Ifdha Apriliani wanita berumur 26 tahun yang di anggap mandul oleh Ibu mertuanya karena sudah lebih dari tiga tahun menikah dia tak kunjung juga hamil.
Sampai akhirnya saat suaminya meninggal Riyan Askara lalu memutuskan menikah dengan Rival Anggara karena sebuah wasiat dari mendiang suami. tiba-tiba dirinya dinyatakan hamil 18 minggu.
SEASON DUA. bercerita tentang Ezra dan Ajma. anak dari Ifdha dan temanya Ella, tidak kalah seru loh.
Bisa di lanjut baca AZRANA, cek di profil author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aovvie viie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Entahlah ...
.
.
.
Hari demi hari berjalan seperti biasa.
Mereka semua sibuk dengan aktifitas masing-masing.
Nyonya Erika pun sudah datang ke Toko dan mengambil pesanan Kue nya.
💐
Tak terasa semuanya cepat berlalu, kini sudah dua bulan lebih.
Ifdha duduk melamun, dengan semua fikiran yang memenuhi otak dan kepalanya.
Bagaimana tidak! dia merasa Suaminya menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
Sudah hampir dua bulan ini. Riyan selalu pulang telat. di tambah lagi Ifdha mulai bertanya-tanya kenapa tubuh Suaminya mulai kurus? setiap hari selalu terlihat lemas dan pucat.
Setiap kali Ifdha bertanya apakah Suaminya itu sakit? tapi jawabanya selalu sama. hanya terlalu lelah karena setiap hari harus lembur bekerja dan pulang malam.
Tiba-tiba ada sebuah tangan menepuk pundaknya pelan, dirinya menoleh dan mendapati Ella yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Nglamunin apa kamu? jangan-jangan kamu sakit.?" memegang kening Ifdha. "Ga panas ko."
"Aku ga sakit Ell, cuman lagi banyak pikiran aja."
"Cerita dong. kali aja aku bisa bantu kamu."
"Aku juga bingung harus cerita dari mana dulu. hampir dua bulan ini Mas Riyan selalu pulang malam. katanya sih banyak kerjaan lembur, tapi masa iya tiap hari lemburnya Ell? aku jadi curiga apa dia punya Wanita lain yah?"
"Husss . kalo ngomong jangan sembarangan gitu, kamu sendiri kan paling tau gimana sifat Suamimu itu! dia kan sayang banget sama kamu ga mungkinlah selingkuh."
"Iya juga sih Ell. ya mungkin aja Mas Riyan, mulai bosen sama aku. dan nyari Wanita lain,
kamu tau sendiri sampe sekarang aku belum hamil juga, padahal kata Dokter aku sehat-sehat aja."
"Udah-udah. ga usah mikirin yang aneh-aneh.
nending bantuin mereka beberes yu? bentar lagi kan mau tutup. emangya kamu ga mau pulang apa?"
"Kau ini!! ya kali aku nginep di Toko ya udah ayo."
Ella dan Ifdha kemudian bangun dari duduknya dan mulai membantu karyawanya.
💐💐💐💐💐
Di Taman Rumah Sakit. seorang Pria menatap kosong ke arah jalanan.
Dia merasa bersalah. sudah dua bulan ini dirinya berbohong pada Istrinya.
"Ya Tuhan .. . apa yang harus aku lakukan? tidak mungkin kan terus-terusan."
Dia menerawang awal-awal pernikahan dengan Ifdha.
Riyan dan Ifdha sangat bahagia. setelah perjuangan mereka selama tujuh tahun berpacaran.
Akhirnya bisa menikah juga, berharap segera di beri momongan. tapi bulan demi bulan mereka lalui sampai akhirnya tiga tahun lebih sekarang, tidak ada tanda-tanda mereka akan memiliki anak.
Sekarang dirinya baru sadar kenapa Tuhan tak memberi dia dan Ifdha Anak.
Karena satu hal ini. ternyata ada sesuatu hal di balik cobaan yang selama ini mereka rasakan.
"Pantas saja. kami tidak kunjung memiliki Anak. Tuhan memiliki rencana lain. mungkin karena umurnya tidak akan akan panjang." batinya.
Merasa terlalu lama di situ. Riyan bangkit berjalan menuju mobil dan mengendarai pelan untuk pulang.
Tanpa di sadari Riyan. ada seorang Pria yang dari tadi berdiri memperhatinya.
