NovelToon NovelToon
DATAR

DATAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintamanis / Tamat
Popularitas:14.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: dionesia

Bercerita tentang Dian cewek SMA yang di panggil Datar oleh cowok yang dia suka.

Bermula dari ,
*sabuk pengaman yang lepas,
*ledekan yang tiada habisnya,
*bantuan konyol,
*suka,
*cemburu,
*salah paham,
*Jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dionesia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cengeng

Guru tidak masuk artinya semua murid akan belajar sendiri di perpustakaan. Selain tempat bertemunya segala jenis bacaan perpus adalah tempat mengukir nama diatas meja pada masanya. Lembaran kosong yang ada dihalaman belakang buku yang dibaca.

Semua murid di kelas Dian bergegas membawa satu buah buku tulis dan pensil keluar kelas menuju perpus. Terlihat canda dan tawa menghiasi wajah mereka menyusuri koridor dan menuruni tangga.

Ruangan yang tadinya hanya ada suara halaman buku yang dibolak balikkan ibu Dinda sekejap berubah menjadi suara murid memilih tempat ternyaman.

"*Kursi pojok! Aku gak mau kelihatan!"

"Kita samaan ya duduknya."

"Eh!tempa biasa aja!"

"Jangan! Disitu terlalu berisik."

"*Gerah! Dibawah kipas aja!"

"Pindah tempat! disini terus bosan."

"Kursinya gak enak!ganti yang ini aja*!"

"Eh? Ini tempat kita! Pindah gih!" Perintah Nadin pada murid cewek.

Sementara Rifki menarik sebuah buku pada salah satu rak dan membawanya ke salah satu meja yang menghadap pada jendela. Dari luar jendela tampak anak kelas lain yang sedang berada dijam pelajaran olahraga.

Setiap sudut ruang yang jauh dari pengawasan dan tempat yang terhalang deretan rak buku bacaan adalah tempat favorit murid melewati jam kosong selama diperpus.

Dian yang datang terlambat mengambil tempat duduk dikursi deretan belakang. Tidak ada satupun murid ada disana. Hanya ada dua kursi panjang kosong yang berhadapan ditambah meja seadanya yang ada diantara keduannya. Meja itu tidak memiliki rak sebagai tempat buku bacaan yang bisa kita raih tanpa harus mengambil dari tempat lain. Dian mengambil salah satu buku yang ada di lemari. Dan kembali membawa sebuah buku yang berukuran besar lalu duduk dikursi panjang membelakangi tembok antara perpus dan ruangan yang ada disebelah.

Sembari membaca buku itu Dian mendirikannya dimeja hingga menutupi wajahnya. Sementara itu Rifki yang sedang mengamati pergerakan dilapangan tak sengaja matanya melihat Nina dan Dika berjalan beriringan. Ia meremukkan selembar kertas yang sejak tadi berada dibawah lengannya. Lalu ia bangkit dari kursinya meninggalkan pemandangan tak mengenakan itu.

"Ada yang marah tuh!" Bisik seorang setelah melihat Rifki pergi.

"Lah bukannya udah putus ya!"

"Dengar-dengar sih begitu." Bisik yang lain.

Rifki melangkah sambil menyibukkan diri memperhatikan buku dilemari untuk mengabaikan bisik-bisikan cewek sekelasnya itu. Ketika sedang memilah-milah buku dirinya melihat buku besar yang terbuka berdiri diatas meja. Ia mendekat sambil membaca judul buku dalam hati.

"Bumi?Apakah buku bumi sebesar da---." Ucapan dalam hati Rifki terputus mendapati Dian berada dibalik buku besar.

"Harusnya yang kamu baca itu tips membesarkan dada." gumam Rifki dalam hati duduk dikursi yang ada didepan Dian.

"Coba kita lihat apa yang bisa dilakukan bumi untuk dadamu yang datar." gumam Rifki lagi dengan tangan yang menopang dagu.

"Kelengkungan bumi hanya memberikan jarak pandang sejauh lima kilometer kedepan. Bila bumi datar---"

"---Bumi itu bulat yang datar itu dadamu." potong Rifki membuat Dian menidurkan bukunya.

