Cecilia melempar dengan kasar novel yang baru saja dibacanya ke samping tubuhnya, dia merasa kecewa dengan isi novel tersebut, dia lalu bangun dan mengambil secarik kertas dan pulpen lalu menulis " ketika Rosalin tahu kalau dia dipermainkan Miranda dan julio maka Rosalin merubah penampilan nya dan bertekad merebut Julio dari pelukan Miranda.”
tiba-tiba angin bertiup membuka halaman novel tersebut lalu novel itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang ada suara yang berkata " Cecilia rubahlah nasib Rosalin seperti yang sudah kamu tulis di kertas itu" , tiba -tiba Cecilia terserap ke dalam novel tersebut dan menempati tubuh Rosalin tokoh utama wanita dalam novel tersebut.
Kini Cecilia menjalani hari-harinya sebagai Rosalin, dia hanya dapat kembali ke dunia nyata apabila dia telah merubah nasib Rosalin persis seperti yang sudah dia tulis di secarik kertas itu.
Mampukah Cecilia mewujudkan apa yang sudah dia tulis di secarik kertas itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Estin Toisuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Julio
Cecilia benar-benar tidak berkonsentrasi pada kontes King & Queen kali ini, sehingga dia tidak bisa tampil maksimal mereka cukup puas dengan hanya menyabet juara ke tiga. Acara tersebut di siarkan secara langsung melalui chanel Y**t*b* sehingga Nyonya Tasya dapat menyaksikan Putra kesayangannya tampil.
beberapa menit setelah acara selesai Nyonya Tasya menelepon Julio untuk memberikan selamat dan nasehat supaya tidak kecewa hanya merebut juara ketiga. Nyonya Tasya pun bercerita kalau saat kemoterapi Miranda di temani George mengantarkan nya pergi ke rumah sakit untuk kemoterapi.
Julio tidak sabar untuk segera pulang dan berbicara dengan George, pikirannya mulai menerka-nerka “bukankah selama ini George sering terlihat bersama Rosalin makan di cafe tetapi mengapa tiba-tiba George berani mengantarkan Miranda dan mamanya ke rumah sakit?” hal itu melintas di pikirannya.
“ atau....jangan....jangan....sebenarnya Rosalin dan George sedang membicarakan Miranda, mungkin George bercerita kalau dia menyukai Miranda lalu meminta pendapat Rosalin, pasti Rosalin yang memberitahu caranya meluluhkan hati Miranda karena aku tau sifat Miranda dia tidak mudah didekati pria mustahil bagi George mendekati Miranda dalam waktu satu Minggu kalau bukan Rosalin yang membantunya.”
“ Aku harus bertanya langsung kepada Rosalin, kalau benar ini adalah ulahnya aarrggggghhh” Julio mengepalkan tangannya dan memukul tiang di dekatnya emosinya sudah memuncak.
Selesai acara Julio menemui Rosalin “ Rosalin.......aku ingin bicara serius dengan mu!”
Cecila sangat terkejut karena Julio memanggilnya dengan nada suara yang tinggi dan wajah yang sedikit memerah “ ya Julio ada apa?”
Julio menarik kasar tangan cecila dan memojokannya sementara itu cecila menahan sakit pada pergelangan tangan nya.
“katakan sejujurnya apa yang sebenarnya kamu dan George bicarakan saat bertemu di cafe dekat kampus?” wajah Julio semakin memerah nada suaranya semakin tinggi.
Melihat keadaan Julio yang seperti itu Cecilia semakin gugup dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Julio “ kaa...mi hanya membicarakan bisnis George berniat untuk menanam modal supaya usaha nasi bakar ku semakin besar, hanya itu saja!”
“BOHONG....!!!!”
"BRAKKK..."
Julio memukul tembok yang ada di belakang Cecilia, tubuh Cecilia sedikit gemetar dia tidak pernah dihadapkan dengan situasi seperti ini dia hanya bisa diam saja.
“kamu pasti mendorong George untuk mendekati Miranda bukan?? Kamu pasti memberitahu George bagaimana caranya mendekati Miranda katakan terus terang!!” kini tangan Julio menekan kedua pipi Cecilia, Cecilia hanya bisa menelan air liurnya.
Dengan hati-hati Cecilia berusaha menenangkan hati Julio dia melepaskan telapak tangan Julio yang menekan pipinya “ Julio aku mohon bicarakan ini perlahan aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan, tiba-tiba saja kamu marah seperti ini.”
“Percuma aku tidak mau bicara lagi dengan mu, menjauhlah dariku!”
Julio meninggalkan Cecilia begitu saja sementara itu cecila masih berdiri terpaku di tempatnya bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
Setelah semua kru selesai beres- beres maka mereka pun siap kembali ke kampus, di kampus Miranda dan George telah menunggu kedatang Julio dan Rosalin.
