NovelToon NovelToon
Juan Dan Mentari

Juan Dan Mentari

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: samudra lee

Sebuah taruhan membuat Juan Rahardian harus kehilangan wanita yang dicintainya, Mentari.

Bagaimanakah akhir kisah cinta keduanya, ketika Mentari ternyata harus menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

J & M - Bagian 16

Malam itu Iwan mengajak Mentari melihat pemandangan malam dari lantai paling atas hotel. Dia ingin memberikan malam yang berkesan sebelum memberikan istrinya kepada Bos Besar sebagai alat untuk membayar hutang.

Diam-diam Iwan juga sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minuman istrinya. Ia juga sudah memasang kamera tersembunyi untuk merekam aktivitas panas mereka yang bisa ia gunakan untuk mengancam wanita itu nantinya.

"Bagaimana? Melihat pemandangan dari sini indah bukan?" Iwan memeluk tubuh istrinya dari belakang.

Tari yang belum memiliki perasaan apa pun terhadap laki-laki yang sudah menikahinya itu merasa risih saat dipeluk, dia berusaha melepaskan diri dari pelukan tersebut. Tak seperti biasanya, Iwan justru semakin mengeratkan pelukannya. Dia bahkan memberikan kecupan di ceruk bagian belakang Mentari.

"Mas, jangan begini! Bukan kah kamu sudah berjanji untuk memberiku waktu." Tari sedikit meronta. Dia bahkan memalingkan wajahnya ketika Iwan hendak menciumnya.

"Sampai kapan?" Iwan masih melanjutkan aktivitasnya. Kini bukan hanya bibirnya yang bekerja bahkan kedua tangannya juga semakin aktif. Dia tidak peduli dengan penolakan yang dilakukan oleh istrinya. Yang dia mau hanya satu menikmati tubuh molek nan indah itu sebelum ia serahkan ke Bos Besar.

"Mas, apa yang telah kamu berikan kepadaku? Kenapa tubuhku tiba-tiba serasa panas?" Mentari terus merasa gelisah. Dia berusaha untuk menahan hasrat yang tiba-tiba muncul.

Apalagi ketika bibir dan tangan Iwan terus bekerja menjelajahi tubuhnya, hasrat itu kian besar dan membuat Mentari tanpa sadar akhirnya mengeluarkan lenguhan.

"Bagus Tari. Akhirnya kamu mengikuti permainanku." Iwan tersenyum puas.

Iwan membawa istrinya yang sudah belingsatan karena pengaruh obat untuk naik ke atas ranjang, melucuti semua kain yang menempel di tubuh wanita yang sudah berstatus istrinya tersebut.

Iwan memposisikan dirinya membelakangi kamera tersembunyi yang ia pasang agar wajahnya tidak ikut terekam dan memastikan hanya wajah Mentari yang terlihat di sana. Di tengah aktivitas panas yang sedang mereka lakukan, Mentari mendapatkan kesadarannya kala melihat cincin pemberian Juan. Wanita itu mendorong tubuh Iwan hingga jatuh terjerembab di lantai.

"Dasar, sialan! Kenapa kamu mendorongku? Hah?!" sentak Iwan penuh emosi.

Mentari menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

"Aku ini suamimu! Aku berhak untuk setiap jengkal tubuhmu! Jadi, jangan menolakku!"

"Aku tahu. Tapi, bukankah kamu setuju untuk menundanya? Kamu bilang kalau kamu akan menunggu sampai aku memberikan itu dengan ikhlas. Tapi, kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran?" Air mata menganak sungai di kedua pipi Mentari.

"Memberikan dengan ikhlas? Sampai kapan?" bentak Iwan.

"Aku sedang berusaha," jawab Mentari.

"Berusha? Untuk memberikan hak kepada suamimu kamu butuh waktu. Sedangkan saat mantan kekasihmu menciummu kamu membiarkannya dan bahkan menikmatinya. Kamu pikir aku tidak memiliki perasaan? Kamu sudah menginjak-nginjak harga diriku, Tari. Kau tahu itu!" bentak Iwan dengan mata memerah menahan amarah.

"Apa semalam kamu.... "

"Iya, aku melihatmu berciuman dengan mantan kekasihmu semalam. Dan gara-gara itu aku menarik semua kata-kataku untuk memberimu waktu," potong Iwan.

Iwan menarik selimut yang menutupi tubuh Mentari dan membuangnya ke lantai. Ia kembali naik ke atas ranjang dan menindih tubuh istrinya.

"Mas, aku mohon jangan! Aku minta maaf untuk kesalahanku semalam. Aku.... "

"Aku bilang aku tidak peduli!" Iwan yang sudah dikuasai emosi dan nafsu, tidak menggubris perkataan Mentari. Dia terus melancarkan aksinya dengan kasar.

Entah berapa kali Iwan melakukan ruda paksa terhadap istrinya sendiri yang jelas permainan itu berhenti ketika mendengar suara adzan subuh.

"Mandi dan pakai bajumu! Jangan harap aku akan membiarkanmu kabur dari sini!"

Iwan yang sudah berpakaian rapi melempar pakaian Mentari ke wajahnya.

"Bersiaplah! Setelah sarapan nanti kita akan pergi dari sini!" suruh Iwan. Laki-laki itu kemudian keluar dari kamar dan mengunci Mentari dari luar.

Seluruh tubuh Mentari terasa sakit karena ulah suaminya. Dia tahu dia salah karena masih mencintai pria lain setelah menikah. Tapi, layak kah dia mendapat perlakuan kasar seperti ini?

"Juan, andai aku tidak gegabah dalam mengambil keputusan hal ini pasti tidak akan terjadi padaku. Aku menyesal karena tidak mendengarkan permintaan maafmu." Mentari menangis sambil memeluk lutut. Selama menjalin hubungan dengannya, tak pernah sekalipun Juan bersikap kasar kepadanya. Dia bahkan nyaris tak pernah marah, apalagi mengangkat tangannya.

"Ibu, Bintang, aku rindu kalian. Aku rindu kalian." Di sela-sela tangisnya, Mentari terus memanggil nama orang-orang yang ia sayangi.

***

Di tempat lain....

"Lo serius mau meninggalkan negara ini, Juan?" tanya Rangga sambil membantu sahabatnya tersebut berkemas.

"Serius. Jika gue terus berada di sini, bukan hanya gue saja yang gak bisa move on, tapi Tari juga. Dan itu tidak baik untuknya," jelas Juan.

Juan bisa merasakan itu dari ciuman yang mereka lakukan malam itu. Ia tahu sama halnya dengan dirinya yang menyesal karena ikut taruhan bodoh, Mentari pun menyesal karena telah menerima perjodohan tersebut. Cinta itu masih bisa mereka rasakan dan itu tidak benar.

"Ada apa?" tanya Rangga ketika melihat Juan tiba-tiba meremas dada kirinya.

"Lo sakit?" Nando yang sejak tadi hanya menyimak obrolan Rangga dan Juan ikut bertanya.

"Entahlah. Tiba-tiba saja aku merasa dadaku sangat sakit dan tidak tahu kenapa aku jadi merasa sedih begini?" jawab Juan. Bahkan saat ini nama Mentari tiba-tiba terlintas begitu saja di pikirannya dan membuatnya merasa gelisah.

Juan takut terjadi sesuatu kepada pemilik hatinya tersebut.

"Mungkin lo sedih karena kali ini lo akan pergi ke luar negeri dalam waktu yang lama. Apalagi, lo nggak tahu kan kapan akan pulang." Rangga mengungkapkan pendapatnya.

"Mungkin," jawab Juan agak ragu. "Ngga, lo bisa nggak telepon ibunya Mentari untuk menanyakan keadaannya!"

Rangga dan Nando saling tatap. "Kenapa? Lo kepikiran dia?" tanya Rangga.

"Ntahlah, gue tiba-tiba kepikiran saja sama dia," jawab Juan jujur.

"Tapi, kalau yang ngangkat suaminya gimana?"

Benar. Jika suami Tari tahu, ia masih menghubungi mantan kekasihnya pasti dia akan marah.

