Seorang wanita Muslim bernama Hannah tak sengaja bertemu dengan idol korea bernama Wobin di bandara, pertemuan itu langsung mencuri hati Wobin, ia terpikat oleh Hannah dan tergerak untuk membantunya keluar dari masalahnya. Wobin, yang ingin menghormati keyakinan Hannah sebagai seorang Muslim, berusaha untuk melindungi dan menjaganya, akankah usaha Wobin untuk melindung Hannah dan membantunya menyelesaikan masalah, mampu meluluhkan hati Hannah?
Informasi Buku:
Setiap halaman berisi 500 kata
Terdiri dari 120 halaman, terbagi dalam 2 bagian cerita
Waktu baca per halaman 3 menit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Page Number 14 - Ungkapan Wobin di Tv
"Ini mba tuan Wobin lagi di wawancarai" kata susi
Bukannya ini bajunya Wobin yang dipakai tadi, kayaknya ini acara talkshow hari ini deh
"Wobin ngomong apa sus aku gak ngerti" kataku
"Oh iya mba hannah gak ngerti bahasa korea ya tuan Wobin bilang senang diundang di acara itu"
"Gitu ya" kataku
Aku dan susi terus liat talkshow Wobin sampai ke acara tanya jawab, aku pikir Wobin bisa menjawab tanya jawab itu tapi Wobin malah diam saja
"Yang ditanyain perempuan itu apa" kataku, aku bertanya karena aku ingin tau pertanyaan apa yang membuat Wobin tidak menjawab
"Tanya jawab dari fansnya tuan Wobin mba lebih tepatnya, mereka bilang apakah ada wanita yang disukai tuan Wobin" kata susi, kenapa Wobin diam saja jangan jangan memang ada wanita yang disukai Wobin, aku jadi penasaran karena Wobin tidak menjawab, pasti kalangan artis juga, aku tau kenapa Wobin menatap ponselnya terus terusan seperti tadi pasti sedang memikirkan jawaban fansnya, kalau dia tidak menjawab pasti fansnya kecewa
"Aduh ponsel saya lowbatt mba padahal saya mau tau jawaban tuan Wobin" kata susi, tiba tiba ponselnya low batt
"Sebaiknya kita istirahat aja sus sekarang uda hampir malam" kataku
"Iya mba" kata susi, sebenernya aku juga ingin tau jawaban Wobin tentang wanita yang disukainya dari kalangan penyanyi atau pemain film biar aku bisa jaga jarak
Esok harinya aku dan susi sudah membuat makanan dan membersihkan rumah ternyata ada susi meringankan pekerjaanku selama di rumah Wobin, tiba tiba bel rumah bunyi aku langsung membuka pintu, ternyata yang datang Wobin aku tidak tau kenapa dia datang sangat pagi padahal kemarin sore syuting apa Wobin tidak lelah, Wobin tetap di luar aku lupa menyuruhnya masuk, Wobin masuk kalau aku menyuruhnya masuk meskipun ini rumahnya tapi dia tidak ingin masuk mungkin karena aku yang tinggal di rumah ini ditambah ada susi, wobin duduk dan aku memberikan ponselku yang sudah aku ketik
“Silakan masuk pasti kamu lelah aku akan menyiapkan kamarmu”
Wobin nampak kaget melihat tulisanku aku tidak tau kenapa, apa karena aku tau dia sore syuting, tampaknya Wobin juga lelah jadi aku tau kalau dia kurang istirahat, tidak berselang lama susi datang membawa minuman untuk Wobin, tapi wajah susi kali ini beda sekali ketika melihat Wobin, susi mulai senyum senyum seperti fansnya Wobin
"Sus kamu gak apa apa" kataku
"Engga mba hannah aku gak apa apa kok" kata susi
Dia juga senyum kepadaku ketika menjawab, susi seperti ini karena tau Wobin artis
"Sus bantu aku menyiapkan kamar untuk Wobin yuk sepertinya dia butuh istirahat" kataku
"Iya mba hannah saya bantu" kata susi
Aku dan susi langsung pergi ke kamar atas untuk menyiapkan kamar untuk Wobin, aku memilih kamar atas karna kamar atas lebih nyaman tanpa suara berisik dari lantai bawah, setelah 30 menit selesai aku dan susi ke bawah untuk memberitahu Wobin kalau kamarnya sudah siap tapi aku malah melihat Wobin sudah tidur di sofa
"Mba tuan Wobin sudah tidur" kata susi
"Sebaiknya kita pergi aja sus biar Wobin istirahat" kataku
"Iya mba kata susi
Aku dan susi pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Wobin kalau dia bangun
"Ternyata tidur juga tetap tampan ya mba hannah" kata susi, dia senyum senyum ketika memasak
"Maksudnya Wobin" kataku
"Iya mba tuan Wobin" kata susi
Susi tidak berhenti membicarakan Wobin aku hanya mendengarkan dia bercerita meskipun aku sedikit risih karna susi cerita wobin terus tapi aku termasuk wanita yang lebih suka diam mendengarkan daripada tidak mendengarkan cerita orang seperti sepi saja dan tidak enak kalau ada orang yang senang berbicara denganmu berbagi topik tapi kamu malah menyuruhnya diam aku yakin susi terbuka denganku karna merasa senang ada teman dari indonesia
"Akhirnya sudah selesai, aku bawakan makanan ini ke Wobin dulu ya sus" kataku
"Tuan Wobin kayaknya belum bangun deh mba" kata susi
"Gpp nanti kalau Wobin uda bangun makanannya tinggal dimakan" kataku
"Bener juga mba" kata susi
Aku mengantarkan makanan ke Wobin ternyata Wobin sudah bangun dia tidur hanya 1 jam, Wobin sedang mengelus nana, sekarang Wobin kaget melihatku yang membawa makanan untuknya, aku menyodorkan ponselku ke Wobin dan menulis
“Ini makanlah pasti kamu lapar belum makan”
Aku menaruh makanannya di meja depan Wobin, sepertinya Wobin malu mengambil makanan yang aku buat, aku menunggunya sampai dia mengambilnya, karena Wobin melihatku yang masih belum pergi Wobin mengambil makanan itu, dia sepertinya suka karena makanan yang aku buat habis aku sengaja memasak nasi goreng dan ayam goreng untuknya, aku senang karena wobin sudah memakan nasi gorengku, lalu aku mengambil
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Korban Perasaan