NovelToon NovelToon
Pembalasan Tuan Muda Yang Dianggap Sampah

Pembalasan Tuan Muda Yang Dianggap Sampah

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Romansa / Spiritual / Keluarga & Kasih Sayang / Thriller / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:506.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rositi

Niat hati menolong seorang wanita yang nyaris diperkosa, Rain justru diperlakukan layaknya sampah. Sebab setelah difitnah oleh para pelaku, Echa selaku wanita yang nyaris diperkosa juga membenarkan, bahwa justru Rain pelakunya.

Karena kenyataan tersebut juga, warga yang telanjur datang ke lokasi, langsung mengeroyok Rain. Rain yang nyaris meregang nyawa sengaja dibuang ke sungai berarus deras. Mereka yakin, dengan begitu Rain akan benar-benar mati. Hingga mereka tak perlu bertanggung jawab, apalagi berurusan dengan polisi.

Padahal, harusnya satu minggu lagi Rain menikah dengan Hasna. Malahan saat Rain mengalami kejadian tragis saja, keduanya baru saja meninjau lokasi resepsi pernikahan. Hanya saja, menghilangnya Rain tak membuat Hasna curiga. Terlebih selain tipikal periang, Rain yang berasal dari keluarga kaya raya juga terbiasa jail. Meski di hari pernikahan mereka, Hasna berakhir pingsan karena Rain tetap tak kunjung datang. Namun di tempat berbeda, Rain yang terluka parah akhirnya sadar. Rain dirawat di rumah seorang dukun dan ternyata merupakan orang tua angkat Echa. Masalahnya, Echa yang hamil di luar pernikahan mengaku dihamili Rain.

Satu-satunya yang ingin Rain lakukan hanyalah balas dendam. Rain sungguh langsung memulainya, dan menjadikan Echa sebagai target pertama sekaligus utama. Meski karena keputusan itu juga, sederet fakta mencengangkan membuat hidup Rain layaknya menaiki roller coaster.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16 : Kembali Menyiapkan Persiapan Pernikahan

Baru Hasna sadari, bahwa sedari awal Rain mengalami kecelakaan, sebenarnya Allah sudah memberinya kode. Sebab tak lama setelah perpisahannya dengan Rain, Hasna sempat bertemu Asep dan Amir. Malahan, Hasna sempat melihat ponsel Rain di salah satu dari keduanya.

“Sebaik itu Allah ke aku. Hanya saja, aku kurang peka,” pikir Hasna.

“Itu cewek yang pas itu ngehaja-r kita, kan? Yang cantiknya mirip bidadari?” bisik Amir kepada Asep.

“Bener, Juragan. Memang dia! Saya masih sangat ingat. Tapi kok, ... dia bisa sama ... pria yang kita fitnah?” balas Asep sengaja berbisik-bisik.

“Mulut mereka sudah enggak penuh daun kering?” batin Rain refleks menahan senyum hanya karena ingat kelakuannya. Ini mengenai ia yang memenuhi mulut kedua pemuda sam-pah itu menggunakan dedaunan kering.

“Tangkap mereka juga, Pak. Karena bisa saya pastikan, selain sering bikin onar, mereka juga sudah terbiasa melece-hkan sekaligus menghami-li wanita di sekitar sini!” tegas Rain.

“Loh! Kami kan korban. Memangnya kalian enggak lihat kami seperti ini?” sergah Asep langsung cekatan membela diri.

“Kalian begitu karena kalian mau merud-apaksa wanita bergamis pink, kan? Dikiranya saya enggak tahu? Wanita jadi-jadian itu saya! Kebetulan kemarin saya sengaja pakai gamisnya bu Jumairah!” kesal Rain meledak-ledak.

“Lah kalian pikir, kenapa saya bisa tahu bahwa kalian ada di sini?” kesal Rain lagi.

Bingung dan tidak percaya, itulah tanggapan dari Asep sekaligus amir. Namun, polisi memutuskan untuk memboyong keduanya ke kantor polisi.

“Kalian berani ke kami, aku laporkan kalian ke abahnya Amir!” tegas Asep, si paling cekatan membela diri. “Abahnya Amir juragan tanah, berani kalian macam-macam ke kami?!” kesalnya sengaja pamer.

“Daddy saya Kim Ohjan saja, saya enggak pamer. Kenal, kan?” sewot Rain.

Lagi-lagi, Amir dan Asep yang sekadar bicara saja gemetaran, menjadi bengong.

“Sudah, Pak. Bawa saja keduanya. Mana bau banget lagi!” ucap Rain buru-buru pergi dari sana. Tak lupa, ia masih tetap menggandeng Hasna, meski kini, ia sudah sangat ingin muntah.

