Della Puspita gadis cantik 18 Tahun,harus kehilangan kesuciannya karna direnggut paksa oleh seseorang yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri.
Masa depan dan cita-citanya hancur.
Menikah di usia dini terpaksa harus dia jalani.
(jangan lupa terus dukung author ya....!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melisa d'angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
putus dengan ronald 15
Sampai dirumah Bu Ningsih.
Della mendapati Rafa sedang bermain dengan Alvand dan Bu Ningsih.
Alvand dan Della saling menatap.
Bisa dilihat dari raut wajah Alvand, bahwa dia sangat bahagia bisa melihat Della.
Sedangkan Della menatap Alvand penuh kebencian.
Bu Ningsih sangat paham perasaan Alvand saat itu.
Ketika ada kesempatan, Bu Ningsih meninggalkan mereka berdua.
Tujuannya untuk memberi ruang pada anak dan menantunya itu untuk saling bicara, atau hanya sekedar bertegur sapa.
Menyadari hanya tinggal dirinya, Rafa dan Alvand di ruangan itu,Della langsung membalik badannya dan bergegas berjalan menuju kamarnya.
"Della tunggu ." Alvand mencoba menghentikannya.
Della membalik badan, dan kembali menatap Alvand dengan tatapan tajam.
"Segitu bencinya kah kamu padaku della..? Hingga bertemu dengan ku saja kamu tidak sudi, sekalipun itu cuma kebetulan.. "
"Karena itu pantas kamu terima, paham.?
Della membalik badannya kembali untuk segera pergi.
"Aku minta maaf dell. maaf karena sudah merusak masa depanmu.
"Memaafkanmu tidak akan mengembalikan hidupku seperti semula..." kali ini Della menjawab tanpa menoleh pada Alvand.
"Lantas apakah dengan membenciku bisa membuat dirimu merasa lebih baik..?
"Setidaknya begitu... " jawab della.
"Ya sudah lakukanlah sesukamu.. "
Kemudian Della langsung pergi meninggalkan Alvand.
Ternyata Bu Ningsih menyaksikan mereka.
Setelah Della pergi, Bu ningsih menghampiri Alvand.
dipeluknya putranya itu.
"Sabar ya sayang,percayalah semua akan indah pada waktunya.
"Iya ma,mama do'akan saja ya. " jawab Alvand sambil membalas pelukan mamanya.
****
Satu minggu kemudian.
Della bertekat akan menemui Ronald disekolah.
Pada jam istirahat Della mengirim pesan padanya.
"(Ronal temui aku di taman ya, ada yang mau aku omongin sama kamu).."
Ronald merasa senang setelah membaca pesan dari Della.
"(Ok dell, sebentar lagi aku kesana)" ..balasan pesan Ronald.
Dia sangat penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Della padanya.
Dalam hatinya berharap semoga saja berita baik.
Sesampainya ditaman, Ronald menghampiri Della yang sudah menunggunnya.
"Hai Dell, Aku nggak telatkan datangnya. ?" tanya Ronald sambil tersenyum menghampiri Della.
"Hai Ron..
Enggak kok, aku juga belum lama nunggu disini .
"Ada apa dell..? Kamu mau ngomongin apa..?
Awalnya Della gugup mau menjawab.
Akhirnya dia memberanikan diri juga untuk mengutarakan niatnya pada Ronald.
"hmmm..begini Ronald, Aku minta maaf karena sudah mengacuhkan mu selama ini.
Aku bahkan tidak pernah ada disaat kamu butuh.
Sekali lagi maafin aku ya..!!"
Perasaan Ronald mulai tidak enak mendengar permintaan maaf Della yang kesannya seperti akan mengatakan sebuah kata perpisahaan.
Tapi dia mencoba untuk tetap tenang.
"Nggak Apa-apa kok Dell, aku bisa mengerti.
Sebelum kamu minta maaf, Aku udah maafin kamu kok, sebenarnya ada apa.?
"Ronald sebenarnya ada hal yang tidak bisa ku jelaskan padamu.
Tapi sepertinya aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita.
Aku mau kita putus Ronald.."
Ronald kaget mendengarnya. Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba saja Della memutuskannya tanpa sebab, jelas saja Ronald merasa tidak terima
"Putus kamu bilang.?
Tidak, aku tidak mau.
Sebelum kamu memberiku alasan yang jelas padaku.
"Maafin aku Ronald, kamu terlalu baik untuk ku. Aku merasa tidak pantas berpacaran denganmu , Itu saja.. "
Ronald makin tidak mengerti alasan Della memutuskannya.
"Ayolah della jangan bercanda, itu semua bukan alasan yang sama sekali tidak masuk akal.
Pokoknya aku tidak mau kita putus."
"Maafkan aku Ronald, keputusanku sudah bulat. Aku bersungguh-sungguh ingin kita putus.
Kamu bisa cari yang lebih baik dari aku.
Aku sungguh minta maaf atas sikap ku ke kamu selama kita jadian.
aku pergi ya.."
Kemudian Della langsung pergi meninggalkan Ronald.
"Della tunggu dell ..!
Namun Della tidak menghiraukan panggilan Ronald.
Kali ini Ronald menyadari ucapan Della tidak bercanda.
Sekarang dia hanya bisa pasrah melihat Della pergi meninggalkannya tanpa menoleh lagi kebelakang.
Diperjalanan menuju ruang kelas, Della menangis.
Dia merasa tidak sanggup memutus hubungan dengan lelaki yang dicintainya itu. Tapi keputusannya sudah bulat.
Semenjak saat itu Ronald dan Della tidak pernah bertegur sapa lagi.
Ronald seperti menyimpan dendam pada Della.
Keputusan Della yang tanpa alasan jelas memutuskannya ,membuat Ronald sakit hati.
Bahkan ketika dia sudah punya pacar baru pun, dia berusaha memanas-manasi Della.
Della merasa sedih melihatnya bersama wanita lain.
Tapi dia tetap berusaha agar terlihat baik-baik saja.
*******
Gimana Monica dibenci sama orang yang Kamu sukai,itu Obsesi bukan Cinta Monica🙄🙄