Rianna, yang sudah memasuki semester akhir sekolah. Yang tidak percaya akan sebuah cinta. dapatkah dia jatuh cinta, dan mempercayai akan sebuah cinta..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranti Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 15
{ Awan yang mendung, kini perlahan mulai cerah. }
Pagi pun telah menyapa.
" Gak mau pergi!! " Ucap Rianna..
" Sudah-sudah ayok semangat Minggu depan kita ujian. " Ucap Dina sambil makan sarapan nya.
Hari ini aku masih takut kalau bertemu dengan Mori tapi, aku harus menyelesaikan semua.
Teng.. teng.. teng.. pelajaran hari ini olahraga.
" Lompat, lompat Ann.. " teriak Dina dan teman sekelas ku. "
" Hufftt... " Malunya..
Di sisi lain Mori yang diam-diam memperhatikan Rianna di balik jendela. Wajahnya tampak murung dia tersenyum pait, sambil menghela napas.
" Kamu suka Rianna ya " ucap Anton sambil menepuk bahu Mori..
Mori yang terkejut, lantas menjawab " tahu dari .... "
" Wow... " Anton cengengesan dengar ucapan Mori.
" Keliatan loh dari cara Mandang kamu ke Rianna, dan dari mata kamu. Soalnya mata gak bisa bohong. "
Ucap Anton membuat Mori tidak bisa berkata apa-apa, dia tertegun.alis Mori mengkerut bibirnya bergumam. " Kamu ternyata gak bodoh ya. " Gumam Mori.
" Kedengaran loh.. " ucap Anton sambil menyindir. " Bagaimana kalau kamu temuin dia. " Ucap Anton sambil memberi semangat kepada Mori.
" Mau kemana?! " Ucap Anton yang tiba-tiba Mori berlari ke luar .
" Mau ketemu Rianna aku gak mau jadi bodoh.. " ucap Mori sambil bersemangat.
Ya, apapun jawaban Rianna nanti aku dah siap menerima nya, jika dia tidak mau aku tetap mau berteman dengan nya. Setidaknya karna dia aku tidak lagi kesepian.
" Rianna tunggu!!! " Ucap Mori sambil berlari menghampiri.
" Maaf soal itu... Tapi aku gak mau kamu menghindari ku lagi, kamu gak usah pikirkan tentang jawaban itu, anggap itu cuma masa lalu yang gak pernah terjadi, Mari kita mulai semuanya dari awal. Salam kenal namaku Mori teman sekelasmu. " Ucap mori..
Ucapan Mori seolah menenangkan badai yang ada di dalam hatiku, begitu lega dan tenang.
" Salam kenal aku Rianna. " Rianna tersenyum sambil menjulurkan tangan nya kepada Mori.
Mereka saling berjabat tangan.
" Hei... Perang dinginnya sudah selesai ya!! .. gini dong baikan kan kita bisa menikmati waktu kelulusan kita dengan tenang nanti. " Ucap Dina sambil merangkul Rianna.
{ Untuk temanku yang aku sayangi terima kasih, aku tidak peduli lagi dengan masa lalu atau masa depan, saat ini hatiku penuh dengan kebahagiaan sampai meluap-luap, teruslah bersamaku. }
Matahari yang hangat, mentari pagi menyapa angin sepoi yang menghembus..
Waktunya Ujian telah tiba....
Semua anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh, bersemangat. Masalah Mori maupun Rianna sudah terselesaikan.
Semuanya pokus Ujian pada ujian mereka..
Tapi ada yang berubah dengan Mori dia begitu hangat, baik, dan sekarang dia lebih banyak tersenyum.
Mungkin Mori sudah menemukan kebahagiaan dengan caranya sendiri.
Sampai hari kelulusan pun telah tiba..
Semuanya bersorak, mereka datang dengan di hadiri keluarga masing-masing..
Semuanya berdatangan, Rianna yang tengah asik ngobrol dengan Dina dan ibunya, tiba-tiba dia melihat Mori yang terduduk sendirian.
Apa orangtuanya tidak datang. Pikir Rianna dia pun celingak-celinguk. Di pikiran Rianna penuh dengan pertanyaan kenapa semua orang tampak bahagia sedangkan Mori terlihat murung. Padahal dia dapat peringkat satu.
ato lanjut seasen 2 nya gt?
aukaes trs tuk karya2nya thor 💕💕💕💕
sukses...semangat