Hidup Luna sudah sempurna. Memiliki kekayaan dan popularitas di usia muda. Punya Casey, Kekasih baik hati yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Dia berpikir akan terus bahagia seperti itu.
But everything’s gonna change along the time. Pekerjaan mulai membebaninya, membatasi ruang gerak Luna. popularitasnya berusaha menghancurkan segala batas privasinya. Dan Casey ternyata terlalu menginginkan yang terbaik hingga tidak sanggup mentolerir perubahan Luna yang baru beranjak dewasa.
Luna merasa dirinya sedang berada di titik bawah hidupnya. Hingga Bagian terburuk dari semua itu mulai tampak, Luna harus bertemu Drey Charleville. Cassanova dengan segala catatan buruknya. Menggunakan pesonanya, Drey berusaha keras menjerat Luna dan menambahkan namanya dalam catatan wanita yang pernah ditaklukannya. Betapapun kerasnya Luna mencoba untuk tidak goyah, Drey selalu punya cara manis untuk menggodanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarashina18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
She (Drey POV)
Dia cantik. Itu kesan pertama yang kudapatkan dari Luna. Tetapi bukan cantik seperti kebanyakan wanita lainnya. Dia punya sisi cantiknya sendiri. Yang bisa membuatku tidak bisa melepaskan pandangan darinya.
Salah satu Hal yang menarik darinya adalah bahwa dia pintar menyembunyikan dirinya yang sebenarnya. Namun di saat bersamaan sangat mudah untuk dibaca. Seperti saat pesta itu.
Dia tersenyum pada semua orang, namun terlihat Ada Rasa tidak nyaman di raut wajahnya. Mungkin karena pakaiannya, mungkin juga karena sepatunya, atau mungkin pada dasarnya dia tidak suka pesta ini. Sehingga sebisa mungkin menyembunyikan kehadirannya. Bersembunyi di balik topeng Dan bayangan orang di sekitarnya.
Luna selalu menarik turun mini dress-nya. Menutupi bagian dadanya saat bicara. Dan berbicara singkat dengan setiap orang. Terlihat canggung sekali di mataku. Dan justru membuatku tidak bisa mengalihkan perhatian darinya.
Luna sempat menangkap basah aku memperhatikannya. Ada binar penasaran di matanya. Dan itu sempat membuatku panik. Sehingga aku harus menutupi rasa maluku dengan tersenyum lalu segera mengalihkan pandangan darinya. Dia gadis pertama yang membuatku salah tingkah seperti itu.
Luna adalah gadis yang sederhana. Dia membungkus dirinya dengan baik dalam bahasa kesopanan. Meski selalu memakai topeng, menyembunyikan dirinya, ekspresi wajah Luna tidak pernah dibuat-buat. Aku bisa melihat betapa mempesonanya dia saat wajahnya bersemu merah oleh pujian. Atau tawa renyahnya saat sedang merasa senang.
Namun bagaimanapun aku merasa tertarik padanya, Luna sudah memiliki seseorang di sampingnya. Dia punya pria yang membuatnya memperlihatkan senyum bahagia, tulus Dan tidak canggung. Sehingga kupikir pesta itu Akan menjadi terakhir kalinya aku memiliki kesempatan bicara dengannya.
Tetapi takdir bukan Hal yang bisa ditebak dengan mudah. Aku bisa melihat Luna lagi. Kesempatan demi kesempatan datang kepada kami. Di cafe dan di Madrid. Aku ternyata punya banyak waktu untuk berbicara dengannya.
Semakin aku mengenalnya, Luna terlihat semakin berbeda di mataku. Sikapnya begitu Kaku Dan canggung di depan pria. Membuatku Tak tahan menggodanya, Dan dengan mudah Rona merah pasti menghiasi wajahnya. Membuatku ingin terus Dan terus melihatnya.
Kesempatan terbesar tentu Setelah aku tahu Luna bukan milik siapapun lagi.
*********************************
- 2 bulan yang lalu -
Aku membolak balik halaman majalah di tanganku Tanpa membacanya sama sekali. Tidak Ada satupun konten di dalamnya menarik perhatianku. Terkadang sesekali melirik jam di tanganku. Rasanya waktu berlalu lambat sekali. Hingga rasa bosan tidak bisa aku hindari lagi.
