NovelToon NovelToon
Suami Posessif

Suami Posessif

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:237.4k
Nilai: 4.4
Nama Author: lijun

Baru saja patah hati karena di putuskan pacarnya, Kalila Putri Indrana. Harus menerima perjodohan yang di buat ibu tirinya.

Kalila harus menerima perjodohan itu karena ayahnya juga setuju.

Sedangkan pria yang di jodohkan dengan Kalila, terkenal sebagai pria yang pendiam tapi menyeramkan. Namun Faktanya, pria itu justru sangat posessif dengan segala hal yang sudah menjadi miliknya.

Bisakah Kalila bahagia dengan pernikahan itu? Mampukah Kalila mengimbangi sikap posessif suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lijun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Mulai posessif

Siang menjelang sore, Kal sudah keluar dari rumah sakit. Gadis itu tidak hanya bersama sang ayah saja. Ada juga Edo dan Delon yang ikut mengantar Kal pulang.

Kal juga satu mobil dengan Delon atas permintaan pria itu.

"Makan?" Kal menolehkan kepalanya ke samping, dimana calon suaminya berada.

Delon menatap Kal setelah mengajukan pertanyaan andalannya, satu kata untuk satu pertanyaan.

"Makan?" Tanya Delon lagi yang malah di acuhkan oleh Kal.

Kris yang melihat pertanyaan bosnya tidak mendapatkan tanggapan langsung buka suara.

"Nona, Tuan sedang bertanya pada Anda." Kris memberitahu Kal.

"Masa sih?" Kal tak percaya dan melihat ke samping di mana Delon masih terus menatapnya.

"Mas, ngomong sama aku tadi?" Tanya Kal.

"Hm."

Kal memutar bola matanya malas, mana lah dia tahu kalau sedang di ajak bicara. Sedangkan pria itu sangat irit berkata.

"Mas, kalau mau ngomong sama aku jangan pakai bahasa ajaib. Aku gak ngerti, karena aku belum pernah belajar bahasa aneh Mas itu."

Kal memilih untuk mengungkapkan isi hatinya mengenai cara bicara Delon. Dari pada ia tambah pusing nanti mendengar bahasa singkat Delon.

"Bahasa ajaib?" Tanya Delon dengan kedua alis bertaut.

"Iya, cara kamu bertanya dengan satu kata setiap satu pertanyaan. Apa itu namanya kalau bukan bahasa ajaib? Hanya manusia planet luar saja yang mungkin paham perkataan kamu." Kesal Kal menatap Delon yang masih saja diam.

"Maaf, Nona. Saya masih manusia dari bumi, dan belum pernah keluar angkasa untuk melihat planet luar." Kris yang merasa tersindir dengan ucapan Kal buka suara.

"Aku tidak membicarakan kamu, Mas. Tapi kalau Mas merasa tersindir ya, maaf." Kal mengalihkan pandangannya ke jendela.

Kal lupa kalau pria di depan yang sedang mengemudi itu paham bahasa Delon.

"Panggil Sekretaris Kris." Kal menoleh lagi kearah Delon.

"Hah?" Bingung gadis itu.

"Ini, Mas. Dia, Sekretaris Kris," ucap Delon menatap serius pada Kal.

"Restoran," sambungnya menatap Kris.

"Siap, Bos." Kris mengangguk dan membawa mobil ke restoran.

Kal yang tadi sempat bengong karena ucapan Delon. Kini ia sudah sadar sepenuhnya dan mulai menghela napas.

Belum juga nikah, rasanya sudah mumet mendengar kalimatnya. Bagaimana nanti kalau sudah mebikah? Apa aku akan mati karena tidak mengerti ucapan suamiku? Batin Kal bergejolak dengan semua pertanyaan itu.

"Kita mau kemana?" Tanya Kal membuat Delon menatap ke arahnya.

"Makan," sahut pria itu.

"Kasih tahu ayah dulu."

"Telpon."

"Ponselku di rumah, kemarin tidak di bawa oleh mas Ferdi karena buru-buru."

Delon terlihat merogoh saku jasnya lalu menyodorkan ponselnya pada Kal.

"Kenapa?" Tanya Kal bingung dengan maksud Delon.

Delon menarik ponselnya lagi dan melakukan panggilan pada Edo. Saat sambungannya belum terhubung, Delon mengarahkan ponselnya ke pada Kal.

"Halo! Kenapa Lon?" Terdengar suara Edo di seberang sana yang membuat Kal melihat Delon.

Delon hanya memberi kode pada Kal dengan menggoyangkan ponselnya pertanda Kal harus menjawab.

"Mas, ini Kal." Gadis itu menjawab, namun tatapannya masih mengarah pada Delon.

"Kal? Kenapa, dek?"

"Kami akan singgah di restoran sebentar, Mas sama ayah duluan saja pulangnya."

"Oh baiklah, tapi ingat pesan Dokter kalau kamu tidak boleh makan sembarangan." Edo mengingatkan Kal.

"Iya, iya." Kal memajukan bibir bawahnya mendengar peringatan dari Edo.

"Mana, Delon? Ada yang mau Mas bilang sama dia."

"Ngomong aja, Mas Delon denger kok."

Delon menatap Kal semakin intens mendengar panggilan Kal padanya. Namun hal itu malah semakin membuat Kal slaah tingkah.

Meski ia pernah berpacaran selama 6 bulan dengan Boy. Pemuda itu tidak pernah menatapnya dengan serius ataupun intens.

Dan Delon adalah pria luar pertama yang melakukan itu padanya.

"Elon! Jangan kasih Kal makanan yang pedas. Kal, punya lambung sensitif jadi tidak bisa makan sembarangan."

"Iya, aku ngerti."

Kening Kal berkerut mendengar percakapan saudaranya dengan calon suaminya. Terdengar sangat akrab seperti teman. Kal memang tidak tahu akan pertemanan saudaranya.

"Ya sudah, hati-hati kalian."

Panggilan terputus dan Delon memasukkan ponselnya ke dalam skau jas kembali.

"Mas, kenal baik sama Mas Edo, ya?" Tanya Kal ingin tahu.

"Hm."

"Sejak kapan?"

Kal merasa tak pernah melihat Delon, karena biasanya Edo dan Ferdi selalu mengenalkan teman-teman mereka pada gadis itu. Apa lagi Kal yang selalu di bawa ke setiap kegiatan mereka.

"Lama."

"Seberapa lama?"

"Lama banget."

"Kok aku tidak tahu, ya!" Kal mencoba berpikir.

Mengingat kira-kira kapan dan dimana ia pernah bertemu dengan Delon. Tapi ia tidak bisa mengingat sama sekali tentang Delon.

"Kita sudah sampai, Bos." Suara Kris membuat Kal menoleh untuk melihat keadaan.

"Ayo!" Ajak Delon yang ternyata sudah membukakan pintu mobil untuk Kal.

Kal yang kaget dengan keberadaan Delon yang sudah di luar mobil langsung melihat ke sampingnya. Kali saja ia salah melihat orang.

Tapi sayangnya gadis itu tidak salah melihat orang. Pria tampan yang sedang menunggu di luar itu memang calon suaminya, karena kursi sebelah sudah kosong.

"Kenapa?" Tanya Delon dengan kedua alis bertaut heran dengan apa yang di lakukan gadis itu.

"Tidak." Kal keluar dari mobil dengan berpegangan pada tangan Delon yang besar.

Delon dan Kal berjalan memasuki restoran dengan berpegangan tangan. Lebih tepatnya Delon yang menggenggam erat telapak tangan Kal yang kecil di tangan besarnya.

Karena tubuhnya yang belum sembuh total dan masih butuh istirahat. Kal berjalan sedikit pelan dan itu membuat Delon tak sabar.

Spontan saja pria itu mengangkat tubuh kecil Kal ke dalam gendongannya ala bridal style. Kal yang kaget sekaligus malu karena jadi tontonan orang-orang di restoran langsung menyembunyikan wajahnya di dada Delon.

"Mas, apaan sih? Malu tahu di lihatin orang-orang," bisik Kal.

"Biarin," sahut Delon santai sembari berjalan menuju ruangan privat di restoran itu.

Kal hanya bisa diam saja di gendongan pria itu tanpa bergerak. Hingga mereka sampai di ruangan vip, barulah Delon menurunkan Kal.

Pelayan datang menyerahkan buku menu. Tanpa bersuara, Delon menunjuk makanan yang di inginkannya begitu saja. Sampai Delon selesai memilih, pelayan itu pergi.

Kal hanya bisa melihat saja apa yang di lakukan Delon dan pelayan itu dengan begong.

"Aku belum pesan apapun, Mas." Delon memiringkan tubuhnya menghadap Kal sedang menatapnya.

"Sudah," ucap Delon.

"Kapan? Tadi habis Mas pesen, pelayannya pergi."

"Mas, yang pesan kan." Santai Delon membuat Kal melongo.

"Tapi, Mas ..."

Delon mengarahkan jari telunjuknya ke deoan bibir Kal. Meminta gadis itu diam dan tidak protes lagi.

"Ingat kata, Edo."

Kal mengedipkan kedua matanya menatap Delon, lalu menghela napas panjang setelahnya. Kal menundukkan kepalanya sembari memegangi keningnya.

Hal itu malah membuat Delon semakin bertingkah aneh menurut Kal.

"Kenapa? Kepala kamu sakit? Kita balik ke rumah sakit sekarang." Delon bangkit dari duduknya dan memegang pundak Kal.

"Ah, tidak, tidak. Aku cuma sudah laper saja, Mas. Bukan pusing, jangan balik ke rumah sakit." Tolak Kal dengan cepat sebelum benar-benar ia di bawa kembali kerumah sakit.

"Bener?" Delon menatap serius Kal untuk memastikan.

"Iya." Kal menunjukkan senyuman manisnya untuk meyakinkan Delon.

Delon yang melihat senyuman manis Kal langsung duduk kembali sembari berdehem agar tidak salah tingkah.

1
Nur Hafni
haaahhh dah slsai ne crtanya,,,pa gc da lanjutannya kah,,,
Purwa Ningsih
iya gantung bnget cerita nya
v3r4
Bagus ceritanya👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Idha Giatno
Luar biasa
☺😍
ceritanya udah slse ini ?
gak ada lanjutannya ?
Elizabeth Zulfa
oooohhh... dia jdi peliharaan dosennya za... trnyata ayam kampus toh...😏😏
Elizabeth Zulfa
waaaaahhhh..... akhirnya gooool juga meski penuh drama 😁😁😁
Elizabeth Zulfa
keknya mantan istri Delon deh kekasihnya si Mark...
klo iya dia bneran rugi bandar krna meninggalkan berlian demi batu kali 😏😏
Elizabeth Zulfa
bneran pngen lihat seSyok apa boy nnti pas lihat pengantin kakanya 😏😏
Elizabeth Zulfa
ngomong2 Thor... Delon nya menduda knpa ya ??? istri ya meninggal / dia cerai ??
Elizabeth Zulfa
mantaaaaaapppp ayah Indra 👍👍👍
Jasmine Flow
ceritanya udàhàn nih...
Elizabeth Zulfa
woooooooaaaahhhhhhhh....... sungguh fakta zg sangat mengejutkan... hebaaaatttt 👏👏👏
Elizabeth Zulfa
waaaaahhhh ...dunia emang sesempit daun kelor ya kal... 😅😅😅
orang zg udah nyakitin htimu dngn mnjadikanmu bhan taruhan mlah akan jdi adik iparmu... sungguh lucu kn 😁😁
Elizabeth Zulfa
Delon belum apa2 aja udah posesif... gmna klo dah nikah nnti..pasti bkal lebih over lagi 😅😅
Elizabeth Zulfa
semoga aja Dea tetep sperti itu... gak brubah jdi pelakor karna hasutan emak ogebnya 😡😡
Elizabeth Zulfa
semoga trbongkar dech maksud terselubung si tuti gayung 😡😡
Elizabeth Zulfa
lmyn menarik juga ceritanya
Adly Syarip
aduh maaf ya thor, kalau misalkan gak niat mendingan gak usah deh bikin cerita, daripada ceritanya gantung gak jelas
Melki: bener banget kok ngegantung KY cucian.
total 1 replies
Iis Yuningsih
ini beneran tamat,gantung bgt thor tolong dong di lanjut😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!