NovelToon NovelToon
Menikah Karena Anak

Menikah Karena Anak

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Lestari

Ini hanyalah kehaluan dan kegabutan author saja. Dan sedang belajar menulis cerita. Semoga kalian suka dengan ceritanya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangannya🙏

🌹🌹🌹

Fatmawati biasa di panggil Wati gadis cantik, dengan hidung mancung, bibir mungil dan berkulit putih. Berusia dua puluh enam tahun adalah gadis sebatang kara yang telah di tinggal selamanya oleh kedua orang tuanya. Wati mempunyai kekasih yang bernama Reno pria berusia dua puluh sembilan tahun yang bekerja di tempat yang sama dengannya. Mereka berdua sudah lama menjalin kasih.

Hingga suatu hari tempatnya bekerja kedatangan seorang pria berusia tiga puluh lima tahun yang gagah, tampan dan rupawan bak pahatan patung dewa Yunani idaman kaum wanita.

Siapakah gerangan pria berusia tiga puluh lima tahun yang gagah, tampan dan rupawan itu?.

Adakah yang akan terjadi antara Wati dan Reno kekasihnya?.

Simak ceritanya di sini. Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Vote,Comment & Hadiah.

Follow ig : srilestarikolopaking

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MKA 16

Usai Tuan Jaka membersihkan dirinya dan mengenakan pakaiannya. Ia mengajak Wati ke meja makan untuk makan siang yang sudah kesorean. Dengan lahap Wati menyantap makanannya, perutnya benar-benar lapar. Jelas saja karna saat ini ia makan untuk tiga orang. Untuk dirinya sendiri dan juga dua janin yang ada di dalam perutnya.

Tuan Jaka merasa bersalah ketika melihat istrinya makan dengan begitu lahapnya. Betapa bodohnya ia yang tidak bisa menahan gairahnya hingga membuat istri dan calon anak-anaknya di dalam perut istrinya kelaparan di dalam sana. Di isinya gelas minum Wati dengan air putih dan di berikannya pada Istrinya sebagai bentuk rasa bersalahnya pada Istrinya.

“Terima kasih Mas,” ucap Wati saat menerima gelas berisi air putih dari Tuan Jaka.

“Sama-sama Sayang, maafkan Mas yang telah membuatmu dan anak-anak Mas kelaparan,” ujar Tuan Jaka sambil membelai rambut istrinya dengan penuh kelembutan.

“Tidak apa-apa Mas,” balas Wati dengan tersenyum. Entah mengapa hatinya merasa menghangat saat mendapatkan sikap lembut dari suaminya. Apakah ia sudah mulai ada rasa untuk Tuan Jaka?.

Tapi rasanya tidak mungkin rasa itu akan datang secepat ini hanya dalam jangka waktu satu bulan saja. Mungkin rasa itu bisa jadi timbul karna dirinya yang telah lama hidup sebatang kara tidak pernah mendapatkan kasih sayang, kini kasih sayang itu ia dapatkan dari Tuan Jaka. Tapi bukan perasaan cinta.

Usai menyelesaikan makan siang yang kesorean Wati dan Tuan Jaka pun beranjak menuju ruang keluarga. Wati menonton televisi dan Tuan Jaka sibuk mengecek email yang masuk di telepon genggamnya. Wati menonton film dua bocah kecil berkepala botak dan berambut sehelai kesukaannya, tak lama terdengar derai tawa dari bibir istrinya yang melihat aksi lucu dua bocah berkepala botak dan berambut hanya sehelai itu.

Mendengar derai tawa istrinya Tuan Jaka mengangkat kepalanya dan memperhatikan istrinya dengan lekat. Betapa lepasnya tawa istrinya hanya dengan menonton film anak-anak. Hatinya pun terasa menghangat mendengar derai tawa istrinya. Mansion yang dulunya terasa sepi kini terasa aura kehidupannya.

Betapa beruntungnya ia mendapatkan seorang istri yang cantik alami tapi sederhana. Tanpa menggunakan riasan di wajahnya istrinya selalu terlihat cantik, menggemaskan dan bertambah sexy di saat sedang mengandung.

“Mas ... Mas ...” panggil Wati sambil mengguncangkan paha suaminya.

“Eh ada apa Sayang?. Maaf aku melamun,” ujar Tuan Jaka saat tersadar dirinya sempat melamun karna memperhatikan istrinya.

“Mas mau aku buatkan kopi?,” tanya Wati dengan wajah bersemu merah tahu kalau dirinya tadi sedang di perhatikan suaminya.

“Boleh Sayang ... Kalau tidak merepotkan mu,” jawab Tuan Jaka sambil tersenyum.

“Oke sebentar ya Mas, aku buatkan dulu,” sahut Wati sambil berjalan menuju dapur untuk membuatkan secangkir kopi untuk suaminya.

Tak lama secangkir kopi pun datang. Di letakkannya cangkir kopi itu di atas meja ruang keluarga.

“Ini kopinya Mas. Maaf kalau rasanya kurang manis.”

“Terima kasih Sayang. Kalau rasanya kurang manis, Mas cukup melihatmu saja pasti rasanya akan manis,” ucap Tuan Jaka menggoda istrinya.

Mendapat godaan dari suaminya, Wati memalingkan wajahnya ke arah lain karna malu. Bisa-bisanya ia selalu salah tingkah bila di goda suaminya. Melihat istrinya yang masih pemalu dan salah tingkah Tuan Jaka tertawa sambil menggeleng-geleng kan kepalanya.

Tak terasa waktu berjalan. Kandungan Wati memasuki usia tiga bulan. Perutnya mulai kelihatan membuncit dengan kehamilan janin kembar di dalamnya. Rasa mual yang biasa menderanya berangsur-angsur menghilang. Selama kehamilannya Tuan Jaka selalu memenuhi keinginannya meskipun hari sudah larut malam.

Suaminya betul-betul idaman setiap kaum wanita. Seorang pria yang gagah, tampan, rupawan, kaya, berwibawa dan sayang terhadap istrinya. Hingga rela melakukan apa saja untuk memenuhi keinginan dirinya yang mengidam dan telaten mengurusnya di saat mabuk akibat kehamilannya.

Seorang suami yang selalu siaga mengantarkan ke mana pun dirinya ingin pergi. Meskipun terkadang ia ingin pergi sendiri namun tidak di izinkan oleh suaminya dengan alasan ia sedang mengandung. Wati tahu Tuan Jaka tidak memperbolehkan dirinya pergi sendiri karna ia takut dirinya akan menemui Reno mantan kekasihnya.

Seandainya Tuan Jaka tahu perkataan dan ancaman Reno tempo hari pasti suaminya tidak akan memperbolehkannya keluar dari mansion barang sedetik pun. Meskipun di dampingi oleh suaminya sendiri. Bisa-bisa suaminya memperketat penjagaannya dengan menyewa beberapa bodyguard.

Hingga pada suatu hari. Tuan Jaka mengatakan tidak dapat menemani Wati memeriksakan diri ke dokter kandungan karna ada rapat penting yang harus ia hadiri di luar kota selama dua hari. Dengan susah payah Wati meyakinkan Tuan Jaka, ia bisa berangkat sendiri ke dokter kandungan menggunakan taksi Online.

Awalnya Tuan Jaka menolak mati-matian keinginan Wati tetap berangkat sendiri memeriksakan diri ke dokter kandungan. Karna ia khawatir terjadi apa-apa dengan istrinya. Dan memintanya untuk mengundurkan jadwal periksanya di saat Tuan Jaka sudah kembali dari luar kota.

Berbagai macam jurus rayuan Wati keluarkan hingga akhirnya suaminya mengizinkan dirinya berangkat sendiri untuk memeriksakan kandungannya. Dengan syarat ia harus selalu memberikan kabar pada suaminya dengan menggunakan telepon genggam yang ia belikan untuknya.

Wati sengaja ingin tetap memeriksakan ke dokter kandungan di saat Tuan Jaka keluar kota karena dirinya ingin berkunjung ke Cafe tempat ia dulu bekerja. Ia sangat merindukan teman-temannya setelah selama empat bulan tidak pernah bertemu dengan mereka. Walaupun ada rasa khawatir di hatinya akan bertemu dengan Reno mantan kekasihnya di sana. Tapi ia yakin Reno mantan kekasihnya tidak akan berani bertindak macam-macam dengannya di tempat keramaian.

Esok paginya.

“Sayang, Mas pergi dulu. Jaga dirimu dan calon anak-anak kita baik-baik,” ujar Tuan Jaka sambil mengecup kening dan bibir Wati.

“Iya Mas, hati-hati di jalan,” sahut Wati sambil mencium punggung tangan Tuan Jaka, suaminya.

“Ingat pesan Mas. Selalu kabari Mas di saat kamu pergi ke dokter kandungan dan di mana pun kamu berada.”

“Iya Mas. Pasti akan selalu aku kabari,” ucap Wati sambil mengantarkan Tuan Jaka ke teras mansion dan masuk ke dalam mobilnya. Mobil pun di starter dan pergi meninggalkan mansion. Setelah mobil hilang dari jarak pandangan matanya, Wati melangkah masuk ke dalam mansion.

Di rasakannya suasana sepi di mansion itu setelah kepergian Tuan Jaka. Meskipun ia tidak sendirian masih ada Siti asisten rumah tangganya yang menemani. Pikiran Wati dalam sekejap melanglang buana membayangkan andai anak-anaknya sudah lahir pasti mansion ini akan ramai dengan suara anak-anaknya yang sedang bermain atau mungkin sedang bertengkar memperebutkan mainan.

Rasanya ia tak sabar menunggu saat itu tiba. Saat di mana ia memisahkan anak-anaknya yang sedang bertengkar atau mungkin sedang mengawasi anak-anaknya bermain. Dan mendengar anak-anaknya memanggilnya Mama.

1
Zouisar
Menarik
Sri Lestari: terima kasih banyak atas dukungannya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan dalam penulisan ceritanya 🙏☺️
total 1 replies
Bilqis Ridha Shabira
Great
Sri Lestari: terima kasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!