NovelToon NovelToon
Suami Kaya Rayaku Yang Malang

Suami Kaya Rayaku Yang Malang

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:255.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nora Kastella

Kedua orang kaya yang tinggal di lingkungan sederhana ini menjadi bukti bahwa mereka pun bosan dengan hingar bingar kemewahan. Pernah merasa saling suka dan akhirnya ditinggal menikah oleh orang yang ia suka adalah sebuah mimpi buruk.

Bertemu kembali karena perjodohan adalah sebuah irama yang tak senada. Walaupun saling suka, kenangan masa lalu membuat mereka harus bekerja sama untuk saling menunjukkan rasa suka.

Trauma akan pernikahan pertamanya, membuat Rion jadi takut untuk mencintai seorang wanita. Sedangkan Neyza yang nyatanya suka dengan Rion saat Rion akan menikah, menaruh rasa sakit hati yang luar biasa. Bertemu kembali setelah Rion mengakhiri pernikahan adalah sebuah keputusan berat untuk Neyza.

Apakah mereka mampu bersama dan melewati banyak hari tanpa ada kekhawatiran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nora Kastella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Jangan Lari

Pagi itu, Rion berlari pagi seperti biasa. Melewati dua kampung dan masuk ke sebuah perumahan dan melakukan peregangan badan di sebuah taman olahraga. Jam saat itu masih pukul 5.10. Celana olahraga, kaos, dan topi membuat ia merasa nyaman. Tak lupa headset yang terpasang untuk mendengarkan beberapa lagu kesukaannya.

Jalanan masih sangat sepi. Kini ia akan berlari cepat. Namun seseorang tiba-tiba menabraknya. Bruuk... Rion terjatuh. Walau ia tak terluka, namun hantaman tadi membuat ia bertanya-tanya. "Jalan segini sepinya kenapa yang ditabrak gue, sih?"

"Maaf y", Seseorang membuka hoodie dan meminta maaf pada Rion. " Lha.. Nek.", Penabrak tadi akhirnya membuat ia mengenali dengan sangat mudah. "Rion", Neyza yang juga memakai pakaian olahraga nampak tak asing dengan pria yang ditabraknya.

Rion : "Ngapain pake acara nabrak, sih?"

Neyza : "Gak sengaja ih. Lagian ngapain berdiri di situ?"

Rion : "Jalan segini besarnya kenapa nabrak maksudnya? Ngikutin yaaa."Goda Rion.

Neyza : " Ih, gak. Emang gak ikutin. Ge er. Tadi tuh aku benerin benang di jaket makanya gak lihat depan."

Rion : "Alah, alesan. Bilang aja pingin ngomelin gue."

Neyza : "Minta dijitak kamu, ya?"

Rion : "Nih, silahkan." Rion menyodorkan kepalanya. Neyza yang tersulut kemarahan malah berbalik ingin memukul kepala Rion. Naas, karena paving yang diinjak tak rata, Neyza terjatuh. Dan mau tak mau ia harus hilang keseimbangan dan jatuh di tubuh Rion. Keduanya terjatuh. Walau tak ada yang melihat. Namun keduanya lekas berdiri untuk membersihkan diri. Jantung Neyza dan Rion berdetak kencang. Sepagi ini dan tidak ada orang yang melihat. Hanya Tuhan dan alam semesta yang tahu bagaimana malu keduanya.

Rion : "Lha kan. Main peluk-peluk.", Rion ingin memecah kekakuan situasi sambil membersihkan celananya.

Neyza : "Makanya jangan usil. Udah tahu disini bakal ada orang."

Rion : "Sekarang curi-curi waktu buat jogging bareng. Pura-pura jatuh biar bisa dipeluk. Besok rencana apa, nek?", Rion terkekeh membuat analisa. Neyza semakin marah dan akhirnya melepas sepatunya. Ia melempar sepatunya ke arah Rion. Rion yang setengah berlari untuk menghindari amukan Neyza berusaha berlari. Naas, walau pun ia telah menghindari, sepatu Neyza mengenai seekor anjing yang sedang tertidur. Anjing tersebut bangun dan terkejut. Tahu bahwa ada yang mengganggunya, ia pun menggonggong. Rion yang paling dekat dengannya akhirnya menjadi sasaran kejarannl anjing.

