Sequel dari OH MY JENY
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
" Kau selalu bilang padaku, apa yang harus kau lakukan untuk membalas semuanya Dean?"
" Aku akan melakukan apapun untukmu Tuan!"
" Kalau begitu menikahlah dengan putriku!"
Deg
Tubuh Dean menegang seketika
Kebohongan yang dilakukan Bulan membuat sang ayah murka. Hingga Ken memaksa putrinya untuk menikah bersama pria pilihannya yaitu Dean sebastian. Seorang pengusaha sukses yang sangat cerdas dari Paris
"Aku sungguh tidak menyukainya, dia terlalu pendiam dia bukan tipeku sama sekali Dad"
Baca selanjutnya ➡➡➡
Selalu tinggalkan Jejak, Like dan Vote 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The wedding
-
-
Bulan kini duduk didepan meja rias. Ia menatapi dirinya yang tampil sangat cantik dalam cermin. Ia juga meratapi nasibnya yang menurutnya sangat sial. Mungkin bagi pasangan yang saling mencintai hari ini adalah hari yang paling membahagiakan tapi tidak untuk Bulan. Hari ini adalah hari yang terburuk dalam hidupnya dimana ia harus menikahi seorang Dean, pria yang paling menyebalkan dan menjengkelkan untuknya
Bulan berdecih, ia ingin sekali mengawut-ngawut riasannya saat ini. Ia juga ingin merobek kebaya putih yang membalut tubuhnya. Bulan benar-benar kesal matanya sampai berkaca. Bagaimana kedepannya nanti setelah ia menikah? selama seminggu ini bahkan Bulan selalu bertengkar dengan Dean dalam hal apapun. Lalu bagaimana nanti jika mereka hidup berdua di Paris, pada siapa Bulan akan meminta tolong?
Rasanya ia ingin berteriak sekeras mungkin saat ini. Jika bukan demi kebebasan dan studynya mungkin Bulan akan lebih memilih kabur dibanding menikahi Dean
Bulan mengedarkan pandangannya, lagi-lagi ia berdecih. Lihatlah, kamar suite hotel itu terhias indah, benar-benar disulap untuk pengantin baru. Bunga mawar merah diatas tempat tidur serta lilin-lilin disekitarnya, Bulan ingin sekali membuang semua itu. Ia bahkan tak berniat sedikitpun untuk melakukan malam pertama bersama Dean, memikirkannya saja sudah membuat Bulan bergidig takut
" Kakak sangat cantik. " puji Chesy datang bersama Chesa dari belakang dan memeluknya. Kedua adik kembarnya itu bertugas menjadi pengantarnya menuju tempat pernikahan akan dilangsungkan
Bila menikah bersama James mungkin Bulan akan senang dipuji seperti itu. Bibirnya bahkan tak berniat tersenyum walau hanya sedikit
" Kakak, semua orang sudah menunggu. " ucap Chesy
" Kakak aku iri dengan kakak, kenapa harus kakak yang menikah dengan kak Dean. " gerutu Chesa
" Kalau begitu kamu saja yang menikah dengannya. "
" Memangnya boleh?. "
" Boleh kalau kau mau dihukum Daddy. " si tengik Bryan yang berdiri diambang pintu ikut bicara. Dimana ada Chesa-Chesy disitulah ada Bryan dan itu bukan hal yang aneh bila Bryan selalu datang tiba-tiba. Bocah laki-laki itu seakan tiada bosan untuk mengerjai adik-adik dan kakaknya
" Shut up Bryan. " ucap ketiga wanita itu pada Bryan lalu mereka semua tertawa, sedikit mengurangi rasa sedih dihati Bulan
Bersama Chesa dan Chesy yang memakai kebaya yang sama, Bulan berjalan menuju tempat akad nikah akan dilangsungkan
Semua orang terpukau, tak terkecuali Dean. Jeny bahkan sampai menangis melihat putri sulungnya, mulai hari ini putri yang selama ini ia besarkan dengan penuh kasih sayang putrinya yang juga selalu manja padanya akan menjadi milik orang lain dan mungkin mereka juga akan tinggal berjauhan karena Dean pasti akan membawa Bulan ke Paris
Ken merangkul bahu Jeny, ia usap airmata yang mengalir di kedua pipi istrinya. Waktu tak memakan kelembutan Ken pada Jeny, mereka selalu mesra dan membuat anak-anak mereka sangat menginginkan pernikahan seperti kedua orang tuanya. Jeny dan Ken selalu hangat dan saling menyayangi, harmonis dan jauh dari pertengkaran. Bulan pun begitu mengidolakan sang ayah sehingga ia berharap mempunyai seorang suami yang seperti Ken, selalu lembut dan penuh perhatian pada ibunya
