Hidup tak akan berpihak pada mereka yang lemah dan kalimat itu membuat Kenzo Orlando menjalani hidup dengan topeng kemunafikan. Kelamnya masa lalu membuat Kenzo semakin bersikap kejam.
Sampai suatu saat kekejaman itu menyeretnya kembali dalam arus kubangan air mata, kehilangan serta permainan takdir mewarnai kehidupan Kenzo.
Kisah ini tak sesimpel yang tertulis di sini
maka persiapkan hatimu untuk menjadi saksi perjalanan hidup Kenzo Orlando mengapai bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Air’a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 16
kenzo pov
Hari ini mungkin hari yang terburuk bagiku. Aku tidak mengerti apa yang ku rasa akhir-akhir ini. Aku menemui sesosok wanita yang mampu menarikku untuk melindunginya. Menarik bukan? Ck! Aku saja tak pernah berfikir untuk melakukan ini.
Wanita yang berbeda dari yang lain.
Apakah ada wanita tegar sepertinya?
Apakah ada wanita berhati suci sepertinya?
Apa ada yang sekuat dirinya?
Jika ada? aku tidak peduli, aku hanya mengiginkannya, Istriku. Azkayra Charles oh tidak namanya telah bergati menjadi Azkayra Orlando karena kami sah menikah.
Kini dia menghilang dan aku merasa ada hal yang lain dari diriku. Aku takut... aku merasa sangat ketakutan. Aku ingin dia kembali, Elroy sepupuku terus mengodaku. Tapi aku tetap tidak ingin mengakui perasaanku. Tapi kini? Benar! perasaan itu benar-benar ada. Dan aku menyadarinya setelah ia pergi. Bodoh bukan?
Bukan karena gengsi. Tapi aku merasa aku tidak pantas menjadi prianya, seorang Azkayra Charles wanita tegar berhati suci yang telah meruntuhkan Egoku. Ego yang ku bangun karena kesalahanku sendiri, Sampai saat ini aku tidak menyentuhnya bukan karena tidak mau. Ck! Aku pria normal yang bisa gila bila berada di sisi gadis secantik dia. Hanya saja aku tidak ingin merusaknya.
Aku ingin memastikan hatiku.
Kini aku menyadari, bertapa br*ngseknya aku. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Setuju atau pun tidak dia harus menjadi milikku. Aku akan melindunginya. Walapun harus di tukar dengan nyawaku. Ah tidak! jika aku mati, Aku tidak yakin ada yang bisa mecintainya sebaik aku.
Ku lajukan mobil sport ini mengikuti pelacak yang ada di layar ponselku. Aku melajukan mobil tanpa menghiraukan keselamatanku. Yang ada di pikiranku hanyalah wanitaku. Istri yang sangat aku cintai. Right? Cinta? Ya aku mencintainya.
El yang berada di sebelahku. Terus, terdiam dan memegang erat pintu mobil. Ya, aku membawa *L*amborghini veveno milik Elroy. Mungkin dia ingin memberontak tapi melihat kepanikanku. Dia terdiam, Selain Zayn dia adalah orang yang tahu bagaimana aku yang sebenarnya, tak ada topeng di antara kami.
Helikopter yang berisikan anak buahku telah sampai duluan di lokasi. Kami tiba di sebuah gedung tua sangat tidak layak huni. Anak buahku telah menghabisi satu persatu. Orang-orang yang menyekap istriku dengan cara yang cantik. Tidak perlu banyak keributan. Karena mereka adalah orang-orang terlatih. Aku begitu penasaran siapa yang berani milik Kenzo Orlando.
Aku dan Elroy memasuki gedung usang itu dengan di kawal beberapa anak buahku. Walaupun sebenarnya tidak perlu. Aku bisa menjaga diriku. Tapi, percuma status ku sebagai Bilionaire muda jika aku harus bersusah payah mengotori tanganku untuk membunuh orang bukan? Sayup-sayup terdengar suara teriakan dan jelas Aku tahu betul suara siapa itu.
Caty!. Aku memang bukan pria suci. Dia adalah salah satu wanita yang menawarkan diri untuk ku nikmati. Selama ini aku tidak pernah mencari wanita. Wanita itu datang sendiri tanpa ku minta. Tapi aku tidak bermain dengan sebarang wanita. Hanya wanita tertentu yang akan ku jadikan pelampiasan hasratku. Aku butuh kepuasan dan mereka butuh uang. Sama-sama menguntungkan, bukan?
