Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.
Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,
— Stupid Wife —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Dendam Bunga
Tanpa prediksi, pagi ini Muis pergi ke kantor Raihan ia sedari tadi duduk di sofa ruangan Raihan menatap tajam lelaki tersebut.
" Bagaiamana kabar kamu?, dan Bunga anak papa? " Tanya Raihan membuat Muis mengulas senyuman sinis " Baik, sangat baik. Malah sekarang anda akan menjadi seorang kakek " Sahut Muis membuat Raihan tercengang mendengarnya.
“𝘮𝘢𝘬𝘴𝘥𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘱𝘢?, 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨? 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘵𝘪𝘮 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘤𝘢𝘳?... 𝘉𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘔𝘶𝘪𝘴 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘨𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩? " Batin Raihan penuh tanda tanya
" Oh ya, aku punya hadiah untuk papa. Sebenarnya dari istriku tapi karena dia sedang pergi sama mama jadinya aku yang antar kesini sekalian mau ke Kantor. " Kata Muis sembari meletakkan sebuah paper bag membuat Raihan berkerut dahi, namun matanya berbinar membayangkan beberapa barang yang akan ia terima.
Tangannya bergerak untuk, membuka paper bag tersebut namun senyuman uang mengembang sempurna itu tetiba patah saat melihat sebuah map maniknya membaca turun naik setiap kata yang berada di berkas tersebut.
" Engga mungkin! " Kata Nya sembari melempar berkas tersebut ke meja hadapan Muis, " Kamu ngga mungkin membatalkan, kerja sama ini?.. Kamu tahu kan Muis saya ini mertua kamu! " Kata Raihan meradang ia tidak terima sekali kalau Muis akan berhenti menyuntik dana perusahaan nya, yang hampir gulung tikar tersebut.
" Istri saya, enggan untuk berhubungan dengan anda!. Lagian anda itu bukan Orang tua kandung Bunga! " Sahut Muis dengan nada datar seolah tidak tersulut emosi sama sekali. Membuat Raihan menguyar rambutnya dengan kesal
" Tapi, saya yang rawat dia dari kecil! "
" Rawat?, atau di siksa? " Tanya Muis dengan nada Mencemooh membuat Raihan meneguk ludahnya kasar. " Rawat dia yang dibuang sama mamanya dan papanya! " Sahut Raihan dengan suara bangga
" Ck!, kalau kamu benar-benar rawat istriku mana mungkin sekarang dia ngga nyaman sama anda?. Bahkan kamar nya saja di kasih ke puteri kandungmu itu dan Bunga tidur di kamar pembantu yang sempit dan bau! "
" Belum lagi, kalau weekend Bunga selalu disisihkan alasannya ' Kamu sakit ngga boleh keluar rumah ' nyatanya kalian. Malu! " Lanjut Muis rahangnya mengerat penuh kemarahan
" Muis!, hentikan siapa. Yang tidak malu membawa anak yang Autisme itu keluar rumah? " Sarkas Raihan membuat Muis bangkit dari duduknya
" Jangan pernah anda berkata buruk tentang istriku!, dia tidak Autisme! " Tegas Muis dengan suara penuh kemarahan. Matanya berkilat marah seolah ingin menguliti tubuh Raihan
" Dia memang Autisme, bahkan mama kandung nya saja membuangnya!.. Kalau bukan karena ku dia ngga bakal hidup lagi! "
" Diamm!!! " Tekan Muis yang tersulut emosi keduanya saling bertatap, dengan aura yang dingin dan berapi-api penuh kemarahan dan penuh dendam
Bunga, menatap ke arah cermin ia mengambil sebuah kain yang ia pakai semasa ia berusia delapan bulan, ia sempat mengambil nya waktu itu saat kerumah yang di tempati papa tirinya itu.
" Dulu, waktu aku usia segitu. Tante Raya dengan sengaja jatuhkan aku hingga otakku berkerja layaknya anak usia delapan tahun. Saat usia ku sudah beranjak dewasa bahkan mama sampai ingin membuangku! " Kata Bunga pada dirinya sendiri air mata mengalir deras dari pelupuk matanya,
Ia masih ingat rasanya di permalukan rasanya di rendahkan, rasanya di khianati — cemooh dari orang-orang yang selalu melekat di benaknya membuatnya ingin membalas kan semua dendamnya pada Raihan dan Raya
" Bahkan kalian tega, nikahkan aku sama abang Muis yang jelas-jelas aku ngga cinta sama dia!.. Demi harta bahkan mahar yang seharusnya untukku kalian kasih Ke Areta?.. Kaka tiri yang ngga berguna! " Kata Bunga mengepal erat kain tersebut rahangnya mengertat penuh emosi. Ia menatap cermin yang memantulkan dirinya
" Aku akan balas dendam kalian harus hancur, sehancur harga diriku selama ini! " Geram Bunga giginya menggertak penuh emosi
“ 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘪𝘴! "
" 𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘬𝘦𝘵-𝘥𝘦𝘬𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪, 𝘬𝘦𝘵𝘶𝘭𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩𝘯𝘺𝘢! "
" 𝘊𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬-𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩! "
"𝘕𝘨𝘨𝘢 𝘨𝘶𝘯𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘪𝘩 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘤𝘦𝘸𝘦! "
" 𝘈𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩! "
Cacian Makian itu selalu ia dengar, rintikan air mata mengalir deras. Ia menutup telinganya seolah melindungi perundungan kata yang mengalir begitu saja di udara ,
" Aku bukan anak bodoh, aku bukan anak buangan.. Aku bukan anak autis! "
" Aku normal! "
" Ngga! "
Bunga menggeleng kan kepalanya tetiba ingatan tentang keseharian nya dan Muis terbayang di benaknya, pelukan hangat kata-kata penuh perhatian dan kesabaran serta beberapa tanda-tanda Kasih sayang dari kedua orang tua Muis menghangatkan hatinya.
" Aku benci mereka!!! " Jerit Bunga
"Akhh!!!,Aku anak papa mama bukan anak Buangan! " Pekik Bunga
" Sayang! " Cindy yang mendengar jeritan Bunga ia bergegas masuk ke dalam kamar Bunga lalu memeluk nya. " Kenapa sayang kamu kenapa? " Tanya Cindy dengan raut muka menyiratkan kecemasan
" Ma.. Aku Autis.. Mereka bilang aku anak bodoh, ma! "
" Ngga Bunga anak pintar hebat, sayang.. Jangan dengarkan ya! " Cindy berulang kali mengecup dahi Bunga