Bagas Sanjaya, dipertemukan dengan seorang gadis yang cantik dan jelita bernama Deliana. Gadis itu ia selamatkan setelah tertabrak oleh mobil yang ditumpanginya. Ternyata Deliana adalah anak dari Jonathan Zabeth, sahabat baik dari keluarga Sanjaya.
Pertemuan itulah yang kemudian menjadi jawaban sekaligus penyelesaian dari sebuah permasalahan yang mencekik kehidupan Jonathan dan keluarganya.
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, atau pun tempat, itu semua diluar pengetahuan penulis. Mohon untuk tidak memberikan komentar burik, karena itu akan berakibat buruk. Sekian dan terima gaji.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 : JAVANESE MAFIA
Rosa yang sudah terbiasa dengan kekerasan
sudah tidak khawatir lagi kalau harus berhadapan dengan orang-orang yang kemampuannya jauh di atas rata-rata. Hanya saja Rosa mengkhawatirkan keadaan semua anak buahnya. Dan dia hanya perlu bertemu langsung dengan Liam, itu saja.
Namun menemukan seorang Liam memang terbilang cukup sulit. Pastinya Liam juga sudah mengetahui sedikit banyaknya tentang Rosa. Karena itulah dia lebih sering bersembunyi kalau Rosa dan anak buahnya sedang beraksi. Membuktikan kalau Liam bukanlah tandingan Rosa dalam hal adu fisik.
Tapi dia cukup cerdik, karena selalu bisa menghindar dari kejaran Rosa dan anak buahnya yang mencari keberadaannya.
......................
Hari demi hari berganti dengan minggu. Tak terasa kalau sekarang sudah hampir lima bulan perang antar mafia ini berlangsung. Untuk beberapa bulan ke belakang, kedua belah pihak memang sangat rapi dalam
permainan mereka. Dan lebih mengutamakan negosiasi untuk menyelesaikan masalah.
Walau pun pada ujung dari negosiasi itu tetaplah pertumpahan darah. Jonathan nampak sudah sangat jenuh karena harus
terus menerus bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain. Sekarang Jonathan sudah mendapatkan pengawalan ketat dari anak buah Bagas Sanjaya, agar dia bisa membangun bisnisnya kembali.
Semua ia lakukan lagi dari nol. Namun sekarang Jonathan lebih memilih untuk tidak
bertindak dengan fisik, melainkan dengan otak. Dalam waktu yang cukup singkat itu, Jonathan sudah bisa membangun bisnis perhotelan dan juga bisnis properti rumah yang harganya sangat fantastis.
Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu membelinya. Dengan keadaannya yang sekarang sudah mulai bangkit. Jonathan mulai memikirkan kepulangan Deliana. Dia ingin Deliana bersama dengannya seperti dulu. Apalagi sekarang istrinya sering sakit-sakitan karena terus memikirkan anak mereka.
Rasa rindu yang tertahan selama berbulan-bulan itu membuat Maria kian hari kian terpuruk. Badannya juga terlihat sangat
kurus, dan Maria sudah tidak lagi berhias seperti dulu.
"Sayang. Bagaimana kalau kita mendatangi Deliana? Kita beri kejutan pada putri tercinta kita."
"Kamu sudah mengatakannya beberapa bulan yang lalu. Tapi belum terlaksana sampai sekarang." Jawab Maria.
Maria dan Jonathan sedang beristirahat di rumah singgah mereka yang baru. Merebahkan tubuhkan mereka sembari berbincang-bincang sebelum mereka tidur. Rumah itu tidak terlalu luas seperti rumah mereka dulu, tapi rumah itu sangat nyaman dan sangat tenang untuk mereka tinggali.
"Sayangku. Aku janji. Aku janji. Besok kita berangkat ke Banyumas."
"Besok?" tanya Maria heran.
Karena Jonathan memberi tahu rencana itu tiba-tiba. Sedangkan mereka belum menyiapkan apa-apa untuk keberangkatan mereka ke Banyumas.
"Tenang. Aku sudah siapkan semuanya. Besok mandilah di pagi hari. Berdandan yang cantik. Lalu bersiaplah untuk bertemu dengan anak kita. Bagaimana? Kamu senang?"
Maria tidak menjawab apa-apa. Dia menatap wajah suaminya dan tersenyum kepadanya. Maria mencumbu bibir suaminya itu dengan penuh cinta. Sudah sangat lama rasanya mereka tidak merasakan kehangatan hubungan rumah tangga karena masalah di kehidupan mereka.
Malam hari itu, mereka berdua larut dalam surga dunia. Mereka saling memberikan kasih yang sudah lama tertunda. Hingga diakhiri dengan penuh rasa cinta dan bahagia. Mereka bagaikan dua sejoli yang sedang dimabuk asmara. Mangulang kembali masa-masa indah mereka, seperti saat pertama kali berjumpa.
Maria masih ingat dengan wajah tampan Jonathan yang kala itu masih sangat muda. Mereka berdua sangat berbeda kasta. Jonathan tidak berasal dari orang yang kaya raya. Dulu Jonathan juga bekerja sebagai
anak buah ayah dari Maria. Namun Jonathan sangatlah setia dan jujur kepada ayah Maria. Dia tidak mengeluh atas semua perintah yang
diberikan kepadanya.
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta
tp q suka karya'a bagus ...
semngt sukses selalu
klo tiap hari crazy up aku suka thor
semangat ya thor terus berkarya