"Mau menginap di rumahku saja?"
Tanya pamanku, James, yang akhirnya memperhatikanku juga Setelah lebih asyik berbicara dengan seseorang di balik telefon.
"Tidak, aku sudah menyewa hotel di dekat sini"
Tolakku.
"Temuilah bibimu sebelum pergi. Dia sangat merindukanmu"
Bujuk James masih tidak menyerah. Sebenarnya aku juga ingin mampir ke rumah pamanku. Daripada hanya berbicara di bar seperti ini. Namun aku tidak punya banyak waktu lagi untuk dihabiskan di LA. Serta, Aku kemari hanya untuk merayakan kesuksesan film James.
"Lain Kali saja"
Tolakku lagi dengan halus. James akhirnya menyerah. Lagipula sebentar lagi dia Akan mengatakan pesta ulang tahunnya, Dan aku sudah janji untuk hadir. Aku bisa menemui bibiku saat itu.
Setelah itu aku mendengarkan cerita James sambil menemaninya minum. Sebenarnya aku tidak terlalu suka mendengarkan cerita tentang film. Aku tidak terlalu paham bahasa teknis di dalamnya Dan tidak banyak film yang pernah kutonton. Tetapi aku tidak punya pilihan lain selain duduk di bar ini dengan James. Aku tidak kenal banyak orang di sini.
"Hai, selamat malam"
Sapa seseorang menyela obrolan kami. Begitu aku menoleh, sedikit terkejut karena Aku mengenali pria berbadan besar itu sebagai manajer Luna.
James langsung menyambut Pria bernama Daniel itu dengan senang. Kami pernah bertemu sebelumnya, sehingga Daniel juga menyapaku. Daniel akhirnya bergabung dengan kami.
Tidak perlu aku menyebutkannya, Luna langsung menjadi topik pembicaraan mereka. Baik Daniel maupun James cukup dekat dengan Luna, sehingga mereka punya banyak Hal untuk dibicarakan mengenai gadis itu. Terutama terkait dengan aktingnya di sekuel film "Breakthrough".
"Dia terus saja komplain ingin libur sepanjang waktu, sehingga aku tidak berani menerima tawaran pekerjaan saat ini"
Keluh Daniel saat James bertanya tentang apa yang dikerjakan Luna sekarang.
"Jadi dia sedang libur sekarang?"
Timpalku cepat saat Daniel menyebutkan tentang liburan.
"Ya"
"Dia pergi berlibur kemana?"
Tanyaku lagi. Berharap dia masih ada di LA atau sekitarnya. Karena aku tidak Akan punya waktu mencarinya di tempat yang lebih jauh.
"Gadis kuper sepertinya pasti hanya tidur di apartemen"
Jawab Daniel sambil tertawa. Saat itu juga, aku langsung tahu bahwa aku tidak boleh membuang kesempatan. Aku Akan kembali ke Madrid besok. Dan ini satu-satunya kesempatan menemuinya.
Untungnya Daniel bukan orang yang sulit. Dia langsung memberitahuku harus pergi ke Mana jika ingin menemui Luna. Aku pernah mengantar dia sampai apartemen sebelumnya. Dan Daniel memberikan informasi mengenai lantainya secara gratis. Dia bahkan memberitahu pihak keamanan di Sana untuk mempersilahkan aku masuk saat sampai. Akupun segera meninggalkan bar Dan pergi kesana.
Ada Rasa senang sendiri saat memikirkan aku Akan melihat Luna lagi. Aku tidak tahu darimana perasaan itu berawal. Namun sikap manisnya yang berbeda dengan wanita yang pernah kutemui, membuatku terus ingin melihatnya.
Rasa senang itu berubah dengan Rasa kecewa cukup cepat. Jelas aku hampir berpapasan dengan Casey, pria yang sudah lebih dulu memiliki Luna. Kesadaranku seperti kembali. Luna sudah menjadi kekasih orang lain, Dan tidak Ada ruang yang cukup untuk kutempati lagi. Aku hendak mengurungkan niatku menemui Luna, ketika egoku justru mendorongku ke arah sebaliknya.