"Aaaaaa..... ", jerit Rion.

Rion pun mengetahui bahwa ia menjadi pelampiasan kemarahan si anjing. Ia pun berlari sekuat tenaga untuk menghindar. Ia berlari ke arah Neyza. Neyza yang sudah tahu ikut berlari menghindar. Kalah cepat dengan Rion, Neyza pun berusaha lari sejauh mungkin. Rion yang akan melampaui Neyza secara reflek menarik tangan Neyza agar turut berlari. Anjing yang terus menggonggong tadi masih berlari. Neyza pun berhenti dan melepas genggamannya dari Rion. Rion pun berhenti. Bingung dengan sikap Neyza.

Neyza melepas sepatu sebelahnya lagi dan melempar ke arah anjing yang mengejarnya. Sepatu tersebut mengenai anjing. Walau tak begitu keras, nampaknya anjing tadi menjadi takut dan akhirnya pelan-pelan menghindari Rion dan Neyza.

Rion terduduk dengan keringat bercucuran. Neyza pun tak kalah kecapaian. Air yang turun membasahi wajahnya sudah membuat ia merasa cukup mengakhiri olahraga pagi ini. Mereka masih terduduk di paving taman dan Neyza dengan napas yang cepat dan berat.

Rion : "Makanya... tadi... jangan... lempar sepatu.."

Neyza : "Kamu.. "

Beberapa menit setelah duduk. Neyza berdiri. Ia berusaha jalan. Namun sepertinya ia Baru sadar kalau kaki kirinya terasa sakit. Sepertinya ia menginjak batu agak dalam. Walau terlapisi kaos kaki. Tetap saja ia tak bisa berjalan seperti biasanya. Neyza berjalan pelan meninggalkan Rion yang masih terduduk.

Rion yang melihat keadaan Neyza berdiri dan segera menopang tangan Neyza. Neyza terkejut dengan bantuan Rion. Matahari sudah mulai terlihat. Saat keluar melewati jalan kecil menuju arah kampung, Rion yang merasa kasihan dengan Neyza menyuruhnya duduk di pos jaga.

Rion : "Nek lu duduk sini dulu. Bentaran."lll

Neyza : "Ngapain?"

Rion : "Gak nyampe-nyampe lu kalo Jalan begini. Tunggu disini. Jangan bandel. Disini gak ada anjing."

Neyza pun menuruti kata Rion. Ia duduk di pos jaga perumahan yang berbatasan dengan sebuah kampung. Sepuluh menit berlalu. Neyza mulai gelisah menunggu Rion.

"Yuk, nek.", suara Rion membuyarkan lamunan Neyza. Sepasang sandal jepit disodorkan di dekat kaki Neyza. " Apa ini?", tanya Neyza. "Tenda manten. Sandal jepit lah. Masa masih nanya." jawab Rion.

Neyza mencoba sandal yang bawa Rion. Tak perlu berpikir panjang ukurannya sama dengan ukuran kakinya. Rion lalu menuntun Neyza keluar pagar perumahan. Ia mengarahkan Neyza ke sebuah sepeda motor yang terparkir di dekat mereka.

Neyza : "Sepeda sapa?"

Rion : "Sepeda Bili. Rumah Bili deket sini. Ayok."

Neyza pun menaiki sepeda motor bersama Rion. Dalam perjalanan pulang, "Nek.Lu uda sarapan belum? Laper gue." tanya Rion. Neyza mengangguk. "Belum."

Rion : "Pingin apa lu, nek?"

Neyza : "Bubur. Pingin makan bubur dekat stadion situ."

Rion : "Detail amat. Ngidam lu?"

Neyza : "Cerewet ah. Tadi nanya pake komentar."

Rion : "Iya nyonya. Ayok dah makan bubur."

Rion : "Tangan lu mana? Kayaknya tadi ada yang luka."

Neyza : "Ha? Gak ada. Ngaco ah."

Rion : "Mana sini? Gue tadi lihat."

Neyza : "Nih. Dibilangin gak ada."

Rion yang disodorkan tangan Neyza memegang tangan Neyza dan menaruhnya di pinggang Rion.

Rion : "Pegangan.Biar gak jatuh."

