaah lebih dalam lagi."

.

Setelah dari rapat penting di rumah sakit, Rio kembali ke kafe karena masih ada masalah yang harus dia urus.

"Siapkan diri kalian karena akan ada pengumuman penting."

Perkataan itu bukan dari Rio, melainkan dari Yonas untuk semua karyawan Barad kafe. Sedangkan wajah Rio sudah sangat tidak bersahabat.

Supervisor dipanggil ke atas oleh Rio. Wajah seperti sedia kala Rio berikan kepada pria itu.

"Kamu kembali jadi karyawan biasa, di dapur."

Supervisor itu terkejut hingga dia tidak bisa berkata apapun. Baru Saja hendak membuka mulut, Rio sudah memotong.

"Saya bukanlah orang yang semena-mena."

Rio memberikan rekaman cctv sebagai barang bukti. Di mana pria itu tidak banyak melakukan pekerjaaan dan malah hanya tunjuk sana tunjuk sini.

"Saya sudah muak dari bulan kemarin, tapi masih saya tahan."

Bukti itu membungkam mulut supervisor. Dia tidak bisa mengelak apapun. Satu per satu dari semua karyawan pun dipanggil ke ruangan Rio. Tidak ada yang aman satupun. Hanya saja mereka tidak dipecat.

Alya yang terakhir masuk ke ruangan Rio. Dia memberikan senyuman termanis, tapi dibalas oleh tatapan sinis.

"Mulai besok jangan pernah buatkan kopi lagi."

Hati Alya terasa patah mendengar ucapan itu. Rio menyerahkan cangkir kopi yang masih penuh yang tak dia sentuh.

"Bawa!"

Alya yang sudah berharap tinggi kini harus terhempas ke dasar bumi. Begitu sakit hati.

.

Aqis terlihat bingung ketika bagian pekerjaan karyawan di Barad kafe berubah. Pria yang menjabat supervisor sekarang memakai apron seperti karyawan biasa.

"Seneng kan kamu?" sergah supervisor itu.

Kedua alis Aqis menukik begitu tajam. Dia tidak mengerti, tapi dia langsung mengabaikan begitu saja.

Baru saja selesai memakai apron, Yonas masuk ke dapur dan memanggil Aqis. Menyuruhnya untuk naik ke lantai atas.

Aqis melihat Rio yang begitu serius menatap layar laptop dan tak menyadari jika dirinya sudah ada di depan mejanya.

"Kak Iyo," panggil Aqis.

Sontak Rio menoleh. Dia menatap Aqis yang sudah berdiri di depannya.

"Duduklah!"

Setelah Aqis duduk, Rio mulai membuka pembicaraan.

"Lu yang akan jadi supervisor mulai hari ini."

Sontak Aqis pun terkejut. Dia menatap Rio dengan menggelengkan kepala bertanda dia tidak setuju. Aqis lebih terkejut lagi ketika tangannya yang ada di atas meja Rio genggam.

"Apa lu mau jadi manager?" Aqis menggeleng dengan begitu cepat. Sikap Aqis tersebut terlihat begitu lucu.

"Cukup jadi pelayan aja Aqis mah."

Jawaban itu membuat Rio kembali tersenyum. Namun, tangannya malah mengusap punggung tangan Aqis yang begitu lembut.

"Gua gak suka bahkan gak mau ngeliat wanita yang gua sayang diinjek-injek orang."

Aqis pun terdiam. Sorot mata Rio menunjukkan sebuah keseriusan.

"Tunjukanlah siapa diri lu dan power yang lu miliki."

Perkataan Rio membuat Aqis merasa dilindungi. Apalagi kalimat itu terlontar begitu lembut.

"Gua udah sangat muak ngeliat perlakuan mereka terhadap lu, dan ijinkan gua untuk menampar mereka semua dengan kenyataan sesungguhnya."

Aqis semakin terdiam. Dia terpana akan wajah serius Rio yang terlihat semakin tampan.

"Gua sayang lu, Qis. Apapun akan gua lakukan untuk melindungi lu."

...***To Be Continue***...

Boleh minta komennya?

1
awesome moment
tuan mmg beda
awesome moment
wkwkkwk
awesome moment
pemaksaan berbalut lamaran
awesome moment
ceritanya plek ketiplek sm q, tp beda ending. wkwkwkkwk...ditipu dgn keseriusan, didpt, dpt 1 junior...berakhir...dibandingkan sm sampah😀😄😄😀😀...jd...lepaslah dgn senang hati. cukup smp disini. sampah akan kembali ke tong sampah.
awesome moment
mmg benci g butuh alasan..mrk yg menyakiti mrk jg yg jahat.
awesome moment
wkwkkwkwk...gmn? gubrak kn?
awesome moment
whoah...skrg butuh ATM berjalan..jd ...balik dwh
awesome moment
nha kn...tinggal aqis n
awesome moment
auto...yes
awesome moment
g jadi!!!
awesome moment
seriusan?
awesome moment
mmg beda klo org dingin meleleh tu
awesome moment
cinta tulus sll menemukan jalan utk pulang. jd g hisa ditikung, faza
awesome moment
whoah...sponge bob salah cari lawan
awesome moment
rio cermat bgts
awesome moment
kluar jg kata yg ditunggu
awesome moment
bikin kzl mmg
awesome moment
jleb abissss...keji bgts wooooyyyyy
awesome moment
d hati yg sdh menunggu dan mendekat aqis lbh dlu.
awesome moment
paham kn skrg?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!