NovelToon NovelToon
LAST STAND

LAST STAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Fantasi / Zombie / Epik Petualangan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Sci-Fi
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: KURORYU

Hari dimana umat manusia menyaksikan sebuah meteor menhancurkan sebuah desa di kaki gunung Tasikmalaya yang menyebabkan tercemarnya aliran air dan juga menjadi sebuah wabah terjangkitnya yang di sebut "Inang" sebutan bagi manusia yang terjangkit di karenakan mereka bertingkah monster yang memakan manusia dan menginfeksi korban mereka, Mampukah manusia bertahan atau "inang" yang menang dalam wabah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KURORYU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. FIGHT FOR NAME

Duel Sengit Gilang

"Ismira!" teriak Gilang, mau lari nolongin, tapi monster itu langsung ngalangin.

"Mau ke mana lu?! Musuh lu di sini! Jangan meleng!" katanya, sambil ngelayangan tinju ke muka Gilang. Gilang berhasil nahan, tapi tetep aja mental ke belakang.

"Nah kan dibilang jangan meleng... kena kan," ledek monster itu sambil ketawa, puas karena berhasil mendaratkan pukulan telak. Gilang mental pas banget kena tembok.

"Segini doang, orang yang katanya mau nyelamatin 'Project Zero' lemah gini..." kata monster itu, ngelihat Gilang yang terlempar dan sekarang cuma terkapar di depannya.

"Bangun! Gue mau tahu kekuatan lu," ucap monster itu, ngasih waktu Gilang buat berdiri.

Sesaat Gilang enggak sanggup berdiri, soalnya benturan tadi lumayan bikin dia sesak. Dia juga masih kaget, baru pertama kali lihat dan berantem sama makhluk setengah manusia yang masih punya otak kayak gini.

Dia inget bom yang ada di tas di dadanya. Cepat-cepat dia berdiri, terus ngambil bom bertuliskan 'Bom Asam'. Sambil senyum, dia lihat bom itu, otaknya langsung nyusun rencana.

"Gotcha," gumamnya, senyum tipis, tanda dia udah siap sama rencananya.

Dia langsung narik katana kecil di belakang pinggangnya, terus lari nyerang monster itu.

"Mati lu, makhluk sialan!" teriaknya marah sambil ngelayangan katananya. Tapi serangan itu berhasil ditahan sama lengan capit monster itu.

"Gini doang?" ledek monster itu, seolah ngejek Gilang yang cuma ngasih serangan lemah.

"Bacot!!!" teriak Gilang, terus ngebales lagi pakai tinju kirinya, tapi masih bisa ditahan sama tangan kiri monster itu.

"Masih meleng!" kata makhluk itu, terus langsung ngebalas serangan Gilang dengan mukul pas di wajahnya, bikin dia tersungkur untuk kedua kalinya.

Tapi sesaat makhluk itu mundur, terus ngelihat tangannya. Dia baru sadar kalau tangan kirinya udah setengah tulang, banyak darah, sama kulitnya ngelupas.

Gilang pun mulai berdiri, sedikit tertawa. Dia berusaha nahan badannya pakai tangan kirinya.

"Heh... harusnya yang jangan meleng itu lu! Monster bajingan!" ledeknya sambil ngusap debu di celananya.

"Argh... sakit!!! Itu kan kata yang lu mau?! Percuma, t*lol, luka gini enggak akan bikin gue kesakitan!" ucap monster itu angkuh, sambil ngelihat Gilang yang sekarang berdiri megang katananya.

Melihat kesempatan, Gilang langsung kembali lari dan meloncat sambil nebas monster itu. Terjadi duel sengit antara makhluk itu sama Gilang. Hasilnya, Gilang berhasil mendaratkan sayatan di lengan kanan monster itu.

"Kenapa? Mulai sakit?" ucap Gilang sambil ngelayangan katananya yang penuh darah dari monster itu.

"Bangsat! Lu apain tangan gue?" tanya monster itu, sambil megangin tangan kirinya yang sekarang udah kelihatan cuma tulang, dengan sisa kulit yang nempel di punggung tangan monster itu.

"Akhirnya lu ngomong juga..." kata Gilang sambil siap-siap nyerang lagi.

Duel Wildan yang Mendebarkan

Tapi beda sama Gilang yang sekarang udah berhasil ngatasi musuhnya, Wildan malah jadi bulan-bulanan makhluk itu.

"Ayo lari yang kenceng!" kata makhluk itu sambil ngejar Wildan yang sekarang udah ada di sampingnya.

"Mati lu sekarang!" ucap makhluk itu, ngelayangan tendangan lututnya yang pas banget kena perut Wildan. Bikin dia berhenti dan langsung dapat pukulan pas di pelipisnya, mental dan ngebentur tembok keras.

"Gini doang, kekuatan anggota squad elite?" ledek monster itu ke Wildan sambil jongkok, nunggu Wildan bangkit.

Enggak lama, Wildan bangun sambil sedikit senyum karena berhasil nusuk pisau ke paha monster itu.