Si kembar membawa Bulan duduk di sebelah Dean. Pria itu masih terpaku memperhatikannya dan Dean tak sadar semua orang tersenyum memperhatikannya. Bulan melirik sekilas pada Dean, ia mencebikan bibirnya melihat Dean yang tampan namun ia tetap saja sebal pada pria itu
Tangan sang ayah kini berjabat dengan Dean, Bulan dapat melihat tangan Ken yang bergetar. Mungkin pria itu gugup karena ini pertama kali untuknya, wajah Ken juga terlihat sendu menyiratkan kesedihan melepaskan anak pertamanya dan kesenduan sang ayah menyalur padanya, cairan bening itu keluar begitu saja dari pelupuk mata Bulan
Saya terima nikah dan kawinnya Bulan putri oktavian binti Kenan oktavian dengan mas kawin tersebut dibayar tunai
Dalam sekali tarikan nafas, Dean mengucapkan ijab kabul, mengikrarkan janji sucinya pada Tuhan dan kata sah yang keluar dari bibir para saksi berhasil membuat Dean menghalalkan dan menjadikan bocah ingusan itu menjadi istrinya. Airmata tak terbendung dari pelupuk mata Ken, berjatuhan begitu saja. Hari ini ia melepas tanggung jawabnya pada Dean, menjadikan pria muda yang ia temui bertahun-tahun silam itu menjadi menantu pertamanya
Dean masih tertegun, ia tak percaya kini ia telah sah menjadi suami orang lain. Seminggu yang lalu ia masih bermesraan dan bercumbu dengan Rivana namun mulai hari ini ia menjadi suami dari wanita lain, ia juga mempunyai sebuah tanggung jawab yang besar yaitu menjaga Bulan. Ya Dean hanya berniat akan menjaga Bulan
" Saudara Dean?" suara itu menyadarkan Dean, ia beralih pada penghulu yang baru saja menikahkannya bersama Bulan. Dean tak mengerti ia hanya menatap datar penghulu itu
" Cium kening kaka. " perintah Bryan
" Hah!" hanya itu yang terdengar dari bibir Dean membuat semua orang yang menyaksikan pernikahan itu tertawa. Dean mendadak canggung, sementara raut wajah penghulu itu terlihat memaksanya. Dean bergerak beralih pada Bulan, ia kembali tertegun beberapa saat, lalu bibir hangat itu mendarat dikening Bulan. Cukup lama dan membuat Bulan seperti tersengat aliran listrik. Bulan mendengus kecil saat penghulu itu pun menyuruhnya untuk mencium tangan Dean dan mau tidak mau ia terpaksa meraih tangan Dean dan menciumnya
Cup
Ciuman itu terasa lembut dan hal itu sukses membuat Dean tertegun untuk kesekian kalinya. Kembali diperintah penghulu, Dean memasukan cincin pernikahan di jari Bulan begitupun Bulan yang memasangkan cincin di jari Dean. Keduanya saling menatap sejenak, perasaan mereka mendadak canggung dan Dean tersenyum melihat rona merah dikedua pipi Bulan
Cekrek
Cekrek
Hal itu tak luput dari sorotan kamera dan media. Acara itu memang digelar secara besar-besaran dan Ken sengaja mempublikasikan pernikahan putrinya agar semua orang tahu kini Bulan telah sah menjadi istri orang lain. Bulan memang mempunyai banyak fans dan sempat menjadi seorang selebgram karena kecantikan dan kelucuannya namun karena seorang fans fanatik yang hampir mencelakainya, Ken langsung memblokir semua akun media sosial Bulan
Setelahnya mereka menandatangani surat-surat dia atas meja. Buku hijau dan merah itu disodorkan penghulu tepat didepan mereka. Keduanya hanya menatap buku pernikahan itu dengan pikiran masing-masing tanpa mereka tahu ada seseorang disana yang mengepalkan kedua tangannya. Wajahnya memerah karena menahan amarah dan dia adalah James. Pria itu sengaja datang untuk melihat sang kekasih, Bulan sangat cantik dan James sangat tidak rela kekasihnya bersanding dengan pria lain terlebih pria itu ternyata jauh dari ekspetasi yang Bulan katakan adalah pria tua. Nyatanya Dean masih muda dan sangat tampan. James sungguh tidak rela melihatnya meskipun pada awalnya ini semua demi kebebasan Bulan
-
-