NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku Untukmu

Ambil Saja Suamiku Untukmu

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Poligami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Eys Resa

Bagaimana jika di hari pernikahan setelah sah menjadi suami istri, kamu ditinggal oleh suamimu ke luar negeri. Dan suamimu berjanji akan kembali hanya untukmu. Tapi ternyata, setelah pulang dari luar negeri, suamimu malah pulang membawa wanita lain.

Hancur sudah pasti, itulah yang dirasakan oleh Luna saat mendapati ternyata suaminya menikah lagi dengan wanita lain di luar negeri.

Apakah Luna akan bertahan dengan pernikahannya? Atau dia akan melepaskan pernikahan yang tidak sehat ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Reza

Luna melangkah masuk ke dalam ruang VIP dengan anggun. Di sana, Reza Adiguna, seorang klien lama yang juga salah satu konglomerat di negeri ini, menyambutnya dengan hangat. Di samping Reza, duduk asistennya, Pak Bram yang juga ikut menyambut Luna.

"Selamat malam, Luna. Terima kasih sudah bersedia datang," sapa Reza, tersenyum ramah. "Silakan duduk."

"Selamat malam, Pak Reza. Senang bisa bertemu Pak Reza. Apa Ada yang ingin Bapak bicarakan?" tanya Luna, langsung pada intinya.

"Ya, ada sesuatu yang sangat penting. Ini menyangkut perihal pergantian CEO baru di perusahaan Adiguna," jelas Reza.

"Minggu depan, Aku akan digantikan oleh adik ku yang baru pulang dari luar negeri. Sedangkan Aku akan pindah memimpin perusahaan lain milik ibu kami. Jadi, minggu depan akan ada dua pemindahan kekuasaan di perusahaan kami. Adiguna akan dipimpin adikku dan perusahaan Diamond King akan dipimpin olehku. "

Luna menyimak dengan saksama. Perusahaan Adiguna adalah salah satu perusahaan terbesar yang menangani banyak proyek besar yang ads dikotanya. Dia harus hati-hati dalam menangani perusahaan tersebut.

"Adik ku ini baru pertama kali memimpin perusahaan, dan Aku khawatir dia belum siap," lanjut Reza, nada bicaranya berubah serius. "Aku butuh seseorang yang bisa ku percaya untuk mendampinginya. Seseorang yang bisa membimbingnya, mengarahkannya menjadi pemimpin yang baik, bertanggung jawab, dan bisa membawa perusahaan kami lebih maju." lanjutnya lagi.

Reza menatap Luna dengan penuh harap. "Luna, Sku ingin menunjuk mu sebagai asisten dan penasihat adik ku. Saya mohon, hanya kamu yang bisa aku percaya untuk mendampinginya."

Luna terkejut. "Asisten? Maaf, Pak Reza, tapi tugas asisten itu sangat berat. Saya harus mengawasi 24 jam. Saya tidak yakin bisa..."

"Luna, aku mohon," potong Reza, tangannya menggenggam tangan Luna. "Aku tahu kamu mampu. Saat ini aku hanya bisa mempercayai mu untuk peran ini. Kamu sudah menangani banyak masalah hukum dan bisnis perusahaan kami selama ini. Kamu tahu seluk-beluk perusahaan. Adalah sebuah kehormatan bagi ku jika kamu bersedia membantu,dan bekerja sama dengan kami." Reza terus membujuk dan memohon karena melihat Luna sepertinya enggan untuk mengabulkan permintaannya.

Berkali-kali Reza meminta karena hanya Luna satu-satunya orang yang bisa dipercaya saat ini. Dan lagi Luna tau tentang keadaan perusahaan nya, karena selama ini Luna lah yang sudah membantu mereka terbebas dari krisis yang dialami perusahaan dengan semua ide dan solusi masalah di perusahaan nya.

Melihat permohonan Reza yang begitu tulus, Luna merasa luluh.