Tak butuh waktu lama, akhirnya Aku berdiri di depan pintu apartemen Luna. Aku membuat alasan hanya ingin menyapanya sebentar lalu pergi. Aku tidak berharap lebih darinya. Dia adalah kekasih pria lain, Dan kutanamkan dalam-dalam Hal itu ke pikiranku. Jadi kuberanikan diriku untuk mengetuk pintunya.
Aku sudah hendak menyapanya, saat melihat Luna gadis yang selalu terlihat manis Dan tersenyum itu rupanya sedang menangis. Wajahnya sembab dengan air Mata yang masih mengalir.
Gadis yang selalu tampil sempurna itu kini acak-acakan. Rambutnya, baju piyamanya, Dan juga ekspresinya. Menyadarkanku bahwa sepertinya aku datang di waktu yang salah.
"Apa aku datang di saat yang tidak tepat?"
Tanyaku hati-hati. Jujur, aku canggung Dan tidak tahu situasi apa yang sedang kuhadapi ini.
Luna hanya terdiam. Mungkin ia lebih terkejut daripada aku. Namun bisa kulihat Ada binar kesedihan yang dalam di balik Mata hitamnya. Sepertinya dia sedang dalam keadaan terluka. Mungkin dia Dan Casey bertengkar, atau mungkin....
Kupikir Luna Akan memintaku untuk pergi. Tak kusangka, ia justru kembali menangis keras. Membuatku tidak bisa menahan diri. Masuk Dan memeluknya.
Tubuh Luna sangat ramping Dan cukup mungil dalam dekapanku. Dan tubuh itu berguncang hebat menumpahkan kesedihannya. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi aku paham bahwa Casey telah melukai Luna cukup dalam.
Entah berapa jam berlalu, aku masih menunggu Luna selesai meluapkan tangisnya. Melihatnya membaik Setelah itu cukup bagiku. Meski aku tidak bisa membawa diriku bertanya apa yang terjadi padanya.
Jawaban dari pertanyaanku langsung muncul esoknya. Saat sebuah acara infotainment memberitakan perpisahan antara Luna Dan Casey. Aku sedikit merasa bersalah karena menganggap ini sebagai kabar baik. Padahal Luna cukup terluka. Tetapi aku tidak ingin melewatkan kesempatan emas yang sudah dilemparkan Tuhan begitu saja padaku.
Aku menemui Luna lagi. Aku merasa tidak boleh membuang kesempatan. Setelah ini aku Akan kembali ke Madrid Dan Akan berjauhan dengannya. Sehingga aku harus segera mengikatnya.
Berbeda dengan kemarin, Luna tidak terlalu menyambut baik kedatanganku. Bisa kutebak sumbernya adalah dia merasa malu padaku. Wajahnya langsung merah hanya dengan Melihatku. Dia berusaha keras menutupi kerapuhannya Dan sungguh membuatnya Makin menggemaskan.
Hanya butuh beberapa Kali pertemuan, aku sudah melihat segala sisi buruk Luna. Dan berbeda dengan wanita lainnya, dia selalu memandang dengan Rasa curiga dan takut padaku. Membuatku Makin tertantang untuk mendapatkannya. Aku harus menahan diri untuk tidak menerkamnya saat dia Ada di sekitarku.
Sebenarnya aku ingin memintanya menjadi pacar dengan Cara yang normal Dan biasa. Namun dia baru saja mengalami perpisahan yang buruk. mereka putus tiga bulan yang lalu, Dan Luna masih menangis kemarin. Menunjukkan bahwa Luna masih memiliki harapan pada Casey. Lagipula aku juga tidak tahan menggodanya.
Dengan pernyataanku yang cukup berkesan, terlihat sekali bahwa Luna langsung marah. Menganggapku tidak serius Dan sedang mempermainkannya. Langsung menolakku. Bahkan Setelah itu dia mengabaikan semua pesanku. Seolah ingin menutup diri dariku.