Evakuasi terhadap Amir dan Asep memang cukup berdrama. Bukan perkara keduanya yang sampai merengek menangis-nangis mengaku sebagai korban. Namun juga mengenai keadaan keduanya yang lebih jor-ok dari hewan ternak. Nyaris semua dari mereka kompak muntah, termasuk Rain.

Sampai di kantor polisi pun, drama kembali dilanjutkan. Orang tua Amir yang merupakan juragan tanah, tidak terima.

“Anak saya enggak mungkin salah. Yang salah pasti teman-temannya. Anak saya, anak baik-baik. Kalau tidak percaya, tanya saja warga!” yakin pak Encup dan merupakan ayah dari Amir.

“Saya sudah enggak mau pusing lagi. Namun andai pihak kepolisian sini berani menyelesaikan kasu-s ini dengan tebusan, siap-siap saja makin viral.” Rain wanti-wanti. “Berita yang saya difitnah terus dikeroyok dan berakhir dibuang ke sungai saja juga sudah viral loh Pak. Bisa dicek, pasti bentar lagi banyak netizen yang tag akun kepolisian buat cepat-cepat urus!”

Demi memastikan kasusnya tidak ditutup dengan uang ganti rugi layaknya kasus Aini istri Brandon, Rain sengaja mengerahkan beberapa pengacaranya. Setelah itu, Rain benar-benar ingin hidup tenang. Tak lupa, Rain juga memberikan ponsel Echa kepada pengacara, sebagai salah satu barang bukti.

“Harusnya semuanya tinggal disidang. Meski tampaknya, hukuman dari mereka enggak seberat hukuman kasus Binar,” ucap Rain.

Mereka sudah berada di rumah makan. Sampai detik ini, mereka juga masih didampingi orang tua Hasna.

“Yang penting sudah diviralin, Mas. Terus kalau bisa, wajah-wajah mereka jangan ditutupi. Biar semuanya tahu, dan patut waspada ketika mereka bebas,” komentar ibu Cinta sambil meletakan ponselnya di meja.

Ibu Cinta menatap damai kedua mata Rain. Kemudian, tatapannya berganti kepada Hasna yang memang duduk di sebelah Rain.

“Terus, kami nikahnya gimana?” ucap Rain sambil menatap kedua mata orang tua Hasna. Terakhir, ia juga menatap kedua mata Hasna.

“Perlu cari hari lagi, terus menyiapkan resepsi lagi juga?” lanjut Rain.

“Sebenarnya, ini adak ribet sih,” ucap Hasna mengomentari. “Soalnya kan belum ada satu bulan gelar resepsi,” lanjutnya.

“Kalau gitu, bikin acara buat keluarga inti saja. Acara buat keluarga inti pun sudah seheboh itu, kan?” ucap lain sambil menahan senyumnya. Apalagi jika membahas keluarga inti, jumlahnya memang sangat banyak.

“Begitu saja juga boleh.” Ibu Cinta tersenyum ceria menatap kedua mata Hasna. Seperti yang ia yakini, apa yang sedang mereka bahas, memang sudah langsung membuat Hasna ceria. Berbeda jauh dari ketika Rain tak kunjung datang ke resepsi pernikahan. Puncaknya, Rain justru dinyatakan hilang.

“Tapi lebih baik kalian ijab kabul dulu. Acaranya langsung di rumah kalian saja. Enggak usah di hotel lagi. Apalagi anggota keluarga kita, juga sudah enggak ada yang di hotel,” usul pak Syam.

“Mau banget kalau itu!” ucap Rain langsung kegirangan.

Kenyataan tersebut membuat ibu Cinta tidak bisa untuk tidak tertawa. Lain dengan Hasna yang juga sudah jadi tersipu malu. Pipi Hasna jadi bersemu.

“Mumpung keluarga dari kampung masih di Jakarta, acaranya nanti malam saja. Segala persiapan dari emas kawin kan masih ada. Sekarang juga, Papa bahas ini sama yang lain,” balas pak Syam yang meski paling santai, tetap saja tidak luput dari senyuman. Bahagia rasanya melihat putrinya terlihat begitu bahagia. Hasna bahkan sudah mau kembali makan. Benar-benar bukan hanya ceria.

Setelah hampir tiga jam menjalani perjalanan dari puncak, akhirnya rombongan Rain sampai di kediaman pribadi Rain. Rumah impian yang nantinya akan menjadi tempat tinggal Rain dan Hasna.

Di rumah berlantai dua tersebut, suasananya sudah terbilang ramai. Sebab sanak saudara yang memang masih di Jakarta, sudah kumpul di sana. Dari tamu undangan maupun hidangan, benar-benar sudah menunggu mereka. Yang belum datang hanya rombongan penghulu.

“Penghulunya masih di jalan, tadi sudah kasih kabar,” ucap pak Cikho yang tak lain kakak dari ibu Cinta.

