NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ayah Dari Anakku

Mantan Suamiku Ayah Dari Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yayuk Handayani

Bisa menjalani sebuah pernikahan yang bahagia, mungkin adalah dambaan bagi setiap wanita yang ada di dunia ini. Namun apalah jadinya nasib dari sebuah pernikahan itu apabila sang suami sudah tak mempercayai istrinya?...

Maura Vinaya, seorang gadis yatim piatu yang berparas cantik. Sungguh memilukan nasib yang harus diterimanya. Di malam pertamanya, sang suami malah menuduhnya dengan tuduhan yang begitu sangat melukai hati dan juga harga dirinya.

Entah apa yang terjadi, laki - laki yang masih belum genap satu hari resmi menikahinya itu, malah dengan begitu teganya menuduh jika dirinya sudah tak suci lagi.

Sungguh memang nasib, akibat dari kesalahpahaman itu, membuat dirinya dan juga sang suami menjadi harus berpisah.

Namun sungguh sayang seribu kali sayang, disaat dirinya dan sang suami telah berpisah, dirinya malah dinodai oleh mantan suaminya sendiri.

Hingga dari kejadian yang begitu memilukan itu, telah mampu menghadirkan adanya malaikat kecil di dalam rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan

Selamat Membaca

🌿🌿🌿🌿🌿

Tenangnya waktu malam yang datang menyambut, tak membuat hati seorang pria yang sedang dilanda oleh rasa bersalah dan kerinduan ini juga ikut menjadi tenang.

Tubuhnya memang diam di atas ranjang kasur empuknya, namun pikirannya masih berkelana ke sana ke mari bingung akan masalah yang dihadapinya.

Ini sudah sekitaran dua bulan lamanya dirinya berusaha mencari sang istri tercinta, namun hingga kini masih belum ada titik terang di mana istri yang sangat dicintainya itu berada.

" Kamu di mana sih sayang, kenapa aku sulit menemukanmu, kenapa kamu pintar sekali bersembunyi? ". Seruan itulah yang bisa Rendra luapkan dalam kesedihannya.

Berbagai cara telah Rendra lakukan untuk menemukan istrinya Maura, bukan hanya orang - orang kepercayaan dari kedua sahabatnya saja yang dirinya andalkan, namun Rendra juga sudah menyewa lebih dari dua puluh orang detektif agar bisa menemukan keberadaan istrinya Maura. Namun hingga detik ini, tak ada satupun orang - orang kepercayaannya itu bisa mengetahui di mana istrinya itu berada.

Entah sampai kapan ini akan terus berlanjut, belum lagi kekhawatiran dirinya akan bagaimana jika istrinya Maura benar mengandung anaknya dan itu tanpa adanya dirinya di sampingnya. Bagaimana istrinya Maura bisa menjalani itu semua, menjalani hari - harinya tanpa adanya dirinya yang mendampingi.

Kekhawatiran Rendra ini bukanlah tanpa alasan. Rendra begitu sangat ingat jika dirinya telah mengeluarkan benihnya berkali - kali di rahim Maura, karena hal itulah akan sangat besar kemungkinan jika istrinya Maura benar mengandung anaknya.

" Maafkan aku sayang, maafkan aku ". Serunya.

Ya, hanya kalimat itulah yang terus menerus Rendra lontarkan entah sampai kapan dirinya berhenti mengatakan kalimatnya itu.

Hanya foto - foto kebersamaan dengan istrinya lah yang bisa dirinya lihat. Foto - foto kebersamaan disaat masih menjadi sepasang kekasih yang bertunangan.

Hanya bisa berandai dan berandai itulah yang banyak berseliweran dalam otak Rendra. Andai waktu bisa diputar kembali, andai dirinya bisa mencari kebenarannya terlebih dahulu, andai dirinya lebih bisa mempercayai istrinya Maura daripada sebuah foto fitnahan itu, pasti semua ini tak akan pernah terjadi, pasti istrinya Maura tak akan tersakiti.

*****

Sedangkan di belahan bumi lain, wanita yang masih terus menerus bersemayam dalam hati dan pikiran Rendra sedang dalam keadaan yang tidak baik - baik saja. Ia mual dan terus mengalami mual. Bahkan semakin bertambahnya hari rasa mual nya semakin menjadi saja.

