Wanita yang telah aku nikahi, ternyata menyimpan segudang rahasia dan teka-teki.
Siapakah Dia sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis Jelata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Melihat kedua netraku yang berkaca-kaca, ia lantas memelukku begitu erat. Seolah takut kehilangan si Tampan nan memikat ini, ia semakin menarik tubuhku agar menempel padanya--lekat. Sementara, tubuhnya sendiri masih bergetar hebat seolah ini adalah pelukan terakhir kami--jika semuanya sudah terlambat. Terlambat untuk melarikan diri dari penjara api yang selama ini mengurungnya dengan ketat.
"Ayo, kita pergi sekarang!" Kuutarakan dialog itu ketika wajah kami sejajar dalam pandangan.
"Kemana, Mas? Apa kita punya tempat aman di kota ini?" tanyanya dengan ekspresi wajah seakan tak memiliki harapan.
"Aku akan membawamu jauh dari sini." Setelah mendengar kalimatku, ia lantas mengangguk pelan.
Perlahan kubuka pintu kamar itu, mengintip situasi di sekitar dalam mode membatu. Rona ... yang setiap langkahnya bermakna gusar, sontak menggenggam erat kelima jari tangan.
Jari-jari tanganku!
Mendapat perlakuan yang terkesan mendadak dan mengejutkan, aku pun memutar rotasi leherku ke arahnya, yang kali ini sedang menempelkan wajahnya ketat pada lengan. Pandangannya mendongak seketika itu juga, lalu melanjutkan percakapan. "Jika kita bisa keluar dari sini dalam keadaan hidup, maka jadikanlah aku sebagai bhayangkarimu, Mas." Kedua bola mata bulat miliknya sontak berkaca-kaca, setelah ia mengungkapkan.
Aku ... tersenyum penuh kemenangan bahkan sebelum titik akhir perjuangan. Harapan yang sudah lama bersemayam di dalam dada, kini datang menghampiri walaupun masih dalam bentuk perencanaan. "Kita pasti bisa melalui semua ini," ungkapku, untuk memberikan sugesti positif di dalam pikiran.
Dengan gerak lamban kami keluar dari ruangan. Naasnya ada seorang penjaga yang baru saja melintas di sana, mungkin hendak mengecek keadaan. Ketika langkah kami dan langkahnya berada dalam satu frekuensi, ia pun lantas mengayunkan senjatanya ke arahku dalam sekali tarikan. Mungkin niatnya untuk meluncurkan tembakan. Namun, belum sempat senjata api itu mengarah lurus, aku pun langsung mengayunkan tendangan.
Dan ... meleset!
Tembakannya lantas meledak di langit-langit, membuat semua penjaga yang ada di rumah itu lari terbirit-birit. Menuju lokasi yang kala itu membuat kami dalam keadaan terjepit. Karena tidak ingin menyerah begitu saja, penjaga yang tadi sempat ingin menyerangku lagi, namun nasibnya kurang beruntung karena tendangan terbaikku berhasil membuatnya terhimpit.
GRABAAAK
Tubuhnya jatuh di atas meja kayu yang terbelah dua, akibat tekanan yang berasal dari tendanganku.
Semoga organ di dalam perutnya baik-baik saja!
...🍂🍂🍂...
Tuhan memang selalu bersama orang yang berniat baik, disaat penjaga yang lain hampir saja memasuki ruangan utama, Rona lantas menarik tanganku. Membawaku masuk ke dalam ruangan rahasia milik tuannya, lalu mengunci pintu.
Menurut penjelasan Rona, Endar sengaja membangun jalan rahasia yang dibuat khusus untuk melarikan diri ketika ia sedang diburu.
Taktik yang cukup jitu!
Sebuah lukisan yang menampilkan wajah sangarnya menjadi topeng untuk menutupi akses menuju lorong rahasia itu.
Rona sempat mundur beberapa langkah ketika menatap wajah manusia b.i.a.d.a.b ini. Bisa kupahami, melihat wajah Endar, pasti menimbulkan trauma psikis yang mendalam bagi diri. Aku yakin, sudah banyak penyiksaan mental bahkan fisik yang menimpa dirinya selama ini. Namun, setelah hari ini, bisa kupastikan bahwa ia tidak akan pernah mengalaminya lagi.
Sontak kuraih sebelah pundaknya untuk mentransfer kekuatan. Ia lantas menoleh ke arahku yang kini berdiri pada posisi bersebelahan. "Tidak usah takut, kebebasan menantimu di ujung jalan." Ia meresponku dengan anggukan.
Ketika wanitaku ingin menggeser lukisan tersebut, suara gaduh pun terdengar dari arah pintu. Rona yang kembali panik, lantas menyegerakan aksinya dalam kejaran waktu. Di saat lukisannya terbuka, kami langsung masuk ke lorong dan menutupnya kembali dengan lukisan itu.
Pintu ruangan pun berhasil didobrak, aku rasa begitu banyak a.n.j.i.n.g peliharaan yang siap memangsa, jika kami tertangkap. Rona masih menekuk tubuhnya meredam rasa takut yang merayap. Aku pun tak tinggal diam, mendekat dan memepetnya sekali lagi lalu kudekap.
Beruntungnya adalah ... para penjaga itu tidak mengetahui bahwa ada lorong rahasia di balik lukisan atasan mereka. Bersyukur sekali ... kali ini Endar sendiri yang menjadi tameng penyelamat untuk kami berdua. Setelah memastikan bahwa penjaga-penjaga itu meninggalkan ruangan, aku dan Rona pun segera menyusuri lorong itu--yang minim cahaya.
Namun, tidak apa!
Aku masih bisa melihat jalannya. Di saat langkah kami menggapai ujung lorong, kusibak pintu yang terkunci itu, lalu menyembulkan kepala. Dan ternyata ... lorong ini terhubung langsung dengan jalan raya.
Sontak kutarik sempurna daun pintunya, lalu mengajak Rona keluar dari sana. Namun, naasnya lagi, dua orang penjaga mengetahui keberadaan kami berdua.
"Hei ... itu mereka!"
SEDANGKN SIDQIA YG MMG BRCITA CITA JDI POLWAN, AKHIRNYA TRWUJUD, TPI MSH AMNESIA,, PANTAS WAJAHNYA RONA MIRIP SIDQIA, TRNYATA RONA ADLH SIDQIA SNDIRI
TRUS BERGELAYUT DI PIKIRANKU, SIDQIA YG MNINGGAL ITU SIDQIA SIAPA.....????
DISINI DISEBUTKN DI BUMI KHATULISTIWA,, YG ADA MASKOT TUGU KHATULISTIWA HNY ADA DI PROVINSIKU, YAITU KALIMANTAN BARAT...
RONA KMNA THOR MNGHILANGNYA...
APA HUBUNGAN SIDQIA YG MNINGGAL DGN SIDQIA POLWANYG PNY ABANG DLM CRITA INI
MISTERI APA SBNARNYA..???
KASUS SEORANG AYAH YG ANGGOTA POLISI YG MMBUNUNUH 2 ORANG ANAKNYA DGN DI MUTILASI ITU ADA DI DAERAHKU KALIMANTAN BARAT, WILAYAH HUKUM POLRESTA KAB SANGGAU....
klo benar tk perawan agik, sian benar si Huda, perwira Polisi dpt bekas penjahat...