Tapi aku adalah Drey. Aku membuat pernyataan cinta yang lebih spektakuler. Kuakui caraku licik. Menjebaknya lewat kelemahannya. Aku tidak peduli. Apapun akan kulakukan untuk mengikatnya padaku. Hingga aku menciumnya di pesta itu. Mengumumkan bahwa dia kekasihku.
Hanya saja menaklukan Luna bukan akhir dari segalanya. Kuakui, imej Casey yang selalu baik benar-benar menyulitkanku. Berita bahwa Luna berselingkuh cukup menyudutkannya. Reputasiku sudah buruk, jadi tidak masalah aku dicap sebagai orang ketiga. Tetapi Luna berbeda. Dia hanya seorang Artis muda yang selalu terlihat manis.
Aku tidak berharap banyak. Luna mungkin Akan segera hilang dari genggamanku. Itu yang kupikirkan.
Aku hanya tidak menyangka, semua berbeda dari perkiraanku. Meski pada awalnya begitu menolak kehadiranku, Luna akhirnya bisa dengan lantang mengakuiku. Dia memperlihatkan ketangguhannya menghadapi semua gosip itu.
Sekarang Setelah Luna menerimaku, hubungan kami mulai berjalan di luar kendaliku. Kupikir Luna adalah gadis yang mudah digenggam. Tetapi itu salah. Aku kesulitan menebak apa yang dia pikirkan. Terkadang membuaiku dengan perhatian, terkadang dingin mengabaikanku. Dan itu cukup membuatku makin terobsesi untuk menaklukannya sepenuhnya.
*********************************
- 2 minggu yang lalu -
Aku memandang ponsel dengan sedikit kesal. Sudah beberapa hari ini aku tidak membalas pesan Luna, Dan gadis itu sama sekali tidak berinisiatif menelponku. Padahal biasanya seseorang akan menjadi gelisah saat tidak mendapat respon dari kekasihnya. Namun Luna menyerah hanya dengan 2 pesan. Ponselku justru dipenuhi dengan pesan dari wanita-wanita lain.
Padahal Ada banyak Hal ingin kutanyakan padanya. Seperti apa kabarnya, atau apa yang dia lakukan. Aku setengah mati ingin mendengar suaranya.
Sudah dua minggu berlalu. Luna bahkan tidak meminta maaf sudah pergi begitu saja di pertandinganku. Dia tidak mengatakan apapun hingga aku kembali ke Madrid. Dia juga tidak menyampaikan dengan benar ucapan terima kasih atas semua mawar yang sudah kuberikan sebagai ucapan selamat.
Satu-satunya yang dia lakukan hanya mengatakannya lewat media sosialnya. Walaupun keberaniannya menunjukkan hubungan kami membuatku senang, tapi terkesan Ada jarak di antara kami. Membuatku merasa dia belum sepenuhnya menerima kehadiranku.
Apalagi akhir-akhir ini Luna sepertinya memiliki terlalu banyak kesibukan lain. Dia sama sekali tidak mengunggah aktivitas apapun di media sosialnya. Satu-satunya media bagiku mendapatkan perhatiannya.
Luna membuatku kehabisan ide dengan apa yang mesti kulakukan terhadapnya. Bagaimana lagi agar aku bisa menaklukannya.
"Bagaimana?"
Aku hampir jatuh dari kursiku saat Seseorang muncul tiba-tiba di hadapanku.
"Kau mengejutkanku!"
Protesku pada pria bernama Armand itu. Tetapi dia hanya nyengir kuda. Dia juga muncul di saat yang tidak tepat saat ini.
Armand adalah agen* ku sejak aku masih baru menjadi pemain professional. Akhir-akhir ini dia sedang berusaha keras membujukku agar aku mau pindah klub. Sudah sejak tiga bulan yang lalu malah. Karena yang menawariku adalah klub dari Premier League, Inggris, Armand makin keras merayuku. Apalagi sebentar lagi transfer musim dingin akan segera dibuka. Dia harus buru-buru mendapat persetujuanku.
