Bercerita tentang seorang wanita bernama Citra Natalina, gadis super modern. Di Usia ke 25 tahun, dia masih belum menikah. Alasannya karena dia tripikal wanita yang pemilih dalam mencari pasangan. Dan tak di sangka ibunya menjodohkannya dengan putra dari sahabat masa kecilnya yang bernama Rizki Putra Pratama. Karena menurut ibunya anak dari temannya itu termasuk kriteria citra, pria mapan, kaya, dan tampan.
Mendengar hal itu Citra langsung setuju untuk menikah dengan pria pilihan ibunya itu, sampai di hari pernikahan Citra di kagetkan dengan kenyataan tentang suaminya.
Akankah Citra Natalia dan Rizki Putra Pratama menjalankan pernikahan layaknya suami istri atau malah sebaliknya. Dan akankah tumbuh perasaan Cinta antara keduannya atau malah sebaliknya.
☆Langsung di baca aja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Sudah 3 hari berlalu, kini Citra sudah bisa pulang dari rumah sakit. Dan tak lupa Rizki juga selalu setia menemaninya, dan kini Citra sudah berada di dalam mobil sambil menunggu Rizki yang harus mengurus administrasi terlebih dahulu.
"Maaf membuatmu menunggu lama." Ucap Rizki.
"Iya gak papah kok." Jawab Citra.
Lalu Rizki langsung menyalakan mesin mobilnya, dan secara perlahan dia langsung melajukan mobilnya ke jalan raya.
Di sepanjang jalan, nampak Citra hanya memperhatikan pemandangan kota Jakarta di siang hari, suasan nampak panas dan juga macet.
"Rizki." Panggil Citra.
"Ada apa?" Tanya Rizki Sambil terus pokus pada jalanan.
"Selama di rumah sakit kau selalu menemani ku, dan tak pernah pergi. Memangnya atasanmu tak marah." Tanya Citra.
"Aku sudah meminta izin cuti." Jawab Rizki, dan Citra hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Nampak Rizki hanya tersenyum karena siapa yang akan memarahi dia toh dia atasannya.
Tak beberapa lama mobil Rizki sudah berhenti di depan kediamannya, lalu dia langsung membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil.
Setelah itu, dia langsung membuka pintu mobil untu Citra dan membantunya keluar dari dalam mobil. Dan karena menurut Rizki Citra masih lemah, tanpa aba-aba Rizki langsung memangku tubuh Citra. Nampak Citra di buat kaget saat Rizki memangkunya, tapi tak ada perlawanan dari Citra, dia malah mengalungkan lengannya di leher Rizki.
Lalu Rizki langsung membawa Citra ke dalam kamar, di dudukkannya Citra secara perlahan di atas ranjang.
"Istirahat lah, kau butuh istirahat untuk memulihkan kondisi tubuhmu." Ucap Rizki sambil menyelimuti tubuh Citra.
Dan Citra hanya diam membisu, dia tak ada niatan untuk menjawab ucapan Rizki, entah kenapa Citra jadi gugup saat bersama Rizki.
Lalu Rizki langsung keluar dari kamar untuk mengambil barang-barang yang ada di dalam mobil.
Setelah mengambil barang-barang yang ada di dalam mobil, Rizki kembali lagi ke kamar untuk menyimpan barang-barang tersebut. Di lihatnya Citra tengah memandang ke luar jendela, dan Rizki hanya tersenyum melihat hal itu.
"Apa kau lapar?" Tanya Rizki pada Citra. Dan Cinta menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Lalu Rizki pun hendak pergi tapi tangan Citra langsung menghentikan langkahnya, dan Rizki langsung melihat ke arah Citra.
"Maafkan aku." Ucap Citra sambil menundukkan kepalanya.
"Maaf untuk apa?" Tanya Rizki.
Lalu tak beberapa lama terdengar suara tangisan Citra, meski suaranya pelan tapi Rizki masih bisa mendengar. "Ma..afkan..a..ku.. Hiks, hiks, hiks.." Ucap Citra sambil berusaha menahan tangisannya.
Lalu Rizki langsung mengangkat kepala Citra, "Aku sudah memaafkan mu sebelum kau minta maaf." Ucap Rizki.
Lalu tanpa aba-aba, Citra langsung memeluk Rizki dengen erat, dan perlahan Rizki mengelus rambut Citra. "Sudah jangan menangis, wanita dewas tak boleh menangis." Ucap Rizki.
Lalu Citra langsung menyembunyikan wajahnya balik tangannya. Dan Rizki hanya tersenyum melihat tingkah lucu Citra.
"Sekarang kau mau apa? Mandi atau makan?" Tanya Rizki.
"Aku mau mandi." Jawab Citra, karena dia merasa badannya sudah sangat lengket.
"Baiklah, aku akan siapkan dulu air hangatnya." Ucap Rizki dan Citra hanya tersenyum sebagai jawaban.
Lalu Rizki langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan air hangat untuk Citra mandi nanti. Sambil memasak air hangat Rizki juga memasak makanan untu Citra karena dia takut jika setelah mandi Citra langsung lapar dan ingin makan.
Tak beberapa lama, air panas pun sudah siap. Lalu Rizki membawa air hangat itu ke kamar mandi. Setelah itu Rizki langsung kembali ke kamar dan membantu Citra untuk ke kamar mandi.
Nampak Citra sedikit kesusahan untuk mandi, dan Rizki sedikit tak tega. "Apa kau butuh bantuan?" Tanya Rizki.
Tak ada jawaban dari Citra, dan Rizki hendak keluar dari kamar mandi tapi tangannya di tahan oleh Citra.
"Tolong bantu aku untuk mandi." Ucap Citra.
but jujurly cerita nya bagus dan ga ngebosenin
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini