YOSHIDA HANA.Gadis 25 tahun , seorang cucu angkat dari seorang pemimpin mafia.
Gadis cantik dan kaya raya dengan berbagai bisnis dan berkemampuan khusus.
Hidupnya hancur dan bahkan menjadi pelakor. Kisah itu berawal dari masa lalunya yang memalukan.Hana diperkosa saat usia remaja dan selang beberapa tahun kemudian , Hana dijadikan budak seks oleh pamannya sendiri sampai Hana hamil dan terpaksa harus menikahinya.
Kisah yang berawal dari dendam dan berakhir menjadi cinta yang sulit untuk diuraikan.
Kecelakaan kedua orangtuanya semakin menambah pilunya nasib hidupnya.
Ini adalah novel pertamaku.Selamat membaca dan terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 16. Keributan
"Kenapa akhir-akhir ini kepalaku sering pusing?"
"Apa karena...."
"Ach sudahlah."
Emosi Hana tidak stabil akhir-akhir ini. Kenangan indah bersama kedua orangtuanya begitu terpatri dalam kehidupannya. Sekarang hidupnya kembali sunyi bahkan lebih sunyi, tanpa mama dan papanya di sisi. Psikisnya sedikit terganggu, menjadikan Hana menjadi pribadi yang lebih dingin dari sebelumnya.
"Huuuuuuftt aku harus kuat dan tegar , jangan sampai karena aku , anak angkat ini , semua yang aku sayangi menderita dan saling menyakiti." Gumannya dengan lesu.
Sinar matahari makin terik, menembus seluruh ruangan kerja Hana.Sebuah ruangan di dalam salon miliknya.
"Sretttttt." Korden membuka secara otomatis .Hana menekan remote.
"Aku buka saja pintunya ,agar ada udara masuk." Sambil membuka pintu kaca .
Hari beranjak siang dan Hana masih sibuk berkutat dengan pekerjaan kantor. Sejak kematian orangtuanya, Hana mengambil alih sementara kepemimpinan secara rahasia.
Ia tidak mau terjun secara langsung atau datang ke kantor pusat. Ia memerintahkan Wiji untuk aktif di kantor, sementara Hana mengerjakan segala pekerjaan kantor dari rumah atau dari salon.
Hal ini untuk mengalihkan pihak lawan yang gencar menginginkan kehancuran dan juga mereka yang ingin menguasai perusahaan papanya. RONALD CORP.
Sebelum menjadi CEO secara resmi,Hana akan memastikan semua terkendali terlebih dahulu. Terutama dari para tikus yang masih berada dalam perusahaan.
Kedua kakaknya tidak berniat mengambil alih kepemimpinan perusahaan ini. Karena memang RONALD CORP adalah milik Hana . Hana tidak pernah menyangka jika semua sudah diatur papanya sejak dari dulu lagi.
Kasih sayang yang keluarga berikan sudah lebih dari cukup untuk Hana.Hana juga tidak mau mengecewakan semuanya.Jadi karena itu ,Hana harus mampu membuktikan bahwa ia mampu ,mampu menjadi yang terbaik dan lebih bertanggung jawab.
Banyak sekali berkas-berkas yang harus Hana periksa .Dokumen-dokumen penting menumpuk memenuhi meja kerjanya. Hana duduk bersandar di kursinya sambil memainkan bolpoinnya. Dengan lincah berputar-putar di jari-jemari lentik Hana.
"Semangat."Hana menyemangati dirinya sendiri,meski capek dan menguras tenaga ,ia harus bangkit.Banyak orang yang menjadi tanggungannya ,bergantung padanya.
Drrrrt
Drrrrt
Drrrrt
Sebuah panggilan dari Wiji mengejutkan dirinya.
"Ya."
"Maaf Bos, pihak WR. CORP menginginkan bertemu dengan anda secara langsung." Wiji memberitahukan kepada Hana .
"Ya sudah, aturlah dengan baik!" Perintah Hana dengan lembut namun tegas.
"Siap Bu Bos,laksanakan." Wiji menjawab .
" Dasar ." Hana mengumpat .
Hana dan Wiji sudah berteman dari kecil.Wiji adalah anak dari mendiang Pak Ham ,supir pribadi kakek. Dirinya menjadi teman sekaligus asisten pribadi cum sekretaris Hana. Ia juga dedikasikan dirinya untuk hidup mengabdi dengan keluarga Yoshida.
Tampan ,tinggi dengan body atletis.Kulit khas oriental dengan perut six packnya. Membuat banyak cewek-cewek terkagum-kagum kepadanya.Namun sifatnya sebelas duabelas seperti Hana. Dingin dan cuek sekali. Sorot matanya hampir tidak memberikan ekspresi apapun, datar seolah-olah tidak ada kehidupan disana.
Terdengar ketokan dari luar yang membuat Hana menghentikan pekerjaaannya sebentar.
" Masuk!" Hana menoleh ke arah pintu.
"Maaf Bos mengganggu ,di luar ada yang ingin bertemu." Dengan sedikit takut Jessica mengatakannya pada Hana.
"Siapa?" Hana masih dalam duduknya menatap Jessica dengan intens.
"Maaf Bos, saya kurang tahu."
"Ya sudah aku akan segera keluar."Hana menjawab dan bangkit dari duduknya.
Hana keluar dari ruangan dan mendapati seorang wanita cantik yang berdandan sangat menor, sedang duduk di ruang tunggu pelanggan.
"Tunggu tunggu bukankah dia yang datang bersama Robert waktu itu?" Hana berguman dalam hati sambil matanya menatap dingin kepadanya.Tiada senyum atau basa-basi sekalipun. Ia langsung duduk dan menanyakan perihal kedatangannya .
"Ada yang bisa saya bantu?" Dengan dingin Hana bertanya.
"Hahahhaaa jangan sombong, baru salon gini saja belagu cuihhhh." Dengan angkuhnya perempuan itu menghina Hana.
Hana tersenyum hambar dan terus menatap tajam kepadanya.
"Katakan, apa maumu!" Hana lebih mempertegas perkataannnya.
"Aku hanya ingin memperingatkan kamu, gadis pungut, jangan cuba-cuba menggoda Robert lagi.Robert adalah milikku." Dengan berkacak pinggang sambil matanya melotot ke arah Hana.
"Hahahahaaaaa anda tidak sedang mengigau kan?" Hana mengejeknya.
"Kau berani-beraninya, kau bahkan tidak tahu berurusan dengan siapa ."
Hana hanya mendengarkan saja tanpa mau meladeni semua perkataannya.Dengan anggun Hana duduk sambil mengulum senyum tanpa berniat berkata apapun. Hanya mata elangnya memperhatikan lawan dengan tatapan penuh intimidasi.
"Aku tahu dengan pasti siapa kau." Tiba-tiba Carmen masuk dan langsung meladeni perempuan itu. Dandanannya tidak kalah menor ,dengan gaya tak kalah arogannya,berlenggak -lenggok memamerkan body seksinya.Seakan siap memakan lawan saat itu juga.
Hana dibuat melongo melihat sahabatnya tiba-tiba datang . Hahahaha dalam hati Hana tertawa melihat tingkah konyol sahabat karibnya itu. Tidak siang atau malam ,selalu full make up . Paket komplit dari ujung kaki sampai kepala.
Hana hanya mengedipkan mata pada Carmen ,tanpa berniat bangkit dari duduknya. Tersenyum kepada para pelanggan yang menyaksikan pemandangan siang yang sangat tidak terduga itu.
Mereka para pelanggan dan para pekerjanya seolah tahu kode dari gesture tubuh yang Hana berikan.Mereka pura-pura sibuk dengan pelayanan mereka masing-masing sambil berchit-chat ria.Sesekali mereka melirik dimana Hana dan perempuan pengganggu berada.
"Perhatian-perhatian,mbak mbak dan ibu ibu yang ada di sini.Saya akan perkenalkan seorang wanita cantik ,yaitu Reita Maharani Soekoco ,seorang model dan anak tunggal Tuan Soekoco, pengusaha batu bara yang kaya raya itu, betul kan?" Carmen balik menyerang Reita dengan sinisnya.
"Wow pandai juga kau, bagus kalau kau tahu. Katakan padanya ,jangan kegatelan jadi orang, tahu diri dia itu siapa!" Reita dengan sombong dan congkaknya melontarkan kata-kata kasar sambil jari telunjuknya mengarah tepat kepada Hana.
Hana masih tersenyum, namun tidak dengan si cantik Carmen.
"Hey disini yang kegatelan tu siapa, enak saja ngatain orang. Kaca mana ,kaca ihhhhh." Nyerocos sambil mengibaskan rambutnya. Melihat di cermin dandanan rambutnya.
"Kau jangan ikut campur urusanku." Hardik Reita.
"Well well well, pergi sekarang atau ku jambak rambutmu, biar sekalian botak tu rambut sambunganmu paham!" Carmen sudah naik darah,dia tidak terima Hana dihina.
"Kau dasar wanita gila." Reita sudah kehilangan akal, emosinya tinggi sampai berniat mau menampar pipi mulus si cantik Carmen.
"Jangan cuba-cuba kau berani menyentuhnya, jika dirimu tidak ingin kehilangan nyawa!" Hana langsung menyambar tangan Reita yang ingin menampar Carmen.
DEG
Carmen tersenyum simpul melihat Reita yang sudah pucat pasi. Tangannya dicengkeram dengan eratnya oleh Hana.
"Saya tidak tahu siapa kamu dan tidak mau tahu siapa kamu.Mau anak siapapun itu bukan urusanku. Masalah dia mau suka atau cinta seseorang itu hak dia,jadi kamu tidak berhak untuk melarang."
"Oh ya ,for your information. Anda ini cantik ,seksi,kaya dan berpendidikan tinggi. Masa iya takut hanya dengan seorang anak pungut?" Lagian ngapain juga susah payah nyamperin saya dan datang ke salon buruk saya. Apa anda tidak malu? Ntar derajat anda turun loh, ntar reputasi anda jadi jelek, gimana itu?" Dengan panjang lebar Hana menyindir Reita.
"Kau awas kau ya,lihat saja nanti." Reita keluar sambil berteriak .
"Huuuuuuuuuuft ." Hana menghela nafas panjang.
"Maafkan atas kejadian barusan semuanya." Hana menunduk hormat tanda maaf.
"Tidak apa-apa mbak. Sekali-kali orang kayak gitu tu harus dikasih pelajaran."Salah satu pelanggan menimpali.
"Resiko cewek cantik ." Pelanggan yang lain menambahkan.
"Hahahahaaa iya ya." Hana tertawa.
Akhirnya suasana yang barusan tegang jadi nyantai kembali.
"Air please air." Dengan manjanya si cantik Carmen minta air.
"Nih."Hana menyodorkan botol air mineral .
"Thanks Han."
"Sama -sama sayang." Mereka beranjak pergi dan ngobrol didalam agar lebih privasi.
sukses
semangat
mksh
salam dari Cinta Satu Malam Ceo 🤗
mampir juga ya ke karya aku ( Ayah dari calon anak sambungku )
Terimakasih 🙏