NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpaksa bohong

"Talisha baru saja datang dari Surabaya. Opa yang maksa dia ke sini biar bisa ketemu kamu," ucap Opa Heri dengan wajah hangatnya

"Kami menginap di hotel ini. Tapi nanti malam Talisha akan pulang lagi ke Surabaya," lanjut Opa Heri lagi.

"Ooo.... Kenapa buru buru banget?" tanya Opa Hendy ngga kalah ramahnya.

"Besok udah masuk kerja, opa," sahut Talisha semanis mungkin.

"Ngga cuti aja? Kan, kerja di perusahaan keluarga sendiri?" tanya Opa Hendy heran.

Opa Heri tertawa pelan.

"Cucuku ini kerja di perusahaan orang lain. Katanya mau cari pengalaman sebelum kerja di perusahaan keluarga sendiri nanti."

"Ooh.... Begitu," kekeh Opa Hendy. Wajahnya terlihat senang.

"Dave baru baru ini ke.Surabaya," sambung Opa Hendy sambil menatap Dave yang tampak kalen.

"Laen kali kalo ke Surabaya, mampir ke rumah Opa, ya, Dave. Nanti Talisha akan bawa kamu keliling di Surabaya."

Dave hanya tersenyum tipis.

"Biar Talisha cuti sehari. Ngga apa, kan, Lish?" sambung Opa Heri lagi sekalian bertanya pada cucunya.

"Iya, Opa," jawab Talisha masih mempertahankan sikap manisnya.

Dave masih merespon dengan senyum tipis.

"Ya, ya. Oh ya, urusanmu di Jakarta masih lama?" tanya Opa Hendy pada temannya.

"Besok sore aku pulang."

"Bagaiman kalo besok kita makan siang bareng Dewan dan Afif?" tawar Opa Hendy.

"Oke. Aku sudah lama juga tidak ketemu mereka." Opa Heri menyanggupi.

"Nanti aku hubungi mereka."

"Oke, oke."

"Talisha, kalo kamu pulangnya bareng Opa Heri besok, ngga apa apa, kan? Mumpung masih di Jakarta," usul Opa Hendy sambil melirik Dave.

"Enngg.... Maaf bange,t Opa. Besok kebetulan saya menemani bos meeting..Saya jadi sekretaris di tempat saya bekerja." Talisha terpaksa menolak. Karena besok dia sudah menyanggupi untuk menemani Baskara meeting.

Jadi nyesal juga, kalo tau Dave setampan ini, dia akan membiarkan Iin yang jadi wakilnya menemani Baskara.

"Ooo.... Ngga apa apa. Mungkin di kesempatan lain, ya, Lish." Opa Hendy yang menyahuti.

'Iya, Opa." Talisha melirik Dave lagi yang tampak tenang sambil meneguk kopinya.

Tapi Talisha merasa agak aneh setelah melihat Dave beberapa kali. Sepertinya dia pernah melihat Dave. Tapi lupa dimana. Atau mungkin hanya mirip aja. Pikirannya juga sibuk menerka nerka.

"Oh iya, mana berkas yang aku inginkan?" tanya Opa Hendy sambil.memberikan isyarat pada sahabatnya yang sempat melihatnya dengan raut bingung.

Tapi beberapa jenak kemudian Opa Heri sudah mengerti dan mulai bisa merespon dengan sangat baik.

"Ayo, ke kamarku."

"Oke." Opa Hendy menepuk lembut bahu Dave sebagai isyarat agar kencan cucunya berjalan lancar. Tanpa gangguan dari dirinya dan temannya.

Setelah mereka hanya berdua saja, Talisha mulai mengamati Dave.

"Kita sepertinya pernah bertemu."

Baru kali ini Dave memperhatikan wajah Talisha lebih lama. Kemudian dia menggeleng pelan. Hatinya yakin kalo mereka belum pernah ketemu.

"Belum pernah, ya." Talisha tersenyum tapi dengan hati tetap yakin kalo pernah melihat wajah Dave. Tapi dia benar benar lupa, di mana mereka pernah bertemu.

"Kata opa kamu lama di Inggris, ya?" Talisha memulai percakapan.

Dave tersenyum samar sebagai respon kesopanan. Dia sudah gerah sejak tadi karena tatapan lapar gadis itu padanya.

"Di Inggrisnya di mana?" kejar Talisha lagi.

"Manchester."

"Oooh...." Talisha mulai senang karena sudah mulai ditanggapi.

"Sering nonton bola, dong. Liga Inggris, kan, seru." Talisha berucap sangat antusias.

Dave tersenyum samar sambil mengambil cangkir kopinya, meneguknya dengan acuh.

Talisha mulai merasakan aura dingin laki laki ini. Tapi dia merasa sayang untuk melewatinya.

"Mungkin kalo aku ke Jakarta lagi, bisa menghubungi kamu?"

Dave menatap gadis itu, masih dengan tangan yang memegang cangkir kopinya.

"Sebaiknya opa saya saja, karena saya sangat sibuk,"

"Mungkin kita bisa atur jadwalnya?" Talisha pantang menyerah.

Dave meletakkan cangkirnya pelan.

"Saya tidak tertarik dengan perjodohan ini."