"Rifki?mau apa lagi ini anak?" tanya Dian dalam hatinya kesal mengingat apa yang terjadi kemarin saat cowok itu mengantarnya pulang.

Dian bukannya kesal ketika cowok tampan itu mengantarnya pulang justru sebaliknya ia sangat senang.

Munafik! mengatakan gak senang ketika berkesempatan diantar cowok setampan dan sekeren Rifki.

Namun,ada hal yang membuat Dian sedikit kesal ketika keduanya tiba didepan rumah Dian.

"Ini bawa masuk!" perintah Rifki saat keduanya turun dari motor didepan gerbang rumah Dian. Rifki memberikan sekardus susu kotak yang ia belikan di minimarket.

"Buat apaan?" tanya Dian dengan intonasi sedikit penekanan. "Susu sebanyak ini." ucap Dian yang sekarang memeluk kardus yang ia terima dari tangan Rifki.

"Emang buat apalagi kalau bukan buat pertumbuhan badanmu Datar." jawab Rifki mengacak rambut Dian.

"Aku gak mau!" Ujar Dian menyodorkan kembali kardus pada Rifki.

"Harus mau!" balas Rifki kembali menyodorkan kardus ke Dian.

"Gak mau!" bentak Dian menolak kardus.

"Datar,ini sangat membantu mengatasi dada datarmu itu." Ujar Rifki dengan nada lembut.

"Bantu apaan sih?"

"Bantu buat besarlah." jawab Rifki mendorong gerbang dengan salah satu kakinya. "Jadi behamu gak akan lepas-lepas lagi." Ujar Rifki menerobos masuk melewati gerbang sambil membawa kardus ditangannya.

"Kamu mau kemana?" tanya Dian menyusul Rifki dari belakang.

"Gak bisa lihat aku bantu bawa masuk ini kardus." jawab Rifki menoleh sebentar lalu kembali melangkah menuju pintu utama rumah Dian.

"Buka pintunya!" pinta Rifki sesampai keduannya didepan pintu.

"Ki mana ada sih minum susu buat dada tambah besar." Ujar Dian membuka pintu dengan menggelengkan kepalanya.

"Emangnya gak bisa ya?" tanya Rifki dengan salah satu alis terangkat keatas. "Kan keduannya sama-sama su---" Ujar Rifki yang tiba-tiba menggigit bibirnya ketika Dian spontan melototin dirinya.

"Sudah sampai sini aja!" ucap Dian menarik kardus dari tangan Rifki.

Rifki membungkukkan sedikit tubuhnya untuk mendekatkan pandangan pada Dian.

"Diminum biar sabuk pengamannya gak lepas." Ujar Rifki mengacak rambut Dian.

"Ih..Rambutnya jangan diacak-acak." rengek Dian. Mendengarkan rengekan Dian cowok itu merapikan rambut itu dengan jemarinya sambil senyum-senyum.

"Aku pulang ya!" Ucap Rifki berbalik badan membelakangi Dian. Dua detik kemudian Rifki menoleh lagi kebelakang.

"Datar!"

"Apa?"

"Lain kali kalau itunya lepas aku yang pakein ya." Ujar Rifki yang masih sempat-sempatnya menggoda Dian.

"Mes**!" balas Dian menutup pintunya membuat Rifki terkekeh.

"Susunya diminum gak?" tanya Rifki menutup buku besar didepan mereka.

"Iya loh otak mes**." jawab Dian pelan dengan mata yang melirik kecil ke sekitar mengantisipasi apabila ada yang melihat dirinya bersama Rifki.

"Matanya gak usah begitu." ucap Rifki. "Gak bakal ada yang lihat." sambung Rifki menangkup sisi wajah Dian membuat wajah itu menghadap padanya. Ia mengingat cewek dihadapannya ini tidak suka menjadi pusat perhatian.

"Eh?!"

"Aku gak sepopuler dulu." Ujar Rifki pelan-pelan melepas tangannya dari pipi Dian.

"Tapi kamu masih sekeren dan setampan dulu kan?" tanya Dian.

"Menurutmu gimana?"Tanya Rifki balik.

"Mana aku tahu." jawab Dian. "Kita kan baru ketemu setelah di kelas 11."

"Kalau gitu menurut yang kamu lihat sekarang gimana?" tanya Rifki dengan salah satu alisnya yang terangkat keatas.

"Bukannya aku udah pernah bilang." jawab Dian.

"Kapan? Aku gak ingat."

"Rifki!" panggil Dian pelan.

"Apa?"

"Kamu gak lagi kehausan pujian kan?" tanya Dian meledek Rifki. "Mengingat dirimu yang gak populer lagi."

"Enggaklah!" Balas Rifki. "kamu ngeledek aku ya?" tanya Rifki menyentil jidat Dian membuat cewek itu mendesis pelan sambil mengusap jidatnya.

"Sakit ya?" tanya Rifki mengusap bekas centilannya.

"Iya..." jawab Dian dengan lirih dan mata yang sedikit berair.

"Cengeng." cibir Rifki melihat ke mata Dian.

Dian menurunkan tangannya membiarkan jari cowok itu yang mengusap jidatnya dengan lembut. Sementara itu ada sepasang mata dari sela-sela buku yang dirak memperhatikan keduannya.

****

Tolong berikan cinta yang banyak untuk penulis dengan memberikan Vote,Like dan Komentar 🥰🥰🥰

1
Nala
Thor makasih sudah membuat cerita yang bagus saat diluar sana bertebaran cerita ceo ceo terus yg alurnya gitu-gitu aja,,,
cerita dian sama rifki ini benar-benar penyegaran bagi aku.
aku juga uda baca novel "Bukan suami pengganti" novel aksi yng bagus.... dan smpai sekarang nunggu up keduanya.

aku tunggu selalu lanjutan karya ini 😊😊 sehat sehat y author
Nur Kayati
Endi Yo r up up....
Nala
tapi jujur aq masih menunggu datar 😬 walaupun lama gpp wes
Nala
wah kelihatannya seruuu
💙 Ɯιʅԃα 🦅™📴
Semangat thor👍
Nala
kapan sih thor up lagi... aq tunggu loh kabarnya dian
Nala: kaka author,,, ini aq masih mode menunggu loh,,, semangat up yaaa 😁🤗👍🏻
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
Dian... Rifki.... kalian kemana???
knp blum hadir?? bukankah kita dh janjian... bwt ketemu lg secepatnya... di sini???
lm
lama nian tak jua kembali. ... rindu hadirmu...
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: maaf yaaa...Lg ada kesibukan tapi bakal diusahin🙏🙏
total 1 replies
Nala
dug dug ser
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okey hari ini yaaa wkwk
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
oh no... oh no... oh no no no no... 🤣🤣🤣
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: maaf ya belum update 🙏 besok diusahan
total 1 replies
Nala
up up... se. ma. ngat ya thor
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
Disaasssssnnnnnnnn!!!!!!!
knp sih kmu itu lola???
Nala
semangat author,,, jan ndak ketebak alurnya,,
cepet lanjut yak,,,
ceritamu bikin mood booster bagiku,, like, like, like
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
oke thor, semangat up!!! 👌💪
Nala
ayo thor up up again
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okey cintahhh
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
assshhhhh.... lagi....!.... lg....!!!... lg...!!! 😁😁😁😄😄😄😄
yg bnyk dong thor upnya.... biar revisinya sekalian.... 😅😇
kangen tau sm mrk yg dh alpa bbrp hr... rasanya dh setahun gk jumpa... rindu berat... 😘😘😘😛😛
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
dian ma rifki lama lama jadian ni🤣
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: masih panjang kak😂
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
Thor... jgn lupakan Datar yups!!! ttep ditungguin lho.... yg unboxing jg sih... sukses 👍👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤: owalaaaahh-hhhh😁😁😁
total 4 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
emang ngapa, gk boleh??? Denis sj bs seenaknya keluar masuk rumah gtu..
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: hahahaha
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
bner tuh. mang... 🤣
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okay yuhuu
total 4 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
thor... jgn menggantung hatiku trlalu lama... aku takut ketinggian... 😁
₱Ø₱🅳🅴🆅🅸🍁: okay!okay! wkwkkw
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!