Tapi saat ada seorang wanita cantik. Sangat cantik berhati bak dewi seolah-olah Tuhan mengatakan sempurna saat menciptkanya. Hari dimana aku bertemu denganya. Aku tidak lagi bermain dengan para wanitaku. Aku memilih memutuskan hubungan dengan mereka. Dia mampu membuatku tertarik. Dia mampu membuatku menjadi lebih baik. Dan aku siap melakukan apa pun untuknya.
Tapi kebodohanku, Aku selalu menepis apa yang sudah ku rasakan dari pertama kali melihatanya. Cinta? Ya aku tidak pernah memikirkan itu. Tapi, sekarang aku memilikinya. Karena gadis yang sederhana tapi begitu luar biasa.
"Kau akan meraskan kemaran Tuhan, Caty!" ucap suara lemah itu mengema karena bangunan ini kosong. Aku sangat kenal suara itu. Suara yang sangat aku rindukan. Tanpa berfikir panjang aku mempercepat langkahku
"Haha Tuhan? dia Tidak ada... kalo dia ada. Dia pasti bisa membuat Kenzo bersamaku. Aku siap menjadi pemuasnya sampai kapan pun" suara perempuan laknat itu tertawa nyaring.
"Tapi karena kau j*lang. Dy tidak pernah mau mnyentuhku. Tidak pernah menemui wanitanya yang lain. Aku heran seberapa hebat dirimu memuaskanya. Dan sekarang dia memposting foto kalian haha"
" Aku muak!!! Sangat muak padamu j*lang. Aku membencimu!!!" kata Caty histeris tanpa menyadari bahwa aku sudah ada di belakanya. Aku mengepal tanganku. Aku ingin menghabisi wanita ini saat ini juga tapi aku mencoba meredam emosiku. Aku ingin bermain dengan rasa sakitnya.
"Kau sedang membicarakan dirimu sendiri?" Kataku sedikit pelan, karena aku ingin dia merasa ketakutan, dia kenal aku. Marahku Adalah bermain dengan halus. Ya, aku pria br*ngsek mungkin bisa di bilang pysco bila menyakut hal yang aku sayangi.
Caty menoleh kearah ku. Tiba tiba tubuhnya begetar karena ketakutan. Well .... Aku senang melihatnya.
"Ke... Kenzo" suara Caty bergetar hebat. Raut wajah ketakutan terlihat jelas di wajahnya.
"Ba.. bagaimana bisa?"
"Bila ingin menjadi penjahat, setidaknya kau tidak bermain dengan istriku b*cth!" kataku sambil tersenyum miring
"Tangkap mereka!!!" arahan Caty pada anak buahnya. Setelah menyadari seluruh anak buahnya terkapar tak bernyawa, Ia mulai ketakutan. Aku makin tersenyum puas.
aku berjalan mendekat ke arah wanitaku. Keyra tampak begitu mengenaskan dengan wajah pucat dan ada darah segar mengalir di bibirnya. Gadisku tampak tidak sadarkan diri. Sekejam apa wanita ini menyiksa gadisku!.
Aku mengeram marah. Aku bersumpah akan menyiksamu Caty. Aku memberi instruksi pada anak buahku untuk Menyelamatkan Keyra terlebih dahulu. sebab Aku ingin mengurus mainanku.
Aku berjalan mendekati Caty yang berdiri mematung. Lalu ku layangkan tanganku sekuat tenaga Hingga wanita itu tersungkur.
Elroy yang berada tidak jauh dariku hanya mengeleng terkekeh geli. Dia tahu betul siapa aku, Dan dia tidak jauh berbeda dariku. Dia sangat membenci orang yang berani menyentuh keluarga atau orang tersayang.
"Ku kira anjing petarung ternyata hanya seeokar lalat. Semoga Neraka mau menerima mu beberapa menit lagi itu pun kalau sampai, kau bermain dengan orang yang salah" kata Elroy sambil terkekeh geli. Sunggu ironis saat seseorang berada di ambang kematian. Ia malah menganggap itu hal yang menyenangkan. Tapi itulah kami, Spesis pysco yang nyata. Tapi kami tidak menyakiti siapa pun. Bagi kami siapa yang menanam dan dia aka menikmati hasilnya.
"Ternyata kau ingin bemain main denganku?" kata ku dengan senyuman khas membunuhku.
"M... maafkan aku, ini tidak seperti yang kau fikirkan" Caty ketakutan seraya bergeser kebelakang.
"Oh ternyata kau tahu apa yang ku pikirkan?" kekehanku. Aku mengarahkan pistol ke arah caty "baiklah biar ku perjelas saja"
DORR!!!
