NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta

Cahaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Dihari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun, Cahaya harus terkejut melihat perselingkuhan Fery dengan wanita lain yang masih satu rekan kerja dengan suaminya.
Karena patah hatinya ia mengajak sahabatnya untuk minum dan menginap dihotel, namun sahabatnya tak bisa menemaninya karena adiknya tak ada yang menemani dirumah.
Kejadian tak terduga dihotel ia tak sengaja bertemu pria asing yang dalam keadaan sakit, karena berpikir itu adalah suaminya yang mengejarnya akhirnya ia mengajaknya bermalam dalam keadaan mabuk.
Namun saat pagi menjelang, Cahaya baru sadar bahwa yang tidur bersamanya itu bukanlah suaminya tapi pria yang terkenal berkuasa dan galak dikantornya.
apa yang harus cahaya lakukan?
kabur kah?? atau ...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bunga bercahaya.

Diperjalanan menuju lokasi pameran cukup canggung, kali ini hanya supir pribadi yang menemani mereka. Karena ini hari minggu jadi asisten Chandra sedang berlibur bersama keluarga kecilnya.

Sesekali supir itu melihat kebelakang lewat kaca tengah, memang keduanya sama-sama diam dan sesekali menatap ke jendela kaca. Terlihat seperti tengah marahan saja, itu yang supir itu pikirkan.

Tak terasa perjalanan mereka akhirnya sampai digedung luas nan megah. Papan nama yang tertata rapi bertuliskan GALERI TAMA, membuat kendaraan Rayyan membelok masuk ke dalam.

Rayyan turun bersamaan dengan Cahaya, suasana gedung sudah cukup ramai padahal masih pukul 9 pagi. Banyak kendaraan mewah milik tamu yang terparkir yang artinya tamu mereka bukan orang sembarangan.

Rayyan hendak menarik jemari Cahaya agar mereka bisa berjalan bersama, namun wanita itu dengan gesit melangkah masuk. Lelaki itu menganga tak percaya.

"Tdi dia ogah-ogahan diajak, sekarang malah main loyor aja!" gerutu Rayyan menatap punggung kecil wanita itu yang kian jauh dari pandangannya.

Didalam gedung Cahaya tak sengaja bertemu dengan Chyntia, siapa lagi selain pelakornya Fery—suaminya. Naas banget hidupnya, ingin bernafas tenang saja serasa sakit asma terus.

Wanita itu menatap Cahaya dengan mata jijik dan rasanya ia sudah gatal ingin membuatnya malu. Lagipula, bagaimana bisa pegawai kecil bisa masuk ke dalam gedung mewah itu?

Rerata tamu undangannya adalah orang kaya, jadi tak masuk akal baginya untuk bisa ada disana.

"Ini ya, istrinya dokter Fery yang tuli itu?" tanya dokter tersebut yang bernada ejek.

Cahaya memutar bola matanya, ia males bertemu wanita selingkuhan suaminya itu.

"Kamu ngapain disini? Ini bukan tempatmu untuk mengemis, Dasar sebatang kara!" ujar Chyntia lagi makin jelas menghinanya.

"Dunia ini sempit banget, ya? Kok bisa istri sah sama pelakor ketemu, padahal aku sudah berusaha mengikhlaskan," balas Cahaya.

"Jangan GR, aku kesini gak sama Fery. Kita udah putus!" ungkap wanita sihir itu yang bercover dokter bedah tersebut.

Cahaya merasa salah dengar dan tak percaya. Secepat itukah mereka putus, pantas Fery ngajak balikan.

"Aku cuma pengen ketemu sama calon tunanganku," lanjut Cinthya berlagak.

Saat itu juga sang dokter akhirnya melihat Rayyan masuk lalu mendekati mereka. Dengan cepat ia segera mendekatinya, dengan tangan yang menggenggam lengan pria itu dan senyuman yang manis semanis gula karamel.

