Pertemuan tak terduga dari dua orang yang sudah saling memutuskan untuk tidak akan pernah mencintai lagi,akhirnya berujung dengan keduanya yang saling terikat satu sama lain.
Akankah keduanya akan bisa bersatu? ataukah ini hanya akan menjadi kisah pemanis sementara bagi keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DEMAM TINGGI
"Uhuk uhuk" Celine beberapa kali terbatuk dalam tidurnya membuat Putra yang tertidur di atas ranjang sedikit terganggu.
"Hhmh" gumam Celine lagi.
"Ais tidak tahu orang mengantuk!" kesal Putra yang tidak bisa lagi mengabaikan suara suara yang sudah di buat oleh gadis itu sejak satu jam yang lalu.
Dengan malas,Putra pun perlahan turun dari ranjangnya dan menghampiri Celine yang berada di sofa.
"Celine...Celine.." panggil Putra sambil mengguncang guncangkan sedikit tubuh Celine.
"Dingin...." gumam gadis itu lagi masih dalam alam bawah tidurnya.
"Celine... Kau demam?" Putra terkaget saat merasakan kening Celine yang terasa sangat panas.
"Astaga kening mu panas sekali dan tangan mu sangat dingin" ujar Putra sesaat setelah dia bergantian meraba tangan dan juga kening Celine.
"Uhuk uhuk" Celine terbatuk dengan bibir yang sedikit menggigil.
"Pipimu juga sangat biru"ucap Putra lagi,dia baru teringat jika Celine sempat di tampar dengan sangat kuat oleh Samuel tadi siang.
Perlahan Putra meletakkan tangan kanannya di bawah leher Celine dan tangan kirinya di lutut gadis itu,dia membawanya ke ranjang nya.
"Uhuk..dingin.." gumam Celine saat Putra baru saja meletakkan dia di ranjangnya masih dengan wajah yang terlihat menggigil.
"Tunggu sebentar aku akan mengambilkan air es" ujar Putra sambil tangannya yang perlahan menyelimuti Celine,mencoba untuk tidak membuat wanita itu kedinginan.
Setelah memastikan gadis itu tidak terlalu mengigil,Putra pun langsung melangkahkan kakinya kedapur untuk mengambil air es dan juga handuk basah untuk mengompres Celine.
"Apa semua orang sudah tidur?" tanya nya pada dirinya sendiri saat melihat kondisi dapur yang sudah tak berpenghuni lagi.
"Tentu saja sudah sudah jam dua dini hari" gumamnya saat matanya tak sengaja saling tatap dengan jam dinding yang ada di dapur.
"Es nya dimana ya?" gumam Putra sambil membuka satu persatu dari empat kulkas yang ada di dapurnya.
"Dimana?" gumamnya lagi setelah dia menghancurkan bahan bahan yang ada di dalam kulkas.
"Ah ketemu!" serunya girang saat sudah menemukan dimana tempat penyimpanan es di dapurnya.
"Wah... Apakah ini karyaku?" gumam Putra terkejut saat melihat bahan bahan makanan yang sudah berceceran di lantai.
"Ah sudahlah! Lagi pula mereka juga akan membereskan nya nanti" gumamnya,kemudian dia langsung meninggalkan bahan bahan itu dengan membawa semangkuk penuh es batu dengan sebuah handuk yang menggantung di bahunya.
"Tapi bagaimana menggunakannya?" Putra kembali bermonolog saat dia sudah mendapatkan bahan bahan yang dia cari dan membawanya ke kamar tapi tidak tahu cara penggunaan nya bagaimana.
"Mbah google!" serunya saat mengingat mesin pencarian yang memiliki berbagai jawaban yang dia cari saat ini.
"Bagaimana cara mengobati demam tinggi dan tubuh yang menggigil kedinginan." ejanya sambil tangannya yang juga ikut mengetik di keyboard ponselnya.
"Langkah pertama... Buka bajunya dan ganti bajunya" dia membaca setiap kalimat yang ada disana.
"Tunggu! Apa? Buka bajunya? yang benar saja yang ada besok pagi dia malah akan mengamuk dan mengatakan jika aku mesum" ujar Putra yang sudah mengetahui watak Celine.
"Oke kita lewatkan yang itu! Kita lihat......" Putra membaca semua hal yang ada di sana.
"Langkah yang paling efektif adalah dengan berbaring berpelukan dalam selimut dengan keadaan telanjang, ini adalah langkah yang paling efektif untuk mengurangi panas dan meredakan tubuh yang mengigil" Putra membaca kalimat itu bersamaan dengan dia yang selalu meneguk salivanya.
"Ini... Ini... Sepertinya mesin pencariannya yang bermasalah! Kalau begitu aku akan memakai caraku sendiri" gumam Putra,dia perlahan menggapai handuk yang sempat dia bawa tadi dan merendamnya dalam air es.
"Aw! Dingin!" serunya terkejut saat hendak mengambil kembali handuk yang tadi sudah dia masukkan.Setelah berhasil mendapatkan handuk itu dia pun langsung memerasnya dan menempelkannya di kening Celine.
"Kenapa masih belum turun ya? Mana tubuhnya juga makin dingin" Heran Putra saat sudah hampir setengah jam tidak ada perubahan sama sekali dengan keadaan Celine.
