Warning!!!!!!
Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.
Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.
Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.
Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.
Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.
Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"Shena, aku datang untuk memastikan kau baik-baik saja" ucap Ello.
Shena bereaksi cuek. "Ya, aku baik-baik saja".
"Apa aku boleh masuk?" Tanya Ello.
"Ya, silahkan" jawab Shena. Ia melangkah masuk lebih dulu di ikuti Ello yang juga menutup pintu.
"Ayahmu tidak ada di rumah?" Tanya Ello.
"Seperti biasa, bekerja" jawab Shena cuek.
Ello duduk di sofa. Ia menaruh bawaannya di atas meja. Itu adalah apel dan sekotak makan malam. Ia yakin Shena belum makan. "Makanlah dulu, aku bawa spaghetti kesukaan mu".
Shena melirik dengan tak berminat. "Aku sudah makan"
"Krukkkkk"
Perutnya berkhianat. Wajah Shena memerah malu. Ello tersenyum. Ia bangkit mengambil piring dan sendok lalu kembali ke sofa. Ia menata makanan di atas piring dan menyerahkannya ke Shena. "Makanlah dulu biar cepat sembuh".
"Aku tidak mau" tolak Shena. Ekspresinya cemberut.
Ello tak menyerah, ia masih sabar dan membujuk. "Shena, kau boleh marah padaku tapi tetap harus makan. Aku akan terima hukuman darimu setelah makanan mu habis. Bagaimana?"
Shena mencebikkan bibirnya dan menggeleng. Ello berusaha lagi. "Kita akan berkencan setelah kau sembuh. Bagaimana?"
Shena mulai tertarik tapi ia masih berusaha mempertahankan wibawanya. "Benarkah?"
"Iya, aku janji" jawab Ello.
Shena tersenyum, ia lalu memeluk Ello. Ello juga balas memeluknya. "Aku akan memaafkan mu kali ini" ucapnya manja. Ello mengelus kepala Shena lembut.
"Ayo makan" perintah Ello. Shena mengangguk lalu makan dengan lahap.
Shena telah selesai makan. Mereka menonton sambil makan buah apel. Shena bersandar di dada Ello dan Ello mengelus kepala Shena. Ello bertanya. "Kenapa kau bisa terluka?"
"Kemarin ada anak laki-laki di keroyok. Aku berniat membantu, tapi kalah telak" ia menyengir.
"Shena, jangan mudah ikut campur urusan orang" ucap Ello menasehati.
Shena menatap Ello dan membela diri. "Aku ingin kabur, tapi aku takut dia mati. Bukankah aku akan jadi jahat".
Ello menatap Shena dan mengelus rambutnya. "Tetap saja jangan libatkan dirimu secara langsung seperti itu. Ada banyak cara untuk menghentikannya. Kau bisa telpon polisi atau memanggil orang dewasa".
"Iya, maaf. Tidak aku ulangi lagi" ucap Shena menyesal.
Ello tersenyum. "Heumm..."
Shena tersenyum dan kembali bersandar pada Ello. Namun Ello bertanya lagi. "Apa kau dan Arsen pernah bertemu sebelumnya?"
"Ahh, dia. Kau ingat saat aku datang malam-malam ke apartemen mu?" Ucap Shena.
"Ingat" jawab Ello.
"Aku bertemu dia di toserba saat sedang beli cemilan lali tak sengaja terjatuh. Dia tak punya hati nurani. Bukannya menolong malah melangkahi ku" kesal Shena kala mengingat hari itu.
"Hanya itu saja?" Tanya Ello.
Shena melirik ke samping dan teringat sesuatu. Ia melihat Ello. "Ah, iya. Kami sempat sedikit berbicara. Waktu itu dia terkesan sangat dingin. Aku bahkan sampai merinding. Tapi ternyata setelah beberapa hari bertemu dia di sekolah ternyata dia tidak dingin. Lebih ke menyebalkan dan usil".
"Shena, dia memang sangat dingin" sahut Ello.
"Ahh, tidak mungkin" ucap Shena tak percaya.
"Shena, Arsen memang sangat dingin menakutkan. Dia jarang berbicara dengan siswa lain kecuali teman-temannya. Itupun dia lebih banyak diam. Jika ada siswa yang berbuat salah sedikitpun padanya, Arsen tak segan akan membuat ia di buli satu sekolah. Setiap Minggu selalu ada saja siswa yang dia pukuli. Semua orang menyebutnya monster High scope Amster". Jelas Ello.
Shena melongo mendengarnya masih tak percaya. Arsen memang cukup mengganggu tapi apakah benar dia semenakutkan itu.
