NovelToon NovelToon
Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Maryuni

lanjutan novel "CINTA YG SALAH"
hanya saja disini lebih banyak bercerita tentang kehidupan pernikahan roman dan
tania..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

Mendengar setiap ucapan Imran saat ini sebenarnya sudah membuat Roman merasa muak, jika bukan ditempat umum dan ditengah para alumni SMA sudah dapat dipastikan Imran dihajar oleh Roman tanpa sepatah katapun lagi..

sebagai seorang suami bagaimana mungkin ia bisa mendengar perkataan yang ingin mengobrak-abrik rumah tangganya dan ia menyaksikan sendiri setiap kata yang dilontarkan oleh mulut busuk Imran yang dia kenal sejak dulu adalah seorang laki-laki tak beretika.

"rumah lu dimana sekarang,atau masih yang dulu?" ucap Roman menghentikan perkataan Imran yang rasanya sudah tidak bisa diterima oleh akal sehat, apalagi dirinya yang merasakan sendiri bagaimana istrinya masih suci saat ia tiduri pertama kali

"ngapain nanya rumah gue?! " Imran melotot tak senang dengan pertanyaan Roman yang memotong pembicaraannya dengan Tania

"siapa tau aja gue mau bertamu plus bawain hadiah buat elu" dengan santai nya Roman meminta alamat tinggal Imran sedang diwajahnya jelas sekali banyak guratan emosi yang tengah ia kendalikan

"nggak penting" kelit Imran, ia memang enggan memberitahukan Roman tempat tinggalnya

"yaudah no HP lu sini" pinta Roman lagi

Imran tak ingin menanggapi lagi apa yang kini diminta Roman

"ketik disini " Roman melemparkan ponselnya kedepan Imran

"nggak usah buang waktu" Roman berdecak kesal

mau tak mau Imran mengambil ponsel Roman dan mengetikkan no ponselnya disana

lalu mengembalikan ponsel yang sudah ada no nya pada Roman dengan cara yang sama seperti Roman tadi

"aku minta no HP kamu" Imran kini dengan berani meminta no ponsel Tania

Roman memalingkan wajahnya seraya menghela napas kesal

"kita pulang sekarang aja a" Tania tak memenuhi permintaan Imran malah mengajak suaminya untuk pulang dengan tangannya sudah memang lengan Roman yang sedang duduk menyilangkan kaki

"aku belum ketemu temen yang lain" tolak Roman membuat Tania melepaskan pegangan nya di lengan Roman,.

"kamu mau pulang? aku yang antar aja yuk" mendengar jawaban yang dilontarkan Roman untuk Tania seolah angin segar baginya, dan tanpa berpikir Imran menawarkan diri untuk mengantarkan Tania

"nggak usah sibuk ngurusin bini orang" sinis Roman melihat kelakuan Imran sekarang

"aku pulang sendiri aja " Tania mulai tak nyaman dengan sikap suaminya dan juga tingkah Imran mantan kekasihnya yang kini muncul kembali

Tania meraih tas nya lalu beranjak dari duduk namun dengan tak di sangka nya Roman menarik tania untuk kembali duduk bersamanya

"sebentar lagi kita pulang" imbuh Roman kemudian

Mendengar pernyataan suaminya Tania memilih kembali duduk dan menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Roman yang masih saja duduk dengan posisi ter santainya menyenderkan bahu menyilangkan kaki dan bersedakep tak mau ambil pusing dengan Imran yang kini seolah menjadi hantu diantara dirinya dan sang istri, toh dia jika emosinya tak terkendali nanti minimal ia sudah memiliki no ponsel Imran dan ia juga bisa mencari tahu dimana si lelaki tak tahu diri dihadapannya ini tinggal, dan ia bisa menghadiahkan apa saja yang ia inginkan saat itu tanpa perlu mempermalukan diri di hadapan orang banyak apalagi di hadapan teman-teman SMA nya.

Imran terus mengoceh tak tau juntrungan, semua yang ada ditenggorokannya seolah berebut untuk keluar,.

sedang Tania berusaha untuk tak mendengarkan semua omongan ngelantur yang diucapkan Imran, jika saja saat ini ia tidak ada di acara reuni suaminya sudah dipastikan tangannya pasti melayang ke wajah seorang Imran.

"om ngapain deketin tante aku? " Riana yang tak tahu datang darimana sudah menyela diantara kursi yang diduduki Tania dan Imran yang jaraknya berdekatan

"anak kecil jangan ikut campur" Imran menyentak tak senang ada seorang anak kecil yang mengganggu kegiatan rayu merayunya terhadap Tania

"nggak usah bentak-bentak anak gue lu! " Aditya yang tak suka melihat anaknya dibentak orang langsung emosi

"urusin anak lu! "

"kalo nggak gue urusin nggak bakal gede!! " sangkal Aditya padahal perkataan Imran dengan artian yang berbeda.

Imran mendengus sebal, bertengkar dengan Erlan tidak akan pernah ada habisnya, dari dulu sampai sekarang jika orang berkata apa seorang Erlan pun akan berkata yang sama namun dalam artian berbeda.

