Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Tahu
Brakk...
Yona Terkejut Melihat Elisa Berdiri Dan Menatapnya Dengan Tajam
"BISAKAH ANDA JANGAN MEMUKUL MEJA DENGAN KUAT YANG MULIA RATU? RASANYA SAYA AKAN MATI UNTUK KEDUA KALINYA" Cerutu Elisa Kesal
Yona Terdiam Sesaat Lalu Tiba-tiba Ia Tertawa Kuat, Hamzah Terkejut Mendengar Suara Yona
...
Malamnya
Elisa Makan Malam Dengan Yona Dan Keluarganya
Elisa Melirik Gerak Gerik Yulius Dan Yully, Apakah Ada Cara Mereka Sama Dengan Yona Tapi Ternyata Di Antar Mereka Berdua Tidak Ada Yang Sama
"Wajah Mereka Lebih Mirip Dengan Pangeran Sam" Pikir Elisa
Besoknya
Elisa Mencoba Berbicara Dengan Yulius Dan Yully Juga Melihat Cara Gerak Gerik Dan Gerakan Mereka Berjalan, Apa Kah Ada Yang Sama Dengan Yona Tapi Tetap Tidak Ada
"Apa Benar Mereka Bukan Anak Bibi? Tapi Mereka Berdua Terlihat Mirip Dengan Pangeran Sam. Cara Makan Yulius Mirip Dengan Pangeran Sam, Cara Bicara Juga Berjalan Yully Sama Dengan Pangeran Sam, Tidak Ada Dari Mereka Yang Sama Dengan Bibi?" Pikir Elisa Bingung
Sorenya
Elisa Spring Dengan Yona
"Bagai Mana Hasil Penyelidikanmu?" Tanya Yona
Elisa Terkekeh "Terlihat Sekali Ya?"
Prang...Tang...Tang
"Untuk Ku Itu Sangat Terlihat Tapi Entahlah Untuk Yang Lain Apa Mereka Sadar Atau Tidak?" Jawab Yona
Elisa Tersenyum
Orang-orang Mulai Berkumpul Menonton Sparing Yona Dan Elisa
"Jadi?" Tanya Yona
Tang..Tang..
"Apa Bibi Alergi Akan Sesuatu?" Tanya Elisa
"Yulius Memiliki Alergi Yang Sama Dengan Ku, Tapi Tetap Saja Aku Tidak Yakin"
"Bagaiman Dengan Penyelidikan Melalui Sihir?" Tanya Elisa
"Di Nyatakan Mereka Anak Ku Tapi..."
"Bibi Tidak Yakin Juga?" Lanjut Elisa
Tang....
Pedang Elisa Dan Yona Melayang
"Benar"
Semua Terkejut Lalu Bertepuk Tangan
Elisa Berfikir
"Ngomong-ngomong , Kau Hebat Juga Putri Mahkota"
"Ha?" Elisa Tersentak "Ah, Terima Kasih Yang Mulia, Dan Ini Salah Satu Kekuatan Saya Yang Unggul"
Yona Melihat Yulius "Pangeran"
Semua Terkejut
"Iya Yang Mulia?" Yulius Berlari Mendekati Yona
Yona Melihat Elisa "Kau Membutuhkan Darahnya Bukan?!"
"He?" Elisa Terkejut
Yulius Sampai
Yona Melihat Yulius "Lakukan Sparing Dengan Putri Mahkota Elisa"
Yulius Terkejut, Terlebih Lagi Dengan Elisa Yang Terkejutnya Bukan Main
"Anda Yakin Yang Mulia?" Tanya Elisa Ragu
Yona Melihat Elisa Lalu Melihat Yulius Dengan Datar
"Buktikan Hasil Latihan Mu Pada Ku Pangeran" Lanjut Yona
"Baik Yang Mulia Ratu" Yulius Menunduk
Yona Pergi
"Bi...Yang Mulia Ratu!!!" Panggil Elisa Panik
"Mohon Bantuannya Yang Mulia Putri Mahkota" Yulius Menunduk
"Ah...Iya, Tapi Pangeran Bagaimna Jika Anda Terluka?"