"Apa aku turuti apa yang di katakan mbah google ya?" gumamnya saat melihat baju Celine yang mulai sedikit basah.
"Oke oke aku hanya akan membuka bajunya dan memeluknya!" gumam Putra,dia pun akhirnya memberanikan dirinya untuk membuka baju yang sedang di pake oleh Celine dengan mata yang tertutup.
"Aku tidak melihatnya! Aku tidak melihatnya! Aku tidak melihatnya!" gumam Putra selama dia mencopot semua pakaian Celine dan hanya menyisakan bra dan ****** ***** saja.
Setelah semuanya selesai,Putra pun perlahan naik ke atas tempat tidur dan memeluk Celine dengan hanya menggunakan Celana boxernya karna menurut mbah google dia harus seperti itu jika ingin panasnya cepat turun.
"Wah ternyata efektif sekali!" ujar Putra saat merasakan jika tubuh Celine sudah perlahan lahan menghangat dan demamnya sudah sedikit turun.
"Hoaaam" Putra menguap pertanda dia sudah mulai mengantuk dan tak lama kemudian dia pun langsung memejamkan matanya dan tertidur.
oooOooo
"Eunghh" lenguh Celine yang merasakan jika tubuhnya sudah terasa lebih ringan dari pada kemarin.
"Kenapa dingin sekali" gumamnya dengan mata yang masih terpejam.
"Tunggu! Tangan? Tangan siapa ini? Perasaan tangan ku tidak sebesar ini?" gumamnya saat merasakan ada sebuah tangan kekar yang masih melingkar di atas perutnya dan aneh nya Celine bisa sangat jelas merakan sentuhan kulit mereka.
"Tunggu! Kenapa aku merasa seperti tidak memakai baju?" mata Celine seketika terbuka lebar saat memikirkan kemungkinan kemungkinan yang mungkin saja terjadi.
"Aaaaaaaaaa!!!!!!" pekik Celine saat melihat keadaan tubuhnya yang setengah telanjang dengan Putra yang masih memeluknya.
"Ada apa? Ada apa?" gumam Putra yang baru saja terbangun dari tidur lelapnya.
"Apa yang sudah kau lakukan padaku huh? Kenapa kita bisa satu ranjang? Kenapa kau dan aku tidak memakai pakaian lengkap?! Kau kau tega sekali sudah mengambil kesucian ku!" pekik Celine dengan tangan nya yang ikut melemparkan bantal bantal yang dapat di raihnya kearah Putra.
"Hei! Jangan salah paham! Aku tidak melakukan itu!" Putra tidak terima saat Celine memberikan tuduhan yang tidak dia lakukan.
"Lalu ini apa?" tanya Celine sambil menatap keadaan mereka yang memang sangat mencurigakan.
"Kau demam! Makanya aku mengikuti sara. dari Google! Kau tidak lihat itu huh?" Putra menunjuk seonggok handuk di atas nakas dan juga mangkuk dengan es yang sudah mencair.
"Lalu kenapa kau membuka bajuku? Kau sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan ya?!" tuduh Celine.
"Aku membaca nya di Google,mereka bilang itu adalah cara yang paling efektif! lagi pula untuk apa aku mencari kesempatan dalam kesempitan? Bentuk tubuhmu bahkan tidak menarik sama sekali" bohong Putra padahal dia semalam harus bergulat dengan batinnya saat harus memeluk Celine.
"Kau..... sudahlah! Sana pergi!" kesal Celine.
"Seperti nya kau sudah lupa ini adalah kamarku!" ucap Putra sambil bersidakep.
"Kau sangat menyebalkan! Kubilang sana pergi!" pekik Celine yang terdengar memekakkan telinga, beruntung kamar mereka adalah kamar yang kedam suara jika tidak orang orang pasti sudah berpikir jika sedang ada perang dunia ke empat dikamar itu.
"Baiklah! Karna kau sangat cempreng dan telingaku sakit mendengar nya, maka kali aku mengalah!"ucap Putra sambil berlalu dari sana dan masuk ke kamar ganti untuk memakai bajunya dan keluar dari kamar itu.
"Cih dasar pria mesum itu! Mananya yang tidak menarik?! Orang bilang tubuhku adalah tubuh impian para pria" Gumam Celine tak terima dengan ejekan Putra.
Sementara itu di dapur para pelayan terlihat tengah kalang kabut saat melihat hampir semua bahan makanan sudah berceceran di lantai dapur.
"Bagaimana ini? Ada penyusup masuk!" ucap salah seorang yang terlihat sudah sangat takut.
"Ssst! Diam jangan sampai tuan tahu! Jika dia tahu dia pasti akan marah" jawab Seseorang lagi.
"Aduh bagaimana ini?" tanya salah seorang lagi yang terlihat sangat takut.Tanpa mereka sadari pelaku dari kekacauan ini adalah majikan mereka sendiri.
pengen apa & pengen ngapain tinggal pencet hp beres deehhh...
bayaran mah tinggal nggesek aja..
scara banyak kartu blac card nya sihhh..
tinggal ambil aja deh
udah lams nih
cerita kelahiran anaknya , cewek atau cowok
baru tamat kan pas thour