NovelToon NovelToon
GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam

GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam

Status: tamat
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:546.8k
Nilai: 5
Nama Author: LichaLika

"Maafkan ayah, Nak! Ayah tidak bisa berbuat apa-apa, dan kamu harus menanggung semua ini." Ucap pak Sulaiman kepada putrinya yang masih berusia 18 tahun yang bernama Gendis.

"Gendis tidak apa-apa, Yah! Gendis akan melakukan apapun untuk menolong ayah, meskipun Gendis harus menjadi pembantu di rumah Tuan Agam yang sombong itu, demi ayah Gendis rela. Gendis tidak ingin melihat ayah di dalam penjara." Seru Gendis Anindya, putri satu-satunya pak Sulaiman.

Karena sebuah hutang, pak Sulaiman terpaksa menggadaikan anak perempuannya untuk tinggal di rumah Agam Brandon yang terkenal dengan sifatnya yang dingin dan sombong. Seorang duda kaya raya yang memiliki kekayaan dan kekuasaan yang besar.

Bagaimanakah perjuangan Gendis menyelamatkan sang ayah dari jerat hutang kepada Agam? Dan apa jadinya jika sang majikan ternyata memendam perasaan kepada Gendis dan merasa jika gadis itu adalah pengobat sakit hatinya?

Novel ini mengikuti event Kekasih ideal, mohon dukungannya 🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Gendis

Delila pergi dari rumah Agam dengan perasaan kesal, ternyata kedatangannya tidak disambut baik oleh Agam.

"Brengsek kamu Agam, kamu harus membayar untuk penolakan ini, aku tidak terima," umpat Delila yang merasa dipermalukan oleh Agam.

Sementara itu setelah Delila pergi dari rumahnya, Agam segera menemui sang pembantu dan akan menjelaskan semuanya kepada Gendis, tapi nyatanya ia tidak menemukan Gendis, Agam mencarinya dan bertanya kepada semua pelayannya, termasuk bertanya kepada Mbok Juwar.

"Mbok! Mbok lihat Gendis, nggak? Dari tadi aku tidak melihatnya?" tanya Agam sambil memperhatikan sekeliling mungkin saja Gendis tiba-tiba datang. Mbok Juwar pun menjawab, "Bukannya tadi dia ke kamar, Tuan. Setelah mengantar minuman untuk tamu wanita itu, dari tadi si Mbok di sini, belum lihat Gendis sama sekali," ujar Mbok Juwar yang juga terkejut saat Agam menanyakan tentang keberadaan Gendis, padahal Gendis selalu ada jika Agam mencarinya.

"Kemana dia? Aku akan cari dia di kamar nya," Agam segera pergi ke kamar Gendis, ia mencoba mengetuk pintu kamar Gendis, tapi rupanya tidak ada jawaban dari dalam kamar Gendis, dan itu membuat Agam semakin khawatir.

Setelah cukup lama Agam tidak mendapati jawaban dari dalam kamar, ia pun terpaksa membuka pintu kamar Gendis yang sejatinya tidak terkunci.

"Gendis!!" Seru Agam saat ia membuka pintu kamar sang pembantu, Agam melihat ke sekeliling ternyata ia tidak menemukan Gendis di dalam kamar, justru ia dikejutkan dengan jendela kamar yang terbuka.

Agam langsung menuju ke arah jendela dan ia menduga jika Gendis pergi lewat jendela kamarnya, apalagi setelah Agam memeriksa lemari pakaian Gendis, ia tidak menemukan pakaian Gendis, ternyata Gendis pergi meninggalkan rumah sang majikan.

"Gendiiiiissssss!" Agam berteriak memanggil nama Gendis, pria itu tampak bersedih dengan kepergian Gendis, hingga akhirnya ia menemukan secarik kertas yang ada di atas tempat tidur Gendis.

Agam membacanya dengan serius.

"Maafkan saya, Tuan! Saya cuma tidak ingin mengganggu pernikahan Anda dengan wanita pilihan keluarga Anda, saya tidak pantas untuk Tuan, jadi biarkan saya pergi, Tuan jangan khawatir, saya akan membayar sisa hutang ayah saya dengan segera, saya akan bekerja untuk melunasinya, tapi saya tidak akan bekerja sebagai pembantu Anda lagi, karena saya rasa hubungan kita sangat lah tidak mungkin untuk bersama, terima kasih Tuan sudah sangat baik sekali kepada saya, terima kasih banyak, Tuan!"