Muka Neyza memerah. Ia tak percaya pagi ini dihadapkan dengan situasi yang canggung seperti ini. Sedangkan Rion pun tak kalah malu. Ia sedikit memaksa keinginannya demi keselamatan Neyza. Tapi... Kenapa hatinya tak karuan begini? Semoga karma Bili tak berlaku untuknya.

Rion dan Neyza sudah sampai di sebuah warung bubur. Warung bubur depan stadion. Langganan Neyza setelah tinggal di rumah kontrakan. Rion menuntun Neyza turun dari sepeda motor dan duduk di warung tenda yang dimaksud Neyza.

Rion memesan dua bubur ayam dan dua gelas teh hangat. Rion kembali duduk di sebelah Neyza. Neyza memegang kakinya. Rion yang melihat Neyza penasaran. Rion melihat kaki Neyza. Neyza belum membuka kaos kakinya.

Rion : "Nanti malam kayaknya bengkak. Pulang cepet dikasih minyak oles."

Neyza : "Anterin mampir ke apotek, ya?"

Rion : "Iiih kagak."

Neyza : "Rion.. "

Rion : "Iya, nyonya. Mampir toko obat."

Neyza manyun melihat tingkah Rion. Dua bubur dan teh hangat sudah berada di meja Neyza dan Rion. Neyza tersenyum. Makanan kesukaan di pagi hari membuatnya lupa kejadian dikejar anjing tadi.

Neyza : "Tanganmu sini."

Rion : "Apaan sih? Malu dilihat orang."

Neyza menarik tangan Rion dan memberikan semprotan hand sanitizer ke telapak tangan Rion. "Cerewet kamu nih."

Pagi ini, Rion dan Neyza makan bersama dengan tenang. Hal tak terduga membuat mereka semakin akrab.

Sampai akhirnya.

"Lu udah punya pacar gak sih, nek?", tanya Rion.

Bubur Neyza seperti hendak tersangkut di tenggorokan.

Neyza tak bisa menjawab.

1
Yana012
☺️💪
re
Itulah teman sejati
xteenteen
aq bacanya marathon.. gak kerasa udh Tamat aja.. mksh author udh kasih cerita yg ringan dibaca dan happy ending.. smpt sih ada part yg banyak bawangnya tuh.. tp so far bagus kok ceritanya.. sukses trs u/karya² selanjutnya.. sehat sll n ttp semangat thorrr 💪💖💞
Olan
udah like nih😊mampir keceritaku My Devil Husband juga ya😊
maura shi
rion g kyk cowok2 yg ada d novel2 lain yg kaya cakep trs bt pacarin cewek2 lainnya,sekali jatuh cinta eh bertepuk sebelah tangan,kasian juga sih masa remajanya untung dia rada konyol
maura shi
hani ge er,dia pikir rion masih cinta apa sama km,gila aja km
maura shi
baik bgt sih mereka kalo q jd neyza/rion mgkn q g kepikiran bt ngerawat ank dr org yg uda jahat ke q
maura shi
preeeeeetttt
maura shi
nih pengantin tp debat mulu ya,g capek apa debat dr abis akad tadi
hihihi
maura shi
nah kn
maura shi
tar kalo beneran pengantin cowoknya rion,abis km rion d hajar neysa
hhhhh
maura shi
jgn2 itu ortunya rion
maura shi
weni,bili best friend
maura shi
iiih rion g peka bgt,kebanyakan slenge'an sih
maura shi
karna harta manusia jd serakah&tamak tk pandang teman,kawan&keluarga
maura shi
benarkh hani mati thor??
misteri bgt cerita ini,q uda kyk detektif conan aja pusing mikir kasus yg menguras otak iiih
Verona Muse: Aku ngakak lhooo... makasih, Maura. yang nulis ikutan gemes sama Hani.
total 1 replies
maura shi
nah lo,kapok kn!
maura shi
lo lo lo katanya hani juga suka rion tp ini apa testpack???
garis 2,pula hamil sm sapa hani???
maura shi
ayo ney move on,km cantik,kaya,baik hati km pasti bisa dpt kebahagiaan d bali
maura shi
kasian ney,cewek itu emg suka main hati,d baikin dikit aja hatinya uda luluh,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!