NovelToon NovelToon
Dea & Kinan

Dea & Kinan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:112.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fiane

Dea dan Kinan, Ini adalah kisah dua bersaudari yang saling melengkapi, namun kepribadian mereka tidak terlihat seperti saudara pada umumnya. Dea dan Kinan memiliki kepribadian yang berkebalikan antara kakak dan adik.

Sosok Dea yang begitu dewasa dan bisa diandalkan membuat Kinan tumbuh menjadi sosok kakak yang begitu pemalas. Sampai sering kali membuat Dea naik pitam saat menghadapi sosok kakak yang tak sesuai dengan harapannya.

Keseharian kakak beradik itu benar-benar tak pernah membosankan, selalu ada kerusuhan yang terjadi di dalam rumah mereka yang membuat mereka terlihat begitu dekat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Kemalasan Dea

Pagi ini Dea sampai di sekolah lebih awal dari biasanya. Mungkin karena kemarin berangkat kesiangan dan membuatnya mendapatkan hukuman dari kesiswaan. Entah tak ingin mendapat hukuman lagi atau karena malas bertengkar dengan kakaknya, jadi dia memutuskan untuk pergi sepagi ini.

Bahkan waktu belum menunjukan pukul 06:30 Am, suasana kelas juga masih sepi. Hanya ada dia seorang yang sedang menikmati pantulan pemandangan di jendela kelasnya dan beberapa petugas kebersihan sekolah yang berlalu lalang di halaman.

"Haa..." Gumam Dea menghela nafas lelah, "Coba aja semalam gak ada serangan dari pasukan menjijikan itu. Mungkin aku gak akan kelelahan seperti ini ...." Lanjutnya sambil menguap.

Padahal Dea tidak melakukan apapun selain berteriak dan melempari Kinan dengan perabotan dapur yang untungnya semua benda itu terbuat dari pelastik dan tumpul. coba aja kalau gadis itu melempari piring keramik atau bahan yang mudah pecah dan keras kearah kecoa yang berkeliaran di sekitar Kinan. mungkin wanita itu sudah beristirahat dengan tenang sekarang karena mendapat serangan nyasar, yang mungkin tanpa sengaja dilayangkan oleh Dea kepadanya.

"Pagi ...." Teriak Fani yang baru masuk ke kelasnya penuh semangat, "Eh?" Lanjutnya terhenti saat melihat Dea yang sudah duduk manis di bangkunya.

"Pagi ...." Sapa Dea melirik kearah kedatangan Fani.

"Gue gak salah liat kan nih?" Tanya Fani sambil mendekati Dea dan meragukan penglihatannya, "Loe beneran Dea kan?" Lanjutnya sambil memperhatikan Dea dari dekat, membuat gadis itu risih.

"Apaan sih? Ini beneran gue, Dea. Kenapa sih loe?" Jelas Dea membuat Fani segera duduk di depan bangku Dea.

"Tumben dateng pagi, ada angin apa nih?" Tanya Fani, "Jangan bilang loe bertengkar lagi sama kakak loe? Kalian bener-bener gak ada bosenya ya, kapan akurnya coba?" Lanjutnya mengoceh.

"Dari pada ngurusin gue, mending loe kerjain tugas matematikanya sebelum bel masuk bunyi." Ucap Dea membuat Fani cengengesan.

"Ko loe tau sih? Gue belum ngerjain ...." Tanya Fani sambil menggaruk tengkuknya.

"Taulah, loe tuh kalau udah berangkat pagi, pasti belum ngerjain PR. Lagian loe barusan chett gue, minta gue datang pagi. Pasti mau nyon–" Jelas Dea segera dihentikan oleh Fani.

"Sembarangan. Gue gak bilang mau nyontek loh, gue cuma mau nanya rumus yang harus digunain aja. Lagian buku catatan gue gak lengkap. Jadi gue mau liat buku catatan loe, mau nyalin rumus-rumusnya doang." Tutur Fani.

"Haa..." Gumam Dea kembali menghela nafas lelah, "Makanya jangan bengong terus kalau lagi jam pelajaran, contoh tuh pacar loe si Rafa." Lanjutnya sambil mengeluarkan buku catatannya.

