Arav, pria yang menjadi Ayah bagi anak Lisa secara tiba-tiba muncul kembali setelah 5 tahun berpisah. kehadiran yang tidak diinginkan membuat Lisa syok akan sosok laki-laki tersebut.
Masa kelam hidup yang berhasil ia lewati bersama anaknya tanpa sosok kehadiran seorang suami, tapi malah mempertemukan mereka kembali.
Akan kah Lisa menyerah atau semakin mendekati pria itu, apalagi dengan kekayaan dunia yang di tunjukkan pria itu.
"Aku membencimu Arav, aku membeci takdir yang mempertemukan kita!"
Jus Anggur (jangan lupa subcraib ya cantik)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edi Suheri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Maaf, memang satu kata dan kalimat paling mudah tapi sangat sulit diucapkan. Jika tergores akan membuat bekas, walaupun di sembuhkan dengan berbagai cara agar menghalangi bekas luka itu namun pada intinya, dia akan tergenang tidak akan pernah terlupakan.
Begitu juga dengan Lisa, nasib buruk yang ia alami akan terus tergenang walaupun berusaha ditutupi dengan apapun caranya tapi akan terus membekas di ingatan. Lisa membuka ponselnya, hal pertama yang ia lihat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, itu pertanda jam pulang 1 jam lagi.
Lisa menghela nafas sebelum sesaat kemudian kedua bola matanya melebar sempurna saat melihat banyak panggilan masuk, terutama dari Chesa dan Sarah. spontan ia langsung membaca pesan Chesa.
"*Lisa kamu dimana jangan buat aku khawatir, Bu Sarah mencari kamu😭"
"Lisa woiii angkat telpon gue, kamu baik baik saja kan, kamu gak kenapa kenapa kan"
"Kamu bersama Dion, lihat jam berapa udah waktunya masuk. Lisa woiiii*"
Begitulah pesan spam dari seorang Chesa yang sungguh benar-benar mengkhawatirkan dirinya. Sudut bibir Lisa sedikit terangkat, tidak salah ia menganggap Chesa sebagai saudaranya karena memang buktinya wanita itu begitu peduli dengannya.
"Aku baik-baik saja, sekarang aku lagi dirumah sakit, sebentar lagi aku langsung pulang," ketik Lisa membalas pesan dari Chesa.
tak berselang lama pesan balasan Chesa langsung saja berbunyi notifikasi.
"Baru balas, kamu gak tau bagaimana khawatir aku apalagi mendengar kamu dibawa kerumah sakit,"
"Hihihi iya maappp sekarang aku baik-baik saja, oh nya. Kamu tadi siang ada jenguk Dion gak, aku gak sempat jenguk dia tadi,"
"Tidak, tadi aku makan di kantin sama yang lainya. Aku kira kamu ketempat Dion makanya lama balek, eh ternyata kamu lagi ditindas sama Bu Imelda. Btw aku punya berita bagus buat kamu,"
Lisa tampak mengerutkan keningnya.
"Berita apa?"
"Bu Imelda kembali ke tempat semula,"
"Maksudnya?"
Lisa semakin tidak paham.
"Bu Imelda jadi ob lagi sama seperti kita, aku sama yang lainya senang banget anjirrr sampek gak bisa kata-kata, akhirnya kita tidak akan mendengar suara cemprengnya lagi paling penting dia tidak bisa menyuruh kita lagi,"
Lisa cukup tersentak karena kaget membaca pesan balasan Chesa, serasa sulit dipercaya namun dalam hatinya ia cukup merasa lega karena sekarang wanita itu tidak akan bisa bertindak semena-mena lagi kepadanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 5 sore tepat Lisa akhirnya tiba di daycare setelah sesaat ia turun dari Busway. Tubuhnya sedikit lemah membuat langkah kakinya agak melambat, tapi setidaknya tenanganya masih ada setelah memakan makanan yang dibawa Arav tadi serta minum ob ia mulai mendapatkan kekuatannya kembali.
Awalnya ia tidak ingin memakan makanan yang dibawa Arav ia berniat ingin membeli makanan dikantin saja namun ia teringat tidak membawa dompet hanya ponsel yang ada disaku celana ob yang ia pakai. Dengan terpaksa Lisa menghabiskan makanan itu dari pada membuang-buang waktu dan terus berlama-lama disini.
Disana tak jauh dari Lisa berjalan Dion langsung dapat melihat sang Ibu yang datang menghampirinya, dengan senyuman mekar bergegas berlari kepada sosok yang begitu ia rindukan sejak siang tadi.
Tak ada yang lebih penting bagi Lisa selain melihat keadaan anak semata wayang nya, melihat saja sudah membuat hatinya menghangat.
"Mommy,"
"Sayang,"
Mereka berpelukan melepaskan rindu yang menyerang hati. Lisa memperdalam pelukannya sembari mencium kepala anak itu bertubi-tubi, setelah puas barulah merenggangkan.
"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Lisa.
Dion mengangguk semangat, "Iya Mommy, Dion baik baik saja kok."
"Maafkan Mommy ya, tadi siang Mommy ketiduran jadi lupa deh jenguk Dion," jelas Lisa berbohong karena sangat tidak mungkin baginya jika mengatakan yang sebenarnya kepada Dion, ia tidak mau anaknya sampai khawatir.
"Gak Papa Mommy, kalena tadi ada Uncle tampan yang nemenin Dion, Uncel juga ajak makan siang Dion baleng tadi," kata Dion jujur. ia menyebutkan Arav Uncel tampan karena di mata Dion Arav sangat mempesona. Bahkan sama mempesona dengan Arya.
Lisa seketika terdiam menyaring perkataan Dion barusan. "Uncel tampan, siapa?"
"Iya Mommy, tadi Uncel tampan datang ketempat Dion, ketika Dion menunggu Mommy disana," tunjuk Dion ke arah dimana ia menunggu Lisa tadi. Lisa pun ikut menoleh tempat itu tidak jauh dari mereka berada.
"Kalena Mommy tidak kunjung datang jadi Uncel tampan mengajak Dion makan siang. Jadi Dion senang kalena Dion ada teman sekalang, Uncel tampan juga janji akan menemani Dion makan lagi kalau tidak sibuk," jelas Dion menceritakan semuanya dengan senyuman yang tidak luntur di bibirnya, ia begitu senang berteman dengan Arav.
"Sayang bukankah Mommy sudah memperingati Dion untuk tidak sembarangan berteman sama orang asing," Celutus Lisa. Mendengar perkataan anaknya barusan hatinya tiba-tiba saja menjadi resah, resah takut Dion kenapa-kenapa. Apalagi dia belum mengenal Uncel tampan yang di jelaskan Dion barusan.
Dan sejak kapan anaknya mempunyai teman dewasa. Ketakutan Lisa semakin mendalam pikiran negatif langsung menghantui otaknya, wajar bukan ia overtingking, karena pada dasarnya ia belum mengenal Uncel tampan yang di maksudkan anaknya. Siapa tau dia orang jahat.
"Iya Mommy Dion ingat, tapi Uncel tampan bukan olang jahat, uncel tampan olang baik," tolak Dion seakan tidak terima, senyuman di wajahnya langsung luntur namun tidak berlangsung lama karena sesaat kemudian namanya di panggil oleh seseorang yang sangat familiar di matanya.
"Dion."
"Uncel tampan."
Bersambung .....
Jangan lupa likenya ya kakak-kakak.
terimakasih up nya,semoga masih bisa bersambung dan gak lama
saya suka ceritanya
selamar bebuka dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan