Follow ig 👉 @sifa.syafii
Fb 👉 Sifa Syafii
Karena sebuah kejadian yang tidak disengaja, Reyhan harus menikahi Tia, mahasiswanya sendiri. Meskipun tidak ada rasa cinta di antara mereka, tapi mereka berkomitmen tidak akan pernah bercerai. Bagi mereka pernikahan bukanlah main-main, dan mereka ingin menikah hanya satu kali dalam hidup mereka.
Di hari ke-tiga usai pernikahan mereka, kekasih Tia yang kuliah di luar negeri, datang. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Yuk simak ceritanya. 😍
NB : Novel ini berhubungan dengan novel yang berjudul "Kisah Cinta Arka".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Satu bulan kemudian
Semenjak Tia hamil, Reyhan semakin memperhatikan kebutuhan Tia. Mulai dari sarapan, makan siang, makan malam, susu, vitamin, buah, dan kebutuhan lainnya. Sebelum tidur Reyhan selalu membuatkan susu untuk Tia.
"Minumlah," ujar Reyhan sambil memberikan segelas susu pada Tia. Tia pun menerimanya.
Setelah memberikan susu pada Tia, Reyhan pun naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Tia.
"Terima kasih Pak Rey," balas Tia setelah menerima susu dari Reyhan.
"Tia, kita sudah menikah lima bulan lebih. Apa kamu masih menganggapku dosenmu?" tanya Reyhan pada Tia.
"Kenapa Pak Rey bertanya seperti itu?" tanya Tia balik setelah menghabiskan susunya dan mengusap bibirnya dengan ibu jari.
"Kamu memanggilku 'Pak Rey' terus, aku merasa seperti orang tua. Usia kita terpaut hanya lima tahun Tia," balas Reyhan. Tia pun tersenyum dan menatap Reyhan.
"Maunya dipanggil apa?" Tanya Tia dengan lembut.
"Mas, sayang, honey atau apa gitu?" jawab Reyhan sambil mendekat ke wajah Tia.
"Enggak mau ah!" ucap Tia sambil mendorong wajah Reyhan.
"Kenapa? Aku suamimu, bukan bapak kamu!" ujar Reyhan sambil menyentil dahi Tia.
"Auuuh sakit, itu risih dan enggak biasa Pak!" balas Tia sambil mengelus dahinya.
"Aku akan membuat kamu terbiasa," ucap Reyhan lalu mencium bibir Tia dengan lembut. Tia pun membalas ciuman Reyhan. Menolak pun percuma, kedua tangan Tia sudah dicekal Reyhan.
Ciuman lembut pun berubah menjadi ciuman penuh nafsu hingga akhirnya percintaan pun terjadi. Reyhan melakukannya dengan sangat hati - hati karena kehamilan Tia yang masih sangat muda.
Semenjak hamil tubuh Tia semakin berisi dan semakin seksi. Bokong dan payudaranya semakin membesar. Itu sangat menggoda bagi Reyhan. Sebagai laki - laki normal pastinya ia tidak tahan dengan pemandangan itu di depan matanya setiap hari. Apalagi Tia istrinya yang sah. Setelah melakukan pergumulan panas. Mereka pun tidur karena kelelahan.
***
Keesokan harinya Reyhan dan Tia jalan - jalan pagi di taman kota. Karena hari minggu jadi Reyhan tidak bekerja. Ia mengajak Tia untuk menghirup udara segar.
"Pak Rey, saya ke toilet sebentar ya?" izin Tia pada Reyhan.
"Iya hati – hati, apa mau di antar?" tanya Reyhan menawarkan.
"Tidak usah Pak," balas Tia sambil tersenyum.
Tia pun berjalan menjauh dari Reyhan menuju toilet. Setelah keluar dari toilet ia menabrak seseorang.
"Maaf, saya tidak melihat ... " ucapan Tia terpotong ketika melihat siapa yang ia tabrak. Orang itu pun menarik tangan Tia menjauh dari keramaian.
"Tia, aku sangat merindukanmu!" ucap orang itu senang bertemu Tia lalu memeluk tubuh Tia. Tia tidak menolaknya karena sesungguhnya ia juga merindukan orang di depannya itu. Tia pun membalas pelukan itu.
"Kamu harus melupakanku Arka, aku sudah menikah," ujar Tia pada Arka.
"Ya, aku tahu Tia, tapi aku tidak bisa. Apa kamu bahagia bersamanya?" tanya Arka.
"Tentu saja. Aku harus bahagia bersamanya, dia suamiku sekarang," jawab Tia.
"Apa kamu mencintainya? Kamu sudah melupakan cinta kita?" tanya Arka lagi ingin mendapatkan kepastian perasaan Tia.
"A-aku ... aku harus pergi. Suamiku sudah menungguku," ucap Tia dengan gugup dan pergi meninggalkan Arka.
Sebelum Tia pergi, Arka menarik tangan Tia lalu memeluknya sekali lagi. Tia tahu bagaimana perasaan Arka saat ini. Bertahun - tahun Arka mencintainya, tapi sekarang Tia malah menikah dengan orang lain. Hati Arka pasti hancur.
"Lepaskan aku Arka!" seru Tia sambil memukul dada Arka.
"Maaf," ucap Arka lalu melepaskan tubuh Tia dari pelukannya..
Tia pun pergi meninggalkan Arka dengan air mata menggenang di pelupuk matanya. Sejujurnya ia masih sangat mencintai Arka, tapi ia tidak mau menghianati Reyhan.
Sesampainya di tempat Reyhan, Tia mengajak Reyhan untuk pulang dengan alasan merasa tidak enak badan. Ia tidak mau bertemu dengan Arka lagi di taman itu. Reyhan pun menurutinya karena memang akhir - akhir ini Tia kelihatan tidak sehat semenjak mengandung anaknya.