" Hoek... hoek... hoek... hahh... ".

" Hoek... hoek... hoek... ".

Dengan sisa tenaganya yang masih ada, Maura tetap memuntahkan hampir semua isi perutnya, namun anehnya hanya cairan saja yang keluar. Maura tak tahu harus berbuat bagaikan agar rasa mual ini bisa segera reda, sedangkan keadaan tubuhnya hanya tersisa sedikit tenaga.

" Hoek... hoek... hoek... hahh... ya Tuhan.... hoek... hoek... ".

" Hahh... ya Tuhan, aku kenapa?, kenapa aku jadi mual terus seperti ini? ". Lirihnya.

Tubuhnya sudah terasa sangat lemas, pandangannya pun terasa sedikit kabur. Kepalanya terasa agak pusing, Maura tak sanggup, semakin lama semuanya terasa semakin membebani seluruh tubuhnya saja.

" Ke-kenapa seperti i-nih? ".

Brukk....

Maura pun akhirnya jatuh tergeletak di atas lantai kamar mandi yang dingin itu. Sungguh nahas, Maura jatuh pingsan tergelatak tak berdaya tanpa adanya seorang pun yang mengetahuinya.

******

Sementara di rumah Rendra sendiri, karena sudah lama bahkan hampir seharian ini Rendra tak makan, baru terasa jika perutnya sudah keroncongan. Pantas saja jika perutnya sudah terasa lapar dan ingin meminta jatahnya, ini sudah malam hari dan semenjak tadi pagi masih belum ada asupan nutrisi dari makanan apapun yang masuk ke tubuhnya selain hanya air putih.

Kruekk... kruekk... kruekk...

Itulah bunyi - bunyi halus yang bertebaran di area perut Rendra.

" Baiklah, sepertinya aku memang harus makan ". Putus Rendra.

Rendra memang harus menuju ke dapurnya sendiri, sangat tak mungkin jika dirinya menyuruh asisten rumah tangganya untuk menyiapkan makanan untuknya karena ini sudah malam, pasti kedua asisten rumah tangganya sedang istirahat menikmati waktu malam mereka.

Drtt... drtt... drtt... drtt...

Suara getaran handphone miliknya pun telah berhasil menghentikan langkahnya yang hendak menuju dapur.

" Siapa yang menelfon? ". Gumamnya, sebelum akhirnya Rendra kembali ke tempat semula untuk meraih handphone pintar miliknya.

Deg...

" Mama ". Rendra cukup tersentak kaget karena yang menghubunginya adalah mamanya. Jika sudah seperti ini pasti tak akan lepas dari peranan Maura. Pasti mamanya ingin mengetahui keadaan Maura.

" Bagaimana ini?, malam - malam begini pasti mama ingin menghubungi Maura ". Resahnya.

Handphone yang digenggamnya itu masih terus bergetar dan bergetar, namun dirinya masih belum memiliki keberanian untuk mengangkatnya. Rendra merasa bingung harus memberikan jawaban bagaimana pada mamanya jika menantu kesayangannya Maura sudah tak lagi tinggal di rumah miliknya.

" Aduuuh, kenapa mama malam - malam begini harus menelfon sih?, aku harus menjawab apa?, sial... ". Kesalnya.

Tak punya alasan baginya untuk tak menerima panggilan dari mamanya, mau tak mau Rendra pun harus mengangkat handphonenya.

" Halo, iya ma ". Sahut Rendra.

" Ya Tuhan, Ren, kamu ini lama sekali mengangkat panggilan dari mama?, apa sih yang kamu lakukan Ren?, jangan membuat mama khawatir ". Oceh mama Rina dari balik handphonenya itu.

" Maaf ma, Rendra baru saja mau melangkah ke dapur untuk mengambil makanan, tapi mama malah menelfon Rendra ". Sahut Rendra.

" Huum, ternyata begitu, kabar kamu bagaimana sayang, kamu baik - baik saja kan? ". Sahut Rina.

" Baik ma, Rendra baik ". Sahut Rendra.

