Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Alesya tidak bisa tidur . Meskipun mencoba untuk memejamkan matanya . Alesya membaca novel di ponselnya . Namun tak membuat mata Alesya merasakan kantuk .
Gama yang melihat Alesya berguling kesana kemari tersenyum tipis . Gama lalu menutup laptopnya . Berjalan menghampiri Alesya yang masih fokus pada ponselnya .
" Mau aku peluk biar bisa tidur ?" tanya Gama .
" Itu kemauan mu " ucap Alesya .
Gama lalu merebahkan tubuhnya di samping Alesya . Alesya dengan spontan lalu memundurkan tubuhnya . Hingga membuat Alesya hampir terjatuh dari ranjang . Gama lalu menarik tubuh Alesya . Tidak ada jarak diantara mereka . Alesya berada di pelukan Gama .
Mereka menjadi gugup . Tapi Gama masih bisa menutupinya . Berbeda dengan Alesya yang terlihat canggung .
" Gimana ? Kalau tidur di peluk gini nyaman kan ?" ucap Gama .
Alesya lalu mendorong tubuh Gama .
" Pergi jauh-jauh dari gue " ucap Alesya .
" Enggak mau . Gue mau tidur di sini " ucap Gama .
" Gama jangan aneh-aneh " ucap Alesya .
Gama menyentil kening Alesya .
" Nggak boleh nunjuk-nunjuk " ucap Gama .
" Biarin " ucap Alesya lalu tidur membelakangi Gama.
Gama memeluk Alesya dari belakang . Alesya tidak berani bergerak sedikit pun .
Pagi harinya Alesya membuka matanya . Gama sudah tidak ada di sampingnya . Yang berarti Gama sudah bangun . Alesya lalu bernafas lega . Alesya lalu berjalan menuju kamar mandi . Namun Gama tidak ada di sana .
Alesya segera bersiap dan bersiap untuk sarapan . Tidak enak jika harus membuat yang lain menunggu .
" Sini sayang sarapan " ajak Mama Gina .
" Oh ya nak , Gama sudah pergi ke sekolah . Nanti kamu bareng sama Papa saja ya " ucap Paa Farhan .
" Iya Pa " jawab Alesya .
" Maafin Gama ya nak . Dia terlalu cuek dan kurang perhatian . Tapi percayalah . Dia anak yang bertanggung jawab " ucap Mama Gina .
" Alesya tidak apa-apa Ma " jawab Alesya meyakinkan ibu mertuanya lalu memeluk ibu mertuanya .
Alesya berangkat dengan Papa Farhan . Papa Farhan juga menyiapkan cemilan di dalam mobilnya .
" Ini buat kamu " ucap Papa Farhan .
" Makasih Pa " ucap Alesya .
Papa Farhan tahu apa yang di alami Alesya . Dan Papa Farhan sangat menyayangi Alesya . Karena Gama sangat dingin sama seperti dirinya . Mereka jarang bersama saat beranjak dewasa .
" Makasih Pa . Alesya masuk dulu "ucap Alesya dan tak lupa salim kepada Papa Farhan .
" Kalau Gama terlalu keras sama kamu . Bilang sama Papa " ucap Papa Farhan .
Alesya memberi hormat kepada Papa Farhan .
" Siap Bos " ucap Alesya lalu masuk setelah mobil Papa Farhan pergi
seorang siswi yang melihat Alesya keluar dari mobil Om-om . Segera mengeluarkan ponselnya untuk mengambil gambar .
" Masih hangat ini .. Tinggal di angkat dan di kasih sedikit bumbu " ucapnya dan masuk ke sekolahan .
Gadis itu memberi tahu teman sebangkunya . Dan berita itu mulai menyebar di kelas gadis itu .
Jam istirahat tiba . Seperti biasa para siswa segera keluar dari kelas menuju kantin . Tapi berbeda dengan tiga gadis cantik ini . Mereka sudah lebih dulu mengirim pesan kepada ibu kantin . Sehingga mereka tidak perlu mengantri .
" Sudah " tanya Kirana .
" Hem " jawab Alesya .
" Gue denger ada tim basket dari sekolah Nusa Bangsa mau ke sekolah kita . Nanti jam tiga sore mereka mau tanding " ucap Jeni melihat isi ponselnya .
" Harus dapat gebetan . Masa iya masih jomblo " ucap Kirana .
" Gue juga udah ada satu yang gue cup " ucap Jeni .
" Udah ayo makan keburu masuk " ucap Alesya .
