Novel ini menceritakan kisah tentang seorang wanita yang bernama Ailin yang selalu di sakiti oleh suami pertamanya sampai membuatnya harus kehilangan anak yang masih ada di dalam kandungannya.
Penghianat suaminya yang di lakukan terus-menerus membuat pernikahan mereka berakhir dengan kata cerai.
Apakah Ailin bisa move-on dari masa lalunya dan masihkah ada pria yang baik hati dan menyayanginya apa adanya. Temukan ceritanya di season kedua dari novel Pernikahan Kontrak Ailin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Mau Di Peluk.
Siang hari.
Mereka semua berbincang-bincang di ruang tengah sampai jam makan siang tiba, setelah makan siang semuanya kembali menuju kamarnya yang sempat mereka tempati tadi malam. Ailin baru saja masuk ke dalam kamarnya.
Adam mengandeng tangan wanita itu menuju ranjang mereka, Ailin sudah mengerti apa yang di inginkan oleh suaminya itu. Adam pasti ingin mengulang adegan panas semalam setelah Ailin ada di atas tempat tidur Adam yang masih dalam posisi berdiri langsung berjalan menuju jendela dan menutup jendela tersebut rapat-rapat tidak lupa juga dengan tirai berwarna putih dengan motif bunga itu.
Kebetulan Radja yang sedang berdiri dekat dengan jendela melihat Adam menutup jendela kamarnya dengan bertelanjang dada. Radja mulai menyipitkan matanya seolah mengetahui apa yang akan di lakukan oleh penghuni kamar tersebut. Tiba-tiba perasaan marah dan juga iri mulai menjalari tubuh Radja saat ini setelah membayangkan apa yang akan terjadi di kamar seberang sana.
Radja mengepalkan tangannya dengan begitu kuat dan tanpa sadar hendak menghantamkan tangannya itu ke tembok yang bercat putih polos. Namun Holly yang berjalan mendekati Suaminya segera mencegah hal itu tidak sampai terjadi.
"Hentikan, Mas apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila," tandas Holly dengan memegang tangan suaminya yang perlahan mulai melepaskan tangannya yang tadi sempat membentuk sebuah tinju itu.
"Pergilah! Jangan sok perhatian padaku," bentak Radja dengan mengambil kembali tangannya yang tadi sempat di pegang oleh Holly.
"Terserah!" teriak Holly dengan nada suara tidak kalah lantangnya. "nantik sore mas Adam dan juga Mbak Ailin, akan berangkat bulan madu, jadi kita akan pulang juga," ucap Holly dengan menatap tajam Suaminya.
"Hem!" Radja menjawab dengan daheman saja. Pria itu sudah bosan bertengkar terus dengan wanita yang kini ada di hadapannya ini sehingga dia lebih memilih mengiyakan ucapan Holly.
Lagi pula untuk apa Radja di sini kalau wanita yang membuatnya ingin tinggal di sini sudah pergi. Kira-kira seperti itu yang sedang di pikirkan oleh Adam sekarang.
Pertengkaran Holly dan juga Radja tidak bisa di dengar oleh siapapun dari luar ruangan itu sebab semua kamar di dalam rumah ini telah di lengkapi dengan peredam suara.
Pak Ray dan Tuan besar Sea sedang duduk di dalam Gasebo yang terletak di tengah taman bunga itu, merek berdua melihat pertengkaran Radja dan juga Holly dari jendela kamar mereka yang terbuka. Kedua orang ini tidak mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan namun keduanya mengetahui jika mereka berdua sedang bertengkar, jika di lihat dari ekspresi wajah keduanya.
Sore hari.
Ailin dan juga Adam sudah bersiap-siap di dalam kamar mereka, jantung Ailin berdetak semakin kencang karena baru kali pertama dia akan pergi ke luar negeri apa lagi ini adalah negara yang sudah dia idamkan sejak kecil sebab Ailin adalah penggemar vilem Korea.
Semua orang di lantai bawah sudah menunggu Ailin dan juga Adam yang masih berjalan menuruni anak tangga rumah itu. Ailin kelihatan begitu cantik dengan mengunakan baju khas orang Korea dengan mantel yang tebal dan juga syal melilit di lehernya dengan sempurna Adam juga mengunakan baju demikian.
"Mama kenapa aku harus memakai baju seperti ini, aku sangat gerah," Rengek Ailin dengan memandang dirinya sendiri. Semua orang terkekeh melihat sikapnya itu.
"Nak, di sana sedang musim salju dan udaranya juga terkenal sangat dingin kau bisa membeku jika turun dari pesawat mengunakan baju tipis khas orang negara A," jelas Nyonya besar Sea dengan membelai rambut panjang Ailin yang telah di kritik gantung itu.