" Terus bagaimana keadaan menantu kesayangan mama Maura?, Maura baik juga kan sayang, coba kamu berikan handphone mu pada menantu kesayangan mama itu, mama ingin bicara dengannya ". Sahut Rina.

Benarkan apa yang dikhawatirkan nya, pasti mamanya ini ingin mengetahui keadaan Maura. Bagaimana ini, hati Rendra semakin tak karuan saja dibuatnya, jawaban apa yang harus dirinya berikan pada mamanya. Tidak mungkin kan jika dirinya mengatakan jika istrinya Maura telah dirinya usir.

" Sayang, Rendra, kamu dengar mama? ". Tanya Rina.

" I-iya ma, Rendra mendengarnya ". Sahut Rendra.

" Ya sudah ayo, mana Maura, mama ingin bicara dengannya sayang ". Sahut Rina.

" Maura, Maura... ". Rendra pun kebingungan untuk melanjutkan kalimatnya.

" Maura kenapa Ren?, ada apa dengan Maura?, kamu jangan membuat mama khawatir Rendra ". Gertak Rina.

" Anu ma, Maura, Maura sedang ada di panti ma, iya, istriku Maura sedang menginap di panti asuhannya, katanya rindu sama suasana panti ma ". Sahut Rendra, entah dari mana ide itu.

" Huuh, syukurlah Ren kalau begitu, mama kira ada apa dengan menantu kesayangan mama, ya sudah, kalau begitu telfonnya mau mama tutup dulu ya sayang, mama mau gantian telfon Maura ". Sahut Rima.

" Jangan ma jangan ". Sahut Rendra.

" Loh, kenapa Ren kok jangan? ". Rina kembali khawatir.

" Iya jangan ma, percuma mama menghubungi Maura karena handphone Maura di tinggal di rumah, Maura sengaja melakukannya karena dia tidak ingin kebersamaannya dengan keluarganya di panti mendapat gangguan ". Sahut Rendra.

" Loh, kok begitu sih sayang?, kok aneh?, ya sudah tidak apa - apa, tapi bagaimana kalau seandainya terjadi apa - apa sama menantu mama di sana?, siapa yang akan mengabari mu Ren? ". Sahut Rina.

" Tenang ma, kan di sana ada kedua orang tua asuh Maura, kalau istri Rendra membutuhkan sesuatu sudah pasti mereka akan menghubungi Rendra ". Sahut Rendra.

" Huum, ya sudahlah kalau seperti itu, mama cukup lega mendengarnya sayang, ingat, kalau istrimu Maura sudah kembali pulang, jangan lupa untuk menghubungi mama ya, biar mama tenang sayang ". Sahut Rina.

" Iya ma, pasti ". Sahut Rendra.

" Bagus, ya sudah, mama mau akhiri dulu ya telfonan nya sayang, ini sudah malam ". Sahut Rina.

" Iya ma, selamat malam ma ". Sahut Rendra.

" Selamat malam sayang ". Putus Rina.

Akhirnya panggilan telfon dari mamanya pun telah berakhir.

Rendra mengusap wajahnya dengan kasar. Dirinya sudah melakukan kebohongan besar pada mamanya. Semakin bertambah sudah rasa bersalahnya.

" Haaaahhh... ". Helaan nafas yang begitu cukup panjang telah memenuhi rongga dadanya.

" Ya Tuhan, kenapa jadi seperti ini? ". Gumamnya dengan rasa bersalah.

Rasa lapar dalam perutnya pun mendadak telah hilang. Dengan mendapatkan panggilan dari mamanya, membuat Rendra ingin berjuang lebih keras lagi dalam menemukan istrinya Maura. Iya harus, dirinya memang harus segera menemukan istrinya bagaimanapun caranya.

*****

Di apartemen Reyhan, sepasang kakak dan adik itu masih setia menonton acara tv yang menurut mereka cukup menarik.

Adik Audi, Tania, nampaknya sudah mulai terasa berat dengan sepasang kedua bola matanya. Sepertinya dirinya sudah mulai mengantuk, alangkah lebih baik jika dirinya memang harus kembali ke kamarnya dan tidur malam.

" Kak, aku ke kamar ya, aku sudah mengantuk ". Seru Tania.

