Alur : Luar Negeri
Apa jadinya jika terpaksa menikahi kakak ipar di mana wanita tersebut adalah cinta pertamanya yang sudah ia upayakan semaksimal mungkin untuk lupakan?
Takdir seakan mempermainkan perasaannya kembali saat dirinya akan menikahi wanita lain sebagai calon istrinya.
Liam Conrad Putra Abraham terpaksa menikahi Nola Claudia Abraham yang berstatus sebagai kakak iparnya. Cinta pertamanya sejak kecil yang bertepuk sebelah tangan karena Nola mencintai Lio Bintang Putra Abraham, kakak kandung Liam. Pernikahan penuh keterpaksaan yang tak mudah bagi keduanya demi anak semata.
Saat Nola mulai membuka hati untuk Liam yang berstatus sebagai suaminya, mendadak kabar mengejutkan datang bahwa Lio ternyata masih hidup dan dalam kondisi koma.
Ke mana kah takdir cinta Nola akan bermuara? Lantas bagaimana pula kelanjutan hubungan Liam dan Julia Baldwin, calon istrinya?
Update chapter : Setiap hari
Bagian dari novel Darah dan Air Mata Suamiku🍁Terpaksa Menikahi Kakakku🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 - Berusaha Menutupi Luka
Pupil mata Aldi mendadak melebar. Tatkala baru saja ia berbicara pada Liam di telepon dengan membahas Nola. Dan kini orang yang baru saja ia bicarakan, tengah berjalan perlahan dengan anggun nan cantik menuju ke arah meja kerjanya.
Senyuman dan paras cantik Nola menyihir Aldi dari kejauhan tanpa sadar hingga orang yang ia pandang sejak tadi berjalan, sudah berada persis di depan meja kerjanya.
"Siang Al, kok bengong sih." Nola menyapa Aldi yang sepertinya terbengong melihat kedatangannya. Sampai-sampai Nola melambaikan tangannya di depan wajah Aldi. Seketika lamunan sekretaris Liam tersebut buyar.
"Eh, Bu No_la. Maaf, Bu." Aldi langsung tersadar dan menjawab terbata-bata saapan Nola padanya.
"Saya jadi melamun lihat pesona Bu Nola yang makin cantik saja dari hari ke hari. Hehe..." ucap Aldi seraya terkekeh sendiri sekaligus membuang rasa gugup bercampur malu pada Nola.
"Ada-ada saja kamu, Al. Oh ya, Liam ada di dalam?" tanya Nola pada Aldi. Bibir Nola masih terasa kelu dan agak canggung untuk menyebut suami pada Liam di depan Aldi. Terlebih Aldi adalah sekretaris mendiang suami pertamanya, Lio. Dan sekarang menjadi sekretaris Liam.
"Loh, Pak Liam bukannya lagi sakit di rumah Bu?"
"Tadi barusan telepon saya katanya sedang periksa ke dokter. Justru ini saya bertemu Bu Nola tanpa sengaja mau tanya sekalian. Memangnya Pak Liam sakit apa, Bu?" tanya Aldi balik pada Nola dengan mimik wajah keheranan dan bingung.
Deg...
Nola terkejut mendengar perkataan Aldi barusan. Padahal faktanya, suaminya sekarang ada di mana, dirinya pun tak tahu. Sejak semalam Liam tidak pulang ke rumah. Dan ia memutuskan datang ke Abraham Group membawakan makan siang untuk Liam. Ternyata suaminya hari ini tidak masuk kantor beralasan sakit.
"Dia pergi ke mana? Sakit apa?" batin Nola yang bertanya-tanya.
"Bu, Bu Nola. Kok jadi ibu yang melamun," sapa Aldi kala melihat Nola terdiam tak merespon pertanyaannya barusan.
"Eh, maaf Al. Ketularan kamu sih jadi aku ikut melamun," jawab Nola seraya tersenyum tipis berusaha mengalihkan perhatian Aldi agar sekretaris suaminya ini tidak curiga dengan rumah tangganya dengan Liam.
Walaupun sejujurnya ada rasa kecewa dan sakit di hatinya terhadap sikap Liam padanya. Namun ia berusaha menutupinya dari Aldi.
"Ah enggak apa-apa juga kok, Bu. Santai saja seperti di pantai," ucap Aldi berusaha menghibur Nola.
Aldi sudah merasa aneh dengan kedatangan Nola terlebih ia melihat istri Liam tersebut membawa sebuah tas yang mirip seperti tas bekal makan. Ia menduga sepertinya rumah tangga bosnya itu sedang ada masalah sehingga terjadi miskomunikasi. Tiba-tiba...
Ceklek...