"Benar apa yang di katakan oleh Mama mu itu sayang, kau harus memakai baju seperti ini dan ingat tidak boleh sampai melepasnya sebelum sampai di dalam hotel nanti," jelas Tuan besar Sea menimpali perkataan putrinya itu. Ailin menjawab ucapan Papanya itu dengan anggukan kepala sembari di sertai senyuman manis.
"Sani kita akan berpisah," ucap Ailin dengan menatap kearah sahabatnya itu.
"Kau tidak lihat kenapa aku pakai baju seperti ini?" tanya Sani balik dengan menaruh kedua tangannya di perut.
"Eh iya, apa kau sedang sakit?" tanya Ailin sembari menaruh punggung tangannya di jidat Sani. Karena merasa khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.
Kening Ailin langsung berkerut seketika saat melihat jidat sahabatnya itu dalam suhu badan yang normal. Mungkin Ailin kelihatan aneh melihat Sani mengunakan baju seperti ini padahal setahunya Sani dan juga Pak Ray akan pulang ke negara A, dan cuaca di sana terkenal panas.
Berdecak kecil, "Kau ini menjengkelkan sekali, aku mau ikut dengan kalian ke negara yang di kenal dengan ketampanan makhluk tuhan yang biasanya di sebut dengan pria itu," Sani bicara dengan membayangkan wajah pria di negara itu yang memang kelihatan begitu memanjakan mata para kaum hawa seperti mereka.
"Dasar kau ini," sahut Ailin dengan terkekeh.
Pak Ray menatap kearah istrinya itu dengan menajamkan sorot matanya, Sani tak sengaja berpadu pandang dengan suaminya saat sedang asyik membayangkan pria tampan yang akan mereka lihat nanti di sana. Semua bayangan indah itu langsung pecah ketika Sani melihat mata Suaminya yang sedang tidak bersahabat itu.
"Ehehhe!" semua orang yang ada di sana terkekeh melihat Sani yang langsung terdiam seribu bahasa ketika melihat suaminya itu.
"Ailin, Adam selamat ya atas pernikahan kalian aku doakan semoga kalian akan memiliki keturunan," ujar Holly sembari memeluk Ailin.
"Terimakasih Holly kau sangat baik, semoga kau juga segera di berikan momongan," ujar Ailin dengan langsung melepaskan pelukannya.
"Adam selamat atas pernikahanmu," ucap Radja berbasa-basi dengan mengulurkan tangannya di hadapan Adam.
"Iya terimakasih," ujar Adam dengan langsung mengambil uluran tangan itu," dan mereka saling memeluk sekilas.
Namun di dalam hati Radja tersirat umpatan dan juga kata-kata kotor yang di balik senyuman tulus yang dia tunjukkan di hadapan semua orang tadi. Tuan besar Sea dan juga Pak Ray terus memperhatikan Radja dengan tatapan waspada.
"Ailin semoga kau selalu di anugrahi dengan banyak kebaikan di dalam dunia ini," ujar Radja dengan tersenyum pada Ailin.
Tanpa sadar Radja hendak memeluk tubuh wanita yang sangat dia rindukan ini, wanita yang selalu hadir di setiap dia memejamkan matanya, wanita yang sudah membuatnya hampir gila dan juga kehilangan kendali ketika melihat Ailin bersama pria lain.
Memundurkan tubuhnya tiga langkah ke belakang, "Maaf mas, kita sudah bukan suami istri lagi! Dan hanya Mas Adam saja yang pantas melakukan hal itu padaku," jelas Ailin dengan di akhiri senyuman manis di bibirnya.
Jadi nikmatilah buah dari apa yg kau perbuat sama Ailin ok!! Hareudang..hareudang..hareudang panas panas panas.....nih lagu wat Radja ketika liat kemesraan Aili. dan Adam.
Aku setuju dengan pernikahan Ailin dan Adam, bayangin aja suami bawa pacarnya kerumah terus dia berhubungan intim dan istrinya diabaikan padahal baru melahirkan dan kehilangan anaknya. Iiuuhhh jijik .... suami abis celap celup sama pacarnya terus pengen pertahanin penikahannya?? gak semua wanita mau menerima suami seperti itu ya, mending pergi aja relakan suaminya sama selingkuhannya bersama kan cocok tuh pasangan lalat dan sampah.
mana yang benar Holly cinta deri atau raja
ada bab Holly seperty udah sangat jatuh cinta sama deri hingga tidak mau pisah dari deri tapi di bab lain dijelaskan deri hanya pelampiasan dan dia masih sangat cinta dengan raja, puyeng gua
kenapa ga sendiri aja ya.....
maaf kalo lancang.....
selamat buat Ailin dan adam
raja....... gigit jari
selamat buat Adam....