NovelToon NovelToon
My CEO My Husband

My CEO My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: RatuElla11

❤Tahap Revisi❤

Andita Andriani adalah seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya demi perempuan lain. Empat tahun menjalin hubungan jarak jauh, Andita tidak menyangka akan menerima sebuah pengkhianatan.

Dirinya bertekad untuk membalas semua penghinaan dan pengkhinatan yang sudah diterimanya dari sang kekasih.

Disatu sisi, seorang CEO muda yang tampan dan sukses, juga sedang mengalami patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.

Zidan Pratama Wijaya, harus merelakan cinta pertamanya pada sang sahabat. Dan karena hal itu pula yang membuat Zidan berubah menjadi pribadi yang dingin dan sulit didekati.

Lalu bagaimanakah kisah perjalanan mereka?

Ikuti ceritanya yaa...

Jangan lupa berikan Like, Komen, Vote, dan Hadiah kalian untuk Author, supaya Author semangat nulisnya..
Terimakasih ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RatuElla11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Keterlaluan

Zidan terus me lu mat bibir Andita tanpa ampun. Dengan penuh gairah dan pemaksaan Zidan mencecapi setiap inci sudut bibir gadis itu. Tak segan-segan Zidan pun sesekali menggigit bibir Andita agar gadis itu membalas ciumannya.

Andita masih terus berusaha memberontak melepaskan diri dari Zidan. Akan tetapi sia-sia. Tenaga Zidan terlalu kuat.

Tiba-tiba cairan bening menyeruak dari sudut mata Andita. Andita kembali mengingat bagaimana ia dipaksa untuk melayani ketiga preman malam itu.

Saat itu Zidan menolongnya. Tapi siapa sangka sekarang Zidan malah melakukan hal yang sama. Melecehkannya!

Merasakan pemberontakan Andita mulai melemah Zidan pun melembutkan ciumannya.

Perlahan dia membuka mata dan melihat mata Andita yang terpejam sambil menangis. Sontak hal itu membuat Zidan terkejut. Zidan segera melepas tautan bibir mereka.

"Kau menangis?" tanya Zidan saat melihat pipi Andita yang basah.

Dan seketika itu juga rasa bersalah menghantam Zidan. Dia lupa jika Andita pernah mengalami hal buruk yang membuatnya trauma, dan bodohnya sekarang malah dirinyalah yang mengingatkan Andita akan kejadian buruk malam itu. Zidan langsung memeluk tubuh Andita dan mendekapnya erat.

"Maafkan aku! Maafkan aku, Andita! Aku tidak bermaksud menyakitimu." Lirih Zidan.

Andita tidak menjawab. Tangisnya yang tertahan semakin menjadi dipelukan Zidan. Andita mengatupkan bibirnya rapat-rapat agar tidak ada yang mendengar isak tangisnya dari dalam.

Beberapa menit berlalu, Andita sudah mulai tenang dalam pelukan Zidan. Selama itu tidak ada satupun dari mereka yang berbicara.

Kemudian Zidan melerai pelukannya dan merapihkan rambut Andita yang berantakan karena ulahnya. Berkali-kali ia mengusap sudut mata gadis itu.

"Ayo kita pergi dari sini. Aku akan mengantarmu pulang!" Ajak Zidan.

"Tidak. Saya akan kembali menemui Ferdy, dia pasti sudah menunggu saya sejak tadi."

Zidan membuang nafas kasar saat mendengar nama Ferdy disebut. Andita bisa melihat wajah kesal atasannya itu.

"Tapi kau sedang dalam keadaan tidak baik Andita." sela Zidan.

"Anda yang membuat keadaan saya menjadi tidak baik Tuan." balas Andita.

Dengan kasar Andita menggeser tubuh Zidan yang menghalangi pintu toilet. Kemudian membuka kuncinya.

"Anda bisa keluar nanti! Saya tidak mau ada orang yang melihat kita keluar bersama!" Setelah mengatakan itu, Andita segera pergi tanpa menoleh sedikitpun pada Zidan.

*******

Setelah Andita selesai merapihkan gaun dan penampilannya, ia segera melangkahkan kakinya kembali ketempat dimana Ferdy sedang menunggunya.

Namun sial saat Andita baru berjalan beberapa langkah meninggalkan toilet, langkahnya tiba-tiba terhenti ketika melihat wanita dihadapannya.

"Nyonya Reyhan!"

Seperti biasa, Ibu dari mantan kekasihnya itu selalu memasang wajah sinis kepadanya.

"Disini juga kau rupanya, gadis miskin?!"

Andita memejamkan mata. Ia tidak mungkin meladeni mantan calon mertuanya itu disini. Apalagi didalam toilet masih ada Zidan. Andita tidak ingin Zidan mendengar hinaan yang akan dilontarkan Nyonya Reyhan padanya.