"Sudahlah, tidak usah. Mungkin gue begini karena nggak rela aja harus benar-benar melupakan dirinya."

Rangga dan Nando menepuk bahu sahabatnya tersebut.

"Juan. Mulai lah membuka lembaran baru disana. Lupakan Mentari," ucap Rangga.

Juan mengangguk. Juan berusaha mengenyahkan kegelisahan di hatinya. Dia mencoba meyakinkan diri bahwa Mentari dalam keadaan baik. Wanita itu akan bahagia hidup bersama suaminya.

"Ayo, kita ke bandara sekarang! Pesawatmu akan take off 2 jam lagi!" Rangga menarik satu koper milik sahabatnya tersebut dan mendorong koper lainnya ke arah Nando. "Bawa itu!"

"Ck. Dasar ****** lo!" cebik Nando.

Ketiga sahabat tersebut keluar dari apartemen untuk menuju ke bandara.

1
Bahari Sandra Puspita
bagus banget ceritanya kak..
walopun udah tau sedikit ceritanya di novel "Kontrak Pernikahan", di sini jadi lebih tahu cerita sebelumnya yang jadi permasalahan awal Tari dan Juan..
semoga sehat selalu ya kak dan terus semangat untuk berkarya.. 💪🏻😘🥰
Nurul Khairina Sitorus
Sedih
Nenk Jelita
cuman gt doank
GK ad jln cerita hidup bahagia ny
Yuli maelany
syukurlah tari udah balik lagi kumpul sama keluarganya dan akhirnya Juan dan mentari juga bisa bersatu lagi, semoga masih banyak Juan Juan lain yang rela menyelamatkan mentari d kehidupan nyata.....
Yuli maelany
kamu lagi lagi terlalu ceroboh tari,dan kamu juga selalu melakukan hal tanpa pertimbangan.....
Yuli maelany
kamu mesti berhasil untuk keluar dari sana tari,kalo nggak keluarga mu akan merasa bersalah seumur hidup nya
Yuli maelany
harusnya gak gak ceroboh Juan,kenapa kamu gak keluar dulu dari sana sembari memikirkan cara untuk membebaskan mentari,Jan nyari penyakit sendiri....
Mbak Thia
cerita nya menarik tapi kok dikit like nya 😭 ayo teman-teman yang hobi baca novel kasih banyak like donk biar author nya semangat dan apdet tiap hari 🙏🏻
Yuli maelany
kenapa kamu malah pergi tari.....
Yuli maelany
kenapa kamu nyari mentari sambil mabuk gimana kamu bisa fokus Juan, andai kamu bisa lebih mengendalikan diri dan membuat waras diri sendiri kamu mungkin bisa cari mentari lebih baik....
Yuli maelany
semoga Juan secepatnya menemukan mentari dan menyelamatkan mentari.....
Yuli maelany
gimana anakmu bakalan rubah sedangkan kamu aja gak pernah ngasih efek jera, selain gak bakalan ngasih fasilitas kalo gak mau nikah sama mentari...

bukannya ngerasa bersalah dan bantu mentari bebas dari neraka itu kamu malah ngelindungi Iwan karena takut anak mu d penjara....🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬
Ais NSP
ketulusan cinta pasti berakhir bahagia J&M
Yuli maelany
sebagai orang tua pak Handoko juga gak curiga sama gelagat nya Iwan....
Yuli maelany
bentar lagi Rangga bakalan sadar dan tau siapa livya sebenarnya.....
Yuli maelany
semakin d atas Langit aja bos Frengky pas tau kelemahan mentari 😔😔😔😔😔
Eri'e Fitriasari
gak tega sama mentari 🥺
Yuli maelany
gak sabar banget Nando nemuin mentari dan akhirnya Juan bantu mentari keluar dari neraka dunia itu....
Eri'e Fitriasari
semoga mentari bisa segera bertemu juan lagi...
Yuli maelany
satu ungkapan buat keadaan mentari....


TERSIKSA, MENDERITA, Dan TAK BAHAGIA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!