“Ya Allah ... kali ini hamba benar-benar akan menikah?” batin Hasna benar-benar tak percaya.

Kini, semuanya tersenyum bahagia. Mereka hadir dalam formasi lengkap, termasuk Rain yang sudah ada di sana. Dengan kata lain, Hasna tak lagi menunggu.

“Deg-degan, ya? Rasanya setegang itu? Padahal ibaratnya, kamu mau nikah sama orang sendiri, kan? Sejak kecil kalian sudah bersama!” ucap Hyera ketika Hasna baru beres mandi.

Hasna langsung kikuk karena pertanyaan dari salah satu putri pak Helios barusan. Seperti yang Rain katakan, jumlah keluarga inti mereka memang sangat banyak. Kini saja, para wanita saling berebut mencoba mendandani Hasna.

“Wajib cantik, loh! Syukur-syukur, suamiku pangling!” ucap Hasna sambil menahan tawanya. Saking bahagianya, dadanya sampai berisik. Apalagi, kerabat wanita yang ada di sana, kompak menertawakannya.

Namun, selain membantu Hasna mempercantik diri, sebagian dari mereka juga menyiakan ranjang pengantin. Ranjang pengantin yang keberadaannya ada persis di belakang Hasna.

1
Sri Wulandari
welcome baby Athan sehat² sllu 🤗
Sri Wulandari
ternyata ucapan Rain jd kenyataan yg hamil Hasna tp yg ngidam daddy Ojan kakek nya😂😂😂
Sri Wulandari
Besanan sm Kim Oh Jan ternyata bs bikin qm sering ngakak ya pak Syam secara sebagai ketua mafia qm sllu bersikap dingin & kaku😄🤗
Sri Wulandari
wah senjata pamungkasnya kim Oh Ojan keluar 🤣🤣🤣🤣😂🤣
Sri Wulandari
bercanda boleh Rain asal qm bs membatasi diri...coba lihat daddy mu apa selama ini dia pernah cipika cipiki dg lawan jenis stlh menikah dg mommy mu... g khan daddy mu beneran bs menjaga perasaan mommy mu pdhl orang lain yg kenal daddy mu sllu menganggap nya krng waras tp nyata mereka yg waras g bs bersikap baik k pasangannya berbeda sekali dg daddy yg sllu berusaha membahagiakan & meratukan mommy mu
Sri Wulandari
mmg klu sdh menikah qm wajib jaga perasaan pasangan mu Rain walaupun itu sm klrg kita sendiri yg namanya lawan jenis pasti ttp bikin hati pasangan kita g suka apalagi smpai g ada hubungan klrg walaupun mmng sangat dekat ibarat klrg sendiri jd mulailah utk membatasi diri dg lawan jenis g perduli siapapun itu
Sri Wulandari
Betul thour karna Hasna & Hasan lahir sblm orangtua mereka menikah makanya harus wali hakim 😔
Sri Wulandari
akhirnya menikah jg Rain - Hasna...sdh g usah menunggu mempelai laki-laki karna Rain sdh bersamamu😄

🤗
Sri Wulandari
akhirnya klrg Hasna tau beneran menghilangkannya Rain..
smoga mereka menemukan Rain yg sdh lelahan berlari
Sri Wulandari
mungkin anak yg d kandung Echa anaknya pak Dartam.... ternyata dia dukun cabul hanya karna mau menutupi berukannya Rain yg akan d korban 😔
Sri Wulandari
Bagus Rain trus lah berpura² amnesia jngn lupa jg berdo'a & berdzikir memohon perlindungan & pertolongan dr yg Maha kuasa maka nti smua urusanmu akan d mudahkan apalagi bertemu dg orang² yg selalu mengandalkan dukun qm wajib sllu waspada & hati² .... smoga pertolongan segera datang
Sri Wulandari
hadehh Rain knp qm nurut sm tukang ojek sih jd tau kebiasaan orang daerah situ klu nolong tanpa bantuan warga pasti jatuhnya fitnah...klu sdh gini gmn kasihan Hasna khan🤦😔
Erina Munir
end deh...tq othooor
Erina Munir
kereeenn
Erina Munir
aduuhh aya2 waee nih critanyaa
Erina Munir
pusyyiing deh aku klo baca cerita2 yg begitu...
Erina Munir
ya Allah klo d kampung ya begitu guna masih berlaku...makanya sering bencana alam...Allah murka karna umat nya d sana banyak yg musrik...😟
Erina Munir
DL luh echa...hati luh masih dendam ...gmn mau sembuh....udh busuk tetep busuukkk luar dalem
Erina Munir
waduuhh ngapain lgi tuuh msknys echa 😟
Erina Munir
iya yaa...lama2 ojan tambah tua...sedih juga klo inget k situ😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!