Baru saja turun dari bus Julio langsung menghampiri George “ hai George mulai saat ini kau harus menjauhi Miranda kalau aku melihatmu mendekati Miranda jangan salahkan aku kalau aku akan memberimu pelajaran!” Julio menunjukan kepalan tangan nya tepat di depan wajah George. Julio lalu menarik tangan Miranda dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
Cecila berlari kecil mengejar Julio tetapi terlambat Julio dan Miranda sudah masuk ke dalam mobil.
George menghampiri Rosalin “ Lin..ada apa ini mengapa tiba-tiba Julio bersikap seperti itu?”
Dengan nafas tersengal-sengal Cecilia menjawab pertanyaan George “aku pun tidak tahu apa yang terjadi dengan Julio selesai kontes Julio tiba-tiba dia bersikap aneh seperti itu.”
“ Lin, sepertinya aku tidak akan mendekati Miranda kembali, lebih baik kita lupakan saja masalah asmara ini kita fokus bisnis saja!”
Cecilia pun memandang baik usul George” ya ...sepertinya kita memang harus melupakan masalah ini.”
George pun mengantarkan Rosalin pulang ke rumahnya.
Julio telah bersama Miranda di dalam mobil pribadi Miranda” Miranda apakah selama aku di karantina George berusaha mendekati mu?”
Miranda sudah menduga kalau Julio akan bertanya tentang masalah itu karena dia melihat tindakan Julio tadi, jadi dengan cepat dia menjawab “ tidak kok, George bersikap biasa saja.”
“ Lalu mengapa George mengantarkan mu dan mama pergi ke rumah sakit untuk kemoterapi?”
“ oohhhh itu karena supir aku sedang ijin tidak masuk kerja karena anaknya sakit, jadi aku minta bantuan George.” Dengan santai Miranda menjawab dia memang sangat pintar bersandiwara.
Tetapi Julio terus saja bertanya” mengapa harus minta bantuan George bukan yang lain?”
“ karena aku pikir kamu juga sudah tau siapa George kan dia juga ikut kontes King & Queen di kampus dan jadi pasangan ku seharusnya kamu tidak usah cemburu.”
Sebenarnya masih ada yang ingin di tanyakan tetapi karena sudah lelah dan cukup puas dengan jawaban Miranda, Julio pun tidak bertanya lagi.
Cecilia dan George semakin akrab mereka menjalankan bisnis bersama sekarang nasi bakar Rosalin telah memiliki satu cabang.
Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di cabang baru sedangkan untuk berjualan di rumah diserahkan kepada kedua orang tua Rosalin.
Diam-diam George sering memperhatikan Rosalin semakin lama dia semakin kagum dengan Rosalin, wanita yang cerdas, cantik dan gigih sepertinya George mulai jatuh cinta kepada Rosalin.
Walaupun status sosial keluarga Rosalin jauh di bawah George tetapi Rosalin sudah menjelma menjadi pengusaha kecil yang sukses jadi George merasa tidak ada masalah dengan hal itu.
George adalah pria yang romantis bahkan hanya untuk mengungkapkan perasaannya dia mempersiapkan nya dengan matang, hari ini George sengaja datang ke cafe lebih awal dia telah membeli taplak meja baru berwarna pink dia juga menaruh setangkai bunga mawar pada tiap-tiap meja tetapi dia menaruh buket bunga besar di meja yang berada di tengah ruangan, sungguh suasana yang sangat romantis.
Beberapa menit kemudian Cecilia datang ketika dia membuka pintu cafe dua sangat terkejut melihat penampilan romantis di ruangan cafe itu dia pun mencari George “ George apakah ada tamu yang booking cafe kita untuk acara makan malam?”
George hanya tersenyum melihat raut wajah Rosalin yang bingung, dia pun segera mengandeng tangan Rosalin menuju meja di bagian tengah “ ya Rosalin cafe ini sudah di booking bahkan bukan hanya cafe ini saja yang dia booking, orang itu berharap dia bisa booking hati kamu juga.”
Cecilia tidak mengerti apa yang di bicarakan George “ maksudnya apa ya, aku tidak mengerti.”
“ Rosalin aku sengaja menciptakan suasana romantis di ruangan ini, karena aku ingin mengungkapkan perasaan ku yang sebenarnya kepadamu.”
“ Telah lama aku memperhatikanmu dan aku semakin kagum kamu adalah wanita yang sangat hebat cerdas, gigih, cantik, aku mencari wanita yang seperti dirimu.”
George mengambil buket bunga yang ada di atas meja lalu berlutut dan menyerahkannya kepada Rosalin “ Rosalin aku sangat mencintai mu, maukah kamu menjadi kekasih ku?”
Untuk beberapa saat Cecilia hanya berdiri mematung dia tidak tau apa yang harus dia katakan seandainya hal ini terjadi di dunia nyata dia pasti akan langsung menjawab” iya aku mau” tetapi ini di dunia novel dimana sebenarnya Rosalin harus menjadi kekasih Julio bukan George.
semangat berkarya ya 🦾🦾🦾
jangan patah semangat
semangat