Himawari adalah gadis imut yang berusia 17 tahun, dia mempunyai sahabat bernama Shakira yang sama usianya dengan gadis tersebut mereka pun saling bersahabat.
Suatu hari Himawari bertemu dengan teman sekolahnya seorang pria bernama Bryan dan juga bernama Langit merekapun terjebak di antara cinta segitiga , bagaimanakah kisah kelanjutannya mari kita baca novelku yang ke dua Terimakasih 🙏
Karya ini fiktif dan juga hanya imajiner dari author jika ada kesamaan nama tokoh dan juga setting author minta maaf karena ini hanyalah karya yang benar-benar fiksi dan juga imajinasi saja. 🤗🤗🙏😍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pungkies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 "Oh Nilaiku"
Siang ini sangat terik sekali membuat semua para makhluk menjadi gerah, betapa tidak ya Mentari sedang sangat semangat bertengger layaknya burung, dia pun berada tepat di atas langit bewarna biru terang. Sinar darinya itu menerobos juga memancar bewarna kuning keemasan membuat tetesan peluh, keringat , juga lembab pada kulit kita.
Tak itu saja malahan Mentari yang hangat ini berubah agak murka, dia pun membakar suhu udara , menjadi sangat terik ya supaya semua proses fotosintesis berjalan dengan sangat sempurna. Semua pohon amat suka dia bisa menjadi kompor terbaik saat ini.
Tak itu saja sinar dari cahaya yang di hasilkan membuat kita merasa sangat kehausan .
Hanya ingin minum dan terus minum, entah minum air putih , atau juga minum es yang dingin , yang pasti setidaknya bisa membuat tenggorokan kita yang sedang dahaga itu menjadi lembab, basah dan tidak dehidrasi.
Gadis bernama Himawari ini sedang duduk di bangku miliknya, dan melihat nilai ulanganya yang tak kunjung membaik, malah nilainya itu bisa di bilang buruk.
"Aigooo, kenapa makin hari aku semakin tidak paham arti dari nilaiku?"Gumam Himawari dia menatap selembar kertas hasil ujiannya, dia juga menggelengkan kepalanya,raut wajahnya nampak kusut seperti kertas yang sudah di remas beberapa kali, lusuh tak berselera .
Dia pun menaruh kertas ujiannya itu di dalam tasnya, lalu menyandarkan kepalanya yang kecil di meja sambil memanyunkan bibirnya, nampak dia sangat kecewa sekali bahwa nilai ujiannya masih tetap tidak mau beranjak naik, tak ada kemajuan .
"Apa yang harus kuperbuat?,aku heran sekali aku duduk di depan tapi kenapa nilaiku tetap saja tak berkembang?"Ujar dari Himawari dia bergumam sendirian .
Ia pun kemudian meniup-niup rambut poninya yang sedikit berantakan terkena angin. Lalu ia mengacak-mengacak rambutnya sendiri .
"Hayooo, Himawari, Himawari kenapa aku ini bodoh ya?,aku rajin membaca tapi suka komik dan juga duduk di depan ."Ujarnya sendirian lalu dia pun menggaruk-garuk lehernya yang tak gatal sama sekali.
"Hemmm Haaaa.." Dan juga mengambil nafas dalam-dalam beberapa kali.
Teman sekelas Himawari yang bernama Aldi pun mendekatinya, dia pun mengamati wajah gadis itu, sebenarnya Aldi ini ingin tersenyum namun dia menahannya sekuat tenaga takut kalau Himawari tersinggung. Dia pun mulai mendekati gadis ini, dan duduk di depannya.
"Hei, kenapa nilaimu tak kunjung membaik?" Tanya Aldi yang sedari tadi melihat tingkah dari Himawari yang menggemaskan, dan juga sangat bodoh sekali.
"Benar, kenapa kau mau meledekku?" Tanya Himawari dengan nada sebal, dan menyolot.
"Tidaklah, aku tahu kalau nilaimu tak akan membaik jika kau tak mendapat teman yang mau memberimu bimbingan."Ujar dari Aldi dia bermaksud kalau Himawari mau di ajari oleh nya maka Aldi akan sangat senang.
"Kau benar Aldi, kenapa tidak terpikirkan oleh diriku yang bodoh ini?"Ujar dari Himawari dia pun melihat Langit yang duduk di belakang, dan berpikir kalau ia bisa meminta bantuan maka nilainya akan segera membaik.
Dia pun mulai mengacuhkan Aldi yang duduk di depannya dan menghampiri Langit yang sedang merapikan buku-bukunya. Himawari pun duduk di depan Langit saat ini.
"Hei,ehm..Kak Langit bolehkah aku bertanya padamu?"Tanya Himawari sambil tersenyum penuh intrik.
Namun Langit tak menggubrisnya dan cuek seperti tidak ada orang di depannya.
"Ayolah Kak Langit yang tampan, jawab dulu pertanyaanku."Ujar Himawari dengan penuh semangat dan tersenyum manis.
Langit pun asyik merapikan bukunya dan juga ia mengemasi semua peralatan menulisnya juga. Dia menutup tasnya lalu ia masih diam seribu bahasa, bak gadis Himawari ini tidak pernah ada di depannya dan di kacanginlah.
"Ayolah jawab pertanyaanku ya?"Ujar dari Himawari dengan nada memelas.
Langit pun pergi keluar kelas dan Himawari ikut di belakangnya, dia membuntuti Langit yang akan pergi istirahat.
Aldi merasa sebal karena sebenarnya Aldi ingin memberi sedikit bantuan kalau ia mau mengajari Himawari, namun gadis itu malah berlari mendekati Langit. Nampak raut wajah sedang kecewa .
"Ah, Aku mau mengajarinya tapi kenapa dia malah mengejar Langit, gadis bodoh!" Umpat Aldi yang agak kecewa dan sedikit sebal pada Himawari, dia pun mengernyitkan alis lalu menyeringai .
"Ya sudahlah, aku akan pergi keluar kelas." Ujar dari Aldi kecewa dan keluar kelasnya .
Bersambung...
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih
coba di persingkat dan perjelas lagi biar bacanya enak