"Rayyan, apa kabar? Sudah lama kita tak bertemu," sapa Cinthya dengan sekaligus manja.

Rayyan menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar, "Apaan, sih?"

Cahaya tersenyum melihatnya, sudah tahu sikap pak bos bagaimana. Ini wanita pelakor sok-sok an akrab dengannya, dilindas kan jadinya.

Ia menarik lengan Cahaya lalu melangkah pergi. Tak berhenti disitu, lelaki itu juga merangkul Cahaya agar menempel padanya tak peduli gedung itu ramai pengunjung.

Cinthya ternganga melihat sikap pria itu, "Kok, dia bisa dekat sama si tuli, sih?" geramnya. Sedangkan ia yang sudah lama mengenalnya malah diabaikan begitu saja.

Cinthya mengikuti mereka dengan jarak yang aman, tidak dekat tidak jauh pula. Hanya ingin tahu seberapa dekat dua manusia itu, karena Ayahnya ingin dia dekat lagi dengan Rayyan. Seperti dahulu.

Dulu mereka dijodohkan, namun karena dulu Rayyan sangat jelek dan jauh dari standar kriterianya ia menolaknya mentah-mentah. Padahal Rayyan sudah berusaha untuk menyukainya dan menerima perjodohan dengannya, alasannya karena ibunya.

Namun sikap Cinthya membuat Rayyan perlahan muak, ia suka dugem, alkoholik dan juga suka bergonta-ganti pacar. Hal itu membuat Rayyan akhirnya enggan menerima perjodohan mereka.

Lalu Rayyan, ia mulai dekat dengan Cahaya. Perlahan mulai jatuh cinta, saking seringnya mereka bertemu untuk membantu Yumi belajar.

"Ngomong-ngomong tuan dekat dengan Cinthya?" tanya Cahaya dengan nada serius.

"Dulu dekat karena perjodohan, sekarang udah enggak. Dia selingkuhan suami kamu, kan?" jawab Rayyan sekaligus bertanya.

"Kok, anda tahu?" Cahaya menautkan dua alisnya, ia merasa diawasi.

"Apapun tentang kamu, aku pasti tahu," jawab lelaki itu dengan enteng.

Cahaya terdiam, "Jangan-jangan, dia juga tahu kalau aku adalah Lynn, makanya ajak aku kesini," pikirnya penuh prasangka.

Lukisan yang ia buat juga disimpan dikamarnya, Rayyan beli mahal pun tak peduli. Padahal hanya lukisan yang ia buat karena benci pada dirinya sendiri. Bukan karena apa, ia hanya belum bisa menerima kenyataan.

"Lukisan itu bagus, ini karya Lynn juga," ucap Rayyan menarik tangan Cahaya untuk mendekat pada sebuah lukisan besar, yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

Mereka melihat lukisan itu bersama, gambar sebuah Rumah yang dikelilingi oleh taman. Bagi sebagian orang mungkin ini hanya lukisan biasa, tapi tak mungkin hanya biasa saja jika harganya mencapai puluhan juta.

Rayyan menempelkan sesuatu sebagai tanda bahwa ia membeli lukisan tersebut. Hal itu membuat Cahaya kembali menautkan alisnya.

"Memangnya tuan paham tentang lukisan ini?" tanya Cahaya.

"Lukisan ini bukan hanya sebuah rumah, tapi didalamnya ada kehangatan. Pelukis pasti merindukan kehangatan rumah itu, ia ingin berada didalam sana. Namun ia sudah kehilangan segalanya," jawab Rayyan panjang lebar menjelaskan.

"Ternyata ia sepaham itu tentang lukisannya," gumam Cahaya dalam hati.

Namun itu tak cukup bagi Cahaya untuk mengetahui alasan Rayyan yang mengoleksi lukisannya.

"Tuan, apa maksud dari lukisan bunga yang ditempelkan dikamar saya?" tanya Cahaya lagi, ia hanya ingin tahu pendapat dan sedalam apa Rayyan memahami lukisannya.