"Kaya loe gak pernah aja." Ledek Fani mulai menyalin rumus yang dia maksud.

Tak ada percakapan lagi yang bisa meramaikan suasana kelas pagi ini, Fani mulai sibuk mengerjakan pekerjaan rumahnya tanpa banyak bicara. sedangkan Dea dia hanya bisa memperhatikan punggung Fani sambil sesekali memainkan rambut panjang gadis itu.

Dea yang mulai merasa bosan memperhatikan punggung Fani pun kembali menguap, dan pandangannya kembali melihat pemandangan di luar jendela dengan wajah lesunya.

Lalu matanya menangkap sosok Rafa yang sedang berbincang dengan temannya di halaman sekolah. Setelah itu Rafa bergegas pergi menuju kelasnya.

"Pacar loe dateng tuh." Ucap Dea menggoda Fani.

"Terus gue harus jungkir balik gitu?" Tanya Fani masih sibuk mencatat.

"Ya sapa ke, kalian kan pacaran." Jawab Dea menahan diri untuk tidak menguap lagi, 'Gawat! sepetinya aku beneran ngantuk nih ....' Lanjutnya dalam hati.

"Pagi." Sapa Rafa yang baru masuk kelas, membuat Dea dan Fani melihat kearah kedatangannya secara bersamaan.

"Tumben loe berdua datang pagi?" Tanya Rafa berjalan mendekati Dea dan Fani setelah sempat mematung di tempat selama beberapa detik.

"Lagi pengen." Jawab Dea dengan nada malasnya.

"Tumben ni anak males-malesan padahal masih pagi. Biasanya mode malesnya datang pas jam pelajaran terakhir." Tutur Rafa merasa heran dengan perubahan Dea.

"Jangan-jangan loe ketularan tingkat kemalasan kakak loe ya?" Ucap Fani mulai panik.

"Apaan sih, gue cuma kecapean aja gara-gara kejadian semalam ...." Jelas Fani.

"Semalam?" Tanya Fani dan Rafa bersamaan, lalu saling melempar pandangan satu sama lain.

"Hem. Gara-gara ada kecoa." Jawab Dea memasang ekspresi jijik bercampur takut.

"Aneh loe." Ucap Rafa mulai berjalan kearah bangkunya.

"Beneran! Abisnya tu makhluk satu bener-bener bikin gue jantungan. Jijik pokoknya jijik gue kalau berhadapan sama tu makhluk satu." Jelas Dea membuat Fani memasang senyum paksaan diwajahnya.

"Tinggal pukul pake sandal atau sapu aja udah beres ko De ...." Tutur Fani masih memperhatikan ekspresi ketakutan bercampur jijik diwajah Dea.

"Untungnya kakak gue bisa ngusir tu makhluk, tapi caranya bener-bener ... seandainya loe lihat kejadiannya, cara kakak gue megang itu kecoa, loe juga bakal teriak histeris sama kaya gue, apalagi saat dia ngejailin gue ...." Oceh Dea tak mendengarkan ucapan Fani.

"Untungnya loe punya kakak yang gak takut sama kecoa ya ...." Gumam Fani sambil tersenyum lega.

***

Waktu sudah menunjukan pukul 06:50 Am. Suasana di dalam kelas mulai ramai dan bising. Kini Fani mulai sibuk mengobrol dengan Dea karena pekerjaan rumahnya sudah selesai ia kerjakan.

Dan Rafa juga sedang sibuk dengan teman satu bangkunya, entah apa yang sedang mereka bicarakan. yang jelas suara tawa mereka cukup jelas terdengar di telinga Dea dan Fani. Tapi, mereka tak memperdulikannya dan sibuk dengan obrolannya yang membahas soal pria tampan yang sempat dilihat mereka saat lari pagi waktu itu. lalu melupakan obrolan soal kecoa pagi tadi.

"Jadi cowo ganteng yang liat-liat rumah loe waktu itu, dia ... dia sekarang tinggal di rumah loe?" Tanya Fani begitu bersemangat dengan tatapan berbinarnya.