"Ternyata lo masih bisa berdarah ya?" ucap Wildan sambil berdiri, nunjukkin pisau di tangan kanannya yang udah berlumuran darah.

Sontak, monster itu ngelihat kakinya yang sekarang udah ada luka sobek menganga lumayan gede.

"Heuh... luka kayak gini enggak mempan ke gue yang bisa regenerasi," ucap monster itu. Tapi anehnya, monster itu kayak kesusahan bangun dan luka di kakinya enggak beregenerasi.

"Kenapa susah bangun ya?" ledek Wildan sambil terus jalan cepat. Dia langsung lari nerjang muka monster itu pakai lututnya, bikin hidung sama mulut monster itu patah dan ngeluarin banyak darah.

"Uhuk... uhuk... Lu apain kaki gue?" tanya monster itu yang sekarang balik terkapar dan mulai beregenerasi. Tapi bukannya dijawab, dia malah kena tendangan keras lagi yang mendarat di dagunya, bikin dia tergeletak lagi di lorong yang lumayan gelap.

"Karat, sesuai sama kata si Oglost. Bahwa kalian punya regenerasi cepat dan badan yang masih bisa nahan rasa sakit."

Ucap Wildan sambil nginjek luka yang menganga di paha monster itu, terus nusuk kakinya yang sebelah lagi, bikin sekarang monster itu enggak bisa berdiri.

Malah sekarang dia jadi bulan-bulanan Wildan, yang udah marah banget karena kematian teman-temannya dan sahabat terdekatnya.

"Saatnya gue tunjukkin arti dari 'Squad Elite'!"

Sambil ngehujamkan goloknya yang nembus perut monster itu, bikin monster itu ngerang kesakitan.

Dia langsung dipukul tangan kiri Wildan yang kembali mendarat di wajahnya, tapi berhasil ditahan sama tangan kanan monster itu. Monster itu mukul wajah Wildan dengan sisa tenaganya.

"Gue masih bisa berdiri, bangs*t," ucap monster itu sambil nyabut golok yang sebelumnya nancep di perutnya. Dan bener aja, golok yang enggak berkarat itu enggak bikin dia sakit dan bisa bikin dia beregenerasi cepat.

Dia langsung motong kaki kanannya biar enggak sakit dan susah bangun.

"Walaupun satu kaki, gue bisa ngebunuh lu, manusia lemah!" katanya sambil motong kaki kanannya yang udah banyak darah pakai golok yang tadi nancep.

Melihat kesempatan emas, Wildan kembali berdiri dan langsung ngeluarin pisau yang sebelumnya dia pakai buat nyobek paha monster itu.

"Kita lihat siapa yang menang, kecepatan gerak atau kecepatan regenerasi?"

Sambil ngelap darah yang netes dari pelipisnya. Dia langsung lari lagi dan meloncat ke arah makhluk itu, nerjang sambil coba nusuknya. Tapi malah nembus telapak tangan kanan monster itu.

Itu bikin dia dapat pukulan yang ngarah ke rusuknya, tapi bisa ditahan lagi. Dia berhasil mendaratkan tendangan pas di pinggang monster itu.

Enggak berhenti di situ, Wildan juga berhasil ngebanting monster itu ke lantai. Terus dia ngehujani wajahnya dengan beberapa pukulan, sampai bikin monster itu ngeluarin banyak darah yang ngebanjiri tangannya.

"Mati lu, bangs*t!" maki Wildan sambil terus mukulin wajah monster itu, lalu ngakhirinya dengan ngebenturin kepala monster itu ke lantai, terus nginjeknya sampai kepala belakang monster itu ngeluarin banyak darah.

Apa yang akan terjadi setelah kemenangan sengit Gilang dan Wildan? Apakah mereka akan menemukan Ismira, atau ada ancaman lain yang menunggu?

1
Mitt²🍒⃞⃟🦅
semangat 👍
Mitt²🍒⃞⃟🦅
saat dialog setelah tanda petik huruf pertama kapital kak 🙏
Mitt²🍒⃞⃟🦅: sama saya juga kak 🙏, mampir kak kalau berkenan
total 2 replies
➳ᴹᴿ᭄✍ ₑₖₐ ⱼᵤₙₕₐₜₐ✎㎡
Karya yang luar biasa
mia sarfi
zombie bucin
mia sarfi
semoga selamet
Anisa Fitria
bencana tingkat kota
Anisa Fitria
baru nyoba baca novel zombi sih
Anisa Fitria
semangat kakak
mey
lanjut Thor kalo gak lanjut di tampol setiap detik. 😁
OGLOST: bjir :v
total 1 replies
OGLOST
semangat
OGLOST
nice plot
RSL
sebenarnya ga ada salahnyakan setiap awal cerita dimulai dengan alarm, MCnya kesiangan, lari terburu-buru berangkat sekolah. thanks japan mana 🙏
tintakering
jadi bencana nasional😁
tintakering
salam kenal thor. cerita yg menarik👍
OGLOST: makasih kakak
total 1 replies
EMB tri.g
lanjut thor, semngat
OGLOST: iya sama sama ka :)
total 2 replies
OGLOST
nice novel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!