NovelToon NovelToon
Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:406.1k
Nilai: 5
Nama Author: MAMAK DIBA

Tidak semua yang kita inginkan menjadi kenyataan.
Tidak semua yang kita rencakan berjalan sesuai kemauan.
Pasti ada masanya kita jatuh dan terpuruk.

Dan di saat aku jatuh dan terpuruk itulah selalu ada orang setia berada di sampingku.

Seindah apapun Pelangi akan kalah sama yang namanya Matahari,karena yang indah sesaat akan kalah dengan yang selalu ada setiap saat.


***


"will you be wife and mother to my daughter" tanya Alan yang belutut di depanku.

"tapi kita masih sama-sama terjebak masa lalu Mas, lantas bagaimana kita bisa memulai hubungan baru kalau masalalu kita masih terus menghantui" jawabku menatap matanya sendu.

"kita pasti bisa sama-sama bangkit dari rasa sakit ini Nay" ucapnya. "Trust me" lanjutnya mengiba.

aku berdecak pelan sebelum mengangguk.

"I will try" lirihku.

Alan lekas berdiri dan memeluk tubuhku setelah menyematkan cincin di jari manisku.





Ikuti terus kisah Naya dan Mas Duda ya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMAK DIBA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Aku mengangkat kedua tanganku ke atas untuk meregangkan otot. Karena saking fokusnya aku sampaii tidak sadar waktu pulang kerja sudah lewat 15meniit membuatku terlonjak dan sesegera mungkin membereskan barangku, menyimpan file dan mematikan komputer.

"Duhhh, gimana nih" gumamku.

Ponselku selepas smakan siang memang aku mode silent. Jadi tidak tahu jika ada yang telfon dan kirim pesan.

"Gue kira lu udah pulang Nay?" Tanya Given yang melihatku masih di ruangan.

"Bentar lagi,ini gue lagi nge-save file" jawabku.

"Yaudah bareng gue aja pulangnya" ajak Given melihatku berdiri.

"Gue di jemput Ara sama mas Alan" tukasku lalu berjalan ke arah lift.

"Wow, Mas ?" Gosanya dengan wajah Watados. "Di kasih infooohh Maseeeeeee muweheheheeeee"lanjutnya terkekeh kekeh membuatkuu memutar bola mataku malas.

Aku memilih diam tidak menanggapi candaan Given, aku memainkan ponsel sampai lift yang membawa kami sampai di lantai 1.

Aku melihat ke arah sofa untuktamu yang menunggu informasi tapi tidak ada Alan dan Ara di sana. Bersamaan dengan ponselku yang berdering. Aku lantas mengangkatnya.

"Saya ada di dalam mobil Nay, kamu langsung ke mobil saya saja" ucapnya aku mengedarkan pandangan dan memang benar ada mobil Alan yang parkir di depan perusahaan.

"Iyaa mas, saya kesana sekarang" jawabku lalu panggilan berakhir.

"Gak jadi di jemput Maseehhh Nay" Given masih menggodaku.

"Jadilah, gue duluan yaa" jawabku berlalu.

"Salam buat calon istri gue dek Nuha ya" teriaknya dengan senyun jumawa.

"Najisssss"sinisku.

***

"Loh Ara mana mas?" Tanyaku setelah masuk ke dalam mobil dan tidak melihat Ara.

"Ara sudah di rumah kamu, tadi dia minta di antar kesana dulu, kitaa belanja dulu gapapa kan Nay, tadi Ara minta Bbq.an, jadi dia minta di beliin marsmelow sama fish dumpling cheese" ucapnya.

"Okeey mas, saya telfon Althaf dulu biar tanya ke mamah mau titip apa?" Jawabku.

Aku men-dial nomor Althaf, tak belama-lama langsung di angkat.

"Dek, tanya mamaa mau nitip apa? Mbak mau ke supermarket" todongku.

"Wuesssss sabar atuh mbak, salan assalamualaikum dulu aturannya baru ngomong" jawabnya.

Aku menghela nafas perlahan " assalamualaikum ya akhy, tolong tanyakan pada ibunda ratu beliau mau nitip apa?" Ucapku membuat Althaf tertawa ,aku mendengus kesal.

"Cepetan ihhhhh" kesalku.

"Iyaaaaa iyaa, maaaaaa! Mau titip apa? Mbak Naya mau ke supermarket" teriaknya. Aku langsung menjauhkan ponselku dari telinga.

"Nggak usah teriak-teriak Althaf" geramku.

"Heheeee, maaf mbak. Mamah titip keju sama buah-buahan aja katanya mbak, mama mah bikin kue sama puding buah" jawabnya.

"Okeee nanti mbak beliin" ucapku

"Mbak nggak mau tanya aku mau titip apa?" Tanyanyaa.

"Emang mau titip apa?" Jawabku.

"Sosis jumbo, pringles, poki-pokii..." aku mengakhiri panggilannya sebelum Althaf menyelesaikan pesanannya.