Yona Berbalik "Aku Yang Akan Bertanggung Jawab"
Elisa Dan Yulius Melihat Yona
Yulius Melihat Elisa "Tidak Apa-apa Yang Mulia Putri Mahkota"
Elisa Mengangguk "BAIKLAH, BIBI JIKA PANGERAN TERLUKA JANGAN MENYATAKAN PERANG YA!!" Teriak
Semua Terkejut
"Anak Itu!! Bisa-bisanya Dia Meneriakkan Kata Perang Segampang Itu" Pikir Yona Tidak Habis Pikir
"Ayo Pangeran"
Yulius Tersentak "Baik"
Tang...Tang...
3 Menit Kemudian, Yulius Mulai Kewalahan Menghadapi Elisa Yang Gesit
5 Menit Kemudian, Kekalahan Mulai Terlihat Dari Pihak Yulius
Dan Akhirnya
Pedang Yulius Terlempar Di Sertai Dengan Darah Yang Keluar Dari Dahi Sebelah Kiri Yulius Karena Goresan Dari Pedang Kayu Elisa Yang Sudah Ada Tanda Patah Setelah Sparing Dengan Yona
Semua Panik
Elisa Mengambil Kesempatan Dengan Kepanikan Semua Orang, Dengan Mengambil Sapu Tangannya Lalu Mengambil Darah Dari Ujung Pedangnya, Dengan Cepat Elisa Menyimpan Sapu Tangannya Dan Membuang Pedangnya Lalu Berlari Ke Arah Yulius
"AHKKK PANGERAN!!!!! Maafkan Saya, Saya Tidak Sengaja" Elisa Mengambil Sapu Tangan Yang Baru Dan Menutup Luka Yulius Dengan Panik
Yulis Tersenyum "Saya Baik-baik Saja Yang Mulia Putri Mahkota, Ini Hanya Luka Kecil"
"Hua... Bagaimana Ini!!!?" Panik
Mereka Semua Pergi Ke Ruang Perawatan, Sedangkan Yona Berbalik Pergi Ke Istana Nya
Yulius Mengigit Kecil Bibirnya Yang Melihat Yona Pergi "Ibu Pasti Kecewa" Batin
Yulius Melihat Elisa Yang Panik "Kenapa? Kenapa Putri Elisa Sangat Hebat?" Batin, Tidak Suka
Elisa Terkejut Dengan Aura Tidak Suka Yulius Padanya
Sampainya Di Ruang Perawatan, Elisa Perlahan-lahan Mundur Dan Tak Lupa Ia Memberikan Sapu Tangan Yang Ada Darah Yulius Pada Dokter Istana
Cein (Dokter Istana Lousiana) Melihat Elisa
"Ini Ada Darah Pangeran" Ujar Elisa Khawatir Juga Sedih
"Terima Kasih Yang Mulia Putri Mahkota" Jawab Cein Yang Rasa Curiganya Menghilang
Elisa Menunduk Lalu Melihat Yulius Yang Auranya Perlahan-lahan Memudar
"Sekali Lagi Maafkan Saya" Elisa Menuduk
"Saya Baik-baik Saja Yang Mulia Putri Mahkota, Anda Tidak Perlu Khawatir" Jawab Yulius Lembut
Elisa Mengangguk
...
Kamar Yona
Prang....
Yona Yang Sengaja Menjatuhkan Gelas Tehnya Dan Mengenai Tangan Yully
"Ma, Maaf Saya Yang Mulia, Maafkan Saya" Yully Membungkuk
Yona Menarik Nafas Panjang Membuat Yully Takut Dan Gugup
Yona Mengeluarkan Sapu Tangannya Yang Berlapis
"Aku Benci Melihat Darah Mu" Memberikan Sapu Tangan Pada Yully
Yully Terkejut "Ma, Maafkan Saya" Mengambil Sapu Tangan Yona
Setelah Itu Yona Meminta Kembali Sapu Tangannya Tapi Ia Mengembalikan Sapu Tangan Itu Pada Yully
"Buang" Perintah Yona Pada Yully Sambil Memberikan Sapu Tangannya Yang Memiliki Darah Yully Tapi Sebelum Memberikannya, Yona Sudah Mengambil Lapisan Sapu Tangan Itu Dan Menyimpannya
Yully Tersentak "Baik Yang Mulia"
Yully Keluar, Yully Melihat Sapu Tangan Yona Dan Menciumnya
"Masih Ada Bau Ibu" Batin Yully Sambil Tersenyum, Yully Menyimpan Sapu Tangan Itu Dan Pergi Dengan Perasaan Yang Gembira Dan Semua Itu Di Lihat Oleh Elisa
Elisa Melihat Yully Dengan Ekspresi Sedih "Huftt..."