Derit pintu ruangan CEO tiba-tiba terbuka menampilkan Daddy Leo keluar dari ruangan Liam. Aldi dengan sigap langsung berdiri sebagai bentuk hormat pada atasannya.
Nola pun yang terkejut mendengar pintu ruangan Liam yang ada di belakang tubuhnya terbuka, langsung menoleh seketika.
"Dad," sapa Nola cukup terkejut melihat Daddy Leo ada di Abraham Group dan berada di ruangan Liam. Terlebih saat sang empunya ruangan sedang tidak ada di tempat.
"Hai, Cinderella Daddy ada di sini rupanya. Apa kabar sayang?" sapa Daddy Leo pada Nola.
"Baik, Dad."
Dengan penuh hormat Nola pun langsung mencium tangan Daddy Leo penuh takzim. Daddy Leo pun memeluk Nola dari samping.
"Ayo masuk ke dalam," ajak Daddy Leo pada Nola untuk masuk ke ruangan CEO.
Pintu ruangan CEO pun sudah tertutup rapat. Aldi pun bernapas lega karena tidak ada masalah kembali. Ia pun kembali bekerja.
☘️☘️
"Putri Daddy ke sini, ada keperluan apa nih?"
"Apa kamu enggak ada kesibukan di butik?" tanya Daddy Leo.
Kini keduanya tengah duduk berhadapan di sofa yang ada di ruangan CEO Abraham Group.
"Sengaja ke sini bawa makan siang buat Daddy. Kan Mas Liam lagi sakit di rumah jadinya Daddy pasti yang gantikan datang ke kantor. Ayo Dad kita makan siang. Sudah jam makan siang juga. Daddy enggak boleh telat makan. Nanti kalau sakit kasihan Mommy yang repot. Hehe..."
Nola berusaha menutupi masalah rumah tangganya dengan Liam di hadapan Daddy Leo. Ia tak mau aib atau keburukan suaminya diketahui oleh orang lain. Karena prinsipnya apa pun yang terjadi dalam rumah tangganya, cukup suami dan istri yang tahu.
Saat dahulu menikah dengan Lio pun, ia melakukan hal yang sama. Berusaha menutupi sikap buruk Lio padanya di hadapan siapa pun termasuk keluarga besar Abraham.
"Putri Daddy yang satu ini memang punya perhatian dan cinta yang luar biasa. Daddy beruntung punya putri seperti dirimu," ucap Daddy Leo.
"Ini sudah kewajibanku, Dad. Aku sangat sayang sama Daddy dan Mommy. Terima kasih sudah sudi mengasuh dan membesarkan anak haram sepertiku," ucap Nola terdengar sendu di ujung kalimatnya seraya kepalanya menunduk seketika. Air matanya jatuh menetes tanpa dikomando.
Entah mengapa jika dirinya sedang berada di fase terpuruk dalam hidupnya atau tengah bersedih lalu bertemu Daddy Leo dan Mommy Ayu, ia jadi teringat masa lalu serta asal usulnya yang kelam.
"Sudah sayang. Jangan menangis dan bersedih. Itu masa lalu. Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Akan tetapi kita sebagai manusia berhak untuk melangkah maju guna mengubah masa depan kita menjadi lebih baik dari masa lalu itu sendiri. Hem..." tutur Daddy Leo yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan mendekap hangat Nola.
"Terima kasih Dad. Terima kasih banyak. Hiks...hiks...hiks..." ucap Nola lirih seraya terisak pilu.
"Ayo kita makan siang. Kamu harus bahagia sayang. Masih ada tiga malaikat kecilmu di rumah yang masih butuh perhatian dan kasih sayangmu. Kamu tidak lupa dengan mereka kan,"
"Iya, Dad."
Keduanya pun melakukan santap siang bersama di ruangan Liam. Daddy Leo begitu senang dan lahap menyantap masakan dari Nola yang kebetulan semuanya favoritnya.
Selepas bersantap bersama, Nola meminta izin untuk segera pulang. Nola yang membawa mobil sendiri, melarang Daddy Leo maupun sopir pribadi sang daddy untuk mengantarnya. Daddy Leo pun paham maka ia juga tak memaksanya.
Selepas kepergian Nola, Daddy Leo pun menyuruh Aldi masuk ke ruangan CEO.
Dan pintu ruangan CEO kembali terbuka lalu ditutup kembali. Aldi pun melangkah masuk lalu menyerahkan yang diminta oleh bosnya tersebut.
"Ini Tuan, bukti hasil pelacakan dari telepon Tuan Liam tadi pada saya." Aldi menyodorkan sebuah flashdisk pada Daddy Leo.
Bersambung...
🍁🍁🍁
memang jalan menuju sukses itu berliku liku
tapi aku yakin author bisa melewatinya dengan baik
tetap semangat