"Ia, dia juga punya adik." Jawab Dea tak begitu tertarik dengan pembicaraanya.

"Ah... gue jadi pengen main ke rumah loe. seandainya loe dateng lebih cepat dua menit. gue pasti bisa kenalan sama tuh cowo ganteng ...." Tutur Fani sambil membayangkan wajah pria yang sedang dibicarakannya.

"Loe kan udah punya si Rafa. Dan lagi emang loe waktu itu kemana? tumben gak ada dirumah. padahal gue mau bayar utang sama loe." Jelas Dea memasang wajah datarnya membuat Fani menatap serius kearahnya.

"Ah soal itu ... gue jalan-jalan sama Rafa." Jawab Fani kembali memasang ekspresi berbunga-bunganya.

"Dasar bucin." Gumam Dea merasa iri dengan hubungan sahabatnya itu, 'Di sekolah aja keliatannya saling cuek bebek ....' Lanjutnya dalam hati masih menatap wajah Fani yang sumringah.

"Ah soal utang loe. gue udah nerima uangnya dari pak Rt." Lanjut Fani sambil tersenyum hangat dan mengacungkan ibu jarinya kearah Dea.

"Loe sama orang tua sendiri ko manggilnya pak Rt?" Tanya Dea merasa heran.

"Suka-suka gue lah. Lagian pak Rt maksud gue, Ayah gue juga gak keberatan ...." Jelas Fani sambil melipat kedua tangannya di atas dada, lalu menunjukan senyuman bangganya.

"Serah loe." Ucap Dea menghela nafas sambil memutar bola matanya.

xxx

1
Amelia Lia
klo soal mandi dua duanya jarang manfi klo disuruh mandi alesannaya ntar lagi 2 mulu klo ibuk udan ke dalem sampe megang sapu baru jalan sampe depan kamar mandipun aku ama adek rusuh rebutan kamar mandi padahal kamarmandinya ada dua samasama gak ada orang sampek heran sendri klo udah gak ada satu pusing karnagak ada yg di omelin yang berantakin kamar hiliran ada rusuh mulu kelakuannya gilirqn uang kompqk bgt
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂: iya betul sekali. kalau posisi dirumah lagi barengan pasti ada aja pertengkarannya, tapi kalau salah satu atau dua2nya gkda di rumah. udh lah, sunyi😂
total 1 replies
Amelia Lia
klo aku kadang aku yang nglah soalnya diq sekolahnya pagi sampe sore
terrus klo hri minggu dianya nyuci
Amelia Lia
btul emang adekku jg begitu
Amelia Lia
sama juga adikku juga udah punya pacar pdhl masih smp kls9 sedangkan aku berakhir dijodoin ama keluarga
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂: kenapa para adik lebih ahli mencari pacar ya🥲
total 1 replies
Amelia Lia
sama kek aku cuma beda dua thn kadang tetangga suka salah nyebut nama dan adayang bilang ktnya aku mirip banget sampe temen ku susah bedain ktnya adikku masih smp dan aku sma
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂: udh kaya anak kembar ya
total 1 replies
ARZETI BILBINA 😘🥰😍
wah
ARZETI BILBINA 😘🥰😍
wah bagus banget 🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩 bikin suka bacanya
D'missBeauty
kakak mau ga gabung di fizzo? ☺️
Renjani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Renjani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
pgri
♥️⭐⭐⭐⭐⭐
pgri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
KIA Qirana
Dea dan Kinan
#6 Enam
KIA Qirana
Kinan 👍👍👍👍👍
KIA Qirana
Dea ⭐⭐⭐⭐⭐
KIA Qirana
Komen 😂😂😂😂😂
KIA Qirana
Like 👍👍👍👍👍
KIA Qirana
Bintang ⭐⭐⭐⭐⭐
Cyclone
mantap lanjutkan dek
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂: Hhehe 🤭
Abis novel yg ini udh tamat dan tulisannya acak2an. Beda sama yg masih on going 😂🙈
total 3 replies
Rosni Lim
Nyicil 30 like dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!