Dan sekarang justru dia adu mulut dengan si musuh bebuyutannya saat SMA.

"ayah aku mau duduk" rengek Riana pada ayahnya yang juga masih berdiri menatap tak senang kearah Imran

"bentar ayah ambilin bangkunya" Aditya sudah akan pergi mengambil bangku

"aku mau yang ini " Riana menyela dan menunjuk bangku yang diduduki Imran

Aditya melirik Imran dengan sinis "pindah lu " perintah nya dengan tajam

"nggak, " Imran menolak dengan tegas permintaan aditya/Erlan

"ayaaah" Riana mulai menunjukkan wajah hampir menangis pada ayahnya yang sudah mulai tak sabar dengan Imran yang tak juga mau pindah dari bangku yang kini diduduki

"jangan sampe gue tampol lu ran" ancam Aditya dongkol, apalagi mendengar anaknya terus saja merengek

mendengar ancaman Aditya /Erlan Imran dengan cepat mengangkat diri dari bangku yang kini diributkan oleh Riana, sebab dia tidak ingin kena tampol Aditya didepan teman-temannya sekarang, dia bisa menebak Aditya akan mewujudkan ancamannya jika ia tak segera menuruti permintaannya.

dia kenal betul siapa Aditya, dia tidak akan segan melakukan apapun untuk orang terdekatnya apalagi yang sekarang adalah Riana anak gadisnya sudah pasti apapun akan dia lakukan meski hanya untuk sekedar bangku saja.

Riana langsung duduk dengan gembira di sebelah Tania seraya melirik dengan tajam kearah Imran

"masih kecil udah licik kayak bapaknya" gerutu Imran menyadari Riana memang sengaja melakukan itu untuk membuatnya menjauhi Tania

"ngoceh apaan lu?! " Aditya yang berdiri di sebelahnya berkata tak suka ketika samar ia mendengar kata yang di gerutu kan oleh Imran

Imran mencebikkan bibirnya dan tak menyahuti pernyataan Aditya yang kini memusatkan matanya melihat mata Imran.

Roman menggeleng kepala menyaksikan pertengkaran yang bersenjatakan mata di hadapannya kali ini.

merasa heran kenapa jadi Aditya yang malah ingin bertempur dengan Imran, padahal sejak tadi istrinya lah yang terus diusik ketenangannya oleh si Imran jalanudin.

Aditya memasukkan kedua tangannya kesaku celana dan berdiri menantang Imran, Aditya memang tak pernah memandang sedang di keramaian atau tidak, jika dirinya dibuat kesal oleh orang dia akan langsung menghajarnya tanpa melihat tempat,..

"om aku mau es " Riana menunjuk meja yang terdapat minuman dingin dengan bermacam warna

"mau yang mana? " tanya Roman sebelum beranjak mengambilkan es yang diminta keponakan bawelnya itu

"merah" sahut Riana antusias tak peduli ayahnya kini sedang saling melontarkan tatapan tajam dengan musuhnya

"ok" Roman mengangkat jempolnya menyetujui keinginan Riana dan gegas mengambilnya, .

"tante jangan deket-deket sama om itu" Riana berkata pada Tania dan melirik kearah Imran yang juga tengah menantang tatapan Aditya

Tania mengangguk setuju

lalu menyuapi Riana sepotong kue cokelat kesukaan si gadis kecil disebelahnya..

*****

bersambung....

1
Tuti Handayani
ka bikin cerita tentang Anah ka
Ari Rahmad
Q baca berapa kali masih tetep ketawa🤣🤣👍
Homsiah
ga sampe lahiran thor?kayaknya ga ada bosen nya deh kalo cerita ini lanjut
Homsiah
udah cinta mati semati matinya tuh si aditya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
wah daren intingnya kuat bgt ya selalu menjaga jarak ama sherin karna dia tau permana suka ama sherin
Homsiah
bener kan permana udah suka ama sherin dari dulu
Homsiah
mungkin sherin nurunin sifat papa nya makanya dia masih bisa jadi baik ga kaya mak nya ga sadar" masih aja jahat/Awkward//Awkward/
Homsiah
mungkin aslinya sherin tuh baik cuman dia salah punya temen kaya nella
Homsiah
bisa gitu ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
jangan" ntar si tyo beneran jadian ama si kyla lagi/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
ya masa mau ngajak calon anak lo begadang ren kasihan masih bayi satu kali cukup lah/Facepalm//Facepalm/
Homsiah
si kyla ya bener" kamu mah si rendy plyboy kampus di bilang kaya curut/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
udah sadar aja awas ntar macam" ama rona tambah habis kamu
Homsiah
makanya jadi orang jangan sombong begini kan jadinya
Homsiah
kaya bayi ren minta di mandiin/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
yang di incar itu rona awas daren jangan sampe lengah jagain rona nya
Homsiah
yah harusnya si aji jangan jauh" buat jaga"
Homsiah
oh aslinya daren tau toh kalo permana suka ama sherin
Homsiah
udah banyakin setok sabar nya aja mba desi/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
kalo dulu aditya yng ngidam gini lucu kali ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!