NovelToon NovelToon
Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:273.4k
Nilai: 5
Nama Author: Han_hania

*Diwajibkan membaca Cinta Navysah dulu agar mengerti alur cerita,🙏

~ Raffa Ahmad atau Raffa Raihan seorang anak yang harus mengubur mimpinya menjadi seorang animator dan harus mengikuti perintah Ayah sambungnya untuk menjadi pebisnis menggantikan sang Ayah, hingga ibunya harus mencari jalan tengah dan mendorong anaknya untuk menjadi arsitek.


~ Khalif Ahmad (Alif) yang bercita - cita menjadi dokter, pria pendiam, terkesan cuek dan menyukai satu wanita namun salah satu saingannya saudara kembarnya sendiri.

~ Khaffa Ahmad (Fafa) Dia yang super aktif, pecicilan, selalu memberikan warna yang berbeda di keluarganya.

~ Kinan seorang Dokter spesialis Urologi, sedari kecil menganggap Navysah ibunya namun tidak pada Raffa. Dirinya selalu mengikuti kemanapun Raffa berada. Mungkinkah cinta akan berbalas?


* Jangan lupa tinggalin jejak kalian, Vote, like and Comment. Bebas promosi novel kalian, Author tidak marah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Han_hania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Raffa..!!" seru Kinan, mereka menghampiri seraya bergandengan tangan. "Kamu sama siapa?" tanyanya.

"Kenalkan, ini Berlian adiknya Rio" Ia melihat Kinan bergandengan tangan dengan Bagas. Ia melihat dari ujung kepala hingga kaki Kinan terlihat cantik namun dirinya tidak suka karena Kinan memakai minidress hingga memperlihatkan kaki mulusnya.

"Haloo kak, aku Lian" ucapnya sembari tersenyum.

"Aku Kinan dan ini Bagas" ia menjabat tangannya. Bagas tersenyum "Hai, aku Bagas pacarnya Kinan." Dan mendapatkan lirikan tajam dari gadis di sebelahnya. Kinan merasa dijebak oleh sahabatnya sendiri.

"Oh, kalian berpacaran. Selamat ya, akhirnya ada yang mau dengan Kinan juga." Raffa sebenarnya tidak percaya mereka berpacaran, melihat dengan gerak tubuh si manja yang selalu kaku dan menatap tajam kearah Bagas.

"Iya Raff, baru jadian tiga puluh menit yang lalu. Hehehe"

Terlihat Rio dan Caca menghampiri mereka. "Eh, ada Kitis dan Bagas." ucapnya.

"Loh, lu ikut sama Raffa yo. Aku kira Raffa cuma berdua" tanya Kinan

"Tadi gue anterin Caca ke toilet jadi mereka duluan kemari " ucapnya "Raff, gimana sudah ketemu buku sama alat lukis lu?"

"Sudah, ini Lian lagi cari buku lainnya dulu. Caca mau beli apa?" Ia berjongkok menyamai tubuh si bocil itu.

"Emangnya Caca boleh beli yang Caca suka Kak? Caca dikasih uang emak cuma ini" Ia mengambil satu lembar uang bernilai dua puluh ribu rupiah di saku rok nya "Kata emak buat beli es teh saja" sambungnya lagi.

"Caca mau yang mana tinggal pilih, nanti kak Raffa yang bayar. Uang ini disimpan saja buat jajan besok" ia memasukan kembali uang Caca di saku rok nya.

"Beneran Kak!" serunya, seolah tak percaya. Namun ia mendapat cubitan dari Rio. " Nggak usah, kita kesini cuma antar kamu belanja aja kok. Caca sudah punya di rumah." Wajah si gadis kecil langsung cemberut, tanda dari cubitan itu sudah pasti kakaknya melarangnya untuk meminta sesuatu pada orang lain.

"Nggak papa yo, santai saja. Aku sudah menganggap kamu saudaraku begitu pula dengan kedua adikmu, sudah seperti adikku sendiri" ucapnya " Caca,Lian ambilah mana yang kalian butuhkan" ia mengelus rambut Caca yang keriting, seakan mengelus adiknya sendiri.

"Asyik...!" Caca langsung berlari ke arah perlengkapan sekolah. Sedangkan Lian masih memilih buku yang sedang dicarinya.

Kinan merasa terharu, sikap Raffa yang peduli dengan orang lain selalu membuatnya ingin menangis. "Bagas ayo kita lihat yang disana" ia menarik tangan pacar pura-puranya, ia tidak ingin Raffa melihat dirinya yang cengeng.

