Coretan ini berisi kekocakan hakiki😍😍Penuh perjuangan dan air mata😌😌😌 Diharapkan bijak dalam memberi komentar😉 Karya ini saya tulis sesuai apa yang ada di pikiran saya☺☺ No plagiat😉
Jangan lupa like komen dan Vote kalian😍😍😍
Follow IG Author: rini_nanay
Thank you😍😍😍
***
Diskripsi novel...
Atas permintaan sang nenek, Nadin terpaksa membuat perjanjian gila dengan seorang pria yang bermasalah dengannya.
Perjanjian gila yang berisi kesepakatan pernikahan itu, mengantarkan seorang Nadin pada masalah besar. Nyatanya, pria yang diketahui hanya bekerja sebagai satpam itu malah membuat hatinya tak berkutik. Bukan hanya itu, rahasia yang dimiliki sang satpam tampan juga sanggup membuat seorang Nadin tercengang.
Dikira Satpam Ternyata Sultan, karya terbaru dari saya☺Semoga kalian suka🥰🥰🥰
Sayangnya, pria tersebut hanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saat Memalukan
Nadin tersentak dari tidur manisnya. Suara bising motor tetangga adalah penyebabnya. Dengan kesal, gadis ini pun segera keluar rumah. Tentu saja untuk menegue tetangga yang menurutnya tak punya aturan itu.
"Hay, kamu! Bisa nggak sih nyalain motornya jauhan!" tegur Nadin masih dengan baju tidur dan rambut acak-acakan.
Sang pemilik motor yang mendengar teguran itu, tentu saja langsung membalikkan badan dan melihat tetangga baru yang menegurnya dengan nada tak sopan tersebut.
"Eh maaf, Bu. Kira saya rumah kosong." Sang peia tersenyum.
Sedetik kemudian, sang pria penyadari sesuatu," Lalu ia pun kembali berucap, "Ehhhh... kamu? Ngapain di mari?" ucap Rasyid sembari mematikan motornya.
"Gue di sini, apa urusannya sama elu?" bentak Nadin dengan suara kerasnya seperti biasa.
"Wahhhh... ada tuan putri lagi kena azab ya," canda Rasyid dengan wajah menjengkelkannya.
"Kena azab pala lu, ini semua gara-gara elu. Hidup gue sial, juga gara-gara elu. Dasar satpam jerapah jelek menjengkelakan!" teriak Nadin penuh amarah.
Di lain pihak, tanpa sengaja, mata Rasyid menangkap pemandangan yang sangat menggemaskan. Keadaan Nadin yang super berantakan, ditambah gadis itu tidak memakai bra, adalah penyebab pemuda gagah itu tersenyum geli sendiri.
"Ngapain senyum-senyum gitu? Dasar manusia nggak ada aturan?" bentak Nadin lagi.
Rasyid malah tertawa. Lalu matanya mengarah langsung pada dada Nadin yang tidak terlalu kecil namun juga tidak terlalu besar. Tapi untuk Rasyid, si pria normal itu, baginya, dada itu tampak sangat menggemaskan. Buah dada gadis itu terekspos manis di sana. Diam-diam Rasyid menyukainya.
"Malah ketawa, dasar gila!" umpat Nadin lagi. Masih belum menyadari mata nakal sang pemuda.
"Ditanya malah ketawa nggak jelas! Awas kalo elu besok pagi nyalain motor keras-keras. Bakalan gue bakar tu motor!" ancam Nadin kesal.
"Coba aja!" jawab Rasyid, masih bertahan dengan wajah meledeknya.
"Bener ya, sini gue ambil korek api!" ancam Nadin seraya melangkah meninggalkan Rasyid, namun dengan cepat pemuda itu malah melarang dan menunjukkan barang yang diinginkan sang gadis.
"Eee... mau ke mana? Ini korek api!" tunjuk nya, seraya menunjuk korek api yang ada di meja teras rumahnya.
Nadin yang saat itu sedang emosi, tentu saja emosinya semakin tersulut ketika melihat korek api tersebut. Tanpa banyak bicara, gadis manis ini pun meraih korek api itu. Kemudian mencoba menyalakannya.
Sayang, korek api tersebut sama sekali tidak mau menyala. Membuat gadis ayu itu jengkel.
"Ihhh, kenapa sih?" ucapnya, marah.
"Kenapa?" tanya Rasyid, sebenarnya meledek, hanya saja, Nadia tidak menyadarinya.
"Ini loh, kenapa nggak mau nyala sih?" jawab Nadin lugu, namun masih dengan nada emosi seperti di awal.
"Coba kamu mandi dulu atau pakek bra dulu barang kali!" balas Rasyid dengan wajah tanpa rasa bersalah.
Spontan, Nadin pun membekap dadanya, sadar... jika saat ini dia tidak mengenakan sesuatu seperti yang diucapkan pria itu.
"Hah? elu lihat?" tanya Nadin, dengan wajah tegang.
"Emmm, dikit sih. Lucu juga ya punya kamu!" canda Rasyid.
"Aaaa.... dasar pria mesum! Menjengkelkan!" teriak Nadin seraya berlari sambil Menghentak-hentakkan kakinya kesal. Sedangkan Rasyid hanya tertawa melihat tingkah menggemaskan sang gadis.
"Dasar gadis gila. Mau marah tapi ceroboh. Aaa ... " ucap Rasyid seraya kembali membetulkan motornya yang tidak bisa diajak kompromi itu.
Sedangkan, di dalam rumah yang tak jauh dari tempatnya berada, ada seorang gadis yang menyesali kecerobohannya.
"Sial, sial, sial! Dasar jerapah jelek menjengkelkan. Awas saja kamu!" ancam Nadin kesal.
Rasa malu kini menjalar di seluruh aliran darahnya. Dan ini terjadi lagi-lagi karena pria pembawa sial baginya itu. Sungguh, ingin sekali rasanya Nadin melenyapkan pria jelek itu dari muka bumi ini. Andai bisa.
Bersambung...
Like Komen dan Vote kalian, adalah dukungan terbaik untukku. Terima kasih🥰🥰🥰
lanjut karya emak yg ini....
moga aja Nadin bisa berubah dan mau ngikutin kemauannya Oma zarin, demi kebaikan semuanyaa... Oma bertahan yaaa... Krn babang Rasyid siap bantuin
dasar siluman rubah, kok gak punya malu y...
dia yg ninggalin dia pulak yg ngerusuhin pengen ngerebut
blg Bos 😀😀😀
mari ny begitu tragis di tangan orang yg di perjuangkan ny.
sehingga tega menyakiti hati dan perasaan orang lain yg tlh lama bersama ny
klu ada rasa bioang Neng..
kan gak uringan2 an kek giru 😀😀😀