Talisha merasa tertampar mendengarnya. Wajahnya agak pias.

Aku ditolak? batinnya shock.

"Sudah punya pacar?" tanya Talisha dengan raut ngga terima. Kata opanya, laki laki di depannya masih jomblo. Karena itu dia mau bercapek capek pulang pergi Surabaya Jakarta via pesawat. Opanya bahkan menyewakannya pesawat pribadi.

"Rebut hatinya. Dia sangat kaya raya dan tampan," ucap Opa Heri via telpon siang tadi.

Awalnya Talisha hanya penasaran karena ingin membuktikan ucapan opanya yang ternyata sebagiannya benar, Cucu teman opa yang akan dijodohkan dengannya sangat tampan. Wajah Baskara yang selalu lekat di hatinya, mendadak menghilang.

"Sudah." Terpaksa Dave berbohong.

"Tapi kata opa Hendy, kamu masih single," ungkit Talisha dengan perasaan kaget

"Kami baru dalam tahap penjajakan." Makin li@r arah kebohongan Dave.

Wajah pias Talisha perlahan berd@rah lagi.

"Kemungkinan putus ada, kan?" Talisha bertanya tanpa beban. Dia akan maju terus.

Dave tetap tenang.

"Tidak ada kemungkinan itu. Yang ada hanya rencana perjodohan ini yang berakhir."

"Maksudnya?" Wajah Talisha pucat lagi dan detak jantungnya makin cepat.

"Saya akan mengenalkan pacar saya ke opa, agar beliau tidak menjodoh jodohkan saya lagi."

Memangnya siapa pacarnya? batin Dave geli.

Hening beberapa.jenak.

Talisha butuh waktu untuk bernafas. Dia ngga terima karena sudah ditolak pada pertemuan pertama.

"Saya akan menunggu sampai kamu putus." Talisha tidak akan melepaskan Dave untuk siapa pun. Hatinya telanjur kepincut.

"Sia sia saja. Mungkin dalam waktu dekat ini saya akan mengenalkannya pada Opa," pungkas Dave tegas.

Talisha terdiam dengan perasan dongkol yang amat sangat.

Kenapa dia ngga terus terang saja pada opa opa mereka, dengusnya dalam hati.

"Sebelum itu terjadi, kita bisa saling mengenal dulu, kan. Mungkin nanti kamu akan berubah pikiran," pinta Talisha penuh harap.

Dengan Baskara saja harapannya timbul tenggelam. Masa dengan laki laki ini juga? protes Talisha dalam hati.

"Saya rasa ngga perlu. Maaf kalo penolakan ini membuat kamu kecewa. Tapi saya sangat mencintai pacar saya." Dalam hati Dave merasa mual dengan ucapannya sendiri di kalimat terakhir.

Mencintai siapa? Si Rhea itu? batinnya mengomel.

Sementara Talisha hanya bisa mematung sampai kedua opa mereka terlihat di kejauhan.

1
Elizabeth Zulfa
sabar Ed... nnti juga ketemu jodohnya... tuh temen2 Rhea mungkin masih ada zg jomblo.. kn bs pdkt😁😁
Nanda Jihan
lnjut
Rahmawati
baru dua hari gk ketemu udah kangen aja😂, kasiann. cuma bisa ciumin foto Rhea
sleepyhead
Seharusnya Arsati jgn nerima dl kata maaf dr Nazar 🤭
sleepyhead
(╯︵╰,) ga bs bayangin, pasti rindu serindu rindunya mereka berdua tuh...
salahkan papamu Rhe, coba ide konyol perjodohan itu ga ada pasti ga akan ada perpisahan yg tertunda begini, kesian ibu dan anak terpisah...
Rahmawati
secepatnya lebih baik, eluarga konglo mah gmpang aja kalo mau buat acara dadakan
Ernaaaaa
buruan ke KUA Dave...kondangan kita
Sri Hartati Sinaga
lg dong kak up nya ....gantung 🤭🥰🥰🥰
Lusi Hariyani
dave dh bucin akut sm rhea sampe2 foto di hp dicium2🤣
Mikhaila Zea
melting hayati babang dave🤣🤣🤣🤣
Sri Hartati Sinaga
kak....jgn lama² up nya ya....🥰🥰🥰
Rahma AR: terakhir dave🤭
total 3 replies
Lusi Hariyani
emang g kaleng2 klo kluarga mereka dh srek sm calon kluarga mereka bakal efort bngt perjuangin y
Nanda Jihan
lnjut
Mikhaila Zea
gass Dave sebelum si talisha nyesel... wahh keluarga Baskara bakal malu, sekelas keluarga Airlangga aja mau nerima🤣🤣🤣🤣🤣
maret
ohhhh meleleh....🫰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ernaaaaa
mksh Thor....setia menanti up heee
Rahma AR: sama sama...😊
total 1 replies
Diyah Saja
aku aja kalo pengin dipangku suamiii susahhh ngeluh berat terus 🤣🤣🤣
Rahma AR: 🤭😄....
total 1 replies
Diyah Saja
mauu donggggg😍
Diyah Saja
ahhhh aku baru nongol di lapaknya babang daveee😄
sundarisiti
lanjut terus kakak. ceritanya bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!