Seorang pemuda yang misterius menyamar menjadi laki-laki culun, bertemu dengan gadis yang sedikit manja dan baik hati.
"Diam jangan bergerak nanti bakal aku lepaskan kalau kamu nurut."
"Afkar!" jerit Regita kaget.
"Shuttt..diam jangan teriak nanti orang tuamu dengar"
"Kenapa loe bisa masuk ke sini?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VivianaRV, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OMG 16
"Woy Afkar tungguin kita dong!" teriak Argos.
"Kenapa?" tanya Afkar.
"Kita mau numpang mobil loe lagi" ucap Riki.
"Kenapa enggak naik taksi aja sih."
"Ngirit bro ini 'kan akhir bulan."
"Katanya kaya tapi kok enggak punya uang sih?"
"Kita ini orang kaya yang enggak boros dan sombong plus rajin menabung jadinya ya kaya gini" ucap Argos.
"Alasan, ya udah sana masuk keburu aku berubah pikiran."
"Kita mampir ke markas loe dulu ya Afkar."
"mau ngapain ke markas 'ku mau buat masalah? mau ngacak-ngacak?"
"Loe kok selalu berperasangka buruk sama kita sih?" ucap Riki tidak terima.
"Kita itu mau ke sana mau lihat keadaan gudang loe yang baru kebakaran itu, malah loe nuduh kita yang enggak-enggak tega loe sama gue" ucap Argos mendramatisir.
"Udah deh enggak usah drama" ucap Afkar malas.
Setelah Afkar berucap semua yang ada di mobil terdiam tidak ada yang menimpali kembali mereka tau mood Afkar tidak baik kali ini.
"Udah sampai cepat keluar sana" suruh Afkar.
"Iya santai aja bro ini juga mau keluar" ucap Riki.
Setelah sampai Riki dan Argos langsung menuju ke belakang markas tepatnya menuju ke arah gudang yang terbakar tadi.
"Wuihh lumayan ya yang kebakar."
"Iya, pantes Afkar marah pasti ini rugi banyak banget."
"Mana barang yang disimpan di sini barang-barang penting lagi."
Setelah melihat sekeliling Argos dan Riki masuk ke dalam markas, disana sudah ada afkar dan Dani yang sedang membahas sesuatu yang kelihatannya begitu penting.
"Lagi bahas apa nih kelihatannya penting" tanya Argos.
"Kamu enggak perlu tahu" ucap Afkar sedikit sarkas.
"Gini amat punya sahabat" semua orang yang ada di ruangan diam dengan pemikirannya masing-masing, tiba-tiba terdengar suara handphone berbunyi.
"Hallo ini siapa?" tanya Afkar.
"Dasar ponakan jahanam, suara tantenya sendiri aja enggak kenal?"
"Oh tante, kenapa tan?"
"Pulang sekarang juga udah berapa hari kamu enggak pulang ke rumah, emang kamu enggak inget rumah?"
"Kan rumah Afkar ditengah hutan tan."
"Oh iya juga ya, eh tapi tante enggak mau tau ya kamu pulang ke rumah tante sekarang."
"Iya nanti aku pulang."
"Enggak nanti-nanti sekarang pokoknya."
"Iya ini mau jalan ke rumah tante."
"Nah gitu dong, hati-hati di jalan ya tante tutup telponnya."
"iya." sambungan telepon pun terputus.
"Siapa?" tanya Riki.
"Tanteku, gue cabut dulu ya."
"Yo'i"
Afkar buru-buru masuk ke mobilnya lalu menjalankan ke rumah tantenya, dia langsung mengebut dijalanan.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, kok cepat banget sampainya perasaan baru aja tutup telepon."
"Katanya tadi suruh cepat sampai."
"Berarti tadi kamu ngebut ya dijalan? hayo ngaku kamu."
"Iya"
"Oh dasar bocah nanti kalau ada apa-apa gimana pas dijalan kalo kamu ngebut?"
"Tante tenang aja aman kok buktinya Afkar selamat sampai tujuan."
"Lain kali jangan diulangi lagi ya, tante takut kejadian yang dialami orang tua kami terulang kembali" ucap Lina sedih.
"Udah tante enggak usah ingat-ingat kejadian waktu itu, Afkar enggak suka tante sedih."
