NovelToon NovelToon
Memulung Kejayaan

Memulung Kejayaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / System / Dikelilingi wanita cantik / Kaya Raya / Naik Kelas / Karir / Sistem
Popularitas:467.5k
Nilai: 4.2
Nama Author: Arsha Walgita

Di dunia yang tidak bermoral ini hanya ada tiga cara agar dapat mencapai puncak kejayaan dunia. Menjadi Pedagang, menjadi Raja, atau menjadi Mafia.

Lalu apakah seorang pemulung sampah seperti Kai memiliki kesempatan untuk mencapai puncak kejayaan dunia?

Tentu saja TIDAK! Kerja keras saja tentu tidak akan cukup di dunia yang memang disetting tidak adil ini.

Hidup bergelimang harta dan dikelilingi banyak wanita cantik?! LUPAKAN SAJA!

Kecuali...

Ada sebuah [Sistem] yang membantu Kai untuk mencapai cita-citanya seperti yang terjadi di dalam Webnovel ataupun Webcomic.

Eh! Tapi...

Bukankah Kai kini sudah terkoneksi dengan [Sistem]?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsha Walgita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam

Fragmen 31 : Hitam Pekat

Kutatap wajah teduh seorang Bapak tua yang tengah duduk di hadapan. Dia adalah pemilik dari koperasi tempatku meminjam uang. Aku barusan telah menceritakan semua kejadian yang kualami selama delapan bulan terakhir kepadanya.

"Jadi pada intinya kau ingin membuat kontrak kerja dengan kami dan membatalkan kontrak dengan amatiran itu?" Aku terhenyak saat kudengar dia menyebut Agung yang memiliki ratusan escort sebagai seorang amatiran.

"Ya. Selama kalian bisa mengabulkan seluruh permintaanku."

"Haha... Kamu adalah aset yang berharga La... Amatiran itu sudah bertindak sangat bodoh saat dia tidak bersedia untuk memenuhi permintaan sederhanamu."

"Ini Tuan," seorang pria tampan berpenampilan tegas menyerahkan tablet kepada Bapak Tua.

"Baca dulu kontrak ini!" titahnya padaku.

Tidak mau melakukan kesalahan yang sama. Aku pun membaca kontrak yang mereka siapkan dengan berhati-hati.

Di dalam kontrak ini tertulis bila aku akan diberikan perlindungan penuh sampai aku selesai melahirkan. Lalu hutangku pun untuk sementara akan mereka bekukan. Tapi nanti setelah aku selesai nifas, aku harus kembali menjalankan pekerjaanku sebagai escort di bawah manajemen keluarga mereka.

'Ternyata mereka adalah Keluarga Mafia yang cukup besar. Koperasi ini hanyalah seupil bisnis yang sedang mereka jalani,' simpulku saat membaca bagian awal dari kontrak ini.

Seperti kontrakku dengan Agung, aku tetap akan diberikan kebebasan dalam menjalankan hidupku di luar tugasku sebagai seorang escort. Dan sebagai agenku, mereka juga berkewajiban untuk membantuku dalam menemukan pelanggan.

Bedanya...

Kini para pelanggan akan membayar uang sewa langsung kepadaku tanpa sedikitpun potongan. Dengan konsekuensi aku harus memfasilitasi dan juga membiayai hidupku sendiri.

Selain itu, aku pun diwajibkan untuk berhutang kepada mereka minimal 200 ribu Haipur per tahun. Dengan nilai bunga 50%.

Kontrak ini berlaku selamanya dan hanya akan berakhir jika mereka rasa kalau tubuhku sudah tidak lagi menjual.

"Aku sangat suka dengan setiap termin dari kontrak ini. Tapi bagaimanapun juga aku masih terikat kontrak dengan Agung," jelasku sambil membubuhkan tanda tangan.

"Tanda tangani juga kontrak pembatalan ini, kami akan mengurus sisanya," sang Bapak Tua menyerahkan tablet yang lain padaku.

"Tenang saja. Dia pasti akan tanda tangani surat ini. Kalaupun dia tidak mau tanda tangan, maka kami akan memotong tangannya sebagai tanda," ujarnya lembut padaku.