"Ello tak pernah dekat dengan wanita. Kau satu-satunya yang bisa dengan dan masih baik-baik saja dengan Arsen. Aku takut sepertinya dia tertarik padamu" lanjut Ello.
Shena tersenyum mendengarnya. Ia menggoda Ello. "Kau jangan khawatir, satu-satunya pria yang ku cintai adalah kau".
Ello terkekeh mendengarnya. Ia mengacak rambut Shena gemas. "Jauhi Arsen, mengerti. Kita tidak tau masalah apa yang bisa dia timbulkan untuk kita".
"Aku tidak bisa" jawab Shena cemberut.
"Kenapa?" Tanya Ello.
"Sebenarnya ayah meminta ku untuk membantu dan menjaga Arsen. Arsen anak dari bos ayah. Aku bisa masuk sekolah itu karena alasan ini" jawab shena.
Ello diam sejenak. "Kau harus tahu batasanmu. Jika tak sanggup atau terjadi sesuatu, lari lah padaku. Mengerti?"
"Eum..." Angguk Shena.
.
.
.
Suasana kelas cukup ramai. Shena duduk di kursinya sambil senyum-senyum sendiri memandang Ello yang sedang belajar.
Arsen baru tiba ke kelas dan melihat tingkah absurd Shena, ia tak sabar ingin berbuat jahil. Arsen duduk di kursinya dan meletakkan tas di atas meja. Ia menopang wajannya dengan tangan kirinya dan menghadap Shena. Telunjuknya bergerak menoel-noel lengan kanan Shena. Shena berusaha sabar dan menepis tangan itu. Arsen tak berhenti. Beberapa menit kemudian Shena kesal dan geram. Ia mendorong wajah Arsen dengan tangan kanannya.
"Haaa...." Teriak Arsen.
Kepalanya terdongak ke atas dengan telapak tangan Shena menempel sempurna di wajahnya. "Ini masih pagi, jangan menggangguku". Ketus Shena.
Arsen menyingkirkan tangan Shena dari wajahnya dan berkata dengan tengil. "Kau tersenyum tak jelas. Aku mengecek apakah kau masih waras". Ia bahkan tertawa.
"Baiklah semuanya, silahkan duduk ke tempat masing-masing". Ucap Bu Mariot. Ia baru masuk ke kelas. "Hari ini kita kedatangan murid baru lagi. Silahkan masuk". Lanjutnya.
Seorang siswa laki-laki dengan celana panjang, baju kaos hitam dan kemeja sekola yang di biarkan terbuka berjalan masuk ke kelas. Semua siswa tercengang. Terutama wanita. Siswa baru ini sangat tampan. Para siswa mengaguminya.
Shena juga tercengang. Ia mengenalnya. Itu Drew. Dia sedikit terkejut bahwa Drew adalah murid baru di sini.
Drew mengedarkan pandangannya dan melihat Shena di pojok kanan. Ia melambaikan tangannya ke arah Shena. "O... My Hero, halo". Shena tersenyum dan ikut melambaikan tangannya.
"Silahkan perkenalkan dirimu" pinta Bu Mariot.
"Semuanya, perkenalkan namaku Andrew Kyle. Senang bertemu dengan kalian" ucap Drew. Ia menunduk hormat lalu berjalan ke kursinya tanpa di suruh Bu Mariot. Hanya satu meja yang kosong. Itu baru di masukkan tadi lagi. Meja itu tepat di belakang meja Shena.
Drew duduk di kursinya. Shena memutar tubuhnya melihat Drew. Ia tersenyum senang. "Tak menyangka kita bisa satu sekolah". Ucap Shena.
"Aku senang bisa satu kelas denganmu, my Hero" balas Drew tak kalah girang.
Arsen memandang Drew sengit. Ia tak menyukainya. Drew sampai merasa merinding dipandang tajam oleh Arsen. Ia bertanya. "Kenapa memandang ku? Kau menyukaiku?".
"Kau mau mati???" Tukas Arsen.
"Ahh, sudah-sudah. Jangan meladeni dia. Dia tidak waras" ucap Shena menengahi.
Arse menyentak kursi Shena sehingga sedikit bergoyang. Drew mengangguk-anggukkan kepalanya tanda menurut.
Pelajaran di mulai. Shena menggambar kartun lucu di buku tulisnya karena ia tak suka belajar. Sedang Arsen kali ini tidak tidur. Ia menopang dagu sambil memandangi Shena sambil tersenyum tipis. Tampak sekali kalau ia menyukai Shena. Ia memandang Shena cukup lama sampai jam pertama ini berakhir.
*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