Agam merremas kertas itu pada genggaman tangannya, dirinya benar-benar tidak bisa jika Gendis pergi dari hidupnya, ia pun akan segera menyusul Gendis di rumah nya, pasti gadis itu pulang ke rumahnya.

Sementara itu, Gendis yang sudah berada di rumahnya, ia terlihat sangat sedih, tentu saja sang ibu juga ikut sedih melihat anak gadisnya yang tidak ingin makan ataupun minum sejak kedatangannya ke rumah.

"Gendis! Kamu makan, ya? Dari kemarin kamu tidak makan sama sekali, ibu khawatir kamu sakit, Nak!" seru bu Farida sembari membawakan makanan untuk sang anak.

"Gendis tidak lapar, Bu!" jawabnya sembari menatap ke arah jendela. Sejak kepulangannya dari rumah sang majikan, bukannya merasa bebas Gendis justru semakin galau dan selalu kepikiran tentang Agam, entah kenapa tiba-tiba dirinya merasakan hal seperti itu, mungkinkah Gendis sudah jatuh cinta beneran kepada Agam.

Hingga akhirnya, Gendis dikejutkan dengan kedatangan sebuah mobil mewah yang sangat ia kenali, itu adalah mobil sang majikan, iya itu adalah mobil Agam yang sedang berhenti di depan rumahnya.

"Tuan Agam!!" Gendis tidak menyangka jika sang majikan mencari dirinya, ia pun meminta kepada sang ibu jika dirinya tidak ingin bertemu dengan Agam.

Agam turun dari mobilnya, sosok tampan dan dingin itu sedang berjalan menuju ke rumah Gendis, para tetangga Gendis yang melihat kedatangan Agam tampak saling berbisik.

"Eh itu bukannya Tuan Agam yang kejam itu bukan sih?"

"Ho oh benar tuh, pasti pak Sulaiman mendapatkan masalah tuh,"

"Hmm namanya juga tukang utang Bu ibu, pasti Tuan Agam sedang menagih hutang-hutang pak Sulaiman, ihh dasar orang miskin!!" sahut bu Sukoco yang juga sedang bersama jajaran para tetangga julid.

...BERSAMBUNG ...

1
Fitri ahmad
sorry typo bukan berenang tp bertemu kak
Khairul Azam
lebih suka novel begini sih, dr pada novel yg di sakiti, dilecehkan tp masih mau baikan 🤭
sunshine wings
Luar biasa
Ma'rifatul Hasanah
lanjut dong
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
rasain tuh... akibat suka fitnah
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂gendis dah pinter merayu sang suami... iya buat ngak betah jauh dis.... 🤭😆😆
Dyah Oktina
haduh.... lambe turah... sampe dower... mau d jahit ta????
Dyah Oktina
duh... jd anak kok nyimpen iri dengki aja sih.. eh sm dgn emaknya deng 🤭
Dyah Oktina
masa sih ada guru seperti bu titin.. yg mudah d pengaruhi sm muridnya sendiri.. atau memeng sdh ada rasa iri dengki atau memang suka sm agam ... tp ngak d respon ...akhirnya jd dengki deh
Dyah Oktina
terima ....terima ....terima... aja gendis.. dari pd sedih2 kla jauh... mending sm duda yg jelas2 dah ngak punya pasangan.. dari pd ngaku bujang tp d dua kan
Dyah Oktina
gendis... sdh mulai ada rasa ya...😜
Dyah Oktina
loh bukannya lagi d dapur ya... kok tahu2 keluar dari kamar sih... 🤔🤔😅
Dyah Oktina
loh... kla ceritanya sdh 10thn kemudian berarti umur gendis udah 28 dong thor... om duda juga berarti sdh 38thn ya... wah ceritanya dah pd tua dong... gendis juga masih aja jd pembantu... ck..ck
R'vina
.
R'vina
eta ci titin meni riweuh pisa ih... 🤪
debby harahap
Luar biasa
Enung Samsiah
bknnya satuan mau kekantor, wkkk,, ko ada dkt swalayan,,,,, marah nih yeeee
Ida Firdaus
awal yg menarik
Yuliana Sasmiyati
waktu Agam sama gendis menikah diceritakan kalau Agam menikahi gendis secara agama dan negara kenapa sekarang ceritanya mereka menikah siri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!