"Iya tante udah enggak sedih lagi kok satu pesan tante kamu diluaran sana jangan aneh-aneh dan jangan cari musuh pokoknya kamu fokus sekolah aja" mendengar ucapan Lina Afkar sedikit meringis, emang selama ini Lina tau tentang rumah Afkar yang ada ditengah hutan tetapi Lina tidak tahu apa yang dikerjakan Afkar selama ini.
"Iya tan" Afkar hanya mampu berucap seperti itu karena kalau dia menjelaskan perkejaan yang dilakukan saat ini pasti Lina akan marah dan sedih, Afkar tidak suka kalau sampai Lina sedih.
"Ayo sini makan, kamu udah makan apa belum?"
"Udah makan kok tan tadi."
"Ya udah kalau gitu kamu istirahat sana kamu pasti capek, itu tuh ada lingkar hitam dibawah mata kamu pasti ini kamu jarang tidur."
"Hehehe tante tau aja sih, Afkar tidur dulu ya tan."
"Iya jangan lupa mandi dulu karenakan kamu habis aktifitas diluar" ucapan Lina dibalas anggukan oleh Afkar.
Disisi lain Ucup sekarang berada didepan rumah Regita, rencananya dia ingin mengajak Regita jalan-jalan sore. Ucup gabut dirumah ditambah lagi dia juga tidak mempunyai kekasih jadinya disinilah dia ingin mengajak Regita.
"Assalamualaikum Git" Ucup sudah memanggil berulang kali tetapi tidak ada sahutan sama sekali dari dalam.
"Dimana sih nih kok enggak ada orang, gue telpon ada deh" panggilan tersambung tetapi belum diangkat oleh Regita, beberapa menit kemudian telpon pun terhubung dan terdengar grasak-grusuk.
"Git loe kenapa kok grasak-grusuk begitu?"
"Enggak papa ini baru bangun tidur, kenapa Cup."
"Jalan-jalan sore yuk gabut nih gue dirumah."
"Mendadak banget?"
"Enggak tau nih tiba-tiba pengen jalan-jalan."
"Gue belum siap nih Cup belum mandi dan dandan, loe mau enggak nungguin gue?"
"Iya gue tungguin."
"Agak lama enggak papa ya?"
"Iya udah sana cepat mandi."
"Loe sekarang dimana?"
"Didepan rumah loe."
"Gue siap-siap dulu" sambungan telepon langsung mati.
Ucup yang menunggu Regita selama tiga puluh menit mengisinya dengan berbagai tingkah absurdnya misalnya berbicara dengan kucing, berbicara dengan rumput sampai semut yang sedang berjalan disekitarnya dia ajak bicara. Orang-orang yang melihatnya memberikan tatapan aneh.
"Cup loe ngapain jongkok disitu loe ngomong sama siapa?" tanya Regita.
"Ini gue ngomong sama semut, kasian mereka jalan terus cari makanan terus gue kasih roti deh."
"Loe ada-ada aja sih Cup heran gue sama loe."
"Kasian tau Git."
"Iya terserah loe aja deh, ini jadi enggak jalan-jalan sorenya."
"Jadi dong ayok kita berangkat eh BTW rumah loe kok sepi banget emak sama babe loe kemana?"
"Mereka berdua lagi ke acara kondangan mpok Munir."
"Hebat ya mpok Munir janda tua dapetnya berondong kinyis-kinyis."
"Ya gimana namanya juga jodoh."
"Ini kita mau kemana dulu nih Git."
"Enggak tau, kan loe yang ngajak gue kenapa malah tanya gue sih."
"Gue ngajak loe karena gue enggak ada inspirasi tempat yang dituju."
"Ya udah kita ke gor aja yuk kayaknya sekarang ada tanding futsal deh disana."
"Nah cakep tuh yok berangkat" rumah dan gor yang mereka tuju jaraknya tidak jauh hanya memakan waktu lima belas menit.
"Wih udah rame nih, ayo Git kita cari tempat."
"Bentar dulu gue mau cari makanan dulu buat nonton kalau enggak ada makanan 'kan enggak seru nontonnya."
"Mau gue temani enggak?"
"Enggak usah loe cari tempat aja nanti gue nyusul, cari tempatnya yang strategis ya" dibalas anggukan oleh Ucup.