"Baik, Pak Reza. Saya terima tawaran ini. Tapi saya harap adik bapak nanti juga bisa bekerja sama dengan baik. Saya hanya akan melakukan pekerjaan saya sebagai asisten CEO bukan asisten pribadi yang menyiapkan semua kebutuhannya. Dan jika nanti adik anda berulah, saya bisa mengundurkan diri kapan saja.

"Terima kasih, Luna! Terima kasih banyak! Tentu saja aku akan mengatakan hal itu kepada adikku nanti , Dan aku pastikan dia akan menurut padamu dan tidak berbuat ulah." Reza tersenyum lega.

"Kita akan mengadakan makan malam lagi dan bertemu dengan adikku besok lusa, di kediaman Adiguna. Bagaimanapun kalian harus kenalan sayu sama lain dulu, agar tidak canggung saat di pertemuan nanti. Nanti akan aku kabari lebih lanjut."

Luna mengangguk, keputusan sudah diambil dan dia tidak bisa mundur lagi. Luna harap, Semoga saja CEO yang baru itu nantinya bisa bekerja sama dengan baik seperti Reza dulu.

Sementara itu, di luar ruang VIP, Rafi dan Saras masih dipenuhi rasa penasaran. Mereka duduk di meja mereka, sesekali melirik ke arah pintu ruang VIP.

"Mas, kenapa mereka lama sekali di dalam?" bisik Saras, tidak sabar.

"Aku juga tidak tahu, Sayang. Pasti mereka sedang membicarakan hal yang sangat penting," jawab Rafi, matanya terus mengamati pintu ruang VIP yang tertutup rapat dengan dua orang penjaga di depannya.

Rafi merasa gelisah. Ia ingin tahu siapa yang ditemui Luna. Dan kenapa Luna bisa berada di dalam sana, bahkan sekelas manager seperti dia.saja tidak pernah rapat diruang berkelas seperti itu. Dia ingin masuk ke dalam dan melihat apa yang terjadi dan menanyakan semuanya.

"Ayo kita masuk, Sayang," ajak Rafi, hendak berdiri.

Saras segera menahan tangannya. "Jangan, Mas! Kamu jangan buat keributan di sini! Lagipula, ada penjaga di depan pintu itu. Orang yang ditemui Luna pasti bukan orang biasa."

Rafi terdiam dan menuruti ucapan Saras karena dia juga tidak mau dibuat malu oleh ulahnya sendiri. Ini bukan tempat umum, disini adalah tempat orang-orang berkelas yang sedang makan malam. Mereka terus menunggu, sampai akhirnya pintu ruang VIP terbuka. Luna keluar dengan wajah lelah, namun tetap anggun. Ia menghela napas panjang, tampaknya ada sesuatu yang berat di pikirannya.

Saat Luna berjalan menuju pintu keluar, Rafi segera berdiri dan menghadangnya.

"Luna, tunggu!"

Luna berhenti, menatap Rafi dengan wajah datar. "Ada apa lagi? bisa tidak kalian tidak menggangguku,aku lelah. "

"Kamu... apa katamu? Lelah? kamu kenapa masuk ruangan itu? Siapa yang kamu temui?" tanya Rafi, nada suaranya terdengar marah dan menuntut.

"Itu bukan urusanmu, Rafi," jawab Luna, santai. Ia melirik Saras yang berdiri di belakang Rafi, menatapnya dengan pandangan dingin.

"Tentu saja itu urusanku! Kamu masih istriku!" bentak Rafi, amarahnya meluap bahkan tidak ada kata mas di depan namanya.

Luna tertawa sinis. "Kita dalam proses perceraian, Rafi. Hubungan kita akan segera berakhir. Jadi, kamu tidak ada hak atas diriku."

Ia melanjutkan, "Lagipula, untuk apa kamu mengurusiku? Sudah ada wanita itu di sampingmu. Urus saja istrimu itu dan jangan ganggu aku lagi."