Mereka bertiga berjalan menuju kantin . Mata Alesya tak sengaja menatap Gama . Di sana Tak lupa Dinda dan juga Cindy yang duduk di meja yang sama dengan Gama . Meskipun Gama cuek dan tak menghiraukan Dinda . Dinda tetap mencoba untuk mengganggu Gama . Alesya lalu mengalihkan pandangannya .
" ya kali cemburu " Alesya
" Dasar kutu air " kesal Jeni .
" Siapa ?" tanya Kirana .
" Tuh lihat .. Nempel terus sama kak Gama . Urat malu putus " ucap Jeni .
" Udah ayo makan " ucap Alesya menyodorkan satu mangkuk bakso di depan Jeni .
" Terima kasih kasim " ucap Jeni .
" Dih.. " ucap Alesya lalu hendak mengambil lagi mangkuk bakso milik Jeni .
" Oke oke .. Sorry .. Bercanda" ucap Jeni .
Alesya tidak menjawab namun melahap bakso di depannya .
" Gama makasih sudah di traktir " ucap Dinda dengan suara sedikit keras .
Alesya melihat sekilas ke arah Dinda . Saat bersamaan Gama juga menatap Alesya . Alesya lalu kembali melahap bakso di depannya . Meskipun ada sedikit kesal .
Gama lalu beranjak dari duduknya . Tanpa menghiraukan Dinda yang terus merengek .
" Ya ampun kutu air .. Berisik tahu " teriak Jeni .
" What ! Kutu air ? Maksud lo gue " Dinda menunjuk dirinya .
Jeni lalu mengangguk mantap .
Dinda lalu berjalan hendak mendekati Jeni . Namun Jeni lebih dulu kabur .
" Dih kutu air " tawa Shaka mendengar julukan Jeni untuk Dinda .
" Bukan kutu air sih kalau menurut gue . Yang lebih pas untuk dia uget-uget " ucap Shaka kembali tertawa .
Raga ikut tertawa mendengar celotehan Shaka . Raga juga kurang suka dengan Dinda . Sebagai anggota OSIS memang kurang pantas . Selalu menempel ke Gama . Sehingga membuat risih .
Gama tersenyum tipis .
" Jangan lupa jam tiga nanti ada tanding basket " ucap Yogi .
Gama hanya mengangguk . Tapi tangannya mengetik sesuatu . Siapa lagi kalau bukan istri .
Setelah mengirim pesan kepada Alesya . Gama lalu memasukkan ponselnya ke saku.
" Pemanasan sedikit Ga " ucap Gama kepada Raga .
Raga lalu mengambil bola basket . Pemain basket Tunggal Jaya berlatih untuk persiapan tanding . Sorak riuh di lapangan basket begitu terdengar saat tahu tim basket sedang berlatih .
" Ayo buruan " tarik Jeni .
Jeni yang mendapat informasi akurat . Bahwa tim basket sedang berlatih . Segera menarik Alesya dan juga Kirana .
" Lo apa-apaan sih Jen " kesal Alesya .
" Idaman gue alias calon pacar lagi latihan basket " ucap Jeni .
Alesya tahu yang di maksud Jeni itu Gama . Tapi ya sudah . Jeni tidak tahu yang sebenarnya .
Alesya melihat siswi siswi berteriak meneriakkan nama Gama .
Alesya teringat kalau Gama mengirim pesan kepadanya .
"Aku nanti lulang terlambat . Pulangnya nanti biar di jemput supir " isi pesan Gama .
" Dia sedang memberi kabar " lirih Alesya .
Alesya lalu membalas pesan Gama .
"Gue juga mau nonton pertandingan basket . Anak anak ngajakin " balas Alesya .
" Kak Gama semangat " teriak Jeni .
" Gila keringet kak Gama . Gimana kalau di kamar " ucap Jeni .
Alesya lalu menyentil kening Jeni .
" Lo ya . Bisa bisanya berpikiran kotor " ucap Alesya .
" Tahu deh anak satu ini . Jangan jadi Dinda part dua deh " ucap Kirana .
" Enak aja lo . Gue di bandingin nenek peyot itu . Sorry beda level " ucap Jeni ..
Melihat semakin riuh siswi siswi yang menonton . Alesya semakin malas.
" Udah yuk ke kelas " ucap Alesya
" Sabar dong . Bentar lagi selesai " ucap Jeni .
" Ya sudah . Gue duluan . Capek " ucap Alesya .