" Iya, sanalah kalau kamu memang mau tidur, maaf ya kakak tidak bisa menemani kamu tidur ". Sahut Audi.

" Iya, tidak apa - apa kak, kan kak Maura lebih membutuhkan kakak ". Sahut Tania.

Ya, semenjak Maura, Audi dan juga Tania tinggal di apartemen pribadi Reyhan, tak pernah sekalipun Audi tidur sekamar dengan Tania. Mengingat keadaan Maura yang terkandang masih timbul rasa trauma membuat Audi lebih memilih untuk tidur sekamar dengan sahabatnya itu. Maura lebih banyak membutuhkan pendampingan daripada siapapun saat ini.

" Oh iya, Maura kemana ini?, katanya hanya sebentar mau ke kamar, tapi kamu sudah ngantuk begini Maura nya belum kembali juga untuk nonton tv, memangnya dia tidak mau nonton tv nya? ". Audi pun menjadi teringat dengan Maura.

" Iya ya kak, tunggu sebentar, biar Tania lihat kak Maura dulu, siapa tahu kak Maura sudah tidur ". Sahut Tania.

" Ya sudah, coba lihat sana, kalau ternyata Maura sudah tidur, beritahu kakak ya Tania ". Sahut Audi.

Lalu Tania pun benar melangkah untuk melihat Maura. Semenjak Maura pernah mengalami kejadian malam kelam itu, baik Audi maupun yang lainnya, memang cenderung lebih siaga dalam menjaga Maura. Mereka tak ingin jika Maura sampai melakukan hal - hal yang di luar akal sehat.

" Kak Maura, apa kak Maura sudah... ". Kalimat Tania pun menjadi terhenti kala memasuki kamar Maura.

" Kemana kak Maura?, tidak mungkin kak Maura keluar? ". Gumam Tania.

Menyadari Maura tak ada di ranjang kasurnya, dugaan sementara adalah pasti Maura berada di dalam kamar mandi.

Tok... tok... tok...

" Kak Maura, kak Maura ada di dalam? ". Seru Tania.

" Kenapa tidak menyahut? ". Heran Tania.

Tok... tok... tok...

" Kak Maura ada di dalam kan?, aku buka pintunya ya kak? ". Seru Tania.

Mungkin karena begitu penasarannya Tania, membuatnya ingin segera masuk meski belum mendapatkan sahutan dari Maura.

" Jangan kaget ya kak, aku buka pintunya sekarang ".

Ceklek...

Bersambung..........

🙏🙏🙏🙏🙏

❤❤❤❤❤

1
sasatar77 tarsa
sebenarnya siapa yg udah fitnah Maura
Yayuk Handayani: Terima kasih sudah mampir kak.
total 1 replies
ayu cantik
suka
Yayuk Handayani: Terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Sri Darmayanti
cek dong fotonya .. A U
Enung Samsiah
good tandatangani aja dan pergi yg jauuuh,,,, tinggalkn lelaki bodoh itu
Enung Samsiah
pemain ulung Casanova bilng ngkk suci lagi,,, sungguh terlalu,,,
Enung Samsiah
satu kata tuk si Rendra,, bodohhhh,,,
Safa Almira
banget bagus
Yayuk Handayani: Terima kasih kak.
total 1 replies
Nadia
bulet ini yg bikin cretia
Nadia
itu Maura gak kerja kah?
Nadia
ini yg bikin cerita oleng 😁🤭
Nadia
ada toh cerai bisa dibikin candaan, ituselepas itu ancaman atau tidak namanya udah cerai ya cerai
Mira Nio
Mudah kepancing ssma mulut berbisa si lakor
Kristin Tangkil
akhirnya
Kristin Tangkil
the best alurnya
Kristin Tangkil
nangis aku bacanya... thor kamu berhasil buat aku menangis
Kristin Tangkil
Rendra rendra dasar...kasian maura
Kristin Tangkil
rendra ini Casanova tapi bego.. apa gk punya anak buah yg buat nyelidiki.. main percaya aja
LA ODE YASIR
tolol banget Maura hedeeh
NaNa
Luar biasa
mama Titis
sukaaa...happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!