Setelah mengatakan itu, Luna melangkah pergi. Rafi masih mencoba mengejarnya, namun Luna sudah masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan restoran.

Rafi berdiri mematung di parkiran, tangannya mengepal. Hatinya dipenuhi rasa marah, bingung, dan cemburu. Ia tidak mengerti apa yang terjadi dengan Luna. Mengapa ia merasa asing dengan wanita yang pernah menjadi istrinya itu?

"Mas, sudah! Jangan pikirkan dia lagi, lihatlah bahkan mobil yang dia kendarai mobil mewah, tidak seperti mobil kita. Pasti dia sudah menjadi simpanan orang kaya" ucap Saras memanasi hati Rafi yang sedang mendidih, sambil menarik tangan Rafi menuju ke mobil mereka.

"Luna hanya ingin pamer. Dia hanya mencari-cari perhatianmu." imbuhnya lagi

Meskipun Saras berusaha menenangkan Rafi, hati Rafi tetap gelisah. Ia tahu, ada sesuatu yang jauh lebih besar di balik semua ini. Dan ia tidak tahu apa itu.

"Aku harus mencari tau apa yang dia sembunyikan dariku. " batinnya.

1
Abinaya Albab
nama Saras kn banyak yg memiliki kn ya harusnya disini Luna konfirmasi dlu apakah Saras yg dia kenal atw Saras lain dg menyebutkan ciri²/memperlihatkn foto ya kn walaupun mmg pada akhirnya Saras itu
Abinaya Albab
baru saja mbak skg nona 🤭
Abinaya Albab
lebih enak Nak... daripada Mbak
Abinaya Albab
cuma asisten CEO katanya lahhhh anakmu itu juga mlh cuma manager
Abinaya Albab
tidur pulas dengan gelisah gimana ya mksd nya 🤔
Abinaya Albab
nona 😂 tumben 🤔
Abinaya Albab
ini kok gk ada sopan santunnya di depan atasan masih saja nyiyir
Abinaya Albab
disentuh aja blm kok udh dikata mandul 😂
Abinaya Albab
coba pak Doni menikah lagindgbwanita yg sehat apakah Bu Endah mau berbagi suaminya 😤
Abinaya Albab
pdhl klo udh punya penyakit jantung gk boleh capek² loh itu gk takut jantungnya kumat apalagi dg dibiayai sama orang yg selalu di caci maki & yg mengurusnya saat sakit
Abinaya Albab
kamu di nikahi cm dijadikan babu + donatur buat keluarga suamimu Lun
Cahya Kirana
pdhl jgn pengacara ya setidaknya Luna CEO perusahaan ke gitu warisan dari kake nya kan lebih keren ta
Erna Masliana
iya masa orang kaya gak bisa nyewa detektif..apa apa harus sendiri malah mencurigakan
Erna Masliana
miskin banget apa gak niat bayar..kalo miskin kebangetan rasanya gak mungkin..dia bisa ngasih nafkah 5 juta perbulan berarti gaji lebih besar dong..masa kerja berapa tahun..masa iya 150jt aja keteteran.. ibunya gak mungkin gak punya perhiasan..
Erna Masliana
Boss gak punya harga diri apalagi wibawa
Erna Masliana
ya tetap disana kan gadai sama dengan pinjam.. tinggal bayar cicilannya dg benar jangan nunggak
Erna Masliana
masa?? gaji kamu kemana?? kan jabatan kamu lumayan bagus..masa iya 150 aja gak ada
Erna Masliana
lagian jadi pelakor pilih mangsa yang belangsak dapet buwung doang 😛
Erna Masliana
nah jantung aman Bu... jangan sampe kambuh.. obat mahal
Erna Masliana
udah uyuhan cepet sadar.. aku baru beres baca yang 5th disiksa fisik mental hingga akhirnya menyerah cerai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!