"Aaaaaakh" teriakan Caty menggema karena menahan rasa sakit. Satu tembakan mengenai tangan kananya. Tapi teriakannya seperti nyanyian merdu di telingaku .
"Ups, tembakanku meleset tadinya aku ingin menembak kepalamu, aku memang payah" kataku terkekeh. Entah kenapa teriakan Caty sangat merdu di telingaku. Setidaknya sesak karena melihat Keyra bisa terluka berkurang sekarang.
"Aku mohon maafkan aku, aku hanya ingin menakutinya," Caty memelas sambil menahan rasa sakitnya. Mendengar perkataannya aku mengeram marah. Lebih baik kau diam karena lidahmu adalah harimaumu, Itu perumpaan yang cocok buatnya.
"Menakuti? Menakuti dengan cara menyakitinya? aku saja tidak pernah membentaknya. Kau tahu?!!! bertapa berharganya dirinya untukku. Dan tangan kotor mu itu menyakiti wanitaku! Istriku! aku bersumpah ini saat trakhir kau menghirup udara segar!!!" Ya itualah yang ada di dalam hatiku. Sekarang aku bergitu merasa ketakutan. Ketakutan akan kehilangan istriku
Setelah mengucapkan kata-kata itu, ku arahkan lagi pistol ku padanya.. "Akkh" kini suara Caty lebih nyaring. Keringat dingin memenuhi wajahnya seraya menahan sakit. Kini satu buah peluru bersarang di lengan kirinya.
"Yah meleset lagi. Sepertinya aku harus belajar menembak dengan mu El" kekehanku. Aku begitu. Menyukai teriakan rasa sakit wanita ini.
Elroy terlihat mengeleng dan menatapku sekilas itu adalah pertanda untuk aku berhenti "Sudahlah jangan main-main dengan wanita. Cepat selesaikan!!!" ucap Elroy seraya beranjak ingin pergi. Ya, El memang tak segila diriku karena Ia tak menyiksa wanita. Tapi dia tidak akan membiarkan orang yang menyakiti keluarganya keluar hidup-hidup. Bila mangsanya adalah wanita, ia akan bermain cepat.
"tidak seseru yang ku bayangkan" kataku yang berbalik membelakangi Caty. Aku berniat memberikanya kahidupan. Setidaknya dia yang menemani hariku sebelum aku menemukan wanita yang bisa meruntuhkan egoku.
"K...ku.. ku mo...hooo..n, se..la" suara Caty putus-putus karena ia sudah tidak berdaya.
Ah suara itu lagi. Padahal aku berniat memberikanya kehidupan. Tapi mengingat suara jelek itu membentak wanitaku. Rasa emosi kini bermain di benakku
"Oh ada yang ku lupakan, baiklah" kini ku arahkan pistolnya ke arah caty. Dan DORRRR!.
Satu lagi peluru bersarang tepat di jantung Caty. Aku tersenyum miring dan pergi meninggalkan Caty yang sudah tidak bernyawa. Saat melewati beberapa pria bertubuh tegap.
"Urus semua bangkai-bangkai itu" ucapku malas lalu mengikuti El yang masuk kedalam mobilnya. Mungkin ia takut aku menghancurkan mobilnya yang baru ia beli semalam.
Dalam perjalanan kerumah sakit, bayangan Keyra terus menari di pikiranku. Aku ingin cepat-cepat melihat wajah istriku. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk padanya.
"Tidak bisakah kau percepat mobil ronsok mu ini jerk" bentakku pada Elroy, El yang melirikku tajam lalu menambah kecepatan mobilnya. Seandainya kondisi ku sedang baik-baik saja. Ku rasa muka ku akan mendapat bogem metah darinya. Pemuda dengan tempramen tinggi itu. Belum lagi memar yang ku berikan pada wajahnya. Ah, dy boleh terluka dimana pun. Asalkan tidak dengan wajahnya. Dia pasti akan menghabisi siapapun yang menyentuh wajah yang menurutnya tampan itu. Tapi syukurlah dia mengerti kondisiku.
Selamatkan wanitaku ya tuhan. Aku tidak pernah meminta padamu. Setidaknya tolong kabulkan yang satu ini. Aku sangat mencintainya. Sangat.batinku penuh penyesalan.
TBC
Give me coment and vote, please
kan kan bang kenzo kok kejam 🙈
sekarang udh banyak iklan ky yg lain.hahaha
ay semangat ya sehat selalu di sana😘