NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Maya

Cinta Untuk Maya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:319.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deviss

Maya adalah seorang wanita biasa yang dijodohkan dengan pilihan orang tuanya. Dia berkali-kali menolak karena sudah memiliki kekasih.

Sedangkan lelaki pilihan orang tuanya, bernama Prawira. Dia seorang abdi negara yang baru saja dipindah tugaskan di Jakarta.

Pernikahan mereka berlangsung seminggu setelah tragedi itu. Maya terpaksa menjalani semua ini. Masa lalu yang datang kembali, membuat dirinya terguncang.

Bisakah Maya melewati semua ini, akankah dia mendapatkan cinta dihidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deviss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIKERJAIN

Maya merebahkan tubuhnya di ranjang sembari mendengarkan suara seseorang yang jauh di sana. "Belum azan di sini, Bang," jawab Maya.

"Ohh ... berangkat kerja sama siapa?" tanya Juha.

"Sama ... mau tahu aja, apa mau tahu banget?" Goda Maya sembari mengubah posisi menjadi tengkurap.

"Hm ... mulai deh, bikin gemes. Jadi pengen balik ke Jakarta." Maya tertawa. Juha memang paling bisa mengembalikan mood baiknya.

Suara Azan menghentikan percakapan mereka. Setelah itu, Maya meminta izin untuk solat subuh, sekalian bersiap-siap berangkat pagi-pagi, mengingat dirinya berada di rumah orang yang letaknya lumayan jauh dari kantor.

Tepat jam setengah enam, Maya keluar kamar mengenakan pakaian kantor menuju dapur. Rencananya ingin membantu calon mertuanya masak. Namun, ternyata di sana hanya ada pembantu rumah tangga.

"Masak apa, bu?" tanya Maya mendekati.

"Eh, Non Maya ... ini opor ayam. Non, panggil saya mbok nah aja, sama kaya yang lain," jawabnya.

Maya mengangguk. "Ada yang bisa maya bantu, Mbok?" tanya Maya melihat di meja makan sudah lengkap nasi dengan lauknya.

"Sudah semua, Non. Tinggal tunggu matang sayurnya."

Maya mengangguk-angguk, mencari sesuatu yang bisa dikerjakan. Dia melihat sapu yang menggantung di balik pintu dekat dapur. "Bok Nah, bagian mana yang belum di sapu?"

"Jangan, Non. Biar mbok saja yang kerjakan, setelah ini matang."

Maya mengambil sapu, lalu berjalan menuju ruang tamu. Namun, terhenti karena Rangga memegang tangannya. "Ada apa?"

"Mau ke mana bawa sapu?" tanya Rangga sembari melepaskan tangan Maya.

"Haduh, Non. Mbok udah bilang. Habis ini matang mbok yang kerjain." Mbok Nah mengambil alih sapunya, lalu dikembalikan ke temat semula.

"Mbok, aku gak mau di sini cuma makan tidur, makan tidur."

Bibir Rangga sedikit terangkat, melipat kedua tangannya di dada. "Kamar aku berantakan boleh minta tolong diberesin?" tanyanya menatap tepat di kedua bola mata Maya.

"Den, ja—" Gerakan tangan Rangga memotong ucapan Bibi Nah.

"Boleh. Kemarikan sapunya!" pinta Maya sembri menggulurkan tangannya.

"Nyonya Prawira, gunakan alat penyedot debu, bukan sapu. Kalau sapu hanya untuk dapur," jalas Rangga.

Maya menatap Rangga tajam. Beberapa detik kemudian menutup matanya sebentar, menarik napas dalam, membuangnya kasar. "Di mana alatnya, Mbok?" tanyanya. Mbok Nah segera memgambilnya, lalu diberikan pada Maya.

Maya langsung naik menuju ke kamar Rangga, sedangkan sang empunya mengikuti di belakang. Dia membuka pintu, mengitari seisi sudut ruangan, kemudian melihat jam di tangan. "Butuh waktu tiga puluh menit," katanya dalam hati.

"Kenapa?" tanya Rangga saat Maya sedang melihat arlogi.

"Huh?" Maya menatap Rangga setelah itu menggeleng. "Gak apa-apa," jawabnya.

Maya langsung masuk, dimulai dengan membereskan ranjang dulu, setelah itu yang lain. Disela-sela kegiatannya, ia selalu melihat arloji sembari mengembuskan napas kasar. Takut dirinya akan terlambat sampai kantor.

"Tenang aja, aku anterin kamu sampai kan—"

"Loh ... kenapa Maya yang membersihkan kamar kamu, Dek?" potong Bunda masuk menghentikan Maya.

"Dia yang mau, Bun." Rangga dapat tatapan tajam dari Bunda.

"Iya, Bunda. Ini kemauan maya sendiri," timpal Maya.

Bunda berjalan ke arah Rangga. "Terus, kamu cuma lihatin aja, gak bantuin gitu?" tanyanya sembari memukul bokong Rangga.

"Rangga tadi bantuin maya, kok, Bun."

Bunda malah memukul lengan Rangga terus menurus. "Lihat tuh! Maya bela kamu. Tahu betul sifat anak bunda yang satu ini, paling males kalau disuruh beresin kamar," ungkapnya mengetahui Maya berdusta.

Bunda mendekati Maya, mengambil alih alat penyedot debu. "Sarapan dulu, Nak May! Nanti berangkatnya diantar Rangga. Biar ini Mbok Nah yang selesaikan." Maya hanya mengangguk malu ketahuan berbohong.

Setelah semuanya selesai, Maya dan Rangga pergi. Tidak biasanya Rangga ke kafe menggunakan mobil. Entah, apa yang membuatnya seperti itu? padahal beberapa menit yang lalu terlihat baik-baik saja. Selama perjalanan mereka hanya diam. Maya melihat kemarahan di wajah Rangga.

🌷🌷🌷

Di kantor Maya seperti biasa fokus pada pekerjaan. Tugas-tugas yang diburu oleh deatline membuat dirinya melewatkan makam siang. Dia pun mengabaikan beberapa getaran di ponselnya yang sedari tadi menyala.

"Aahh ...." Maya merenggangkan tangannya ke atas. Memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, membuat bunyian dari kepala serta jari-jarinya.

Maya mengambil ponsel yang berada diujung meja kerja. Betapa terkejutnya melihat pemberitahuan pesan dan panggilan hingga puluhan. Paling banyak dari Juha, ia segera membuka–membacanya satu persatu. Bibirnya terangkat mengukir sebuah senyuman.

Akhirnya yang diharapkan Maya terjadi. Juha mengutarakan perasaannya dan berharap wanita yang disukainya itu juga merasakan hal yang sama. Dia menghela napas, senyumnya perlahan luntur berbarengan dengan kesadarannya yang mengingat dirinya sudah dijodohkan.

Maya meletakan ponsel di tempat semula. Mengusap wajahnya perlahan, melirik jam di dinding menunjukan pukul empat sore. Merasakan perutnya bergetar serta mengeluarkan suara, ia ingat tadi siang tidak sempat makan siang, hanya memakan roti disela-sela kerjanya.

Maya bangkit dari tempat duduk, meminta izin pada teman sebelahnya untuk keluar sebentar membeli makanan kecil di warung. Dia segera pergi setelah anggukan yang didapat. Berjalan keluar gedung. Ia menyipitkan mata, menajamkan pandangannya. Langkahnya semakin dekat dan terlihat jelas, lalu berhenti.

"Prawira?"

Bersambung ....

Jangan lupa like, vote dan follow.😍😍 supaya autor yang jelek ini makin semangat lanjutin.

1
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Tamat yaaaak...?
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Ha...ha...ha...sukaaaaa...dech biar klepek klepek tuh Prawira ha...ha....ha....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Syukur prawira di panas2 in sama Rangga....se 7 Rangga biar Prawira klojotan pikiran nya bercabang 1000
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Prawira edhaaaaaan....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Prawira gilaaaaaa....menduakan wanita...pnya anak malah malah seblm nikah dg Maya...gila pke bgts tuh Prawira.....😠😠😠
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Baliiiiik...sama Juha aja lbih baik lbih setia , Prawira gombaaaaaaal....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Kerent bdn nya Prawira...he...he...he...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Hi...hi...hi...knp adek nya Prawira yg cemburu...aneh...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Waaah seruuuu...ha...ha...ha...
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Hi...hi...hi...mnding Maya dpt Juha dech....wwwkkkk..
nggak di dua in.
Swis Indi
mana ini cerita Maya season 2 nya author 👍🥰 di tunggu ya
Adinda Wahyuni
hanya bisa berasumsi 🤔🤔
Adinda Wahyuni
😂😂😂
reader di prank ..
Novi Margaretha
gak seru klau nikahny hrs sm prawira,gak smua perjodohan itu bucin,bosen deh baca crita yg awal dijodohkan lm2 bucin,hrsny cintany yg diperjuangkan,cwe kok gak bs tegas sm pendirianny😡
Gogon
semangat thorrr
Pudi Astuti
sehat selalu thor
Crusiana Habiba
setia menantimu author cantik ❤️
Lina
ku setia menunggumu author cantik 🥰😊
Lovenia
stia menunggu mba😍
Yenny DA Yoesuf
selalu ditunggu kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!