"Senang bertemu anda disini Nyonya." sapa Andita sesopan mungkin.

Nyonya Reyhan tersenyum kecut.

"Tidak perlu berbasa basi. Sedang apa kau disini?"

Nyonya Reyhan menelisik pakaian Andita dari atas kebawah dengan tatapan merendahkan.

"Itu bukan urusan anda Nyonya. Urus saja urusan anda sendiri!" Balas Andita. Kemudian ia melangkahkan kakinya melewati Nyonya Reyhan.

Tidak terima dengan perkataan Andita, Nyonya Reyhan mencekal tangan Andita, lalu merobek gaun yang dipakainya dibagian bahu.

Breeett...

"Nyonya Reyhan?! APA YANG ANDA LAKUKAN?!" Bentak Andita.

"Kau pantas menerimanya gadis miskin! Karena kau sudah berani bersikap kurang ajar padaku!"

Nyonya Reyhan tersenyum smirk.

"Ah! Aku jadi curiga, jangan-jangan kau sedang berkencan dengan pria tua kaya raya, sehingga kau bisa makan diresto semahal ini?! Benar begitu?!"

Bola mata Andita mulai memanas. Ia tidak menyangka ibu dari mantan kekasihnya itu mampu melakukan hal yang begitu merendahkan seperti ini.

Andita tidak bisa lagi menerimanya lagi, hatinya benar-benar merasa sakit. Dengan amarah yang membuncah didada, Andita mendorong tubuh wanita paruh baya itu kedinding dengan sangat keras lalu mencekiknya.

"Akhh, gadis tidak tahu diri! Apa yang mau kau lakukan?!" Teriak Nyonya Reyhan saat tubuhnya dibanting kedinding oleh Andita. Tangan Andita mulai mencengkram leher wanita itu.

"Selama ini aku sudah cukup bersabar pada anda Nyonya! Tapi tidak untuk kali ini! Aku akan membalas semua penghinaan anda!" Geram Andita.

Andita semakin keras mencekik leher Nyonya Reyhan, hingga wanita tua itu terbatuk dan nyaris kehabisan nafas.

"Uhuk,, uhuk,, to-tolong,,tolong,, to-tolong,, uhuk,, uhuk!"

Mendengar Nyonya Reyhan meminta tolong, Andita menyeringai.

"Andita!"

"Andita!"

Teriak Zidan dan Ferdy secara bersamaan. Betapa terkejutnya mereka berdua ketika melihat Andita mencekik Nyonya Reyhan dengan begitu beringas.

"Lepaskan dia Andita! Kau bisa membunuhnya!" Bentak Zidan seraya menarik tangan Andita dari leher Nyonya Reyhan.

"Andita lepaskan dia!" Pinta Ferdy. Ferdy pun melakukan hal yang sama. Ia menarik tangan Andita dari wanita itu.

"TIDAK AKAN! DIA PANTAS MENDAPATKAN INI! AKU AKAN MEMBUNUHNYA!" Teriak Andita menggila. Cengkraman tangan Andita dileher nyonya Reyhan semakin kuat.

Wajah Nyonya Reyhan sudah memucat. Wanita itu benar-benar nyaris kehabisan nafas.

Sekuat tenaga Zidan menarik tubuh Andita menjauh dari Nyonya Reyhan, dan untungnya kali ini berhasil. Namun Andita masih terus memberontak dan berteriak sehingga para karyawan restoran dan pengunjung disana segera berdatangan.

"Ada apa ini?!" Teriak Tuan Reyhan. Betapa terkejutnya dia ketika melihat istrinya terduduk lemas dilantai sambil memegangi lehernya.

"Uhuk..uhuk!" Nyonya Reyhan terus terbatuk.

"Ibu?!" Rachel menghampiri Nyonya Reyhan. "Apa yang terjadi Bu?!"

"Zidan! Ada apa ini?!" Tanya Tuan Wildan yang juga melihat keributan itu.

Zidan yang masih memeluk tubuh Andita dari belakang tidak menjawab. Sementara Andita terus memberontak dan masih berusaha melepaskan diri dari Zidan. Sorot mata Andita menatap bengis kearah Nyonya Reyhan seolah ingin memakannya hidup-hidup.

"Di-dia ingin membunuhku!" Tunjuk Nyonya Reyhan pada Andita. Seketika semua orang menatap Andita tidak percaya.

"Kau?!" Tuan Reyhan dan Rachel tampak kaget melihat keberadaan Andita disana.

Rachel bangkit dari jongkoknya, lalu berjalan menghampiri Andita dan menamparnya.

Plakk

"Berani sekali kau mencekik Ibuku!" Teriak Rachel histeris.