"Kamu selalu baik padaku Raff, aku jadi malu" Rio menundukkan kepalanya, hanya teman sebangkunya ini yang mau peduli akan dirinya, mengingat dalam sekolah itu hanya Raffa dan Kinan yang selalu menganggap dirinya ada, sedangkan yang lain jangan pernah berharap,ia tidak akan pernah bisa masuk dalam kasta elit di sekolahnya.

"Tegakkan tubuhmu Rio!" seru Raffa. " Jangan pernah menunduk seperti itu, aku tidak suka. Justru aku yang malu dengan diriku sendiri, belum tentu aku bisa setegar dan sekuat kamu jika berada di posisimu saat ini. Belum tentu aku bisa membahagiakan kedua orang tua dan adik-adikku. Aku bangga denganmu yang pantang menyerah di segala hal Mario Wanggai dan aku yakin, kamu akan menjadi orang sukses. So, lanjutkan mimpimu untuk kuliah jangan pernah putus asa pasti ada jalan keluarnya " ia menepuk bahu temannya, seolah memberi kekuatan dan keyakinan untuknya. Rio langsung menegakkan tubuhnya, perkataan dari Raffa seolah menjadi semangat dirinya untuk kembali bermimpi untuk kuliah. Dia tahu mungkin terlalu sulit baginya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi mengingat dia tidak mempunyai biaya dan tentu saja ekonomi keluarganya yang pas-pasan." Aku akan kuliah dan bekerja, agar adik-adikku mempunyai kehidupan yang lebih baik" tegasnya.

"Nah, gitu dong. Ini baru namanya Mario Wanggai yang aku kenal " Raffa.

Lian sejak tadi berada di bawah rak buku tak jauh dari tempat mereka mengobrol hanya mampu menitihkan air mata. Dia sangat bangga mempunyai kakak yang mau bekerja serabutan untuk keluarganya."Aku janji kak, aku akan belajar lebih rajin dan mendapatkan beasiswa agar emak tidak pusing memikirkan biaya sekolah Lian" ucapnya dalam hati.

Caca berlari menghampiri mereka "Kak, aku beli ini boleh" ia menunjukkan tas berwarna biru dan satu set pensil warna yang cukup lengkap.

"Boleh, apalagi yang Caca butuhkan?" tanya Raffa.

"Apa ya, Caca bingung karena semuanya bagus, hehehe" ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ya sudah ambil buku tulis dua pak, pensil dan pulpen buat stok dirumah" perintah Raffa.

" Oke kak" ia langsung berlari ke arah tempat buku berada. Lian membawa sebuah buku yang dibutuhkan dan memasukannya di keranjang.

"Cuma itu?" tanya Raffa dan dianggukkan oleh Lian. "Kamu tidak butuh yang lainnya?" tanyanya lagi.

"Nggak kak, ini saja." Caca langsung membawa barangnya dan memasukkan ke dalam keranjang. "Kak Lian nggak beli tas sama sepatu? Kan sepatu kakak sudah bolong" ucapnya dengan polos. Rio langsung membekap mulut adiknya yang suka ceplas - ceplos."Diem nggak, kakak lakban nih mulutnya"

" Kak Rio nyebelin, sakit tahu!" cebiknya.

Setelah semua dibeli dan dibayar, mereka berjalan ke arah toko sepatu namun Kinan dan Bagas masih mengikutinya. "Kamu nggak kencan lagi? Pergilah, kita masih ingin berkeliling Mall " ucap Raffa.

"Aku ingin bersama kalian, soalnya rame. Iya kan gas?" ia menyenggol lengan bagas untuk menyetujui permintaanya.

"Iya, jalan berdua kurang enak soalnya ketiganya setan. Hahaha" selorohnya.

"Terserah"

Mereka masuk ke dalam toko sepatu dan memilih mana yang cocok untuk Lian dan Caca. "Alhamdulillah, Caca punya sepatu baru. Makasih kak Raffa"

"Iya sama-sama, yang pintar sekolahnya biar Caca bisa jadi juara" ujarnya

"Iya, Caca mau belajar yang rajin kan sepatu dan tas Caca baru"

Setelah keluar dari toko sepatu mereka akan makan malam, "Caca sama Lian mau makan apa? tanya Raffa

" Caca mau roti bentuk bunder kayak di iklan tv itu lho kak, yang toppingnya banyak keju sama saus nya, Caca penasaran rasanya seperti apa "

Raffa hanya tersenyum, baginya makanan seperti ini sudah terbiasa ia makan namun tidak untuk mereka " Oke kita kesana, pumpung orang banyak bisa pesan yang size besar " Ia tahu yang Caca maksud adalah pizza.