"Bukanya itu Riyan!! ngapapin dia di sini? duduk nglamun lagi. apa Ifdha sedang sakit?besok aku akan melihat di tokonya. ada apa tidak."
Lalu melangkah pergi.
Satu jam sudah perjalanan menuju rumah dan akhirnya Riyan sampai.
"Sayang Mas pulang!!"
Pantas saja tak ada jawaban. saat Riyan masuk ke dalam kamar Istrinya sudah tidur terlelap.
Dia pun menghembuskan nafas lega.
Sebelum pergi membersihkan tubuhnya. dia mendekat mencium dan tak lupa menyelimuti tubuh istrinya.
💐
Suara gemricik hujan menyambut pagi hari ini.
Tetesan demi tetesan terjatuh.
Suasana pagi hari semakin dingin dan membuat pasangan Suami Istri itu lebih erat lagi berpelukan melanjutkan tidur indahnya.
Berbanding terbalik dengan seorang Pria satu ini. walaupun ini hari minggu, dia tetap berkutat dengan berkas-berkas dan laptopnya .
Tidak ada kata libur untuk seorang pemimpin, perusahaan besar sperti dia.
Satu demi satu pekerjaan dia selesaikan.
Agar bisa kembali lagi beristrihat dengan tenang.
Tanpa di duga, ada yang datang menjadi tamu di Apartemenya.
Siapa lagi kalau bukam Riko, temanya itu dia memang tau pasword tempat tinggalnya.
"Hai bro .. . lu lagi ngapain? kusut amat?"
"Bacot lu!! ga liat gue lagi kerja. ngapain lu kesini ganggu aja!!"
"Sensi amat lu!! kaya Cewek lagi datang bulan aja. bosen gue libur di rumah terus makanya gue samperin lu."
"Tumben. lu ga jalan sama Cewek lu?jangan-jangan lu udah bangkrut? makanya tu Cewek ninggalin lu!!"
Dengan spontan Riko melemparkan bungkus rokok ke wajah Rival. "Bangsat!! harta gue banyak. tujuh tikungan ga bakal habis!! si Mona lagi sibuk katanya sih udah ada janji sama temenya mau ke salon bareng. makanya gue ga bisa ajak dia pergi."
"Yakin lu?? tu cewek beneran ke salon sama temenya? lu di kibulin kali lu kan bego akut."
"Songong lu yeee!! kalau bukan temen udah gue hajar lu. ngomong-ngomong gimana kabar Istri orang itu?"
Rival mulai ikut duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya. "Lu tau? tiba-tiba Nyokap gw datang ke Toko Kue milik Cewek itu. Nyokap gue juga cerita katanya Ifdha itu Cewek yang Cantik, Ramah dan Pinter buat Kue. gimana gue mau move on coba? Nyokap gue aja tiba-tiba muji dia di depan gue."
"Jadi cewek yang lu suka itu namanya Ifdha? dan dia punya Toko Kue?"
"Hemm .. lebih bikin gue pusing. Nyokap juga tau Ifdha Istrinya Riyan karyawan di kantor. katanya kalau Ifdha belum bersuami bakalan dia jodohin sama gue."
"Haa .. ha .. ha .. Nyokap lu ga tau aja anaknya sebenarnya udah suka sama tuh Cewek. bini orang!!"
"Sialan lu!! malah ngetawain. jangan sampai Nyokap gw tau, gue suka sama Ifdha. bisa di ceramahin sekalian di kasih hadiah pukulan yang bertubi-tubi gue," bergidik ngeri membayangkan wajah Ibunya saat sedang marah.
"Lagian lu aneh-aneh aja!! bisa suka sama bini orang. lu tadi bilangkan tu Cewek punya Toko Kue? kebetulan sebentar lagi Mona ulang tahun. gue mau pesen Kue sekalian liat kaya apa sih tuh cewek bentuknya?"
"Lu pikir dia makanan. pakai segala di bilang bentukan, ntar gue kirimin alamatnya ke nomor lu."
"Lu ga ada niatan buatin gue minum apa? haus nih gue tega banget sama tamu!!"
"Cihh !! biasanya lu juga ngambil sendiri fi dapur!"
Riko berdiri dan berjalan ke arah dapur.
"VAL LU GA ADA MAKANAN APAH?? LAPER NIH GUE!! MISKIN AMAT LU, BANYAK UANG TAPI GA PUNYA MAKANAN!!" berteriak di dapur.
"Berisik lu!! tiggal lu pesen online aja repot banget!!"