Aku terkekeh saat membayangkan wajahnya pasti sekarang lagi cemberut dan marah-marah.

"Kamu kayaknya deket banget sama adik kamu ya?" Tanya Alan padaku.

"Ya gitulah mas, mungkin karna aku anak paling besar, papa juga udah nggak ada jadi ya begitu, sebisa mungkin aku jaga dan lindungi mama dan adik-adiku" jawabku lirih dengan mata memerah karena teringat papa.

Papaa aku rindu. Batinku

Aku memilih memejamkan mataku agar airmataku tak luruh, dan sepertinya Alan menyadari itu hingga ia tak lagi mengajak'ku berbicara sampai kami memasuki pelataran parkiran supermarket. Aku membuka mataku saat ku rasakan Alan mematikan mesin mobil.

"Sudah sampai yaa, yuk mas" ajak'ku. Dia mengangguk.

Kami berbelanja bersamadengan Alan yang mendorong trolinya.

Kami seperti sepasang suami istri kalau begini. Aku menggelengkan kepalaku  yang bisa-bisanya membayangkan kami sepasang suami istri sementara aku sendiri masih memiliki kekasih. Ya benar Rizwan.

Seharian ini dia tidak mengirimku pesan dan mengabaikan pesanku.

"Mau tambah apalagi Nay" tanya Alan membuyarkan lamunanku.

Aku melihat ke arah trolly "udah semua kayaknya mas" jawabku.

"Yaudah yuk bayar dulu" ajaknya, aku mengikuti dari belakang.

Begitu sampai di kasir dia membuma dompet dan menyerahkan gold cardnya dan memberikannya padaku.

"Kamu yang bayar ya, saya ambil mobilnya" ucapnya.

"Totalnya 325rebu mbak" ucap kasirnya. Aku mengeluarkan kartu ATM di dompetku dan menyerahkannya pada sang kasir, kenapa aku tidak memakai kartu Alan itu karna belanjaan ini kebanyakan adalah belanjaanku.

"Terimakasih sudah berbelanja di stwmpat kami"ucapnya ramah menyerahkan kartuku. Aku tersenyum dan mengangguk.

Aku mendorong trolly dan mendorongnya ke mobil Alan yang sudah ada di depan, dia dengan sigao membantuku memindahkan barang masuk ke dalam mobil.

"Kenapa tidak memakai kartu yang saya berikan" ucapnya setelah mobil mulai berjalan perlahan.

"Gapapa mas, ini kan banyakan belanjaan saya daripada mas"jawabku .

Diaa menghela nafas taoi tidak menjawabku.

"Ini mas kartunya" aku menyodorkan gold cardnya.

"Kamu bawa dulu aja, saya lagi nyetir" jawabnya.

Sepanjang jalan kami hanya duam tidak ada yang berbicara hanya suara musik yang memutarkan lagu I Can't make you love me dari Adelle.

'Cause I can't make you love me

If you don't

You can't make your heart feel

Something that it won't

And even in the dark

These final hours

I will lay down my heart

I will feel the power

But you won't

No, you won't

'Cause I can't make you love me

When you don't

When you don't, yeah

I'll close my eyes

'Cause then I don't see

The love you don't feel

When you're holding me

Morning will come

And I'll do what's right

Just give me till then

To give up this fight

And I will give up this fight.

1
Junita Makakombo
ceritanya bagus
Aprillia
lanjut Thor👍🏼👍🏼💪🥰🥰🥰🥰
Bintang Ray234🌸🌸
Semangat terus ya buat kaka Author🌸🌸
Widia Aja
Tamat?????????
Widia Aja
Naya,
Kamu tuh sebenernya juga cinta sama Alan, tapi kamu keras kepala, keras hati, egois..
Widia Aja
Jangan keras kepala dan egois deh Naya
Widia Aja
Almer anak nya Nah dan Given atau anaknya Desti?
Widia Aja
HUUUUAAAAA......😭😭😭😭😭😭
Widia Aja
Nah looooh.....
Widia Aja
🥺🥺🥺
Widia Aja
Rizwan koma???
Widia Aja
bab berikut akan mengandung bawang nih kayak nya
Widia Aja
Si Bibi ama anak nya yg hamil, tetap di rumah nya aja, jangan di kasih atau ditanggung segalanya...
keliatan bibit pelakor nya, ibu nya juga mendukung selama cowoknya ganteng dan kaya...
hati2 ya Nay..
nanti senjata makan tuan
Widia Aja
yawdah gak apa2
Widia Aja
Udah dikasih gratis jangan minta kamar VIP ya bi...
Widia Aja
Lanjoooooott.....
Widia Aja
bertambah lah rasa pinisirin kuh
Widia Aja
Alan jangan jadikan Nay bodyguard anak nya dong..
Widia Aja
Pertemuan yg "indah"
Widia Aja
Waaahh.....
Jesy ternyata siluman ulat bulu yg kegagalan ama duda kaya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!