Mereka berjalan dan berpapasan dengan seorang teman satu sekolahnya, lebih tepatnya rival dari Raffa. Antoni yang selalu troublemaker kini menggandeng seorang gadis sexy." Wow lihat beb, mereka kumpulan dari anggota kasta kedua di sekolah. Raffa Ahmad, apa kau tidak alergi berteman dengan mereka.Opss,bukan Raffa Ahmad lebih tepatnya Raffa Raihan si kulit coklat" ucapnya dengan nada mengejek.

Raffa tidak menggubris pertanyaan dari rivalnya. Ia lebih mempercepat langkah dan tidak ingin berurusan dengan seorang Antoni. "Dia memang seperti itu, tidak pernah berubah" gumamnya dalam hati.

Mereka memesan pizza dengan size besar dan beberapa cola. Caca terlihat takjub melihat makanan yang begitu menggoda di depannya. Baru kali ini dirinya bisa menikmatinya. Potong demi potong mereka nikmati sembari bercanda tawa.

"Sudah ah, ternyata rasanya tidak enak, aneh gini. Enakan masakan emak jengkol balado" ucapnya.

Raffa terkekeh mendengar perkataan Caca yang polos. "Sudah nggak penasaran lagi kan gimana rasanya pizza,ayo habiskan setelah itu kita pulang sudah malam"

"Siap kak"

* **

Jangan lupa like, Vote and comment. Matursuwun All reader yang sudah setia menunggu up nya novel ini . 🙏☺️😘😘

1
Widodo Mojogedang
Biasa
Widodo Mojogedang
Kecewa
Rizal Aulia
oke banget,,,👍👍👍👍👍
%ER%
sebernya dr kemaren dah pengin baca tp suka takut kebablasan...g inget waktu
Junae Daenk Ady
Fafa..bad boy ko diselingkuhin
Junae Daenk Ady
lanjut Thor..
z
kinan yg salah berkali" d ingatkan selalu mengulang
Antye Chaca
semangat thor aku juga sama tidur malam untuk menulis 🤗
Alfia Alfia El Rahta
kapan up kk lgi penasaran kk
Han hania: Lg bikin novel tentang Keken baru 10an bab. Mungkin akan lebih lama karena Author akan menyempurnakan novel ini hingga tamat terlebih dahulu agar para reader tidak terlalu lama menunggu update an ( Author msh sibuk dgn dunia nyata, membuat novel butuh pikiran dan waktu yg lumayan menguras jg 🙏) InsyaAllah target bln juni rampung dan tetap di publish di NT. Terima kasih orang baik sdh menunggu karya remahan aq, saya jd terharu. Hehehe
total 1 replies
Alfia Alfia El Rahta
kak Thor lanjut cinta navisa season 3
kak please
Alfia Alfia El Rahta: iya maksi KK thor
total 2 replies
Wiwik Ponco
alif belum nikah thor kok dah tamat aja
Alfia Alfia El Rahta
jangan tamat dlu KK thor masi seruh
cerita si kembar Alif inkha inha dan fafa
Bunda 3N
yang ditunggu akhirnya nongol....seneng baca kelanjutan bab ada mama Maya tmn gila mama navisah kangen terobati...tp syg mereka g bikin kegilaan bareng 😂😂 begitu baca kelanjutan tiap bab ketawa sendiri saat Hanin mnt rumah pohon,kirain habis Kinan lahiran msh ada part antara Alif sm anggrek....tau² kok udh tamat...jangan tamat dulu dong Thor...jarang update gpp asal jangan tamat dulu...Tarzan kecil kan blm launching.... semangat Thor....ketunggu kelanjutan cinta navisah berikutnya 😘😘😘
Author SUPERSTAR: Permisi, mampir di Aku (Bukan) Wanita Murahan yuk...
total 1 replies
riaa
masa tamat sih thor.. jangan tamat dong. pleaseeee
Arum Qomariyah Az-Zahra
hah, serius tamat Thor 😌, jangan dulu Thor , lanjut kan thor
Alfia Alfia El Rahta
kak kapan upnya
Piet Mayong
ini nyambung kisah di inka..??? .nanti si inha sama juno donk...
Bunda 3N: Thor....selalu semangat 💪💪💪ku tunggu karya² mu,sisipin grup'y mama navisah dong....kangen....tar pas acara 7bln Kinan ya Thor...pengen liat mm navisah sengklek sm grupnya 😂😂😂
total 2 replies
Piet Mayong
sipz hanin...keluarkan sifat ngeselinnmu yg dulu pas hamil pertama..... apalagi sekarang kembar,.
Qomarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 lanjut
Faqirasid
di tunggu endingnya pasti seru... semangat thor ditunggu kelanjutannya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!