Dan aku sudah merasa nyaman di sini. Pindah klub berarti aku harus pindah tempat tinggal, menyesuaikan lagi dengan tempat baru, Tim baru, atmosfer baru. Aku sedang tidak Ada motivasi untuk itu. Bahkan berpikir untuk memperpanjang kontrak di klub ku sekarang.
"Bagaimana? Kau mau Kan?"
Tanya Armand lagi karena tidak kunjung mendapat jawaban dariku.
"Aku sudah bilang tidak"
Jawabku tegas sambil melengos.
"Kenapa sepertinya akhir-akhir ini suasana hatimu buruk sekali? Pasti masalah wanita Kan?"
Karena aku tidak bergeming dengan tawarannya, Armand mulai melancarkan serangannya. Dia selalu penasaran dengan kehidupan pribadiku. Dan tebakannya hampir tidak pernah salah. Karena Armand sudah seperti keluarga bagiku, dia mengenalku luar Dan dalam.
"Dia memang gadis luar biasa. Manis Dan dingin. Akhirnya kau menemukan tandinganmu"
Komentar Armand sambil menertawakanku. Sejak bertemu dengan Luna di rumah sakit, dia selalu mengatakan Hal yang sama.
Biasanya ini akan menjadi semakin buruk. Sehingga aku memutuskan pergi.
Akhirnya aku tidak bisa menahan diri lagi. Aku benar-benar ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh Luna. Kenapa dia mengabaikanku begitu lama. Saat wanita lainnya selalu Haus Akan perhatianku.
Tetapi menghubungi Luna secara Langsung hanya Akan menunjukkan kekalahanku. Sehingga orang yang kutuju pertama adalah Daniel. Sejak awal bertemu, Daniel selalu bersikap baik padaku. Bahkan Setelah tahu Luna menjadi pacarku, dia selalu berada di pihakku.
"Ah...dia sedang sibuk dengan proses reading. Sebentar lagi dia juga harus Syuting di Inggris, jadi sibuk dengan persiapan untuk pindah juga"
Jawab Daniel ketika aku menanyakan kemana Luna menghilang.
"Inggris?"
Tanyaku tertarik. Aku tahu dia lolos casting. Tapi ini pertama kalinya aku mendengar dia harus pergi ke Inggris. Sejujurnya Ada sedikit harapan. Setidaknya menemuinya dari Madrid tidak Akan sejauh jika aku harus pergi ke LA.
"Ya, dia pindah sekitar Dua minggu lagi"
Ujar Daniel lagi menjelaskan. Senyum secara otomatis muncul di bibirku. Tetapi baru saja rasa senang muncul di hatiku, Daniel sudah merusaknya dengan kabar buruk.
"Suasana hati Luna sedang buruk akhir-akhir ini karena dia harus bertemu dengan Casey setiap hari"
"Kenapa mereka harus bertemu setiap Hari?"
Sergahku tidak suka. Casey adalah nama yang Paling tidak kusukai untuk disebut di sekitar Luna.
"Dia adalah lawan main Luna di film selanjutnya. Tentu saja mereka harus terus bertemu saat proses produksi"
Rasanya ada palu menghantam dadaku. Dari semua orang, kenapa harus Casey? Katakanlah aku cemburu, namun mengingat parahnya Luna terluka, aku sadar seberapa besarnya pengaruh kehadiran Casey dalam hidupnya. Dan itu menggangguku.
Itu artinya, Luna Akan bertemu lebih sering dengan Casey selama di Inggris. Itu seperti peringatan bahwa aku bisa kehilangan Luna. Hanya Ada satu Hal yang bisa kulakukan.
"Aku Akan pindah klub, secepatnya"
Armand hanya bisa Melihatku bingung. Belum Ada satu jam berlalu Dan aku mengubah keputusanku dengan cepat.
Note : agen pemain sepak bola hampir sama seperti manajer bagi Artis. Mereka mengurus kebutuhan pemain sepak bola mulai dari kontrak, endorse, interview, dll.
sayang sekali dri awal sdh sangat bagus tpi eksekusi di akhir nya malah ga nyambung klo bagi saya😁😁
di tunggu ya thor right chapter nya🥰🥰