"Bon... Malam ini harus sudah selesai ya..." Bapak Tua menyerahkan kedua tablet kepada pria tampan berwajah tegas yang bernama Bonar.

"Siap Tuan."

"Te... Terima kasih Boss..." ujarku mengulurkan tangan untuk menjabatnya.

"Jangan panggil aku Boss," katanya sambil meraih tanganku lalu membantuku beranjak berdiri dari kursi.

"Namaku Arya Prayoga. Kau bisa memanggilku Arya. Dan sampai anakmu lahir, akulah yang akan memberikan perlindungan penuh padamu," ujar sang Bapak Tua sebelum meraih daguku dan menelusupkan lidahnya ke dalam rongga mulutku dengan penuh nafsu.

Aku tersenyum getir. Benar kata orang. Hitam memang hanya bisa dikalahkan oleh hitam yang lebih pekat. Dan sekarang aku telah berada di dunia yang jauh lebih pekat daripada hitam yang ditunjukkan oleh Agung.

...— x —...

Aku tersenyum di balkon hotel saat kuingat seluruh kenangan indahku ketika bersama dengan Bapak Arya.

Dia benar-benar memenuhi janjinya untuk memberikanku perlindungan penuh selama tiga bulan lamanya. Bahkan dengan alasan demi keamanan, Aku dipersilahkan untuk tinggal di mansion mewah milik Keluarga Prayoga.

Walaupun memang...

Sebagai balas budi, aku harus siap memuaskan fetish Bapak Arya kepada wanita yang sedang hamil tua.

...— x —...

Aku sadar betul bila Bapak Arya adalah seorang Kepala Keluarga Mafia yang besar. Tapi aku sama sekali tidak menangkap raut kebengisan di wajahnya. Hanya aura teduh kebapakan yang membuatku merasa begitu nyaman saat berada di dekatnya.

Sayangnya sejak sepuluh tahun yang lalu aku tidak pernah bertemu dengan Bapak Arya karena dia tiba-tiba menghilang.

Bonar cerita kalau saat itu Bapak memutuskan untuk bertaubat dan pensiun dari dunia hitam. Sehingga secara otomatis Bonar lah yang menjadi Kepala dari Keluarga Prayoga hingga saat ini.

Dan kini Keluarga Prayoga sedang berduka. Beberapa hari yang lalu Bapak dikabarkan sudah meninggal dunia.

Kumenoleh memandang Kai yang sedang menghisap cerutunya.

Benar! Nama dia kan Prayoga juga. Apakah Kai masih bagian dari Keluarga Prayoga? Ataukah dia hanya Prayoga lain yang tak ada hubungannya dengan Keluarga Prayoga yang kukenali?

Ah... Biarlah waktu yang akan menjawabnya.

...— Bersambung —...

Fragmen 32 : Bekal di Rumah

Sambil bersantai di balkon hotel mewah, Laela tampak sibuk dengan handphone nya.

[Neng... Mamah mungkin nggak akan pulang selama sebulanan ini.]

Karena enggan mendengar melodi kenikmatan dari seberang, Laela memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada putrinya.

Laela kemudian mengirim bukti transfer sebesar 60 ribu Haipur dengan caption.

[Ini Mamah transfer buat bekal kamu selama Mamah gak ada ya... Baik-baik di rumah.]

Karena kebetulan sepekan yang lalu Laela baru membayar koperasi dengan cicilan untuk empat bulan ke depan. Laela dengan terpaksa harus menguras nyaris seluruh tabungannya demi memberi bekal pada sang anak.

Tring.

[Mam... Ini sih gede banget... Mamah baru dapat klien yang bagus ya...?]

Tring.

[Kenalin aku dong Mah... Cowok-cowokku kebanyakan adalah anak pejabat pajak yang uangnya masih terbatas. Pengen deh aku punya sugar daddy yang tajir melintir kayak Mamah.]

[Kenapa kamu gak belajar aja sih Neng... Kan hidupmu udah Mamah cukupin.]

Tring.

[Ish! Dasar pelit!]

Walaupun tidak secara terang-terangan berprofesi sebagai seorang pelacur. Tapi karena putri Laela kerap menguras habis harta semua pacarnya. Bisa dikatakan kalau ibu dan anak ini memiliki sumber penghasilan yang sama.