"Maksudmu bunga bercahaya, itu tentang seseorang yang ingin bersinar tapi takut untuk dikenal banyak orang. Seperti Lynn, dia terkenal dengan lukisannya tapi tak ada yang tahu siapa dia. Termasuk aku." Rayyan tersenyum, kemudian ia memanggil panitia pameran yang ada disana.

Sementara Cahaya terus menatap lukisannya, benar ia memang merindukan kehangatan rumahnya. Rayyan benar, bahkan tentang bunga bercahaya itu pun semuanya benar.

Karena semua orang sibuk, yang datang adalah pemilik Galeri tama.

"Pak Rayyan ada apa?" tanya wanita berusia 40 an itu dengan sopan dan ramah.

"Bu Liliana, saya ingin ini," jawab Rayyan menunjuk kearah gambar yang dibelakangnya.

"Baiklah," sahut Liliana, ia kemudian melirik kearah wanita yang rasanya tak asing yang datang bersama Rayyan.

Namun belum ia memanggil namanya, Cahaya yang sudah membalikkan badan dan menatapnya segera menyelanya. Tentu ia terkejut bisa bertemu dengan pemilik Galeri tersebut.

"Tante liliana, bagaimana kabarnya?" sapa Cahaya dengan cepat.

Rayyan termangu, ia menatap Cahaya dan Bu Liliana secara bergantian. "Kalian saling kenal?" tanyanya.

"Dia teman ibuku," jawab Cahaya berbohong.

Liliana diam, tergagap dan bingung kenapa Cahaya berbohong.

Padahal Liliana kenal ibunya juga enggak. Mereka saling kenal saat Cahaya sudah dibangku kuliah, yang mana orang tuanya sudah meninggal.

Ia yang butuh uang untuk membeli tanah untuk makam orang tuanya tapi tak tahu harus kerja apa, jadi ia tak sengaja bertemu Liliana. Saat itu kontrakan ibunya sedang dalam masalah, tak cukup untuk membeli tanah. Ia juga masih dalam pemulihan paska kecelakaan.

Karena dia lulusan seni jadi ia mencoba melukis, tak disangka karyanya banyak disukai orang. Namun karena ia cacat, Cahaya malu untuk bertemu orang banyak. Jadilah ia punya syarat bahwa ia tak ingin dikenal publik, ia takut setelah semua orang tahu bahwa Lynn itu adalah dirinya, mereka akan meninggalkannya dan ia tak lagi dikenal.

"Tuan Rayyan apa kabar?" sapa seorang pria tua bertubuh gemuk menghampiri mereka.

Dua pria beda usia itu saling berjabat tangan dan langsung membicarakan bisnis.

Liliana menarik tangan Cahaya dan mengajaknya berbicara berdua. Wanita paruh baya itu membawanya ketempat sepi.

"Cahaya, bagaimana kamu bisa kenal dengan tuan Rayyan? Dia itu tamu yang paling royal," tanya Liliana sudah tak lagi menahan ke kepoan-nya.

"Cuma bos dan bawahan," jawab Cahaya singkat.

"Masa? Aku lihatnya kalian seperti pasangan yang sudah menikah," tanya Liliana menggodanya dengan senyum yang penuh makna.

Cahaya berdecih mendengarnya.

"Tidak sejauh itu!" bantah Cahaya melototkan matanya.

"Istriku," suara Rayyan memanggil sesorang.

Dua wanita itu menatap kearah Rayyan, ia berjalan menghampiri mereka.

"Istriku," tiru Liliana tersenyum melirik pada Cahaya.

Sedangkan Cahaya menganga, dia kira mungkin salah panggil.

1
falea sezi
🤣🤣 mertua toxic
🌀 SãñõõR 💞
yap ntar ceritanya jadi membingungkan.
partini
saling terhubung suami selingkuh dengan wanita yg pernah di sukai lelaki yg tidur dengan cahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!