Andita tersenyum sinis.

"Ibumu pantas mendapatkan itu. Bukankah kalian berasal dari keluarga terhormat?! Tapi sikap ibumu sama sekali tidak mencerminkan kalau dia berasal dari keluarga terhormat!"

"Apa katamu?!" Rachel hendak kembali menampar Andita, namun dengan gesit Zidan segera menyembunyikan Andita kebelakang punggungnya, hingga tanpa diduga wajahnyalah yang tertampar tangan Rachel.

Plakk..

Andita dan beberapa orang yang melihat kejadian itu terkejut dan membekap mulut mereka masing-masing.

Rachel tak kalah dibuat syock. Dia tidak menyangka bahwa Zidan akan melindungi Andita. Kini netra Zidan menatap mata Rachel lekat-lekat.

"Apa kau sudah puas?!" Tanya Zidan.

Rachel hanya terdiam. Dia menatap Zidan dengan berkaca-kaca.

Sementara semua orang yang ada disana hanya menjadi penonton dan menyaksikan adegan demi adegan yang terjadi didepan mata mereka.

Ketika semua orang masih sangat terkejut, Zidan segera menarik tangan Andita dan membawanya pergi dari restoran itu.

.

Bersambung..

1
Konok Neng
bego kau dita patah hati malah jadi kebodohan terbesarmu sampai ggak bisa lawan preman,, hadeeehh,, harusnya nya ketawa biar dirga tu tau kalau hidup itu tidak sllu bertumpu padanya...
wang lin
itulah wanita lbih tertarik sama cwok2 nakal dri pda cwok baik2....🤣🤣🤣
Dinatha
wkwkwk..
ternyata marahnya berkelanjutan karena lagi San*e ya Dita?🤔🫣
Bilang atau rayu suamimu dong..
kan lucu jadinya.. mirip ayam betina suka nyerang tanpa sebab kalau lagi birahi 😁🤣🤣🫣
Rezqhi Amalia: permisi kak, siapa tahu kakak minat mampir dikaryaku yang berjudul 'Dipaksa Menikahi Suami Sahabatku'

terimakasih sebelumnya 🤗💐
total 1 replies
Dinatha
lah bukannya anak buahnya sudah datang dan mengalahkan musuh-musuhnya..
pada kemana?
jajan bakso ya?😁🫣
Dinatha
kok jadi aneh Thor.
sebelum nikah saja Dita sudah dikawal bodyguard bayangan untuk mengetahui pergerakannya.
kok sudah nikah, malah nggak ada pengamanan sama sekali walaupun dari jauh
Dinatha
ok
Dinatha
nggak salah kok.
kamu harus bisa buktikan omongan keluarga Dirga bahwa fokus kamu cuma uang bukan janji itu adalah benar
Dinatha
kok marah sama Dita?
wajar dong dia mencari keuntungan ganda..
ibu sehat, sisa uang ada.. malah dapat suntikan dana dari camer yg nggak setuju.
kaya dan bebas dari tanggung jawab.
janji dan hutang Budi urusan belakangan ya Dita🤣🤣🤣
Dinatha
terima aja perjanjian itu Dita..
menang 2x kamu..
kalau terpojok tinggal keluarkan jurus andalan..
status sosial, tidak ada restu dan tidak ada cinta..
buktikan kalau kamu muna sejati
Dinatha
top..
jadikan status sosial sebagai alasan 👍
toh uang juga sudah diterima..
jangan pikirin perasaan orang lain, pikirkan perasaanmu saja dan juga kepentinganmu..
ibumu sudah sehat, saatnya ngelunjak
Dinatha
wkwkwk..
baru kali ini baca novel yang mana sekeluarga hobinya menjegal kaki orang 😁
mereka keluarga pebisnis apa keluarga pemain sepak bola antar kampung?🤣🤣🤣
mars
bertele tele bgt ga sesuai judulnya
mars
nyesel lah uang nya aja udh dipakai
mars
haish sombong bgt sih
Shinta Teja
12 oktober 2025 aku mulai baca cerita ini,Thor...
RatuElla11: masyaa Allah trimakasih kakak 🥰
total 1 replies
antha mom
happy ending keluarga Zidan & Anandita bahagia bersama anak kembarnya
RatuElla11: Masyaa Allah, terimakasih sudah baca kisah Zidan & Andita kakak❣️🥰 mampir juga yuk kekarya author yg lain 🥰
total 1 replies
antha mom
Dirga,, Dirga nggak pantas lawan mu perempuan apa nggak malu kamu mencekik leher perempuan 😡😡
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
ZIDAN .ANDITA..🥰🥰
Tania Franny
Akhinya Zidan mengungkapkan isi hatinya.
Tania Franny
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!