...— x —...

"WA-an sama siapa La?" tanya Kai

"Sama anakku."

"Kenapa?" Kai mempertanyakan ekspresi Laela yang mendadak jadi gak enak dilihat.

"Tadi aku baru transfer uang untuk bekal dia selama aku pergi bersamamu."

"Oh iya... Uang yang aku kasih bentuknya cash semua ya...? Minta rekening dong La..."

"Loh... Kan tadi DP nya udah kamu bayar."

"Udah... Kirim aja norek kamu. Aku mau transfer buat gantikan uang saku anak kamu," salah menangkap penyebab berubahnya ekspresi wajah Laela, Kai pun siap bertanggung jawab.

Tring!

Laela mengirim nomor rekeningnya kepada Kai. Kai langsung balas pesan itu dengan bukti transfer sebesar satu juta Haipur

"Sisanya 1,5 juta lagi akan aku bayar setelah kamu selesai menemaniku ya?"

"Makasih Kai... Aku nggak pernah dinilai dengan harga setinggi ini." Kai jawab Laela dengan seutas senyum simpul.

"Kamu pantas La... Sangat pantas," ujar Kai lembut sambil bangkit berdiri.

"Lagi yuk Say..." ajak Kai setelah menggandeng tangan Laela.

"Ih... Aku baru mandi Kai..." rengek Laela sambil tersipu karena Kai tak pernah merasa puas menikmati tubuhnya.

Untung saja Laela tidak tahu bila sesungguhnya Kai hanya ingin menghasilkan uang karena saldo di Banknya sudah sangat menipis.

...— Bersambung —...

1
Samsul Bahri
sahabat sekaligus anak buah berani nikung, bunuh aja dach
dhani satria
nomere pira
Ahmad Tarmizi Tohir psrb
lanjut dari 29 ke 30 kok beda alur nya?
Poco Anak
keren cerita nya
Fatkhur Kevin
bercocok tanam
Fatkhur Kevin
efek dino besar. jd GGL🤭🤭🤭
Sandhy Ansar
Biasa
Izhar Assakar
kbnyakan cerita ke belakang,,amburadul jdi kita baca
Izhar Assakar
cerita di novek ini penglaman kau kah thoorr,ato kau yg mnjadu mc nya,,sebab kata2,,"ku''ato "aku"menjurus ke ente,,bukan si "kai" yg aku fahami dri tulisan m
Kaisar Iblis
serasa baca puisi/syair aku hehhh
Arsha Walgita: Oh ya? Kalai ceritanya bisa dimengerti nggak Kakak?
total 1 replies
Noval Poloalo Sabihing
lanjut
Thomson Belagu
kok jd cupu si kai nya tor
kan udah berani ngebunuh orang
Arsha Walgita: Ngebunuh Kakek-Kakek... Sampai sini belum sepekan sejak ngebunuh. Masak mau ngebunuh saban hari... 😅
total 1 replies
kapten
author nya penikmat senja kek nya
Aa
ayooo cangkul yang dalaam
Aa
mana adegan bercock tanam???
Aa
dan akhirnya mereka pun wiwik
Aa
bakalan asyik wik wik dong
🧭 Wong Deso
kalau di Kalimantan disebut Kakek
Izhar Assakar: bhs banjar nya kai,,,=kakek thoor,,
total 2 replies
Taufik Hidayat
disuruh tingkatin level, misalkan di Grade E batasan level 20 nah bakalan naik Grade ke D gtu bukan thor?
Arsha Walgita: Iya. Semacam itu. Mohon maaf buat Level 2 nya lumayan panjang. Udah sebulan gak beres-beres.

Makasih udah baca btw...
total 1 replies
Samsul Wanci
lanjutkan thorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Arsha Walgita: Gue saranin untuk baca dari Bab 1-10 aja Bro... Yang udah di rubah premisnya jadi lebih sederhana.

Cerita di Bab ini terlalu rumit dan gue gak sanggup gue buat beresinnya.

Maaf ya... Untuk Level 2 (Bab 11 dst.) Sudah sebulan ini masih setia gue garap. Nanti revisiannya gue update sekaligus.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!