Seorang pria cupu, mendadak menjadi seorang raja Mafia, penguasa dunia bawah. Dan ternyata dia adalah anak mafia terkenal dan sangat kaya. Apakah Leo bisa menjadi penerus sang ayah menjadi seorang mafia? Apa jadinya kalau Leo hidup bergelimang harta dan wanita????
Inilah kisahnya ....
Dilarang boomlike karena akan merusak karya author, bukan bacaan anak dibawah umur....
FB : Abiyuatalazid
IG : Abiyu686
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahyaning fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 : Kekayaan Tersembunyi
"Arrrggghhhhh! Sial!" pekik Key.
Key duduk dengan kasar di atas ranjangnya. Wajahnya memerah menahan emosi. Entah kenapa melihat kemesraan antara Leo dan Anna dadanya terasa sangat sesak.
"Ada apa denganku? Kenapa dadaku terasa sangat sesak?" monolog Key dengan dirinya sendiri.
"Ada apa denganku? Aku bisa gila!" Key menjambak rambutnya sendiri.
____
____
"Sudah cukup, Leo! Nanti dilihat orang!" ucap Anna, karena Leo terus menggelitik tubuhnya.
"Kau tenang saja, mereka tidak pernah berani untuk menggosipkan ku!"
"Benarkah?"
"He'em!" Leo menciumnya dengan lembut, menyesapnya hingga Anna mengeluarkan suara desahannya. Dia tau Anna mulai bergairah.
"Anna. Aku mencintaimu!" bisik Leo.
Anna menatapnya lekat, matanya berkaca-kaca.
"Aku tidak pantas untukmu, Leo! Aku wanita kotor!" isaknya.
"Tidak ada yang namanya wanita kotor. Mereka yang memiliki otak kotor terhadap gadis malang seperti dirimu!"
"Tetap saja aku tidak pantas untuk orang kaya sepertimu, Leo!"
"Anna, dengarkan aku! Aku akan menikahimu. Setelah itu tidak ada yang berani memandang rendah dirimu!"
"Tapi, Leo ... !"
"Ssssssttttttttt! Diamlah. Aku akan mengurus semuanya!"
"Aku juga mencintaimu, Leo!" lirih Anna.
...°°°°™™™™°°°°°...
Siang menjelang sore, Key berada diruang pelatihan bersama kawan-kawannya yang lain. Dia melatih ilmu bela dirinya kembali, agar fisiknya kuat dan tahan banting. Bukan latihan ilmu bela diri saja yang Ia asah, latihan menembak juga ia asah supaya lebih mahir dan tidak terkalahkan.
Dorr ... Dorr ... Dorr
Tiga peluru berhasil Ia tembakkan di papan tembak, dan tepat mengenai titik pusat. Gerald yang sedari tadi menyaksikan Key berlatih, dia merasa heran, karena tidak biasanya Key berambisi seperti itu.
"Key, Kau baik-baik saja? Aku perhatikan dari tadi kau sedang emosi!"
"Ck, tidak! Matamu yang katarak mungkin!"
"Eh, Key! Aku tidak katarak ya? Jangan sembarangan kalau ngomong!" tegas Gerald, karena dia merasa matanya baik-baik saja.
"Gerald, Ayo lawan aku!" Key menantang Gerald untuk berlatih bela diri.
"Hah, Kamu baik-baik saja kan?"
"Aku baik-baik saja! Sekarang Ayo lawan aku! Aku ingin tahu, seberapa besar kemampuanmu?"
"Oh, Kau menantangku? Baiklah kalau begitu! Aku lawan kau ya! Kalau kau kalah, kau jangan nangis!" kekeh Gerald.
"Ah, Banyak membual kamu! Ayo buktikan!"
Key meninju wajah Gerald, kemudian Gerald menangkisnya. Key kembali meluncurkan tendangan dan pukulan, Gerald masih bisa mengimbanginya. Namun gerakan Key yang begitu gesit, cepat dan kuat, Gerald kalah dan jatuh tersungkur ke lantai. Memang wanita itu selalu unggul darinya. Itulah mengapa Leo menunjuknya sebagai tangan kanannya.
"Ternyata kau sangat hebat! Aku salut denganmu!"
Key menyeringai lebar, "Terimakasih!" jawab Key sambil menyeka keringat yang membasahi dahi dan pipi putihnya.
"Minumlah!" Gerald menyodorkan satu botol air mineral kepada Key.
Key hanya mengulas senyum, ternyata latihan seperti tadi memang membutuhkan tenaga ekstra. Dan latihan itu membuat tenggorokannya terasa sangat kering.
"Gerald, Jika aku memakai pakaian seperti Anna. Apakah aku akan terlihat cantik?" tiba-tiba pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Key.
Hahahaha ...
Sontak Gerald terbahak-bahak, entah apa yang lucu dengan pertanyaan Key, Gerald tidak berhenti tertawa.
"Ck, Kau ini! Apanya yang lucu?" marah Key.
"Sejak kapan kau mempertanyakan penampilan mu?" tanya Gerald.
"Sejak, e .... !"
"Selama ini kau selalu cuek. Tidak pernah memperdulikan penampilan, sekarang kenapa kau perduli?"
"Entahlah. Aku hanya ingin terlihat cantik!" jawab Key.
"Tapi menurutku Kau sudah sangat cantik. Apa yang mau dirubah?"
"Bajuku mungkin?"
"Hah, Kau ini aneh sekali! Kau kenapa sih?"
"Aku hanya ingin cantik seperti Anna!" ucapnya lagi, "Bukankah dia sangat cantik?"
"Kau juga cantik, hanya saja memang kau lebih galak!" gelak Gerald.
"Apa kau bilang? Kau ingin mati ditangan ku!" Key mengepalkan tangannya.
"Hehehehe, nggak kok. Tapi kau memang cantik, Key!"
"Masa sih?" Key sedikit tersipu malu dengan pujian yang diberikan oleh Gerald.
***©©***
Leo dan Anna berniat untuk mengunjungi tempat hiburan milik Madam Shirley. Karena memang Anna harus menemui wanita itu untuk meluruskan masalahnya. Dia bukanlah orang yang tidak tahu berterimakasih karena sudah diselamatkan, dia datang untuk berpamitan dengan Madam Shierly secara baik-baik.
Madam Shirley yang melihat kedatangan Anna dengan seorang pria yang ia kenal betul, merasa sangat geram. Saat Madam Shirley ingin marah, tiba-tiba anak buah Leo langsung maju menjadi tameng bos-nya. Tentu Madam Shirley tidak berani, Ia pun langsung melangkah mundur.
"Madam, Aku ingin bicara!"
"Mau apa kau?" ketus Madam Shierly, "Setelah apa yang kau lakukan pada Tuan Kriss, kau berani datang kesini?"
"Madam, Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar. Kriss membayar ku bukan untuk melayani tamu, tapi dia menyuruhku untuk membunuh seseorang!" jelas Anna.
"Apa? Itu tidak mungkin!"
"Tapi, itu yang terjadi Madam! Jika kau tidak percaya, kau bisa bertanya pada Tuan Alfairro!"
Manik Madam Shirley menoleh ke arah Leo, Dia pun menjelaskan semuanya dengan detail. Dia hanya manggut-manggut sambil mendengarkan penjelasan Leo. Leo juga menyampaikan niatnya untuk membeli Anna, karena Dia ingin memperistri Anna sebagai teman dalam hidupnya.
Awalnya Madam Shirley keberatan, namun akhirnya dia setuju. Diantara anak-anak madam Shirley hanya Anna gadis yang penurut dan setia, dan itu membuat madam Shierly menganggap Anna seperti anaknya sendiri. Madam sadar jika ia mengekang Anna untuk tetap tinggal di tempatnya, besar kemungkinan nyawanya terancam. Dan Ia tidak mau itu, dengan berat hati ia pun merelakan kepergian Anna.
"Gerald, berikan uang yang aku janjikan!" suruh Leo kepada Gerald. Gerald menyerahkan koper berisi uang, dimana isinya uang dan perhiasan. Dan itu bukanlah jumlah yang sedikit, bahkan jika Madam Shirley mau, dengan uang itu dia bisa membangun rumah mewah dan megah.
Akhirnya masalah diantara Anna dan Madam Shirley selesai. Anna sudah terbebas dari pekerjaan itu, kini Leo membawanya untuk tinggal bersamanya, selamanya.
Mobil mereka melaju dengan kecepatan tinggi menuju suatu tempat. Leo melihat Anna begitu bahagia, hingga Ia senyum-senyum sendiri. Leo pun ikut tersenyum melihat Anna bahagia.
"Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Leo.
"Aku sedang bahagia, Leo!" jawabnya.
"Kenapa?"
"Pertama, karena aku bertemu denganmu. Kedua, aku sekarang sudah bukan wanita penghibur lagi, dan yang ketiga, karena kau mencintaiku!" kekehnya.
"Aku juga bahagia melihatmu bahagia!" ujar Leo seraya tertawa.
"Leo, jika kau ada waktu, Ayo kita pulang ke kampung halaman. Aku ingin pulang ke Nieve!" ucapnya.
"Ehm, Bagaimana ya?" Leo menjentikkan jari-jarinya ke dagu sambil berpikir, "Baiklah, tapi tidak sekarang. Karena waktunya tidak tepat dan masih belum aman!"
"Baiklah,"
Mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai di mansion utama. Mansion ini lebih ketat penjagaannya, karena banyak pengawal yang menjaga mansion ini. Dan tentunya bukan pengawal biasa, mereka adalah pengawal terlatih yang siap mati. Dua puluh empat jam mereka berjaga bergilir dua shift dengan teman mereka. Tentunya bayaran mereka jangan ditanya lagi, sangat fantastis.
To be continued ....